
" Lalu aku makan apa? kenapa kau membuang Supnya?? " Johannes bertanya.
" Saya tidak peduli, itu urusan anda." Elenoa dingin.
" Beri aku daging itu! " Johannes melirik daging di atas piring.
Elenoa menatap Johannes dengan sinis, dan dia pun berkata.
" Tidak, daging ini hanya untuk saya. " Ucap Elenoa.
" Kau!!! aku sudah bersabar kepadamu. Baru kali ini aku di perlakukan seperti ini!!! " Johannes marah.
" Masa bodo!! " Elenoa tidak peduli.
" Heh....berapa harga daging itu, aku akan membayarnya dengan 10.000 koin emas . " Johannes ingin membeli daging itu dengan 10rbu koin emas.
" APA??!!! " Elenoa terkejut.
| Aku hanya bicara saja, tidak bersungguh-sungguh. Dia pasti tidak mungkin menjual daging kelincinya itu kepadaku. Aku mulai mengerti sifatnya. Dia keras kepala. | Pikir Johannes.
| Perak??? Ohh, tidak!! itu 10.000 koin emas!!! | Elenoa dalam batinnya.
10rbu koin emas, setara dengan satu mansion kecil.
Elenoa seketika berubah pikiran dan dia menyodorkan daging tersebut kepada
Johannes.
Johannes bertanya-tanya kenapa Elenoa menyodorkan daging itu.
" Kenapa, ada apa? " Tanya Johannes dingin.
" Bukankah anda ingin membeli daging ini dengan 10rbu koin emas? " Elenoa bertanya.
" Apa???!!!!! " Johannes syok.
| Jika aku mendapatkan 10rbu koin emas, aku bisa membangun sebuah panti asuhan untuk anak-anak jalanan, yang kemarin aku lihat di pasar. | Pikir Elenoa.
| Hah...dia berubah pikiran karena uang. Memang manusia sangat serakah dengan uang. Begitu mereka mendengar kata uang, mereka akan langsung beralih dan tenggelam dalam keserakahan. | Pikir Johannes.
" Kau tidak ada bedanya dengan mereka. " Ucap Johannes dingin.
" Kemarikan daging itu!! saat pulang nanti, aku akan membayar dagingmu. " Ucap Johannes.
Elenoa menyodorkan daging tersebut dan dia pun berkata.
" Jangan lupa di bayar!!! " Elenoa mengingatkan.
Johannes yang melihat tingkah Elenoa dia merasa heran.
" Kau? apa kau seorang perempuan? " Tanya Johannes dengan memiringkan wajahnya.
| Dia pandai memasak, tingkahnya mirip perempuan, dari nada bicara, cerewetnya, hingga gerak geriknya. | Pikir Johannes.
" Memangnya kenapa jika saya perempuan!!! " Ucap Elenoa kesal.
Johannes terkejut mendengar ucapan Elenoa. Dia pun dengan wajah marah bertanya seolah memastikan.
" Apa yang kau bilang? jadi kau benar-benar perempuan??!! " Johannes bertanya dengan nada tinggi.
Elenoa menjawab dengan tenang dan tanpa ekspresi.
" Jika saya perempuan, anda akan mual-mual, merasa jijik dan wajah anda akan pucat. " Jawab Elenoa tenang.
| Mana mungkin dia percaya jika aku perempuan. | Pikir Elenoa.
Johannes berpikir, bahwa yang di katakan Elenoa adalah kebenaran.
__ADS_1
| Teo benar, jika dia perempuan, aku akan merasa mual dan wajahku akan pucat seketika. Jadi, dia benar-benar pria. | Pikir Johannes.
" Kau tidak pantas di sebut laki-laki, karena badanmu yang mungil. Tapi, kau juga tidak terlihat seperti perempuan. " Johannes melirik dada Elenoa.
Elenoa dengan cepat menyilangkan tangannya ke dadanya.
" Apa yang anda lihat??!!! Meski saya laki-laki, saya tidak mau jadi simpanan anda!!! " Elenoa waspada.
" Aku tidak tergoda dengan tubuh kecilmu!! " Johannes menggoda Elenoa.
| Jadi, dia benar-benar penyuka sesama jenis?!! Lalu dengan siapa, apa itu Rakian? dia cukup tampan dan tubuhnya bagus. Atau mungkin, Putra mahkota? Putra mahkota juga tampan. | Elenoa berpikir, siapa pasangan pria Johannes.
Berbeda dengan pikiran Johannes.
| Dia pasti mendengar gosip yang aneh tentangku. Gosip yang menyebar, bahwa aku adalah pria imponten dan penyuka sesama jenis. Aku tidak mempedulikan gosip itu, karena gosip akan berangsur-angsur menghilang dengan sendirinya. | Pikir Johannes.
Jadi, apakah kesalahpahaman ini akan terus berlanjut atau tidak. Kita tidak tahu.
...----------------...
Johannes dan Elenoa pulang dengan kudanya.
