Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 39


__ADS_3

" Anda memberikan saya kediaman yang mirip gubuk, dan itu pun tidak ada pelayan satu pun, setidaknya untuk membersihkan kediaman ini. " Elenoa mengoceh, dia membeberkan sedikit keburukan Johannes.


" Saya harus membersihkan kediaman ini sendirian, saya harus memakai gaun dan korset sendiri. Bahkan makan pun sendiri, tanpa seseorang. " Elenoa terus bercerita, sedangkan Johannes sibuk membaca kontrak tersebut, dengan alis yang mengerut.


| Yah, meskipun beberapa bulan yang lalu, aku makan dengan pelayan yang selalu membawakan makan. | Elenoa dalam batinnya.


Elenoa pun melanjutkan ocehannya, sembari melirik Johannes sesekali.


" Anda bahkan menambahkan catatan di dalam kontrak itu. "


" Jika saya tidak salah, isinya seperti ini....


" Pihak A \= Johannes tidak perlu menemui pihak B \= Elenoa, selama menjadi suaminya. " Elenoa mengingat isi kontrak tersebut.


" Bukankah, anda sendiri yang menulisnya? tapi anda sendiri yang melanggarnya. " Tegas Elenoa.


Johannes terlihat mengerut dengan mata yang masih menatap secarik kertas di tangannya.


" Yang pertama, anda meminta saya untuk datang ke pesta sebagai pendamping anda. Sekarang, anda datang tengah malam dan mengganggu tidur saya, hanya untuk menyuruh saya ikut dalam kontes berburu. " Elenoa terus merinci setiap pelanggaran yang Johannes langgar.


Johannes yang masih membaca, dia pun menghentikan ocehan Elenoa.


" Cukup!!! " Tangan Johannes terangkat, tanda berhenti.


Johannes selesai membaca kontrak tersebut.


" Jadi? bagaimana? " Tanya Elenoa dengan memiringkan kepalanya.


Johannes berbicara dengan mendongakkan wajahnya kaku. Seolah dia telah melakukan kesalahan.


" Aku....tidak sadar telah melanggar kontrak. " Gumam Johannes pelan dengan tatapan kosong dan kaku.


" Sudah ku duga!!! " Elenoa meloncat puas, dia puas sekali.


| Lihatlah wajahnya berubah menjadi kaku. | Elenoa puas dalam batinnya.


Sedangkan Johannes, dia terlihat memikirkan sesuatu.


| Ini tidak seperti diriku, aku tidak pernah melanggar perjanjian. Ada apa denganku? Kenapa? aku seperti ini?!! | Johannes tidak percaya, dia telah melanggar kontrak tersebut.


" Anda sudah melanggar kontrak, jadi—


Elenoa memberhentikan ucapanya, karena dia tiba-tiba melihat Johannes berdiri.


Johannes berdiri dari duduknya, dia merapikan pakaiannya lalu berbicara.


" Aku akan mengubah isi kontraknya!!! " Ucapnya tiba-tiba.


" ?!!!!! "


Elenoa yang mendengarnya, dia melebarkan matanya tidak percaya, dengan perkataan Johannes yang tiba-tiba.


" Apa yang anda katakan?!!! " Elenoa bertanya, sekaligus berdiri.


Elenoa menatap Johannes, begitu pula dengan Johannes.


" Aku bilang akan mengubah kontraknya, sekarang juga. "

__ADS_1


" Bagian mana yang ingin anda ubah?!!! Kenapa harus di ubah." Tanya Elenoa tidak sabar.


| Dia mau merubah kontrak ini, dia selalu seenaknya saja!!! | Elenoa dalam batinnya.


" Ini!!...


Johannes menunjuk bagian catatan tambahan yang di tulis dirinya sendiri.


" Ini yang akan aku ubah. " Ucapnya yang menunjuk bagian tersebut.


Elenoa melihat dan mengerutkan alisnya. Kemudian dia bertanya lagi.


" Kenapa di ubah? apa anda tidak mau membayar denda? " Tanya Elenoa, tatapannya menyoroti wajah Johannes.


Johannes pun mengusap wajahnya kasar, dan sedikit mendecakkan lidahnya.


" Wanita ini, apa kau pikir aku tidak akan membayar denda? " Tanya Johannes.


Elenoa menaikkan alisnya, dan dia menjawab.


" Ya, karena anda akan mengubah isi kontraknya. " Ucap Elenoa.


" Aku selalu menepati janji yang telah di sepakati, meski aku sendiri yang melanggarnya. " Ucap Johannes.


" Aku akan membayar denda, dengan biaya yang lebih besar. Jadi, kau tenang saja....


" Ta-tapi— " Elenoa gagap.


