
" Jadi, pembunuh bayaran yang menyerangku waktu itu adalah suruhan orang asing? " Johannes bertanya kepada mantan kesatrianya.
Eden yang di perintahkan oleh Johannes untuk menyelidiki siapa yang mengirim pembunuh bayaran.
Dia sudah mendapatkan informasi itu, dan saat ini, Johannes tengah berbincang dengan sahabatnya, sekaligus mantan kesatrianya.
" Jika di pikir lagi, musuhku memang banyak. " Ucap Johannes.
Lalu, pria dengan rambut kuning cerah, mata hijau redup dan setelan mewah berwarna kuning keemasan. Serta tangannya yang kekar, terlihat sedang memegang secangkir minuman di tangannya.
Dia dulunya adalah kesatria Johannes yang paling berpengaruh, tapi sayangnya dia harus berhenti karena suatu alasan.
Pria itu adalah mantan Kesatria Johannes, yang bernama Domenix.
Kemudian, Domenix berbicara dengan serius.
" Yang mulia, sepertinya pembunuh bayaran itu suruhan dari kerajaan lain. Saya menemukan catatan asing di saku mayat pembunuh bayaran yang Eden kirim waktu itu...
" Bukan hanya itu, wajah mereka tidak seperti orang kerajaan Lapastatoe pada umumnya.......
Domenix terdiam sebentar, lalu dia melanjutkan penjelasannya.
" Walaupun mayat yang Eden kirim bukan tubuh utuh, tapi saya yakin mereka bukan berasal dari kerajaan kita....." Domenix berasumsi.
Johannes yang mendengarkan penjelasan detail mengenai pembunuh bayaran tersebut, dia berpikir.
| Kerajaan mana yang menaruh dendam kepadaku? | Johannes bertanya-tanya.
Johannes merasa jika ini akan semakin rumit, karena selama ini yang datang untuk membunuhnya hanya pembunuh bayaran yang di kirim oleh bangsawan dari kerajaannya.
Tapi sekarang berbeda, pembunuh bayaran itu di duga kiriman dari kerajaan lain.
" Pantas saja mereka berani memasuki hutan Venus. " Gumam Johannes.
| Jika mereka pembunuh bayaran yang berasal dari kerajaan ini, mereka akan mengetahui jika hutan Venus adalah hutan yang paling berbahaya. Tapi ini sebaliknya, mereka seperti tidak mengetahui rumor tentang hutan Venus. |
| Mereka nekad memasuki hutan Venus hanya untuk membunuhku. Tentu, aku bisa mengatasi mereka di mana pun mereka berada, tapi ini sedikit aneh dan tidak masuk akal. | Pikir Johannes.
" Apa anda melihat wajah mereka, saat bertarung? " Tanya Domenix.
Johannes yang sedang berpikir, dia pun menjawab pertanyaan Domenix.
" Tidak, aku tidak melihatnya, karena keadaan waktu itu gelap. " Jawab Johannes.
Domenix pun semakin yakin, jika mereka bukan dari serikat pembunuh bayaran dari kerajaan Lapastatoe.
" Selidiki lagi lebih lanjut, dan pastikan kau mengetahui dalang di balik semua itu. " Perintah Johannes.
" Kalau begitu, saya akan menyelidikinya lebih lanjut. " Ucap Domenix.
" Bagus. " Johannes menjawab dengan puas.
Lalu, mereka berbincang lagi mengenai hal lain. Domenix yang sedari tadi berbicara dengan wajah serius, dia sekarang memasang wajah anak anjing yang manja.
" Tuan....kenapa anda baru mengunjungi saya? " Tanya Domenix manja.
Johannes yang mendengar nada bicara yang menggelikan, dia menegur Domenix.
" Ubah nada bicaramu, aku tidak suka itu. " Ucap Johannes acuh dan dingin.
__ADS_1
" Lalu~ jawab dulu pertanyaan saya. " Domenix masih bersikap manja.
" Untuk apa aku mengunjungimu. " Ucap Johannes ketus. Dengan wajah yang cuek.
" Anda tega!! padahal saya sangat merindukan anda. Apa anda tidak merindukan saya? " Domenix merengek.
" Berhenti berbicara dengan nada seperti itu, aku merasa mual mendengarnya. " Ucap Johannes kesal.
" Baiklah, saya akan berhenti. " Domenix pun berhenti berbicara dan kembali seperti semula.
" Bagaimana dengan para kesatria lainnya? " Tanya Domenix serius.
Johannes menjawab pertanyaan Domenix.
" Seperti biasa, mereka tidak mau latihan denganku. " Jawab Johannes, dengan wajah acuh.
Domenix yang mendengarnya, dia malah tertawa.
" Pffttt..hahahaha!! " Domenix tertawa, dia menertawakan Johannes.
" Tentu saja mereka tidak mau, anda selalu memberi pelatihan yang berat kepada mereka. " Domenix masih tertawa.
Johannes dengan wajah acuh dan dingin, dia menatap Domenix tajam.
| Dengan wajahnya itu, dia pasti bertanya apa yang lucu dari ucapanku? kenapa kau tertawa? | Domenix menebak isi hati Johannes.
" Diam!! tidak ada yang lucu. " Ucap Johannes garang.
