
Elenoa menatap Johannes dengan teliti, dia kira Johannes mabuk, tapi Elenoa berpikir lagi, bagaimana mungkin seseorang mabuk di siang bolong seperti ini.
| Mana mungkin pria ini mabuk di siang bolong seperti ini. Dia pasti kurang sehat. | Pikir Elenoa.
" Cepat sentuh tubuhku!! " Johannes memaksa.
Elenoa pun berbicara.
" Anda ini bagaimana, bukankah tadi anda sudah menyentuh dagu saya. Bukan kah itu sama dengan sentuhan. " Ucap Elenoa.
" Itu berbeda, kau harus menyentuhku sendiri dengan tanganmu!! " Ucap Johannes.
...----------------...
Aku tidak mengerti apa masalahnya, dia datang kemari hanya untuk memaksa diriku. Dia menyuruhku menyentuh tubuhnya.
Jika boleh jujur, aku memang ingin memegang tubuhnya. Tapi aku tidak boleh menunjukkan minatku di depannya.
Mari tarik ulur sedikit.
" Anda bisa meminta perempuan lain untuk menyentuh anda. Jadi, cari yang lain saja. " Ucapku.
| Pria ini memiliki temperamen yang buruk, dia pasti akan pergi dan marah. Mari kita tebak. | Pikirku.
Dia menatapku dengan wajah penuh minat. Bukan minat, tapi rasa penasaran.
" Aku hanya ingin memastikan sesuatu dariku, hanya dirimu. Jadi cepat sentuh tubuhku. " Johannes sedikit meninggikan suaranya. Ternyata dia masih bersikukuh.
Yah, meskipun dia memang sering berteriak dan mengamuk.
" Sepertinya anda tidak akan pergi sampai saya menyentuh tubuh anda. " Ucapku.
" Kau benar. Jadi cepat lakukan sekarang!! " Ucap Johannes.
Aku memutuskan untuk menuruti keinginannya, jika tidak, dia akan terus memaksaku.
" Baiklah, saya dengan murah hati akan menyentuh tubuh anda. " Ucapku seraya menatap wajahnya.
" Lakukan!! " Ucapnya dingin.
Aku mengulurkan tanganku perlahan, Johannes terlihat diam seperti patung, sebelum tanganku menyentuh tubuhnya, Johannes tiba-tiba saja memejamkan matanya.
" Kenapa anda memejamkan mata? " Tanyaku.
| Tanganku bahkan belum mendarat di tubuhnya. | Aku bergumam dalam pikiranku.
" Lakukan dengan cepat!! " Dia tiba-tiba berteriak.
Itu membuatku kaget, dan lenganku dengan cepat mendarat di tubuh Johannes. Lebih parahnya, itu tepat di bagian dadanya dan aku meremasnya.
| Uwaaaaa!!! dasar lengan terkutuk!! Kenapa kau mendarat di situ, tidak cukup di situ kau bahkan meremasnya!!! |
| Apa dia akan berpikir bahwa aku adalah perempuan yang mesum?!! Dia hanya memintaku menyentuh tubuhnya sedikit. Tapi..tapi aku malah meremasnya!!! |
Johannes pun terlihat membuka matanya dan menatapku tajam. Aku bertanya-tanya, apa dia marah, karena aku sudah berlebihan.
| Gila!!! aku benar-benar gila, mati saja kau Elenoa dan temui leluhurmu!!! | Pikirku kacau.
__ADS_1
" Ahhh....maaf!! saya kaget karena anda berteriak. " Aku berbicara dengan panik dan gugup.
Saat aku melihat wajah Johannes sekali lagi, dia menatapku dengan tajam, matanya yang berwarna abu sesekali melihat ke arah tanganku.
Lalu dia membuka mulutnya, aku merasa hawa dingin mengelilingi sekujur tubuhku.
" Haah....." Ternyata dia hanya membuang nafas.
Tetapi, dia membuka mulutnya lagi.
" Pindah ke bagian lain. " Ucapnya.
Aku tidak mengerti apa maksudnya, jadi aku bertanya.
" Apa maksud anda? " Tanyaku.
" Pindahkan tanganmu, ke bagian tubuh yang lainnya. " Ucapnya acuh.
Seketika aku membulatkan mataku dan mengerutkan alisku, dia memintaku untuk menyentuh bagian lain dari tubuhnya.
Dia tidak seperti biasanya, bukankah dia tidak suka perempuan.
Tunggu, aku baru menyadari jika pria yang ada di depan mataku ini, dia tidak merasa mual dan pusing, saat bersamaku.
Biasanya, dia akan mual dan pusing. Apa dia ingin memastikan ini.
| Pantas saja dia gigih sekali. | Pikirku.
" Baiklah. Saya akan pindah ke sisi lain. " Ucapku.
