Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 79


__ADS_3

Kediamana Johannes.



Elenoa bangun dari tidurnya, saat itu jendela kaca menunjukkan bahwa hari sudah sore.


" Ughhh....sial! badanku pegal-pegal karena semalam. " Ucap Elenoa yang masih setengah sadar.


Elenoa juga masih dalam keadaan telanjang. Dia pun di kagetkan dengan banyaknya pelayan yang ada di sisinya.


" Selamat sore Nyonya. " Pelayan itu membungkuk dengan wajah sumringah.


Elenoa seketika meloncat karena kaget, dia yang masih setengah sadar tidak tahu bahwa pelayan sudah berdiri di sisinya seolah menunggu dirinya untuk bangun.


|Waaaaa!! ini memalukan, kenapa pelayan ini ada di sini? kemana John? kemana dia? apa dia pergi setelah melakukan malam yang bergairah?!!! | Pertanyaan menguasai pikirannya.


Elenoa menyadari bahwa Johannea tidak ada di sampingnya. Dia bertanya-tanya kemana Johannes pergi.


" Nyonya, Grand Duke pergi karena ada urusan. Beliau juga mengatakan bahwa beliau ingin anda menyusulnya nanti. " Ucap Salah satu pelayan, seolah dia tahu jika Elenoa bertanya-tanya kemana Johannes.


" Ahhh...seperti itu. Siapa namamu? " Tanya Elenoa.


" Nama saya Ruby, Nyonya. " Jawab pelayan tersebut sopan.


" Terima kasih Ruby, kau telah menjawab pertanyaan yang menghantui pikiranku. " Ucap Elenoa dengan senyum di wajahnya.


" Suatu kehormatan bagi saya untuk membantu anda. " Ucap Ruby.


Elenoa segera berpakaian, tentunya dia hanya memakai pakaian tidur, Elenoa harus membersihkan dirinya.


" Apa airnya sudah siap? aku ingin membersihkan diriku. " Ucap Elenoa dengan bibir yang sedikit tersenyum.



Elenoa yang masih tanpa riasan, dia terlihat cantik, bagaimana mungkin Johannes tidak terpikat dengannya.


" Airnya sudah siap, Nyonya. Melihat Nyonya yang cantik walau tanpa riasan, menjadi alasan kenapa Grand Duke terpikat dengan anda. " Pelayan lainnya berbicara dengan senyum di bibirnya.


Elenoa hanya tersenyum malu.


...----------------...


Lalu, di gudang khusus.


__ADS_1


Wanita dengan pakaian yang sedikit terbuka, tangannya dan kakinya terlihat di bordol oleh rantai seperti tahanan.


" Lepaskan aku!! jika ayahku mengetahui ini, dia akan marah dan melaporkan hal ini!! " Suara itu terdengar familiar, pemilik suara itu tidak lain adalah Veronica.


Saat dia berusaha berteriak melepaskan belenggu yang mengikat tangan dan kakinya, suara langkah kaki terdengar dari arah pintu masuk gudang.


Pria dengan khususnya berjalan, rambutnya yang hitam berkibar dan matanya yang tajam terus menatap ke arah Veronica.



Itu adalah Johannes, di belakangnya ada beberapa orang lagi. Ternyata itu adalah Isis, Grace dan Eden.


Dia datang bersama dengan Isis, Grace dan juga Eden.


" Jadi, kau adalah wanita yang membuatku kesulitan menghadapi wanita? " Johannes bertanya dengan mata menatap rendah ke arah Veronica.


Johannes tahu, karena Domenix menceritakannya, alasan dia kesulitan menghadapi perempuan karena insiden masa kecilnya.


" Pantas saja aku jijik dengan wanita, ternyata itu ulahmu. Kau mencoba untuk melecehkanku, kau mendambakan tubuhku. Sangat memalukan, sebagai wanita kau sangat murahan. " Ucap Johannes.


" Aku juga baru tahu ternyata ingatanmu tentang masa kecilmu di hapus oleh ayahku. " Ucap Isis dengan senyum nakalnya.


" Aku akan meminta penjelasan tentang itu, Isis. " Johannes merespon ucapan Isis.


Saat dia bertemu dengan Domenix, Domenix mengatakan bahwa ingatan Johannes separuhnya di hapus oleh sihir, dan itu atas perintah Tristan sang raja Lapastatoe.


Johannes semakin merasa jijik, meski dia mual dan pusing ketika melihat Veronika dan mencium aroma tubuhnya. Dia harus menahannya.


" Jujur saja, wajahmu terlihat seperti kotoran. " Ucap Johannes dengan wajah mencela.


" Apa yang kau katakan? " Tanya Veronica dengan mata melotot.


" Yang mulia, kita harus cepat. Sebelum Viscount mengetahui bahwa anaknya di culik. " Ucap Grace.


