
...----------------...
Perkemahan.
Eden melaporkan kepada Isis bahwa Johannes pergi ke hutan untuk mencari Istrinya, tapi dia masih belum kembali selama satu setengah hati.
Maka dari itu, Isis memrintahkan prajuritnya untuk mencari Johannes, tentunya Eden juga mengarahkan beberapa prajurit keluarga Duke untuk mencari Johannes.
Akibat dari kekacauan itu, perburuan selesai lebih awal. Para bangsawan yang tidak memiliki kepentingan di hutan Goblin harus kembali ke ibu kota.
Tenda, Isis.
" Yang mulia, sebenarnya kemana Sir Teo dan yang mulia Grand Duke? " Grace bertanya-tanya kepada Isis.
" Grand Duke dan Teo, mereka menghilang bersamaan......apa...
" Jangan-jangan rumor itu memang benar....
Isis memikirkan rumor yang bereder mengenai Johannes penyuka sesama jenis.
Grace yang tidak mengerti dia bertanya-tanya.
" Apa maksud anda? " Tanya Grace dengan memiringkan wajahnya.
Isis meletakkan tangannya di dagunya, lalu dia berkata dengan alis sedikit turun.
" Hmmmm.....sepertinya Johannes menculik Teo, karena dia menyukainya....dia penyuka sesama jenis....
Isis berasumsi, asumsi Isis malah membuat Grace ketar ketir, dia syok mendengar perkataan Isis.
" Apa yang anda bilang?!!! " Tanya Grace dengan melebarkan matanya.
| Tidak!!...ini tidak mungkin. Jika Grand Duke adalah Gay, masa harus Teo yang dia incar. | Pikir Grace.
" Ya....sepertinya dia hanya beralasan mencari istrinya, padahal dia hanya ingin menculik Teo dan melakukan hal aneh di dalam hutan. " Isis berkata seraya mengangkat bahunya enteng.
Grace semakin syok dengan perkataan Isis, dia tidak bisa membayangkan itu.
| Ughh...membayangkannya saja aku sungguh tidak rela...aku sungguh tidak rela!!! Teo pria polos dan imut, dia tidak bisa jatuh ke tangan orang barbar seperti Grand Duke!! TIDAK BISA. | Pikir Grace.
" Saya tidak bisa diam saja Yang mulia, tolong perintahkan saya untuk masuk ke dalam hutan dan membawa kembali orang bar—
" Tidak, maksud saya Grand Duke dan Teo. " Grace bertekuk lutut layaknya kesatria, dia meminta izin.
Isis berdiri dari duduknya, dan dia membungkukkan badannya, kemudian tangannya perlahan menjulur ke arah bahu Grace.
' Pukpukpuk...' Isis menepuk bahu Grace.
Lalu dia berdiri dan berkata dengan nada tanpa tenaga.
" Maaf Grace...
" Kau tidak bisa kesana, karena kau harus membantuku menyelesaikan tumpukkan kertas ini...
Isis menunjukkan dokumen yang menggunung di mejanya.
Grace yang melihatnya, wajahnya langsung berubah lesu dan lelah. Dia ingin menghindari dokumen itu, karena dia ingin mencari Teo.
" ...Tidak bisakah....itu di tunda?...." Grace bertanya.
__ADS_1
Isis menaikkan alisnya, lalu dia menjawab.
" Memangnya siapa yang menyuruhku untuk membawa dokumen ini kemari, bukankah kau sendiri yang menyuruhku?......" Isis bertanya, dia seolah menyindir Grace.
Batin Grace tertegun, dia baru ingat bahwa dia sendiri yang menyuruh Isis untuk membawa dokumen ke kontes berburu.
| Sial!! aku baru ingat dengan itu. | Pikir Grace.
" Jadi, kau tidak bisa melarikan diri. " Tegas Isis.
Mau tidak mau Grace harus mematuhi perintah Isis, karena Isis adalah tuannya.
| Teo.......semoga kau baik-baik saja. | Batin Grace menangis.
...----------------...
Tenda sebelah barat.
" Vero, lebih baik kau hentikan obsesimu itu. Karena itu tidak akan berguna untukmu dan juga untukku. " Seorang pria dengan kain sutra dan pakaian yang berbeda dari bangsawan pada umunya.
Rambutnya yang pirang ke coklatan dan matanya sedikit hijau kebiruan. Dia adalah Rafaelo San Quarter.
" Diam lah!! kau tidak banyak membantu, kau sangat lambat!! " Veronica, dia berbicara dengan berani.
