Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 20


__ADS_3


Sementara itu Elenoa.


Dia masih menikmati kue pandan yang dia bawa, sesekali, Elenoa melirik ke arah Black Panther.



" Tetap di situ!! " Seru Elenoa.


| Kupikir dia akan memakanku, tapi nyatanya dia hanya diam saja di balik pohon besar itu. Sebenarnya hewan itu Black Panther sungguhan atau bukan? | Pikir Elenoa.


' Hiiinghhh.....' Black Panther itu sesekali keluar dari balik pohon, dan hanya menampilkan kepalanya saja.



" Ho-ho~....lihat matanya yang memelas itu....Itu patut untuk di nikmati...." Ucap Elenoa.


" Sebenarnya kau ingin memakanku atau tidak?" Elenoa bertanya kepada hewan tersebut.


| Black Panther yang aneh...| Pikirnya.


" Kemarilah....sepertinya kau menatap ke arah kue pandan milikku. " Ucap Elenoa, dia memberanikan diri.


' Grauuuu...' Black Panther bersuara seolah mengerti.


Dan dia keluar dari persembunyiannya.



" Dia seolah bertanya. Apakah aku boleh mendekat? " Elenoa menebak apa yang ingin hewan itu katakan.


' Grrr—' Hewan itu masih malu-malu.


" Kemari lah.....aku pikir kau tidak berbahaya." Ucap Elenoa.


' Grauu—" Black Panther itu akhirnya mendekat.



Dia melompat dari pohon ke pohon, Elenoa berpikir betapa bodohnya dia, ketika dia berpikir untuk menghindari hewan itu dengan memanjat pohon.


| Bodoh!! Ku pikir bisa menghindarinya dengan memanjat pohon. Kau lihat dia bisa memanjat dan turun dengan mudah. |


| Yaaaah..pada dasarnya, Black Panther adalah hewan yang bisa memanjat dan berenang. Aku melupakan itu. Dia bisa melakukan apa saja.| Pikir Elenoa.


Hewan itu sekarang tepat di depan Elenoa, dan dia terus melihat ke arah kue pandan.


" Kau mau ini? " Tanya Elenoa.


' Grauu— ' Hewan itu bersuara.


" Baiklah, sepertinya kau bosan memakan daging, dan ingin memakan makanan manis. " Ucap Elenoa tenang, seraya memberikan sisa kue pandan miliknya.



' Grrraaaauuu—'


Benar saja, Black Panther memakannya dengan lahap hingga tak bersisa.


" Yah...makanlah, aku sudah cukup kenyang. " Ucap Elenoa.


Elenoa tidak habis pikir, ada hewan buas yang menyukai kue pandan. Dan hewan itu adalah spesies langka Black Panther.


" Aku tidak tahu kau itu apa...." Ucap Elenoa seraya mengulurkan tangan mencoba mengelus kepala Black Panther.


Black Panther sendiri maju dan dia menerima elusan hangat Elenoa.



" Kau cukup jinak. " Ucap Elenoa.


" Atau mungkin, sekarang musimnya kawin? tunggu, aku kan bukan hewan betina. " Ucap Elenoa melantur.


Elenoa tidak tahu seberapa sulit Johannes melunakkan hewan itu, bahkan Johannes sendiri pernah sekali di gigit olehnya.

__ADS_1


Sayangnya tidak dengan Elenoa, Hewan yang di anggap monster itu sekarang tengah menjilat tangan Elenoa dan mengibaskan ekornya seperti anjing.


" Kau lucu, jika tidak buas. " Ucap Elenoa.


" Apa kau punya nama?....


" Pasti kau tidak punya nama....


" Mari kita beri nama....


Elenoa berpikir, apa yang cocok dengan Hewan yang ada di depannya itu.


" Mmmmmmm.....


" Ahhh!!!


" Aku akan menamaimu 'Jon' , itu cocok denganmu...." Elenoa puas.


' Grrrraauu....' Hewan itu seperti menyukainya.


" Kau menyukainya. " Ucap Elenoa.


| Itu sebenarnya nama yang di ambil dari Johannes, Jon, John...Ya, aku mengambilnya sedikit. Dia memang mirip macan kumbang, apalagi saat marah. | Pikir Elenoa yang mengingat Suaminya Johannes.


" Ahhh...aku harus kembali...tapi? " Elenoa menatap Jon, Black Panther yang dia beri nama.


" Aku tidak mungkin membawamu, Jon. " Ucap Elenoa.


' Hiinggg....' Jon terlihat sedih.


" Kau di sini saja, bisa ada keributan jika semua orang tahu jika aku menjinakkanmu. " Ucap Elenoa seperti menasehati Jon.


Elenoa berdiri dari duduknya, dan dia berbicara lagi kepada Jon.


" Suatu saat kita akan bertemu lagi. " Ucap Elenoa.


' Grrrrauuu—!!!



