
Johannes dengan wajah sedikit di tekuk, dia berbicara kepada Isis mengenai keinginan Elenoa.
" Sungguh, ini sangat berat bagiku. Tapi.....
" Haaaa.....
Johannes sesekali menghela nafas, saking beratnya permintaan Elenoa, Johannes sampai seperti itu.
Isis heran melihat Johannes seperti itu, biasanya dia tidak banyak mengeluh atau kesulitan dalam melakukan apapun.
" Apa? sebenarnya ada apa? " Tanya Isis.
Johannes kemudian menatap Isis dengan mata tajamnya, lalu Johannes berpikir.
| Apa anak ini bisa di percaya? Tidak!! dia tidak bisa di percaya.....Tapi ini adalah keinginan Elenoa. Bagaimana mungkin aku menolaknya....| Pikir Johannes.
" John? Kau kenapa? " Tanya Isis dengan mengibaskan tangannya di depan wajah Johannes.
Johannes dengan cepat menangkap tangan Isis dan dia berbicara dengan mata yang sangat serius.
" .....Isis, temani istriku jalan-jalan. " Akhirnya Johannes mengatakan tujuannya.
Isis seketika bengong dengan perkataan yang tiba-tiba itu, dia tahu bahwa Johannes pria yang mudah cemburu apalagi menyangkut istrinya.
" Apa aku tidak salah dengar? " Tanya Isis dengan mata melotot.
Johannes pun melakukan hal yang sama, matanya melotot lebar.
" Ya, aku serius. Karena istriku hamil, dan ini permintaannya. " Ucap Johannes.
" Istrimu hamil?!! " Tanya Isis kaget.
Saat itu pula kelopak mata Isis sedikit menurun, dan dia seperti heran dan bingung.
" Kapan? kenapa kau tidak mengadakan pesta besar-besaran bersamaan dengan pengenalan adikmu? " Tanya Isis banyak.
Johannes sebenarnya ingin mengadakan pesta tersebut, tapi Elenoa menolak.
" Istriku tidak menginginkannya, dia bilang kehamilannya tidak boleh tersebar, mengingat banyaknya musuh-musuh yang ku punya. Rakian juga tidak mau mengadakan pesta. " Jawab Johannes.
Musuh-musuh Johannes masih banyak, jika mereka mengetahui kehamilan Elenoa, pasti akan menjadi kesempatan bagi mereka.
Mereka akan mencelakai Elenoa, dan bayi yang ada di kandungannya. Awalnya Johannes memaksa untuk di adakan pesta bersamaan dengan pesta pengenalan Rakian kepada para bangsawan.
Tapi Rakian juga menolak, dia bilang bahwa dia Trauma dengan para bangsawan, Rakian tidak suka melihat mata para bangsawan yang melihatnya dengan tatapan sinis dan nafsu seperti Veronica.
| Ayah ingin cucu, dan John sekarang istrinya sedang mengandung. Ini akan baik, ayah akan reda untuk sementara waktu jika mengetahui ini. | Pikir Isis mengenai Tristan.
" Besok, kau harus jalan-jalan dengan istriku. Tapi kau harus menjaganya dengan baik. Jangan memegang tangannya, jangan menatapnya dan jangan berbicara dengannya. " Johannes seolah memberikan peraturan.
Isis heran dengan omongan Johannes, kenapa dia harus jalan-jalan dengan Elenoa, dan peraturan yang Johannes buat pun sedikit aneh.
" Kenapa aku yang harus jalan-jalan? Kenapa tidak kau saja? " Tanya Isis penasaran.
" Kau pikir ini mudah bagiku? kau pikir aku rela melihat istriku berjalan bersama dengan pria lain? " Ucap Johannes.
" Benar juga, jadi......
" Ini keinginan bayi yang ada di perut Elenoa? " Isis menebak dengan bibir tersenyum sedikit.
" Sepertinya begitu, kenapa anakku tidak mau jalan-jalan denganku? apa yang salah denganku? " Tanya Johannes.
" Mungkin saja karena kau terlalu banyak mengutukku, dan itu berdampak pada bayi yang ada di perut Elenoa. " Ucap Isis.
" Tidak mungkin, lagi pula aku tida pernah mengutukmu di depan Elenoa. Kau hanya mengada-ngada. " Ucap Johannes acuh.
| Aku sudah menduga bahwa dia sering mengutukku. John sejak kecil sudah seperti itu, dia adalah paman sekaligus kakak yang selalu mengutukku. | Pikir Isis.
" Baiklah, aku akan melakukannya. " Jawab Isis dengan wajah serius.
