
Elenoa berpikir jika Johannes tidak akan mencarinya, tapi nyatanya dia sekarang tengah mencari Elenoa.
Setelah pelukan tadi, Johannes berpikir bahwa bersentuhan dengan wanita tidak terlalu buruk.
" Ternyata sentuhan itu tidak buruk. " Gumam Johannes.
Lalu dia memanggil salah satu pelayan wanita, entah itu dari keluarga mana.
" Hei kau!! kemari!! " Panggil Johannes. Dia memanggil pelayan yang sedang melakukan tugasnya.
" Saya? " Tanya pelayan yang perlahan mendekat.
Saat perempuan itu mendekat, Johannes sudah merasa sesak dan mual.
| Kenapa aku mual lagi? padahal pelayan ini tidak terlalu dekat denganku. | Pikir Johannes.
Johannes pikir, bahwa penyakitnya itu sudah mulai berkurang sedikit, tapi nyatanya tidak.
Tapi Johannes tetap ingin mencoba dengan bersentuhan sedikit bersama wanita lain selain Elenoa.
" Ughh........
" Kau kemari, dan berikan tanganmu kepadaku. " Perintah Johannes.
Pelayan itu seketika tersipu malu, dia merasa bahwa Johannes telah jatuh cinta kepadanya. Karena selama ini Johannes terkenal tidak mau berdekatan dengan perempuan.
" Baiklah yang mulia, ini. " Dia menyodorkan tangannya perlahan.
Johannes pun dengan telunjuknya menyentil punggung tangan pelayan itu.....
Yah...meskipun hanya secuil, dia menyentuh kulit perempuan itu, Johannes sudah kalang kabut, dia merasa mual dan pusing.
Bukan hanya itu, dia malah merasa jika itu sangat menjijikan.
| Apa ini? kenapa aku tetap mual dan pusing....ini....ini menjijikan. | Pikir Johannes.
Johannes dengan garang menyuruh pelayan itu keluar.
" Keluar!!! " Teriak Johannes.
Pelayan itu segera keluar dari tenda Johannes, dengan wajah sedih. Sedangkan Johannes, dia terlihat mengambil nafas kasar, karena sentuhan tadi sangat berefek.
Setelah merasa baik, Johannes keluar dan dia mencari Elenoa.
Tapi saat dia terus mencari, Elenoa tidak ada di mana pun.
__ADS_1
Dia sudah bertanya kepada para penjaga dan kesatria yang dia bawa. Tapi hasilnya nihil.
" Kemana dia sebenarnya? " Gumam Johannes.
Saat Johannes bergumam, Isis dan Teo datang.
" Kak? ada apa? kenapa terlihat bingung? " Tanya Isis, dia sejarang berbicara formal.
Dari pada pertanyaan Isis, dia lebih tertarik dengan Teo.
Johannes menatap dingin ke arah Teo, lalu dia berbicara.
" Isis, kenapa kau membawanya kemari? " Tanya Johannes.
| Aku masih marah kepada dirinya, karena dia telah berbicara kasar kepadaku. | Pikir Johannes.
Elenoa yang sebagai Teo, dia juga berbicara dalam batinnya.
| Pria ini lagi, mau sebagai Elenoa atau pun Teo, aku selalu terlibat dengannya. | Elenoa dalam batinnya.
Isis merasakan ada keheningan kecil di antar kedua orang itu. Dia lalu memecah keheningan yang di buat oleh Teo dan Johannes.
" Ehkemm!!! " Isis berdehem.
Teo segera menundukkan pandangannya, sedangkan Johannes dia terus menatap Teo.
" Kak, malam ini akan di adakan perburuan. Karena sepertinya hewan buas di sini hanya akan muncul di malam hari. " Isis membahas tentang perburuan.
" Aku tidak peduli mau malam, ataupun siang. " Ucap Johannes.
" Baiklah, tapi. Apa itu masuk akal berburu di malam hari? " Tanya Isis.
| Rafaelo meminta untuk di adakan malam hari. Aku ingin dia cepat-cepat kembali ke kerajaannya. | Pikir Isis.
Seharusnya berburu di lakukan di pagi sampai sore hari, tapi ini adalah permintaan Rafaelo. Bahwa berburu harus di malam hari.
Isis pun tidak bisa menolak, karena Rafaelo bilang jika itu adalah tradisi kerajaan Quarter.
" Biarkan saja dia, kita ikuti permainannya, sampai dia kembali kekerajaannya. " Ucap Johannes.
Johannes pun pergi dan dia sedikit bergumam sebelum berbalik.
" Aku harus mencarinya lagi. " Gumam Johannes, saat itu Johannes tengah mencari Elenoa.
Johannes khawatir jika Elenoa masuk ke dalam hutan, karena dia tidak ada di area persinggahan.
" Aku harus mencarinya, sebelum gelap. " Gumam Johannes.
...----------------...
__ADS_1
Lalu di tenda seorang bangsawan yang mengikuti kontes berburu.
Seorang laki-laki dengan jubah dan topeng, dia terlihat berbicara kepada perempuan.
" Lady, apa rencana itu akan di lakukan sekarang. " Tanya pria misterius itu.
Perempuan yang di panggil oleh pria misterius itu, memiliki penampilan dengan rambut merah, mata merah.
Dan dia adalah putri Viscount.
Veronica Albert.....
Dia adalah perempuan yang terobsesi dengan Johannes, dan itu pun sejak kecil. Selain itu, Veronika lah yang membuat Johannes tidak bisa berdekatan dengan perempuan.
" Mari kita lakukan itu sekarang. " Ucap Veronika dengan senyum liciknya.
Masa lalu itu, membuat Johannes trauma akan perempuan.
Lalu untuk pria misterius itu, kita akan mengetahuinya nanti, dia adalah seorang pelayan yang bekerja di kediaman Johannes, dan dia pun sudah cukup dekat dengan Teo.
" Baiklah, Lady. Saya akan menjalankan rencananya sekarang. Karena saat ini, Grand Duke sedang mencari istrinya, padahal istrinya ada di dekatnya. " Ucap pria misterius tersebut.
" Apa maksudmu, bukankah, istrinya hilang? aku dengar dia terus mencari istrinya. " Ucap Veronica.
" Teo, apa anda tahu pelayan yang di bawa oleh putra mahkota? " Tanya Pria misterius tersebut.
Veronica sedikit mengingatnya, beberapa saat yang lalu dia memang berpapasan dengan putra mahkota dan Teo.
| Pria ramping yang di bawa oleh Putra mahkota Isis, jadi dia bernama Teo. | Pikir Veronica.
" Pria ramping dengan wajah sedikit imut dan manis. Memangnya ada apa dengan dia? " Tanya Veronica acuh.
Pria misterius itu membuka mulutnya perlahan...
" Dia adalah perempuan, sekaligus istri dari Grand Duke Johannes Midleton. " Tidak di sangka, dia juga mengetahui identitas asli Teo.
Padahal hanya Eden yang mengetahui identitas asli Teo.
Medengar hal itu, Veronica tersenyum licik dan dia terlihat menuangkan wine ke dalam gelasnya. Sesekali dia meminum wine itu seraya menyeringai.
" Teo.....dia wanita, dan identitasnya adalah istri John.....
" Kalau begitu, aku harus menyingkirkannya. " Ucapnya dengan seringai di bibirnya.
...----------------...
__ADS_1
BERSAMBUNG......