
Keesokan Harinya.
" Eden kau sedang apa? " Tanya Isis.
" Salam kepada matahari masa depan Lapastatoe. " Eden menyapa Isis.
" Saya sedang mengatur pelayan baru untuk memindahkan semua barang ini. " Jawab Eden.
Eden sedang sibuk mengurus pelayan wanita yang baru saja dia rekrut. Perekrutan pelayan wanita adalah perintah Johannes, dia tidak mau jika Elenoa terus bekerja sendiri.
Johannes yang anti wanita rela melakukan itu demi istrinya, dia takut jika Elenoa kelelahan karena mengurus semuanya.
Bagi para bangsawan wanita, mengurus diri sendiri adalah hal yang mustahil di lakukan karena rata-rata dari bangsawan perempuan tubuhnya lemah dan terbiasa di layani oleh pelayan.
Meskipun Elenoa berbeda dengan wanita bangsawan lainnya, Johannes tetap tidak mau melihat istrinya bekerja dan kelelahan. Dia mau menjadikan Elenoa ratu di rumahnya.
| Ini adalah hal yang langka terjadi, pertama kalinya di kediaman ini merekrut pelayan wanita. | Pikir Eden, dia saat ini tengah mengatur pelayan baru.
" Bersihkan bagian itu! "
" Bawakan gaun Nyonya, dan taruh di lemari!! "
" Oh! taruh juga di kamar Yang mulia Grand Duke! "
Eden terus mengatur mereka, karena semua barang Elenoa baru saja datang dari toko.
Johannes membeli semua gaun berkualitas tinggi untuk Elenoa, dia juga tidak lupa membeli banyak perhiasan, sepatu, dan barang-barang yang di butuhkan oleh perempuan.
" Dia membeli semua ini untuk istrinya? Apa benar John yang cuek dan dingin seperti gunung es membeli semua ini untuk istrinya?" Isis yang melihat barang datang dan masuk, dia tidak percaya bahwa Johannes yang membeli semuanya sendiri.
" .....Benar Yang mulia, beliau yang membeli semua ini SEN.DI.RI....
" Semuaaaa barang di sini Grand Duke sendiri yang memesannya. Beliau bahkan tidak menyertakan ukuran. Sehingga banyak pakaian yang kecil, dan sepertinya tidak muat untuk Nyonya. " Eden merasa tertekan dengan ulah Johannes.
Johannes tidak mengatakan apapun, tahu-tahu semua barang itu datang ke mansion.
Penjual bilang, Johannes hanya menyuruh semua toko untuk mengantarkan barang yang di butuhkan oleh perempuan.
Tanpa menyertakan ukuran, warna dan bentuk.
| Suami sayang istri, beliau membeli banyak barang. Tidak heran jika Yang mulia putra mahkota bertanya. | Pikir Eden.
Isis yang melihatnya juga ikutan syok, dia tidak mengira orang seperti Johannes bisa seperti ini.
" Tu—tunggu.....ini...." Isis melihat salah satu perhiasan yang ada di sana, itu adalah sebuah kalung permata.
" Eden....jangan bilang ini....
__ADS_1
" Ini kalung yang di beli dari pasar gelap......" Isis berbisik di telinga Eden.
Eden yang mendengar bisikan tersebut, dia pun mengangguk dan menjawab seraya memejamkan matanya.
".....Benar....beliau membeli itu dari pasar gelap. " Jawab Eden.
" Wahh!!! gila!! " Isis dengan ketidak percayaannya.
" Dia berani membeli barang dari pasar gelap? Jika aku bukan sahabatnya, aku mungkin sudah melaporkan hal ini kepada baginda. " Isis membual mengenai Johannes yang membeli barang dari pasar gelap.
" ....Yang mulia memang nekat....beliau membeli barang tanpa perhitungan apapun. " Eden mengomentari Johannes.
" Kau benar Eden, dia tidak memperhitungkan apapun.....laki-laki itu benar-benar hidup tanpa peraturan. " Isis pun mendukung ucapan Eden.
Dua laki-laki itu terus membicarakan
Johannes, mereka mengatakan bahwa
Johannes sudah di mabuk cinta.
" Pria itu sudah di mabuk cinta, sungguh perubahan yang drastis. Pria dingin sedingin gunung es, pria kejam dengan lirikan mata setajam pisau, pria sombong yang mengatakan tidak akan jatuh cinta sampai mati.....
" Tapi sekarang dia malah menjadi budak cinta.....
" Keluar dari Sekte pria sombong tanpa cinta, dan masuk sekte budak cinta.....
" Ckckck.....sungguh di luar dugaan.