" Bagus. Kalau begitu aku akan kembali....
" Tidak baik meninggalkan istri yang sedang hamil. " Ucap Johannes seraya berdiri dari duduknya.
Saat Johannes berdiri, Isis kemudian ikut berdiri dan dia menahan Johannes dengan tangannya.
__ADS_1
" Tunggu! " Cegah Isis.
" Ada apa? Aku harus pulang sekarang. " Ucap Johannes dengan alis mengerut.
" Bantu aku. Ini soal Baginda Raja. " Ucap Isis serius.
" Memang kenapa dengan baginda? tadi dia berpapasan denganku. Apa terjadi sesuatu? " Tanya Johannes terdengar penasaran.
" Haaaah..." Isis melepaskan tangan Johannes, dan menghela nafas.
Wajah Johannes semakin bertanya-tanya, mendengar Isis menghela nafas.
" Kenapa? Apa ada masalah dengan kerajaan? " Tanya Johannes.
" Tidak, bukan itu. " Jawab Isis.
" Lalu? " Tanya Johannes.
...----------------...
Sementara itu Elenoa.
Seorang tamu laki-laki datang ke kediaman Johannes, tentunya Elenoa selaku tuan rumah harus menyambut tamu tersebut.
Saat itu Eden pun sedang tidak ada, karena dia di suruh Elenoa membeli beberapa ramuan untuk kehamilannya.
Ruang tamu kediaman Johannes.
" Lily, bawakan beberapa camilan, dan minuman. " Elenoa memerintahkan pelayannya untuk menyajikan makanan untuk tamu tersebut.
" Tidak, tidak perlu. " Tamu tersebut menolak.
" Saya sedang mengurangi makanan manis. Gigi saya sedang sakit. " Ucap Tamu tersebut.
Elenoa memahami itu, jadi dia menarik kembali perintahnya.
" Baiklah, saya mengerti. Lily, kau boleh keluar. " Ucap Elenoa.
Sekarang hanya ada mereka berdua. Tamu tersebut mulai berbicara setelah Lily pergi.
" Maaf jika saya mengganggu, sebenarnya saya ingin berbicara dengan Grand Duke. Tapi sepertinya Grand Duke tidak ada di kediamannya saat ini. " Ucap Tamu tersebut.
Tamu itu memiliki rambut kuning, dengan mata hijau, badannya tinggi dan sedikit besar.
Dia adalah Ketua Gulid Informasi, yaitu Domenix.
" Grand Duke sedang ke istana putra mahkota. Tadi saya dengar anda adalah sahabat Grand Duke, apa itu benar? " Tanya Elenoa.
" Ya, anda benar. Saya sahabat Grand Duke, sebenarnya ada yang ingin saya sampaikan kepada Grand Duke, dan ini menyangkut anda. " Domenix berbicara dengan hati-hati.
Elenoa menurunkan alisnya sebagai respon dari perkataan Domenix.
" Saya? kenapa? " Tanya Elenoa penasaran.
Dalam hati Domenix, dia berbicara.
| Apa aku harus memberi tahu istrinya terlebih dahulu, atau aku harus menunggu Grand Duke? | Pikir Domenix bingung.
" Permisi? " Elenoa bertanya karena Domenix tiba-tiba diam.
" ....Ya, ada sesuatu yang harus anda ketahui. Sebenarnya ini mengenai Marquess Delta selaku ayah anda. " Akhirnya Domenix memilih untuk memberi tahu Elenoa.
Wajah Elenoa seketika berubah dingin, ketika Domenix menyebut nama ayahnya. Sudah jelas dari raut wajahnya jika dia membenci ayahnya.
" Saya tahu anda membenci Marquess karena anda pikir beliau telah berselingkuh dari ibu anda. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. " Domenix mulai pada intinya.
Elenoa dengan wajah dinginnya dia berbicara.
" Anda hanya sahabat dari suami saya, bagaimana anda tahu tentang Marquess? sedangkan anda bukan keluarga saya. " Ucap Elenoa dingin dan serius.
Mata merahnya dingin, tidak seperti sebelumnya saat Domenix belum membicarakan ayahnya.
__ADS_1
" Saya adalah ketua Guild Informasi, saya diam-diam mencari informasi keluarga anda hanya untuk berjaga-jaga, jika suatu saat Grand Duke menyuruh saya menyelidiki keluarga anda, saya bisa langsung melaporkan nya. Tapi sampai sekarang beliau tidak pernah menyuruh saya untuk menyelidiki keluarga anda. " Domenix menjelaskan.
Ketika Domenix menjelaskan, dirinya sesekali berhenti untuk melihat ekspresi Elenoa.