Saat Elenoa tengah mengelus kepala Jon, drap kaki kuda terdengar menginjak tanah.


" Pergilah, itu pasti seseorang...." Ucap Elenoa panik.


| Jika orang lain tahu, bahwa hewan langka seperti Jon telah jinak, mereka akan membawanya. | Pikir Elenoa.


" Pergilah....


' Hnggghhh— ' Jon tidak mau.


Tapi Elenoa terus mendorongnya.


" Kita akan bertemu lagi nanti. " Ucap Elenoa.


Jon pun akhirnya berbalik pergi, dia perjalan.


' Grrrrrraaau—' Jon pun berbalik, perlahan dan menatap Elenoa lekat.



' Grau....' Dia berbalik seraya bersuara sedih.


" Pergilah..." Ucap Elenoa.


Suara derap kuda itu semakin kencang, Elenoa berbalik memastikan Jon sudah pergi. Dan dia pun sudah pergi dengan berlari layaknya kucing.


" Kenapa aku merasa kehilangan.." Gumam Elenoa.


| Ya, itu pasti. Selama ini tidak ada yang menemaniku, aku hanya sendiri. | Pikir Elenoa sedih.


Drap kaki kuda semakin keras, Elenoa menatap ke arah kuda tersebut.


| Aku tidak berharap dia datang, dia pria kejam. | Pikir Elenoa.


Bentukan orang itu semakin jelas, dan ternyata itu adalah Johannes.

__ADS_1


" Dia??!! " Elenoa kaget.


Johannes memberhentikan kudanya dengan ganas dan dia turun dari atas kuda.



Jubahnya berkibar dengan elegan, sosok pria yang di puja dan di dambakan oleh banyak orang.


" Kau menyusahkan!! " Kata-kata keluar dari mulut Johannes ketika turun dari kuda.


" Ha...hahah— " Elenoa tertawa kecil.


| Ternyata dia masih punya rasa kemanusiaan. | Pikir Elenoa.


" Kenapa kau berdiam diri di sini?!! " Tanya Johannes.


" Maaf tuan, kaki saya tersandung dan jatuh. Jadi saya berjalan dengan menyeret kaki saya dan sesekali saya beristirahat. " Ucap Elenoa.


| Itu semua gara-gara dirimu!!! | Elenoa mulai mengutuk lagi Johannes.


Johannes menatap kaki Elenoa yang terluka, kaki putihnya berdarah.


" Kakimu kecil mirip kaki kelinci...." Ejek Johannes dengan wajah acuh.


" Apa?????!!!!!! " Elenoa tidak habis pikir dengan ucapan Johannes.


" Ya....kau kecil, kau seperti perempuan. " Ucap Johannes.


" Ughhh....anda sebenarnya kemari mau membantu saya atau mau mengejek!!!......" Tanya Elenoa seraya berjalan ke arah kuda.


' Bugh....' Elenoa menginjak kaki Johannes dengan sengaja, seraya berjalan.


" Kau!!! " Johannes terlihat marah. Tidak pernah ada orang yang berani melakukan hal itu kepada Johannes.


" Itu pelajaran untuk anda...." Ucap Elenoa yang telah duduk di atas kuda dengan manis.


" Beraninya kau!!! kau pikir kau siapa? " Tanya Johannes emosi, dengan suara tinggi.


Elenoa acuh, dia dengan wajah datar, berbicara.


" Berisik....jangan berteriak, nanti hewan lain akan datang. Suara anda mirip dengan hewan yang meraung. Mereka akan mengira jika anda bagian dari kerabatnya. " Ucap Elenoa acuh.


Johannes semakin marah, darah seakan mendidih.


" Kau!!! turun dari kudaku sekarang!! " Teriak Johannes.


" Saya tidak mau, jika anda tidak mau menunggang kuda bersama saya. Saya akan mengendarainya sendiri. " Ucap Elenoa seraya menarik tali pelana pada kuda.


| Aku emosi, aku mau membalas dendam bagaiman aku di tinggalkam sendirian di hutan. | Pikir Elenoa.


" Apa kau berpikir untuk pergi, dan membawa kuda itu sendiri?? " Tanya Johannes kesal.


" Ya, kenapa tidak. " Ucap Elenoa.


Johannes memejamkan matanya dan berkata lagi.


" Bawalah jika kau berani!!! " Johannes membuka matanya lagi, tapi Elenoa sudah hilang dari hadapannya, begitu pula kuda yang Johannes bawa.


Baru beberap detik Johannes menutup matanya, Elenoa dan kudanya sudah tidak ada.


" Sialan kau Teo!!! " Johannes murka.


| Berani sekali dia kepadaku!!! | Johannes kesal.


Johannes ditinggalkan sendirian di sana, tanpa kuda.


...----------------...


BERSAMBUNG.......



Spoiler


" Pria Brangsek!!! menjauh dariku!!!........

__ADS_1


__ADS_2