Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 28


__ADS_3

Pasar tradisional di ibu kota Lapastatoe.



Elenoa dan Rakian sedang berjalan di dalam kerumunan orang-orang pasar. Rakian sudah membeli barang-barang yang dia butuhkan.


" Anda sudah membeli barang yang anda butuhkan, sekarang kita harus kembali. " Ucap Elenoa yang melirik barang yang di beli oleh Rakian.


Rakian membeli penggosok baju jirah dan pedang. Mungkin itu perintah Johannes atau komandan kesatria.


" Apa kau akan pulang begitu saja? " Tanya Rakian.


" Saya sebenarnya belum mau pulang. Tapi, melihat barang bawaan anda yang banyak dan sepertinya anda kesulitan. Saya sebaiknya pulang saja. " Ucap Elenoa.


Rakian tidak merasa kesulitan, justru dia memang ingin keluar untuk mencari hiburan. Jika dia kembali tanpa mendapatkan hiburan. Dia akan merasa rugi.


" Mari kita bermain saja, aku akan menitipkan barang ini ke toko yang sudah aku percayai. " Ucap Rakian yakin dan berbinar.


Elenoa tidak bisa menolak mata yang berbinar itu. Dia langsung menganggukkan kepalanya seolah setuju.


Rakian yang melihatnya, dia langsung bergegas ke toko yang dia percayai dan menyimpan semua barang bawaannya.


Setelah itu, dia kembali lagi kepada Elenoa. Dan mengajaknya untuk mencari hiburan.


Mereka berdua berjalan berdampingan. Rakian menanyakan sesuatu kepada Elenoa.


" Teo? Apa kau mau ke rumah bordil? " Tanya Rakian serius.


Elenoa yang mendengarnya, dia membuka matanya lebar-lebar. Elenoa tidak mengira jika Rakian menyukai hal yang seperti itu.


| Rumah Bordil, rumah para pelacur. Apa Rakian selalu bermain dengan gadis di rumah bordil? Tapi, sosoknya yang dingin dan berwajah datar, tidak cocok dengannya. | Pikir Elenoa.


" Kenapa rumah Bordil? " Tanya Elenoa.


" Aku merasa bahwa kau mungkin akan tertarik. Katanya di sana banyak sesuatu yang cantik dan bisa membuat kita bahagia. " Ucap Rakian sepertj tidak tahu apa-apa.


Rakian sebenarnya memang tidak tahu bahwa rumah bordil adalah rumah bagi para pelacur dan laki-laki yang memiliki nafsu.


| Sepertinya dia tidak tahu, kalau rumah bordil bukan indah dalam artian yang lebih kecil. Dia ternyata laki-laki yang polos. | Pikir Elenoa.


" Temanku banyak yang berkunjung ke sana. Aku tidak pernah ke sana karena aku selalu sibuk dengan pekerjaanku. " Rakian berguman datar.


Dia hanya mendengar dari teman-teman pelayannya bahwa rumah bordil adalah rumah yang memiliki hal cantik dan bisa membuat seseorang bahagia. Padahal bukan itu maksudnya.


" Baiklah, mari kita ke sana. " Ucap Elenoa.


| Dia harus tahu apa arti sebenarnya dari indah dan bahagia dalam rumah bordil. | Pikir Elenoa.


" Kalau begitu mari. " Ucap Rakian datar.


Elenoa mengikutinya, Rakian bertanya kepada orang lain yang dia temui, dia bertanya di mana rumah Bordil berada.


" Maaf, apa kau tahu di mana rumah Bordil? " Tanya Rakian lempeng.


Orang itu seketika mengerut ketika Rakian menanyakan di mana rumah Bordil.


" .........Kau bisa berjalan luruh kemudian belok ke kanan, nanti juga kau akan melihat rumah Bordil. " Ucap Orang tersebut.

__ADS_1


Orang itu pergi setelah memberi tahu, tapi dia berguman sedikit. Dia sesekali mendecakkan lidahnya.


" Haiss........anak zaman sekarang. " Gumamnya dengan kepala yang bergeleng-geleng.


" Ayo, kita ke sana. " Rakian datar.


Rumah bordil, yang penuh dengan pelacur.



Ketika mereka sampai di sana, mereka sudah di hidangkan dengan berbagai macam bentuk pelacur.



Bahkan Rakian yang melihatnya dia tidak bisa berkata apa-apa.


" Jadi, bagaimana menurut anda? " Tanya Elenoa.


" Hahh....Ternyata di sini hanya ada wanita dan waria. " Ucap Rakian tidak bisa di percaya.


Para pelacur itu menatap Rakian dan Elenoa lekat, mereka sangat tertarik dengan mereka berdua. Bagaimana tidak, wajah mereka berdua terbilang tidak pasaran.


Rakian dengan wajah tampan dan datar, Elenoa dengan wujud Teo yang mungil namun manis.


Mereka pasti tertarik, karena rata-rata yang datang ke rumah bordil hanya pria yang memiliki wajah pas-pasan.


" Haahhh......maaf, aku tidak tahu jika tempat ini di luar dugaanku. " Ucap Rakian menyesal, seraya mengusap wajahnya bingung.