Lalu dia melanjutkan penjelasan nya.
" Saya ingin menutupi ini, karena Grand Duke tidak menanyakan apapun soal keluarga anda. Tetapi, saya pikir ini tidak baik jika saya menutupinya. Takutnya anda akan menyesal di kemudian hari. " Ucap Domenix.
" Memangnya apa yang membuat saya menyesal? Apa karena kebencianku? " Tanya Elenoa dingin.
" Ya, anda akan menyesal jika anda tidak tahu rahasia ini. " Ucap Domenix.
" Apa? Aku ingin tahu? " Tanya Elenoa.
" Marquess Delta tidak pernah selingkuh, melainkan dia menikah atas keinginan ibu anda sendiri. " Dengan wajah serius Domenix mengatakan hal itu.
Ketika mendengar omongan Domenix, Elenoa diam terpaku, dia tidak tahu apakah omongan Domenix benar atau bohong.
| Jika dia adalah ketua Guild Informasi, berarti yang dia katakan adalah kebenaran. Selain itu, dia adalah sahabat dari John. Mana mungkin dia berbohong. | Pikir Elenoa.
"....Kau tahu apa yang akan terjadi jika kau berbohong? " Tanya Elenoa.
" Saya tahu, Grand Duke akan marah kepada saya. " Ucap Domenix.
" Jadi? apa itu Informasi yang benar? " Tanya Elenoa.
Hanya dengan anggukan kepala, Domenix menyatakan bahwa itu adalah kebenaran.
" Itu, benar. " Ucap Domenix memastikan.
Saat itu Elenoa masih bersikap tenang, dia masih tidak percaya. Bahkan ketika pikirannya mengatakan bahwa perkataan Domenix adalah kebenaran.
" Kenapa ibuku meminta wanita itu untuk menikah dengan Marquess? " Tanya Elenoa dengan mata sedikit goyah.
" Agar dia bisa menjadi ibu dan mengurusmu dengan penuh kasih saya seperti ibu kandungmu sendiri. " Ucap Domenix.
" Heh! omong kosong. Mana mungkin seperti itu, lalu kenapa Marquess tidak pernah berbicara mengenai hal ini? Kenapa dia diam saja? " Tanya Elenoa dengan suara yang emosi.
Melihat tingkah Elenoa yang sudah tidak tenang, Domenix tidak mau melanjutkan nya. Dia diam, tapi diamnya menjadi pertanyaan bagi Elenoa.
" Kenapa anda diam? apa rahasia itu sangat menghebohkan sehingga anda diam? " Tanya Elenoa.
| Jika aku bilang bahwa Marquess takut jika putrinya akan menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi bagaiman? | Pikir Domenix.
| Apa yang sebenarnya dia (Marquess) sembunyikan. | Pikir Elenoa.
" Jawab saya, sekarang?!! " Teriak Elenoa kencang.
Saat itu situasi tidak baik, Elenoa tidak bisa menahan amarahnya, karena dia sedang hamil saat ini.
Domenix juga tidak tahu akan hal itu, jika dia tahu, dia tidak akan memberi tahu Elenoa.
" Tolong tenang, saya akan memberi tahu anda. " Ucap Domenix menenangkan Elenoa.
" Ayah anda takut jika anda akan menyalahkan diri anda ketika mengatakan hal yang sebenarnya. Beliau selama ini menyayangi anda. Percayalah. " Ucap Domenix meyakinkan.
" Aku bertanya, apa hal yang di sembunyikan oleh ayahku? kenapa kau hanya berputar-putar?!! " Elenoa dengan emosi.
" Baiklah, saya akan memberi tahu anda. Jadi, ibu kandung ada sakit setelah melahirkan anda, beliau tidak baik dari hari-ke hari. Karena beliau merasa jika umurnya sebentar lagi, beliau menyuruh Marquess untuk menikah dengan sahabatnya.
" Karena beliau tahu bahwa sahabatnya adalah wanita yang baik. "
Domenix akhirnya menceritakan semuanya. Alasan kenapa ayah Elenoa menikah lagi, dan penyebab kematian ibunya Elenoa.
Saat itu pun Elenoa menangis sejadi-jadi, entah karena kesalahan pahamannya atau karena fakta kematian ibunya.
...----------------...
MENUJU ENDING.........
Keknya lebih deh, gak 89 kayanya 90 han ini endingnya.
Lama bet dah😭😭, author pen cepet tempel logo end di cover novelnya😭😭
__ADS_1
Jadi, mari kita update sampe tamat malam ini!!!!!!!!!