Elenoa sebenarnya agak berat, karena dia harus meninggalkan Jon. Ketika Johannes bangun tadi, Jon tidak menunjukkan dirinya.
Mungkin, dia tahu, jika Elenoa tidak mau dirinya di ketahui oleh Johannes.
...----------------...
Kediaman Johannes.
Johannes pulang bersama dengan Elenoa. Saat mereka tiba di kediaman pribadi Johannes. Saat itu terjadi kekacauan.
Eden terlihat panik dan para pelayan sibuk seperti mencari seseorang.
" Ya. Aku sudah pulang. " Johannes menjawab.
Eden melihat pakaian Johannes yang penuh darah, dia pun bertanya dengan cemas dan panik.
" Yang mulia, pakaian anda? " Eden bertanya hati-hati.
Johannes dengan wajah dingin dan ngeri, dia berkata.
" Seperti biasa, itu serangga yang ingin membunuhku. " Ucap Johannes dengan sorot mata ngeri.
Elenoa yang bersamanya, dia terlihat panik. Bagaimana tidak. Elenoa tahu, jika para pelayan sibuk mencari nyonya yang menghilang.
| Bagaimana ini??? | Elenoa panik.
" Yang mulia, tolong jangan membuat kakek tua ini cemas. Sekarang anda lebih baik istirahat dan saya akan memanggilkan tabib agung kemari. " Ucap Eden penuh ke khawatiran.
Johannes menyadari sesuatu, lalu dia bertanya kepada Eden dengan mengerutkan keningnya.
" Dari pada itu, ada apa ini? " Tanya Johannes.
" Maaf, apa maksud anda? " Tanya Eden.
" Kenapa para pelayan terlihat sibuk seperti mencari tikus. " Ucap Johannes.
Eden gugup, dia tahu jika dia mengatakan bahwa Nyonya hilang. Johannes akan marah.
" Itu...." Eden berhenti sejenak.
" Eden!!! apa yang terjadi?!! " Johannes meninggikan suaranya.
Elenoa yang berada di belakang Johannes, dia terkejut mendengar teriakan yang tiba-tiba itu.
__ADS_1
| Sial!! bagaimana ini....| Elenoa panik.
Eden pun menjawab Johannes.
" Nyonya hilang, selama satu malam. " Eden berkata.
Johannes tidak bereaksi, dia seperti tidak peduli.
" Haaaahhhh......aku pikir ada apa. " Ucap Johannes lega.
" Biarkan saja, akan lebih baik jika dia melarikan diri. " Ucap Johannes seraya melangkah masuk.
Eden tidak habis pikir dengan Johannes, meskipun Johannes tidak mau menikah dan memiliki istri, dia tidak seharusnya seperti itu.
Elenoa pun, yang mendengarnya, dia tertekan. Dia diam dengan tatapan kosong.
Johannes mamanggil dirinya.
" Teo!! " Panggil Johannes.
Elenoa tidak menjawab, dia masih bengong.
| Heh....ya, setidaknya dia tidak peduli denganku. Hubungan kita hanya kontrak dan itu akan segera berakhir. | Elenoa ternyata sedang memikirkan ucapan Johannes tadi.
" Teo!! " Sekali lagi, Johannes memanggil.
| Aku sempat berpikir, jika dia tidak terlalu buruk, karena dia kembali dan menjemputku saat di hutan. Saat dia memanggil nama ibunya, aku juga sempat tersentuh.Ternyata itu adalah ke Bodohan!!! | Pikir Elenoa.
Johannes yang kesal, dia mengulurkan tangannya ke bahu Elenoa dan bertanya ada apa dengannya.
" Ada apa dengan—
' Tak..... ' Elenoa menepis dan menghindari tangan Johannes yang akan memegang bahunya.
" Ada apa denganmu? " Tanya Johannes.
Elenoa pun menjawab dengan memasang senyum terpaksa dan kaku.
" Ahh.....Ma—maaf, sepertinya saya lelah. " Ucap Elenoa.
" Saya izin untuk beristirahat. " Ucap Elenoa seraya pergi tanpa mendengar izin dari Johannes.
Eden yang melihat Elenoa seperti itu, dia memanggilnya.
" Teo!!! " Panggil Eden.
Elenoa terus berjalan, tanpa berbalik.
" Ahhh....aku tidak tahu perasan apa ini. " Johannes melihat tangannya yang di tepis tadi oleh Elenoa.
" Kenapa aku merasa sakit? Eden!! panggil semua tabib agung. " Ucap Johannes.
" Semua?!!! " Tanya Eden tidak percaya.
" Apa anda benar-benar terluka parah? " Eden mulai panik lagi.
" Mungkin ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku. " Ucap Johannes tanpa ekspresi, dan masih melihat tangannya yang di tepis tadi.
...----------------...
BERSAMBUNG......
" John, ada apa denganmu? sadarlah, dia pria bukan wanita!!! "
" Saya ingin berhenti menjadi pelayan pribadi anda. "
__ADS_1