" Tenang saja, Dame Grace. Selama beberapa hari terakhir Grand Duke sibuk mengurus hal ini. Grand Duke sudah mengancam Viscount untuk tidak menghentikannya. " Ucap Eden, matanya masih memperhatikan Johannes.


" Viscount tidak mungkin akan dengan mudah menuruti Grand Duke." Ucap Grace.


" Tidak ada yang tidak bisa di lakukan oleh Grand Duke jika itu menyangkut bangsawan. Mudah bagi Grand Duke untuk menghancurkan satu keluarga bangsawan, terutama bangsawan yang melakukan kesalahan. " Ucap Eden.


| Selama dua hari dua malam, Grand Duke mencari bukti-bukti yang dapat membuat Viscount tidak bisa berkutik. Grand Duke tentunya menemukan bukti itu.| Pikir Eden.


" Memang apa kesalahan Viscount? " Tanya Grace.


" Budak. Dia melakukan jual beli budak secara ilegal. Belum lagi, dia juga melakukan penggelapan dana panti asuhan." Ucap Eden.

__ADS_1


Grace tida percaya jika Johannes bisa mendapatkan bukti yang bahkan sulit untuk di temukan oleh Isis dan dirinya.


" Yang di katakan Eden benar. Viscount tidak lama lagi akan hancur, kau dengar itu? " Tanya Johannes kepada Veronica.


Veronica hanya tertawa dengan wajahnya yang kusut, seolah dia tidak peduli dengan omongan Johannes. Atau mungkin Veronica tidak percaya dengan perkataan Johannes.


" Pffttttttthahahahahahah....anda lucu Grand Duke. Ayah saya tidak akan pernah tertangkap. " Ucap Veronica.


" Kau yang lucu. Kau masih bisa tertawa di saat seperti ini. " Ucap Johannes dengan wajahnya yang datar.


Veronica tidak peduli dengan hal itu, saking tergila-gilanya dengan Johannes, dia sampai tidak bisa berpikir jernih.


Yang ada dalam pikirannya hanyalah tubuh Johannes, bagaimana ketika cambuk mengenai tubuh kekar Johannes, dan bagaimana jeritan yang terdengar dari mulut Johannes.


" Ah...aku ingin mendengar jeritan dari mulutmu Johannes. " Ucap Veronica dengan lidah menjulur seperti ular.


Melihat hal itu, Johannes semakin jijik dengannya.


" Karena aku sudah muak melihatmu, seharusnya kita langsung ke inti saja. " Ucap Johannes dengan wajah muak.


" Kau yang berencana membunuhku saat berada di hutan Goblin dan Venus. Kau juga yang mengirim Rakian kepadaku. " Ucap Johannes serius.


Veronica tidak menyangkal, karena dia sudah tidak peduli lagi. Yang terpenting wajah Johannes bisa dia lihat secara dekat.


" Ya....salahkan dirimu yang terlalu menggoda Johannes. Jika saja kau jelek dan buruk rupa. Mungkin aku tidak akan melakukan ini. " Ucap Veronica.


| Aku tenang buka tidak mempunyai rencana. Dia belum tahu bahwa aku sudah mengutus pelayan wanita untuk menculik istrinya. Perekrutan pelayan wanita yang dilakukan oleh dirinya menjadi peluang bagiku, untuk mamasukkan satu pelayan wanita, agar aku bisa membunuh wanita itu. Aku bahkan sudah menulis surat perintah diam-diam di saat Putra mahkota lengah. Jika aku tidak salah menebak, pelayan itu pasti sudah melakukan apa yang aku suruh.| Pikir Veronica penuh rencana.


Ternyata Veronica tenang bukan karena pasrah. Melainkan, dia sudah mempunyai rencana sendiri. Rencana itu pastinya membahayakan Elenoa.


" Rakian......Apa dia benar adikku? " Tanya Johannes.


" Menurutmu bagaiman? " Tanya Veronica.


" Jawab aku, karena aku tidak suka mengulangi perkataanku!! " Teriak Johannes emosi.


" Tenanglah Johannes, aku akan menjawabmu. " Ucap Veronica dengan mata dingin.


|Karena kau memberontak dan melawanku seperti ini. Maka lihatlah pembalasanku. Aku akan membuatmu menderita karena kehilangan istri dan adikmu! | Pikir Veronica jahat.


" Dia bukan adikmu. Aku hanya mengatakan omong kosong agar Rakian percaya dan membencimu. Aku butuh sekutu untuk menjadikanmu milikku." Ucap Veronica dengan senyum liciknya.


Johannes mengerutkan keningnya, dia berpikir siapakah yang benar di antara kedua orang tersebut.


Apakah Rakian, atau Veronica.

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG......


__ADS_2