Johannes melangkah pergi dan membawa surat kontrak tersebut.


" Su-surat, surat kontraknya!! mau di bawa ke mana?!! " Elenoa bertanya.


Di saat dia akan keluar dari kamar Elenoa, dia menghentikan langkahnya, dan berbalik. Dia melupakan sesuatu.


" Ahhhh.....aku melupakan sesuatu. " Ucapnya


" Karena aku terlanjur melanggar kontrak, sekalian saja. kontes berburu, kau harus ikut serta. " Ucap Johannes dengan sedikit tersenyum.



Dia pun pergi begitu saja dari kamar dan kediaman Elenoa.


Elenoa yang di tinggalkan, dia duduk dengan lepas di atas kasurnya.


" Bagaimana ini?......


Elenoa bertanya-tanya.


" Ini adalah masalah besar. " Elenoa bergumam.


" Masalahnya adalah, si pria brengsek berkepala emas juga, dia memintaku yang sebagai Teo, untuk menjadi pelayan pribadinya, di kontes berburu nanti. "


Sebelumnya, Elenoa mendapat surat dari Eden sebelum Eden cuti, dia bilang itu dari putra mahkota.


Surat itu untuk Teo, karena Teo tidak memberitahu di mana dia tinggal, putra mahkota menitipkan surat tersebut kepada Eden. Karena Eden di anggap sudah cukup kenal dengan Teo.


" Eden, dia mengantarkan surat itu, sebelum dia pergi. Putra mahkota, ingin aku menjadi pelayannya, dengan identitasku sebagai Teo. Sedangkan Johannes, dia ingin membawaku untuk mengikuti kontes berburu, sebagai istrinya. " Elenoa kewalahan dengan itu semua.

__ADS_1


" Uwaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! bisa gila aku!!!!!! " Elenoa berteriak kecil.


| Bagaimana ini?!! Eden tidak ada, dia tidak bisa membantuku. | Elenoa dalam batinnya.


" Tenang, Elenoa. Kau pasti bisa melewati semuanya. " Elenoa menenangkan dirinya sendiri.


" Lakukan hal yang sama seperti Eden, selang seling, di waktu yang pas. " Elenoa bertekad.


...----------------...


Keesokan harinya.



Siang hari, di kediaman yang mewah dan bagus, tentunya itu adalah kediaman keluarga bangsawan.


Ruangan yang mewah, dan beberapa Furnitur, seperti vas bunga, dan kursi serta dinding. Semuanya terlihat mengkilat.


Di sopa yang terlihat empuk, duduk seorang perempuan dengan rambut merah panjang, dia memiliki mata merah, dan wajahnya terlihat familiar.


" Bagaimana? apa kau sudah mendapatkannya? " Ucap Perempuan itu.


Perempuan itu, saat ini tengah berbicara dengan seorang laki-laki. Laki-laki tersebut terlihat memakai tudung, dia menutupi wajahnya.


Tapi suaranya sedikit serak dan dingin.


" Saya sudah mendapatkan apa yang telah anda minta. Apa anda membutuhkan sesuatu lagi? " Tanya Laki-laki tersebut.


Perempuan itu, berbicara lagi.


" Apa kau yakin, dia akan terpengaruh dengan minuman itu? " Tanya perempuan itu.


| Dia harus terpengaruh seperti waktu itu. Harus, dia harus jatuh ke pelukanku lagi. | Pikir Perempuan itu licik.


" Lady, sepertinya Grand Duke tidak akan terpengaruh, dengan minuman ini. " Jawab laki-laki tersebut.


Perempuan itu, seketika merubah ekspresi wajahnya, menjadi marah.


" Apa yang kau katakan?!! " Tanya perempuan itu marah.


" Grand Duke, beliau sudah pernah meminumnya, jadi ini akan memberi efek sedikit. Tapi jika di beri dengan jumlah banyak, beliau mungkin akan terpengaruh. Efeknya pun akan sangat berbahaya dan tidak terkontrol. " Jelas laki-laki misterius tersebut.


Perempuan itu tersenyum, dia terlihat puas dengan itu.


" Tidak masalah, karena aku bisa mengendalikannya. Kau harus membantu sisanya. " Ucapnya licik.


" Saya akan melakukan sesuai perintah anda. " Laki-laki itu patuh.


" Pergilah, dan terus awasi dia. Kau pintar bersembunyi layaknya tikus. " Perintahnya.


" Saya pergi. " Ucap laki-laki tersebut.


Setelah laki-laki itu pergi, perempuan itu tersenyum licik, dan bergumam.


" Dia bahkan tidak tahu jika salah satu pelayannya adalah penghianat. " Gumamnya.


| Kau masih sama John. Seperti saat itu. | Pikirnya.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG........


__ADS_2