
" Aku tidak tertawa, hanya saja kau terlihat bukan dirimu. Aku baru kali ini melihat laki-laki menangis. " Elenoa mengejek Johannes.
Johannes yang malu, dia menyembunyikan wajahnya di bahu Elenoa.
" John, jangan seperti itu. Itu geli..." Elenoa meronta, karena rambut Johannes yang mengenai kulitnya membuat Elenoa geli.
" Apa kau tahu, rasanya duniaku akan runtuh saat kau mengatakan akan bercerai. Jangan katakan itu lagi. " Johannes menunjukkan wajahnya, lalu dia memeluk Elenoa dengan erat.
" Baiklah, aku tidak akan mengatakan hal itu lagi. " Elenoa menganggukkan kepalanya.
Di saat itu juga tangan Johannes mulai meraba paha Elenoa. Elenoa yang kaget dia langsung memegang tangan Johannes.
Karena itu, Johannes bertanya kenapa dia menghentikannya.
" Kenapa? " Tanya Johannes dengan wajah kecewa.
" Apa yang akan kau lakukan? " Tanya Elenoa dengan wajah merah membara.
" Tentu saja memakanmu! " Ucap Johannes semangat.
Elenoa yang mendengarnya, dia hanya menunjukkan ekspresi kaget.
Dalam pikirannya Elenoa berpikir.
| Ternyata semua pria sama saja. Aku pikir dia tidak bernafsu, tapi ternyata sama. | Pikir Elenoa.
" Tidak sekarang!! " Elenoa mengalihkan wajahnya dan menolak Johannes.
Johannes yang mendengarnya, dia tampak kecewa dan memasang ekspresi menyedihkan.
" Apa kau masih marah? " Tanya Johannes.
Elenoa yang masih malu, dia menjawab alasannya.
" .....Itu....sebenarnya aku sedang datang bulan. " Ternyata Elenoa sedang datang bulan, maka dari itu dia menolaknya.
Saat mendengar hal itu, Johannes terdengar menghela nafas.
__ADS_1
" Ternyata hari ini bukan hari keberuntunganku. " Ucap Johannes.
" Kita bisa melakukannya di lain hari. " Ucap Elenoa.
Johannes mengangguk, tapi dia tidak puas, Johannes dengan tangannya mengangkat Elenoa layaknya anak kecil.
" A—apa yang kau lakukan? " Elenoa bertanya-tanya.
Johannes membawa Elenoa ke kasurnya, dia ingin tidur bersama, karena Johannes sudah beberapa hari ini tidak tidur.
" Tidurlah...." Ucap Johannes seraya mengelus rambut pirang Elenoa.
Elenoa menatao sosok pria yang ada di hadapannya, dia melihat kantung mata di bawah matanya.
" Kau kelelahan? " Tanya Elenoa.
" Hmmmm... " Johannes mengangguk, dia tidak bisa menyembunyikan rasa lelahnya.
" Tidurlah, aku akan disini bersamamu. " Ucap Elenoa seraya mengelus pipi Johannes.
Mata Johannes yang sudah berat, dia pun tertidur di samping Elenoa. Elenoa berpikir, sebenarnya apa yang di lakukan oleh Johannes beberapa hari ini.
" ....Jika aku tahu kau kelelahan saat itu, aku mungkin tidak akan mengungkit perceraian. " Gumam Elenoa seraya menatap wajah Johannes yang masih tertidur.
Bulu mata yang lentik, hidup mancung dan garis rahang yang sempurna. Elenoa untuk sesaat terpana dengan wajah Johannes.
Dia pikir dia beruntung mendapatkan sosok laki-laki sepertinya, meskipun awalnya dia tidak menyukainya. Tapi sekarang dia sangat mencintai pria yang ada di depannya.
" Apa aku serakah? " Elenoa bergumam.
Saat dia sedang bergumam, Johannes bangun dan membuka matanya.
" ....Tidak kau tidak serakah. " Johannes berbicara kepada Elenoa dengan suara yang sedikit serak.
" Tidurlah lagi, kau sangat lelah. " Ucap Elenoa.
__ADS_1
" Kemari....." Johannes merangkul tubuh Elenoa, dia menyimpannya kedalam pelukannya.
Elenoa juga memeluk Johannes, dia bisa merasakan detak jantung dari Johannes, entah kenapa Elenoa merasa jika detak jantung Johannes terasa menenangkan.
...----------------...
Sementara itu, di istana kerajaan.
Ruang kerja Raja.
Raja Tristan tengah melihat dokumen pernikahan Johannes, dia bergumam dengan wajah yang sedikit lelah.
" John, kau sudah berubah. Jika kau memang ingin seperti itu, maka aku akan mengabulkannya. "
| Dia sudah banyak berkorban untuk kerajaan. Untuk sekarang aku akan mengujinya, apa cintanya bersungguh-sungguh atau tidak. Jika tidak aku tidak akan menyetujui kontrak tersebut. Jika ya, maka aku dengan suka rela menyetujuinya. | Pikir Tristan.
Tristan sebenarnya tidak berniat mengkhianati Johannes, dia hanya ingin tahu seberapa besar cintanya kepada Elenoa.
Tristan tidak mau jika Johannes hanya jatuh cinta kepada Elenoa karena penyakitnya itu.
Johannes harus tulus mencintai Elenoa, dia tidak mau menyakiti satu perempuan karena keegoisannya yang telah menikahkannya.
" Kau harus tulus John, karena cinta butuh ketulusan. " Gumam Tristan.
" Untuk kerajaan Quarter, aku sendiri yang akan menyelesaikannya. Karena ratu dari kerajaan Quarter tidak lain dan tidak bukan adalah sahabatku. Meskipun aku baru mengetahui perihal ini. " Gumam Tristan.
Jadi, ratu kerajaan Quarter adalah sahabat dari Tristan, walaupun Tristan baru mengetahui hal itu, dia mengetahui hal itu setelah mendapat surat dari kerajaan Quarter.
" Aku akan berbicara dengannya, dan meminta dia untuk memperingati anaknya yaitu pangeran Rafaelo. Jika tidak aku akan mengurungnya di penjara. " Sekali lagi Tristan bergumam.
...----------------...
BERSAMBUNG......
Ratu kerajaan Quarter, Safirra Ra Quarter.
__ADS_1
Meski agak pendek, besok Author bakal up 3 Chapter, jadi sabar yah😁