Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 64


__ADS_3

Johannes diam dengan tubuh yang tidak bisa merasakan apapun.


" ....Aku harus pergi. " Elenoa melepaskan tangan yang memegang lengannya dan dia pergi begitu saja.


Hempasan itu sangat menusuk hati Johannes, seolah hatinya sudah di tusuk oleh ribuan pedang.


Johannes berdiri diam dengan mata sayu, dia tidak tahu mengapa ini bisa terjadi.


" ....Dia pasti tidak bersungguh-sungguh. " Gumam Johannes, dia berbicara dengan nada rendah dan serak.


Saat Johannes sedang dalam keadaan hancur Isis dan Grace muncul, dia yang masih menginap di sana menyapa Johannes.


" John!! " Isis memanggil Johannes.


Tapi Johannes tidak mau menanggapi, dia pergi begitu saja.


" Kenapa dia seperti itu? " Tanya Isis.


Grace yang selalu ada di samping Isis dia menjawab.


" Mungkin beliau muak melihat anda. " Jawab Grace.


" Kenapa harus muak?!! " Tanya Isis.


" Karena anda tidak kunjung pulang. Lebih baik anda pulang ke istana. Lagi pun di sini tidak ada bebek karet. " Ucap Grace.


" Jangan mengatakan hal itu di sini Grace, reputasi ku bisa hancur. " Isis memperingati.


" Saya sudah hampir gila mencari bebek karet di seluruh kediaman ini!! tapi tidak kunjung dapat!! Jadi lebih baik kita kembali. " Grace merasa tertekan dengan semuanya.


Selama menginap di kediaman Johannes, Grace hanya fokus mencari bebek karet. Siapa lagi yang menyuruhnya selain Isis.


Dia tidak bisa berendam di air jika tidak ada bebek karet. Kebiasaannya memang kekanak-kanakan.


" Mari kembali, saya akan membawa beberapa bebek karet. " Grace membujuk Isis.


Isis hanya menggaruk kepalanya dan berbicara.


" Tidak, aku tidak mau. Karena di sini banyak hal yang menyenangkan. " Ucap Isis..


| Kenapa aku bisa bekerja dengan tuan sepertinya. | Pikir Grace seraya menggelengkan kepalanya.


...----------------...


Malam hari.



" Yang mulia saya ingin melaporkan sesuatu yang penting, ini mengenai Ra—


" Pergi!! " Johannes memotong pembicaraaan Eden.


Dia tidak mau mendengarkan siapapun.


| Sejak kembali dari taman, beliau terlihat tidak baik, seolah beliau bertengkar dengan Nyonya. | Pikir Eden.


" .......Kenapa dia ingin bercerai? " Johannes bertanya-tanya.


" Tidak dia tidak mungkin bersungguh-sungguh. " Ucap Johannes.


Eden yang berada di sana, dia bertanya-tanya, kenapa dengan perceraian.


| Perceraian, siapa yang mau bercerai? jangan bilang alasan ini yang membuat beliau seperti ini. | Pikir Eden.


Johannes diam bukan berarti pikirannya diam seperti mulutnya.


Johannes terus berpikir keras, terlalu banyak pertanyaan di kepalanya tentang perceraian.


Johannes berpikir sangat keras tentang apa yang mungkin memotivasinya untuk bercerai, tetapi tidak ada apa-apa.

__ADS_1


Tidak ada alasan yang jelas dan itu membuatnya merasa seperti sedang sekarat.


Pada tingkat itu, Johannss berpikir bahwa Elenoa akan menghilang dari hidupnya tanpa bisa melakukan apa pun.



Tidak, itu tidak mungkin. Dia membutuhkan konfirmasi. Sesuatu untuk memberitahunya bahwa Elenoa tidak bersungguh-sungguh.


Johannes beranjak dari duduknya, dia ingin memastikan lagi, apa itu adalah kebenaran, apa yang di ucapkan oleh Elenoa adalah kebenaran.


...----------------...


Kediaman Elenoa malam hari.



Johannes datang ke sana langsung, dia ingin memastikan lagi.


" Aku harus memastikan ini......"


Johannes tidak percaya apa yang terjadi padanya, petisi perceraian membuatnya terkejut.


Bagi Johannes, pembunuhan dan perang yang melandanya tidak semenakutkan ini.


Johannes merasa dunianya runtuh di hadapannya. Kata-kata Elenoa terasa menusuk di hati, dia ingin mengira bahwa itu hanyalah kebohongan.


Bahkan jika Johannes mencoba untuk fokus pada topik lain atau melupakannya, pikiran itu tidak akan meninggalkannya sendirian.


| Kenapa kau ingin bercerai setelah aku tidak mau di tinggalkan olehmu? kenapa kau mendorongku kejurang kehampaan lagi? |


Dia tidak mengerti apa yang membuat Elenoa menyatakan perceraian.


Untuk itu dia harus memastikan, dia harus melakukan apapun agar Elenoa tidak bisa lepas darinya.


Meski dia ingin bercerai, dia tidak akan menyetujuinya.