" Baiklah, saya akan berhenti. " Ucap Domenix.
" Sepertinya kau menyukai dirimu yang sekarang. " Ucap Johannes.
" Ya.....saya cukup menyukainya. Saya menjadi ketua dari Guild informasi ini berkat anda. Dan gajinya lumayan besar. " Domenix puas.
Setelah dia di berhentikan menjadi kesatria, Domenix di angkat menjadi ketua dari Guild informasi terkenal. Tentunya, Guild itu milik Johannes.
Johannes mempercayai semuanya kepada Domenix, karena Domenix adalah orang yang cerdas dan dapat di andalkan.
" Bagus jika kau puas. Kau lebih cocok di sini, di banding medan perang. " Ucap Johannes.
Johannes berdiri dari duduknya, dan dia pun pergi begitu saja.
" Karena aku sangat membenci medan perang. " Gumam Domenix pelan.
...----------------...
Setengah jam kemudian.
Johannes sekarang berada di istana khusus tamu kerajaan asing. Jika itu kerajaan asing, berarti Johannes akan menemui Pangeran Rafaelo.
Johannes yang datang di malam hari, dia langsung masuk ke dalam istana dan menunggu di ruang tamu.
Para pelayan baik wanita maupun laki-laki, mereka menjamu Johannes. Mereka memberikan teh dan beberapa hidangan kecil.
Tentunya Johannes harus bisa menahan rasa pusing dan mualnya, karena dia tidak bisa menunjukkan kelemahannya.
" Kapan dia datang? " Johannes bertanya-tanya.
| Akan lebih baik, jika Teo ada di sini. Tunggu?!! kenapa aku memikirkannya? anak itu sudah berkhianat, dia lebih memilih Isis di banding denganku. Kenapa aku harus mengingatnya? | Batin Johannes.
Saat dia berpikir seperti itu, Pangeran Rafaelo datang dengan ajudannya. Johannes berdiri dan menyapanya.
__ADS_1
" Salam, pangeran Quarter. " Ucap Johannes.
Rafaelo, hanya tersenyum kecil dan dia menyuruh Johannes untuk duduk kembali.
" Duduk lah. " Perintahnya, sedikit ramah.
Johannes pun duduk.
" Saya ingin berbicara dengan anda. " Ucap Johannes.
" Yang mulia, saya akan keluar dulu. " Ajudan Rafaelo minta izin keluar di saat Johannes berbicara, itu artinya dia tidak sopan kepada Johannes.
" Keluarlah Baekhan. " Rafaelo mengizinkan.
Ajudan Rafaelo yang bernama Baekhan pun keluar dari ruangan tersebut.
Johannes yang di acuhkan, dia terlihat geram.
" Kemarin malam, saya ingin berbincang dengan anda. Tapi sayangnya, anda malah pulang duluan. " Rafaelo berbicara.
" Benar, saya pulang duluan. Apa ini masalah untuk anda? " Johannes berbicara dengan acuh.
Rafaelo, dia tersenyum dan berkata.
" Saya cukup mengagumi anda, Grand Duke Johannes Midletton. Tapi sepertinya rasa kagum saya tidak berarti untuk anda. " Ucap Rafaelo sinis.
" Saya tidak terlalu peduli dengan hal itu. " Ucap Johannes dingin dan acuh.
Rafaelo menaikkan alisnya, seolah dia sudah menduga hal itu.
" Jadi, apa yang ingin anda katakan kepada saya? Sehingga anda datang kemari? " Tanya Rafaelo.
" Jangan meminta hal yang aneh-aneh. " Johannes langsung ke pokok pembicaraan.
" Mengenai apa? hal aneh apa yang saya minta? Apa kontes berburu itu? " Tanya Rafaelo.
Johannes yang mendengar kalimat terakhir dari perkataan Rafaelo, dia bertanya.
" Kontes berburu? " Tanya Johannes.
" Saya meminta hal itu sebelum saya kembali ke kerajaan Quarter. Saya harap anda mau ikut serta dalam kontes berburu itu....
Rafaelo berhenti sejenak, lalu dia meneruskan kembali perkataannya.
" Terlebih, istri anda harus ikut. Itubdi wajibkan, jika tidak saya tidak akan pulang." Rafaelo menatap Johannes tajam.
Perkataan Rafaelo membuat Johannes melebarkan matanya yang begitu tajam dan pekat.
Saking kesalnya, tangannya mengepal dan senyumnya yang begitu picik terlihat membuat bulu kudu merinding.
" Apa anda bergurau?!! kenapa saya harus melakukan hal yang tidak saya inginkan?!! " Meski dia kesal dan geram dia tetap menahan emosi dan menelan kemarahannya sendiri.
Alasan sebenarnya, kenapa Johannes tidak bisa marah, karena itu adalah perintah Sang Raja. Johannes di perintahkan untuk tidak bersikap emosional kepada tamu kerajaan asing.
Akibat sumpahnya, dia harus mematuhi perintah Sang raja. Intinya, semua perintah sang raja di anggap mutlak oleh Johannes.
| Apa dia mempermainkanku? | Johannes bertanya-tanya.
...----------------...
BERSAMBUNG......
__ADS_1
Gak cukup, kepanjangan. Jadi di lanjut ch selanjutnya.