Aku menelusuri setiap inci badannya. Mulai dari dada, perut, leher dan punggung. Aku tidak bisa meraba lebih lagi. Jika itu sampai terjadi, akan sangat memalukan.
" Tidak ada yang terjadi. " Ucap Johannes, dengan wajah heran dan bingung.
Saat aku akan bertanya, dia malah pergi begitu saja. Bahkan tanpa mengatakan apapun.
" Pria itu...." Ucapku yang melihat Pria itu pergi begitu saja.
...----------------...
Istana Putra mahkota sore hari.
" Kenapa kau datang kemari? " Tanya Isis.
" Ada sesuatu yang harus aku ceritakan. " Itu adalah Johannes.
Johannes pergi ke istana putra mahkota setelah berkunjung ke kediaman Elenoa. Dia butuh teman untuk bercerita.
" Apa itu, tidak biasanya kau seperti itu. " Isis bicara Informal, karena mereka tengah berdua.
" Orang sibuk sepertimu bisa datang kemari, pasti itu adalah sesuatu yang penting. " Ucap Isis yang duduk di meja kerjanya dengan beberapa dokumen.
Johannes yang duduk di sopa, dia terlihat berpikir.
| Rasanya aneh, itu hangat dan mendebarkan. | Pikir Johannes, dia sesekali tersenyum.
__ADS_1
Isis yang melihat Johannes tersenyum dia membuat ekspresi kaget dan tidak percaya. Dia bertanya-tanya ada apa sebenarnya.
Isis pun beralih ke sopan, dan sekarang mereka berdua saling berhadapan.
" Ada apa dengan ekspresimu itu? " Tanya Isis penasaran.
Johannes yang tenggelam dalam pikirannya, dia diam tidak menjawab. Isis sekali lagi bertanya dengan memiringkan wajahnya.
" Apa yang terjadi? kau bersikap aneh. " Isis berbicara.
Johannes pun tersadar, dan menjawab Isis.
" Tidak, tidak ada apapun. Aku hanya ingin bertanya sesuatu. " Ucap Johannes.
| Jika aku bilang kepada bocah ini, dia akan menertawakanku. | Pikir Johannes.
" Apa itu? " Tanya Isis.
" Kau...kau di juluki sebagai putra mahkota dengan segala macam perempuan. " Ucap Johannes.
Isis mengerut dan dia bertanya lagi.
" Ya, aku mengakuinya bahwa aku adalah laki-laki yang menggaet banyak perempuan. Sehingga aku di cap seperti itu. Tapi, apa urusannya dengan mu? " Tanya Isis.
Johannes mencondongkan tubuhnya, dan dia berbicara.
" Bagaimana kau bisa menarik perhatian mereka? " Tanya Johannes pelan.
| Sebenarnya apa yang sedang aku lakukan. | Johannes bertanya-tanya, dia tidak tahu, kenapa dia bertanya hal-hal seperti itu.
" Kau menanyakan ini karena ada seseorang yang ingin kau dekati? " Tanya Isis, pelan.
Johannes, tiba-tiba mengerutkan wajahnya.
" Tidak, bukan aku. Ini rekan bisnisku, dia bertanya seperti itu. Mana mungkin aku bertanya mengenai hal kekanak-kanakan seperti itu." Ucap Johannes bohong, dengan wajah acuh.
Isis pun memutar bola matanya, dia berpikir, orang seperti apa yang bertanya mengenai hal semudah itu.
| Orang bodoh mana yang bertanya mengenai hal semudah itu. | Isis dalam batinnya.
Dia tidak tahu, bahwa orang bodoh yang dia maksud adalah Johannes.
" Jadi, bagaiman caranya? " Tanya Johannes.
" Itu mudah saja, lakukan dengan mulus dan santai. Mulai dari hal kecil terlebih dahulu. Seperti puji dia jika dia cantik dalam keadaan apapun, berikan sesuatu seperti hadiah. Entah itu berlian, uang atau emas. Yang paling penting, kau harus perhatian. " Isis menjelaskan.
| Apa aku bisa melakukannya. | Johannes bertanya-tanya.
" Tapi, rekan bisnisku tidak terbiasa dengan ini. " Ucap Johannes.
Isis pun membual, dia berbicara dengan menyebut bahwa pria itu payah.
" Rekan bisnismu payah, perihal seperti itu di tidak terbiasa. Kenapa pria bodoh sepertinya bisa menjadi rekan bisnismu? " Ucap Isis, seraya bertanya.
" Apa kau bilang?!!! Payah?!!! kau bilang payah?!!! " Johannes marah, karena orang yang di maksud adalah dirinya sendiri.
" Kenapa kau marah, bukankah itu hanya rekan bisnismu? " Tanya Isis tidak tahu apa-apa.
" T, tapi, mana mungkin hanya karena itu kau menyebutnya payah dan bodoh. " Johannes gugup.
__ADS_1
...----------------...
BERSAMBUNG.....