" Aku membantumu hanya untuk membunuh dia, bukan untuk membuat dia jatuh cinta kepadamu. Jika seperti ini terus, aku tidak akan bekerja sama denganmu lagi. " Ucap Rafaelo.
| Sia-sia aku membayarnya, jika aku tahu akan seperti ini, lebih baik aku melakukannya sendiri. | Pikir Rafaelo.
| Aku bahkan sudah mengirim banyak pembunuh bayaran. Tapi dia tetap saja selamat. | Pikir Rafaelo sekali lagi.
" Kau juga tidak membantu apapun, jadi jangan banyak mengomel." Ucap Veronica.
| Mana mungkin aku ingin membunuh Johannes begitu saja, aku tidak rela, dia harus menjadi milikku, dia harus berlutut di kakiku....jika perlu dia harus menjilat kakiku. | Pikir Veronica.
| Dasar wanita gila!! | Pikir Rafaelo.
...----------------...
Kembali ke hutan.
Elenoa dan Johannes, mereka sekarang tengah menunggang kuda untuk kembali. Tapi karena Johannes baru pulih, mereka beristirahat sejenak.
" Jon, kemarilah!! " Elenoa memanggil Jon si Black Panther.
Jon berbalik, dan dia segera menghampiri Elenoa.
' Ggrauuuu....' Jon menghampiri Elenoa, dia langsung duduk dengan mengibaskan ekornya.
Johannes yang melihat itu semua, dia menatap sinis ke arah Jon, tatapan itu sangat tajam.
| Kucing itu harus aku singkirkan, beraninya dia mencuri perhatian Elenoa dariku!! | Pikir Johannes.
Elenoa kemudian memanggil Johannes untuk duduk dengannya.
__ADS_1
" Yang mulia, kemari!!...
" Duduklah dengan saya....
Elenoa memanggil Johannes dengan senyum cerahnya. Seketika itu membuat Johannes senang.
Dia tersenyum sedikit, meskipun senyuman itu dia sembunyikan, Elenoa tahu jika Johannes tersenyum.
| Dia tersenyum? | Elenoa bertanya-tanya.
" ....Baiklah, aku akan ke sana. " Ucap Johannes.
Berbeda dengan Jon, Jon terlihat tidak suka dengan Johannes, dia sengaja pindah dan duduk di tempat Johannes.
' Grrrrrrrtt....' Jon langsung duduk tanpa ada rasa bersalah.
" Jon?!! " Elenoa kaget dengan tingkah Jon, biasanya dia tidak pernah seperti ini.
Johannes yang melihatnya dia menggertakkan giginya kesal, dia bahkan mengepalkan tangannya.
" Lihat!! kucing itu tidak tahu sopan santun, lebih baik kita pulangkan saja dia ke hutan Venus!! " Ucap Johannes kesal.
| Hewan memang tidak mempunyai sopan santun.| Pikir Elenoa kikuk.
" Menyingkirlah kucing bau!! kau memiliki banyak kutu!!!......
" Elenoa menjauh darinya, dia belum di vaksin!!....
Johannes terus berbicara dengan nadanya yang khas.
" Dia hanya hewan Yang mulia, jadi tolong di maklumi. " Ucap Elenoa.
" A—apa...kau....kau membela kucing bau itu..." Johannes tidak percaya.
" Kan saya sudah bilang, dia hanya hewan. Anda yang harus mengalah. " Ucap Violet.
Johannes mundar-mandir seraya mengacak-acak rambutnya kusut. Dia sangat kesal pada Jon.
' Grrrauuu...grauuu ' Jon menyundulkan kepalanya kepada Elenoa, dia ingin di elus.
" Kyaaaa!!! lihat dia yang mulia, dia sangat manis!!! " Elenoa sangat senang, dia langsung mengelus bulu Jon dengan lembut.
| Dia sangat senang, jadi tidak apa untuk sekarang. | Pikir Johannes.
Johannes dengan helaan nafas terpaksa duduk berjauhan dengan Elenoa.
Tapi matanya masih menatap tajam ke arah Jon.
" Kucing bau, aku pasti akan mengalahkanmu...." Gumam Johanness.
" Apa yang anda bilang? " Elenoa mendengar gumaman Johannes.
" Tidak, aku hanya ingin bilang, kau harus tetap menjadi Elenoa, tidak boleh menjadi Teo. " Ucap Johannes.
| Tunggu, akan lebih baik jika Elenoa berubah menjadi Teo saja, agar orang lain tidak melihat kecantikannya.....Tidak,tidak!! Mau sebagai Teo ataupun Elenoa, dia tetap menarik perhatian, sampai Grace pun yang tidak pernah tertarik dengan laki-laki, tertarik kepadanya yang sebagai Teo. | Pikir Johannes bingung.
...----------------...
__ADS_1