Isis terus bergumam, dia masih tidak percaya jika Johannes sudah berubah sampai segitunya.
" Siapa yang kau panggil Pria sombong, dan dingin?!!!.....
Suara yang tegas dan tekesan mengancam tiba-tiba terdengar di saat mereka berdua menggunjingkan Johannes.
" Kalian berdua ternyata mempunyai waktu yang senggang yah.....
Dan ternyata itu adalah Johannes, dia dengan wajah masamnya berjalan ke arah Isis dan Eden.
| Duh....dia pasti mendengarnya. | Pikir Isis.
| Gawat!! bisa-bisa pekerjaan ku di tambah lagi. | Eden dalam pikirannya.
" Eden!! sepertinya kau sangat senggang....
Johannes menatap tajam ke arah Eden.
" Ti....tidak yang mulia—
" Jika kau senggang, kerjakan dokumen yang ada di ruanganku!! " Sebelum Eden menyelesaikan kata-katanya, Johannes memotongnya.
Dia menyuruh Eden untuk mengerjakan sisa dokumen yang belum dia kerjakan. Padahal Eden saat itu sudah sangat sibuk.
" Tapi....yang mulia.....
" Tidak ada tapi-tapian!! cepat kerjakan!! " Celoteh Johannes.
Eden pun mau tidak mau harus mengerjakan dokumen yang di maksud, dia pun pergi dengan kepala menunduk.
" Baiklah yang mulia. " Ucap Eden seraya pergi.
__ADS_1
Sekarang giliran Isis, Johannes menatap dari ujung kaki sampai ujung kepala Isis dengan tatapan aneh.
" ....Kau bertambah gemuk Isis! " Bentak Johannes.
" Memangnya kenapa? " Tanya Isis.
" Ternyata kau makan dengan baik di sini, apa kau tidak mempunyai beban pikiran? " Tanya Johannes dengan tatapan aneh.
" Tidak, aku sangat nyaman di sini. " Isis mengaku, bahwa dia nyaman tinggal di mansion Johannes.
" Pulang!! jika kau nyaman di sini, lebih baik kau pulang saja!! " Johannes malah menyuruh Isis untuk pulang.
" Lah? kenapa aku di suruh pulang, aku sudah bilang nyaman tinggal di sini!! " Isis protes.
" Justru karena itu, kau bermalas-malasan di sini dan merasa nyaman hingga badanmu bertambah gemuk. Pulanglah!! di sini bukan hotel ataupun penginapan!! " Johannes kekeh mengusir Isis.
| Enak saja, dia bermalas-malasan, sedangkan aku pusing memikiran cara agar dia mendapat banyak dukungan. | Pikir Johannes.
" ...Kau kejam kakak!!! " Isis berteriak merengek.
Johannes yang melihatnya dia memegang pelipisnya, dan berpikir lagi.
| Bagaimana bisa dia menjadi putra mahkota dengan kelakuannya yang seperti ini. | Pikir Johannes pusing.
" Jika kau mau menginap sehari lagi di sini, maka kau harus membantuku. Jangan bermalas-malasan, kau adalah putra mahkota. " Johannes memperingati.
" .....Baiklah, jadi apa yang harus aku bantu. " Tanya Isis.
" Ikuti aku!! " Johannes pergi.
...----------------...
Ruang Pribadi mansion Grand Duke.
" Apa? " Tanya Isis.
" Kau, tidak tahu apa yang telah terjadi akhir-akhir ini bukan? " Tanya Johannes, yang duduk di kursi.
" Memang apa yang terjadi? " Tanya Isis, wajahnya menjadi serius.
Johannes diam sementara, dia sebenarnya takut jika Isis menyalahkan dirinya.
Walaupun Johannes dingin dan kasar kepada Isis, dia sebenarnya sangat menyayanginya, dia sudah menganggap Isis sebagai adiknya sendiri.
" Begini.....Jadi, ayahmu memintaku untuk bercerai dengan istriku, dia bilang ini demi dirimu. " Johannes mengatakan hal itu, karena Isis memang harus mengetahuinya.
Isis tidak boleh berdiam diri di zona nyaman terus menerus, dia akan menjadi raja. Seorang raja harus bisa menyelesaikan masalah yang ada.
Apalagi jika itu menyangkut dirinya.
...----------------...
BERSAMBUNG.......
2 CH LAGI NYUSUL SORE YAH😉.
__ADS_1
UNTUK NOVEL "AKU IBU TIRI YANG BAIK". AKAN UPDATE MALAM YAH, 2 CHAPTER.
JADI MOHON DI TUNGGU😆