" Sepertinya anda memang tertekan. " Ucap Elenoa yang melihat tingkah Rakian.


Di tengah pembicaraan, wanita dari rumah bordil datang dengan tubuh yang berlenggak-lenggok. Dan dia berbicara dengan nada manis merayu.



Rakian dan Elenoa, mereka melirik satu sama lain.


" Tidak! " Rakian menegaskan. Dengan menatap Elenoa dan menggelengkan kepalanya.


Elenoa pun berbicara kepada wanita rumah bordil, bahwa mereka tidak ingin di layani.


" Maaf, kami berdua tidak ingin menerima pelayanan apapun di sini. " Elenoa menolak dengan halus.


Wanita rumah bordli itu, sekarang beralih ke Elenoa yang sebagai Teo. Dia menjulurkan tangannya ke bahu Elenoa dan membelai lembut bahunya.


" Tuan~


" Anda tampak manis....melihat bibir merah anda yang sangat menggoda. Saya jadi ingin mencicipinya. "


Elenoa menepis lengan wanita bordil dan dia berbicara dengan sedikit serius.


" Saya bukan makanan yang bisa di cicipi. Jadi, menyingkirlah!! " Ucap Elenoa serius.


Wanita rumah bordil itu, berbicara kembali dengan melipatkan tangannya.


" Cobalah pikirkan kembali, mana mungkin kalian datang kemari tanpa ingin di layani. " Ucapnya.


" Kami tidak mau di layani!! " Rakian akhirnya berbicara.

__ADS_1


Baru setelah itu, wanita itu pergi dengan bergumam kecil.


" Cihh....membosankan!! " Gumamnya seraya pergi.


Dari pada itu, Elenoa mendengar sedikit keributan dari arah kanan. Itu terdengar seperti suara gadis kecil.


" Lepaskan aku!!! aku tidak mau melakukannya!! " Teriak seorang gadis kecil.


" Kemari!! kau harus melakukannya!!! "


" Ingat!! kau memiliki hutang yang harus kau bayar!! "


Elenoa yang mendengarnya, dia langsung tertarik.


" Rakian.....sepertinya saya mendengar sesuatu. " Ucap Elenoa.


" Apa? " Tanya Rakian.


" Tolong tunggu saya, saya akan pergi dulu sebentar. " Ucap Elenoa seraya pergi ke arah sumber suara.


" Tunggu!! " Rakian yang di tinggalkan, dia tampak ke bingungan.


...----------------...


Di tempat yang sama, Grace ajudan putra mahkota Isis, sedang menjalankan sebuah misi yang telah di perintahkan oleh Isis.


| Aku harus membuntuti seorang bangsawan yang bergelar Count. Yaitu Count Kavin, Count Kavin adalah pembisnis, dia sempat akan bekerja sama dengan Grand Duke namun sayangnya kerjasama itu di batalkan. Grand Duke pasti sudah tahu apa yang telah di lakukan oleh Count Kavin, sehingga dia membatalkan kerjasamanya. |



| Setelah aku membuntuti Count Kavin untuk beberapa kali, aku mengetahui fakta bahwa Count Kavin ternyata melakukan hal yang di larang oleh hukum kerajaan. Dia ternyata tikus yang melakukan bisnis ilegal, selain dari bisnis makanan, dia juga melakukan bisnis prostitusi anak di bawah umur. | Pikir Grace.


" Hah....dan saat ini aku harus mendapatkan banyak bukti. Untuk menghukumnya. " Gumam Grace pelan.


Grace sedang memantau Count Kavin, dia sedang memaksa seorang gadis kecil untuk melakukan hal yang tidak wajar.


" Cepat!! Para tamu menginginkanmu!! dasar gadis sialan!! " Bentak Count Kavin keras.


" Saya tidak mau!!! saya mohon lepaskan saya!! " Ucap Gadis kecil berambut putih, dengan mata hijau transparan.



" Wanita sialan!!! " Count mendorong gadis itu hingga jatuh ke lantai.


Semua orang yang melihatnya, hanya memandangi saja, karena hal itu di anggap sudah biasa terjadi.


Grace yang memantau dari jauh, dia sudah tidak tahan, dan akan menolong gadis itu. Karena selain dia, tidak mungkin ada yang akan menolong gadis malang tersebut.


| Sebaiknya aku harus menolong gadis itu, mereka yang ada di sini, hanya akan menutup mata. Para lelaki yang ada di sini pun, hanya mementingkan kesenangan mereka. Sungguh menjijikan. Pada akhirnya, Gadis itu akan hancur jika aku tidak menolongnya. | Pikir Grace, yang siap-siap untuk menolong gadis itu.


Tapi, tiba-tiba, saat Grace akan keluar dari persembunyiannya. Elenoa muncul dan menghentikan Count Kavin.


Dengan langkah kaki yang berani, dia berjalan dan berhenti di antara keduanya.


" Ternyata selain bodoh, anda juga menjijikan.... " Ucap Elenoa yang sekarang tengah berdiri di antara gadis kecil dan Count Kavin.


| Pria? siapa dia? | Grace bertanya-tanya

__ADS_1


...----------------...


BERSAMBUNG.........


__ADS_2