Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 34


__ADS_3

" Aku tidak tahu....tapi sepertinya dia memang tersinggung. " Ucap Isis.


Elenoa termenung, dia bertanya-tanya dalam pikirannya, apakah dia sudah keterlaluan.


| Apa aku keterlaluan? | Tanya Elenoa dalam pikirannya.


" Ini, bukan seperti itu.....


" Hanya saja, perlakuan beliau memang seperti itu, kepada saya. Dan beliau juga memang memuakkan. " Ucap Elenoa.


Ketika Elenoa bilang bahwa Johannes memuakkan. Tentu saja, itu adalah pemikiran yang datang langsung dari otak Elenoa.


Bagaimana pun, Johannes memang membiarkan Elenoa berjalan kaki utuk mengejar keretanya hingga dia tersesat di hutan Venus.


Sikap dingin dan acuh Johannes kepada Elenoa, tentu saja Elenoa mencapnya seperti itu.


" Dia akan marah sementara waktu. Dari pada itu, mulai nanti kau akan bekerja di istana putra mahkota, yaitu di istanaku. 2 hari kemudian kau datang ke istanaku. " Ucap Isis riang.


" Selamat, Sir Teo akan sering berpapasan dengan saya. " Ucap Grace.


Grace pun ikut senang, dia tersenyum gembira, ketika Isis bilang bahwa Teo akan bekerja di istananya.


| Aku akan menarik hati Sir Teo, aku harus mendapatkannya, apapun yang terjadi. | Pikir Grace.


Tentu saja itu membuat Grace senang, karena dia bisa mendekati Teo dan manarik hatinya, dengan mudah.


Sayangnya itu tidak akan mempan terhadap Teo, karena Teo adalah perempuan bukan laki-laki.


" Saya akan datang 2 hari lagi dengan senang hati. " Ucap Elenoa.


...----------------...


Dini hari.



Setelah pulang, Johannes tidak bisa tidur. Dia masih terjaga karena isi kepalanya di penuhi oleh pertanyaan dan pikiran-pikiran yang muncul.


" Kenapa aku tidak bisa tidur? " Johannes yang terbaring di atas ranjangnya dengan mata terbuka lelah.


Lingkaran hitam di matanya terlihat jelas, bahwa dia tidak tidur sama sekali.


" Ughh....ini gara-gara perempuan itu, dan pelayan itu. " Johannes merujuk kepada orang yang sama, yaitu Elenoa.


| Siapa gadis itu tadi namanya? Ahh....Elenoa Padenbergh, dia telah menyebarkan desas-desus bahwa aku mencintainya. Para bangsawan itu tidak bisa membungkam mulut mereka. | Pikir Johannes.


Kilas Balik Ketika Johannes akan pulang menaiki kereta kudanya.


Johannes keluar dengan marah saat itu, karena dia mendengar ucapan Teo yang membuatnya marah.


Johannes menuruni anak tangga dengan langkah cepat untuk menuju ke keretanya.


" Bisa-bisanya dia menyebutku memuakkan!! memangnya siapa dia? " Johannes kesal.


" Dia tidak lebih dari seorang pelayan saja. Dia sudah menghinaku 2 kali!! dua kali!!.." Johannes bergumam di tengah langkahnya.


" Kenapa tangganya banyak sekali!!! " Johannes marah, karena tangga nya banyak.


Sepanjang dia berjalan, Johannes melewati para bangsawan yang akan pulang juga.


Johannes pun menghindari mereka, karena dia tidak mau kembali ke keadaan di mana dia pusing, mual dan sesak nafas.


| Serangga ini ada di mana-mana, di dalam, di luar, dan di aula pun mereka ada.| Pikir Johannes.


Saat Johannes akan sampai ke keretanya, telinganya mendengar sesuatu. Yaitu Nyonya bangsawan yang bergosip tentangnya.

__ADS_1


" Lihat, itu Grand Duke. Ternyata beliau adalah suami yang mencintai istrinya. " Nyonya bangsawan dengan gaun biru memulai gosipnya.



Johannes berhenti dan tidak jadi menaiki keretanya, dia terdiam sebentar. Dan mencuri dengar, apa yang di gosipkan oleh Nyonya bangsawan tersebut.


| Mereka bergosip lagi, kali ini apa? | Pikir Johannes.


Dia memang tidak peduli dengan gosipnya sebagai Gay, atau yang lainnya. Tapi untuk yang ini dia penasaran. Kenapa mereka bisa berkata bahwa dia adalah suami yang mencintai istirnya.


" Benarkah? Grand Duke mencintai istrinya? " Tanya Nyonya bangsawan bergaun putih dan biru.



" Benar, beliau tadi memeluk istrinya dengan erat, beliau bahkan tidak mau melepaskan istrinya. Istrinya bahkan menyebut beliau dengan sebutan sayang. " Bangsawan bergaun biru menceritakan kejadian tadi.


" Bukankah Grand Duke tidak menyukai perempuan? " Tanya Bangsawan bergaun putih dan biru.