Johannes mencari Elenoa di mana-mana tapi Elenoa tidak ada, dia pun pergi ke kamarnya, dan di sana pun Elenoa tidak ada.


" ....Sial, kemana dia!! jangan bilang dia pergi!! " Johannes berprasangka jauh karena pikirannya kacau.


Saat mata itu terus mencari, tiba-tiba matanya menangkap sebuah dokumen di atas meja Elenoa.


Johannes mengambilnya, dia kemudian membacanya.


"......Surat perceraian.....


Tangan Johannes seketika bergetar melihat kertas-kertas di tangannya. Matanya melebar tidak karuan, hatinya terus bergetar dan jantungnya semakin kencang berdetak.


" Aku........aku bisa gila....." Johannes melepaskan dokumen itu dari tangannya, dokumen tersebut berserakan di bawa ubin.


"........Kenapa?......" Johannes menutup mulutnya.


Saat itu juga Elenoa datang, dia baru saja dari teras atas untuk menghirup udara.


" ....John? " Elenoa memanggil Johannes dia berada di belakang johannes.


" Kenapa kau kemari? " Tanya Elenoa dingin.



Johannes dengan wajah muram berbalik perlahan dan bertanya.


" Elenoa, kenapa kau membuat surat perceraian? " Tanya Johannes.


Elenoa diam dengan menatap surat-surat yang berserakan di bawah kakinya.


Elenoa, dia belum menjawab pertanyaan Johannes. Tidak satu pun dari mereka mau menyerah dan berbicara.


Sehingga menyebabkan suasana tegang dan memulai perang diam.

__ADS_1


" Itu.....itu karena aku akan bercerai. " Elenoa menjawab ragu.


| Sebenarnya aku masih memikirkannya, aku pikir tidak peduli dia mau jatuh cinta atau tidak. Karena aku mengakui, bahwa aku sudah jatuh cinta kepadanya, kenapa aku tidak berusaha terlebih dahulu agar dia mencintaiku. Surat itu akan aku robek, tapi tidak di sangka dia menemukannya. | Pikir Elenoa, ternyata Elenoa tidak berniat lagi bercerai.


Dia sebenarnya hanya ingin merobek surat itu, tapi Johannes malah menemukannya.


" Apa yang harus aku lakukan......" Johannes bertanya dengan wajah muram, dia sesekali menghela nafasnya.


" Sarafku seakan keluar dari kulitnya ketika kau mengatakan itu......" Air mata Johannes yang berharga tiba-tiba mengalir begitu saja.


| A—apa? di..dia menangis? | Elenoa terkejut dengan air mata yang mengalir di pipi Johannes.


" Aku mencintaimu Elenoa, perasaanku penuh akan dirimu dan rasanya akan meledak....


" ....Aku tidak tahu kenapa kau sampai ingin bercerai denganku.....


" Jika itu karena aku kasar.....


" Kejam dan kurang baik....


" Aku akan mengubahnya....


" ....Tolong jangan lakukan itu.....


Johannes terus bergumam, dia tidak mau kehilangan Elenoa.


Dalam keheningan yang dalam, air mata Johannes bisa terdengar menghantam lantai.


Pada saat itu, Elenoa merasa malu, Johannes ternyata mencintainya sampai seperti itu. Johannes menangis di depannya.


" Elenoa......" Johannes memanggilnya, suaranya bergetar.


".....Aku benar-benar tidak ingin bercerai...." Matanya cerah, penuh kesedihan dan kehampaan.


Itu adalah keinginan kuat bahwa dia memang tidak bisa sendirian lagi.


Elenoa terdiam, dia tidak tahu harus berbuat apa melihat Johannes menangis seperti itu. Itu adalah momen pertamanya melihat Johannes menangis seperti itu.


Melihat Johannes menangis menusuk hatinya sedemikian rupa sehingga dia tidak bisa berpikir.


Elenoa terus menatap laki-laki yang menangis di depannya, lalu dia mengulurkan tangannya ke arah Johannes.


Elenoa menarik leher Johannes tanpa pemberitahuan, wajahnya yang basah karena air mata terlihat jelas di mata Elenoa.


Elenoa dengan lembut mencium bibir basah pria itu, ciuman hangat itu terjalin.


Elenoa melepaskan bibirnya, lalu tangannya melingkari leher Johannes.


Johannes yang kaget dengan serangan tiba-tiba, dia menatap Elenoa dan bertanya.


" .....Apa ciuman ini bukan perpisahan? " Tanya Johannes.


Elenoa menatap wajah Johannes, lalu dia menjawabnya.


" Bukan.....aku tidak ada niat untuk bercerai denganmu, surat itu sebenarnya akan aku robek, tapi kau menemukannya. " Ucap Elenoa.


Mendengar hal itu, wajah Johannes seketika merah merona, dia malu karena dia sudah menangis seperti itu.


" Padahal aku sudah menangis karena hal ini.... " Ucap Johannes, dia masih malu.


Elenoa malah tersenyum melihat tingkah Johannes yang terlihat imut.


" Jangan tertawa....." Ucap Johannes.


...----------------...


BERSAMBUNG...........


__ADS_1


__ADS_2