" Aiiii....itu pasti hanya gosip saja. Laki-laki akan berubah jika dia melihat perempuan cantik. Istrinya sangat cantik, dia pasti tidak tahan. " Ucapnya.


Johannes yang mendengarnya. Dia sedikit geli dan merinding dengan gosip yang di bicarakan oleh Nyonya bangsawan tersebut.


| Wanita itu memanggilku dengan sebutan sayang. Dia melanggar kontraknya. | Pikir Johannes.


" Besok aku harus menemuinya, dan memastikan sesuatu. " Gumam Johannes.


Dia pun naik ke kereta dan pulang.


Kilas Balik Selesai.


...----------------...



" Sekarang aku tidak bisa tidur dengan nyenyak...


" Lalu, perempuan itu.....dia aneh dan mirip dengan Teo. " Gumam Johannes.


...----------------...


Keesokan Harinya.



Elenoa saat ini tengah berada di kediamannya, dia tidak perlu berperan sebagai Teo lagi di kediaman Johannes, karena dia sudah memberikan surat pengunduran diri kepada Eden.


Dan dirinya yang sebagai Teo, di anggap sudah bebas dari Johannes.


" Ahhhh....hari yang menyenangkan, tidak ada Johannes si pria guguk. Dia tidak mungkin datang kemari karena kejadian semalam kan? " Gumam Elenoa, yang pada saat itu tengah menikmati panasnya sinar matahari.


Ya, Elenoa tengah berjemur sesuai dengan keinginannya. Dia pun melihat beberapa kesatria yang sedang berjemur dengan otot yang tidak di sembunyikan.



Kesatria itu berjemur dengan dada telanjang, mereka mungkin baru selesai latihan.



" Waaahhhh.....kenikmatan yang tiada tara....


" Ini baru namanya hidup...." Elenoa menikmati pemandangan itu dengan cemilan dan sinar matahari yang hangat.



| Sudah berapa tahun aku tidak merasakan ini, diam di dalam kamar itu membosankan. Kita seperti kutu kasur yang terus berguling-guling di atasnya. | Pikir Elenoa.

__ADS_1


" Matahari pun mendukung hari bersantai ini. " Elenoa terus bergumam.


" Lihat otot-otot itu, betapa kerasnya jika di pegang. "


" Jika di pikir lagi, milik dia lebih keras, sudah jelas ototnya lebih sempurna dari pada kesatria yang berjemur itu. " Elenoa merujuk pada otot Johannes.


Elenoa pun tidak sadar membayangkan Johannes yang berotot.



Elenoa membayangkan tubuh Johannes, dia memang tidak bisa berbohong, dan membantah bahwa tubuh Johannes sangay bagus.


" Berhenti memikirkan tubuhnya!! singkirkan bayangan itu dari kepalaku!! " Elenoa kembali berpikir jernih.


Di saat dia sedang bersantai, tiba-tiba hawa yang tadinya hangat, di sekelilingnya menjadi dingin, tidak seperti tadi.


| Kenapa tubuhku jadi menggigil seperti ini, padahal matahari masih tepat pada posisinya. | Gumam Elenoa.


" Sepertinya ada seseorang di sampingku. " Gumam Elenoa.


" Sepertinya kulitmu akan terbakar. " Suara seseorang tiba-tiba terdengar.


Elenoa pun berbalik dan dia mendapati Johannes, berdiri di sampingnya.


| Dia?!! | Elenoa berteriak memastikan dalam batinnya.


" Kenapa anda ada di sini? " Tanya Elenoa dan langsung berdiri dari duduknya.


" Memangnya kenapa? ini adalah kediamanku, semua yang ada di sini adalah milikku. " Johannes sombong.


Elenoa yang mendengar ucapan Johannes, dia memutar matanya. Dan berbicara.


" Ada apa anda kemari? " Tanya Elenoa.


" Aku tidak suka berbicara di sini. Pindah tempat lain. " Johannes pergi.


...----------------...


" Untuk apa anda kemari? " Tanya Elenoa yang sekarang sudah berada di dalam ruangan.


" Aku ingin memastikan sesuatu. Jika itu benar, kau harus membantuku. " Johannes berbicara.


| Apa yang dia inginkan? kau seharusnya mengabaikanku seperti sebelumnya. Kenapa sekarang malah berbalik. | Elenoa berpikir.


" Apa? " Tanya Elenoa.


Johannes mendekat dan menarik dagu Elenoa.



" Sentuh tubuhku, dengan tanganmu. " Pinta Johannes dingin.


Elenoa mendorong Johannes dan dia berbicara dengan meninggikan suaranya.


" Kenapa saya harus melakukan itu?!! "


" Kenapa? apa kau tidak mau? " Tanya Johannes.


| Para perempuan yang aku temui, rata-rata ingin memegang tubuhku dan tidur bersamaku. Tapi perempuan di depanku, hanya memegang tubuhku dengan tangannya saja dia tidak mau. | Johannes berpikir.


" Saya tidak mau memegang tubuh anda. " Elenoa menolak.


| Ada apa dengannya? apa dia mabuk? | Elenoa bertanya-tanya.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG........



__ADS_2