
Pelayan itu memanggil Johannes.
" Yang mulia Grand Duke! " Panggil pelayan itu.
" ? " Johannes berbalik.
Johannes yang mendengarnya, dia pun berbalik dan turun dari kudanya.
Elenoa pun menatap ke arah pelayan tersebut, dia bertanya-tanya apa yang di bawa oleh pelayan tersebut.
| Dia membawa botol di tangannya. | Pikir Elenoa.
" Ada apa? " Tanya Johannes sedikit sinis.
Pelayan tersebut memberikan botol minuman itu kepada Johannes seraya membungkuk.
" I-ini yang mulia, sa—saya di perintahkan oleh kepala pelayan Eden, untuk memberikan ini untuk anda. " Ucap Pelayan itu dengan gugup.
| Mungkin ini hanya air putih biasa, karena warnanya memang seperti air putih. | Pikir Pelayan itu.
Johannes mengerutkan dahi dan alisnya, dia terus menatap ke arah botol tersebut.
| Eden? kenapa dia memerintahkan seseorang untuk mengantarkan air minum? | Johannes bertanya-tanya.
Lalu Elenoa pun bertanya kepada pelayan tersebut.
" Bolehkah aku melihat air minumnya? " Tanya Elenoa.
Johannes yang mendengar Elenoa, dia pun meliriknya, seraya berkata.
" Untuk apa kau ikut campur dalam urusanku? " Tanya Johannes sinis.
| Buang-buang waktu saja. | Pikir Johannes.
Elenoa pun menatap Johannes dengan kesal, dia pun berkata menanggapi perkataan Johannes.
" Saya hanya ingin memeriksa saja. Kalau anda melarangnya, ya sudah. " Ucap Elenoa.
| Pria ini selalu menjengkelkan. | Pikir Elenoa.
" Kau hanya pelayan Isis, jadi jangan ikut campur. " Ucap Johannes.
Elenoa yang mendengarnya, dia pun pergi dengan perasaan yang marah dan kesal. Elenoa hanya ingin memastikan saja, apa itu hanya air biasa atau bukan, tapi Johannes melarangnya.
" Kemari kan air itu, Eden tidak akan berhenti menyuruh mu sebelum aku membawanya. " Ucap Johannes.
Pelayan itu memberikan air itu dengan cepat, setelah itu dia pun pergi. Johannes pun pergi setelah menerima air itu.
Dalam pikirannya, hanya ada Elenoa, dia terus mencemaskan Elenoa. Tanpa berpikir bahwa minuman yang dia bawa adalah racun.
...----------------...
" Awas saja kau pria imponten!!! " Elenoa mendengus kesal seraya berjalan.
| Kenapa? aku hanya ingin melihat air itu dan memastikan saja bahwa itu air biasa, tapi dia menanggapi dengan kasar. | Pikir Elenoa.
Saat Elenoa berjalan dengan kesal, pendengaran nya menangkap sesuatu, yaitu pembicaraan seseorang.
__ADS_1
" Grand Duke Johannes...."
Elenoa mendengar seseorang menyebut nama Johannes, dia pun sedikit tertarik, terlebih suara itu sedikit familiar.
| Suara itu, aku pernah mendengarnya. | Pikir Elenoa.
Elenoa mendekat ke arah tenda tempat suara yang familiar itu terdengar.
" Saya sudah memberikan air itu kepada Grand Duke Johannes, lalu mana imbalan saya. " Itu adalah suara milik pelayan tadi, dia meminta imbalan atas pekerjaannya.
" Ini, 50 koin emas, itu cukup untukmu. " Pria misterius itu berbicara, seraya memberikan koin emas.
Elenoa yang mendengarnya, dia semakin curiga, dia pun bertanya-tanya siapa orang itu dan untuk apa minuman itu.
| Siapa dia, kenapa dengan minuman itu. | Elenoa bertanya-tanya.
Saat Elenoa bertanya-tanya dalam pikirannya, pelayan yang memberikan air itu, akan menuju keluar. Elenoa pun segera bersembunyi.
Setelah pelayan itu keluar, pria misterius itu terdengar berbicara mengenai air tersebut, dan Elenoa mendengarnya.
" Hanya dengan nama istrinya, dia berlari seperti kuda jantan, tanpa tahu air yang dia bawa bukan air biasa. "
" Maaf Grand Duke, tapi air yang anda bawa bukan air biasa, air itu akan membuat anda gila dan pusing. Bukan hanya pusing, bahkan itu akan berdampak pada kematian. " Gumam Pria itu.
" Aku harus bersiap untuk rencana selanjutnya, Lady pun harus mengetahuinya. " Gumam Pria tersebut.
Elenoa yang mendengarnya dia pun kaget, dia membulatkan matanya atas ucapan pria yang dia dengar itu. Elenoa juga tidak menduga, bahwa Johannes akan mencarinya sampai seperti itu.
| Apa?!!! itu....itu bukan air biasa. Aku sudah menduga nya, tapi pria itu tidak membiarkanku untuk mengeceknya. | Pikir Elenoa.
Dengan panik, Elenoa dalam batinnya sekali lagi berbicara.
Elenoa meninggalkan tenda dengan hati-hati, lalu dia segera mengejar Johannes yang baru saja akan keluar dari perkemahan, dan menuju ke dalam hutan.
Elenoa yang melihat Johannes menunggang kuda dari belakang, dia mengejar Johannes dengan kakinya, seraya berteriak.
" Tunggu!!!......
" Kau tidak boleh pergi!!!!!.....
" John!!!! berhenti!!!.......
Elenoa berteriak memanggil Johannes, bahkan dia memanggil nama Johannes tanpa gelarnya.
Semua orang yang ada di sana menatap Elenoa, yang waktu itu masih sebagai Teo.
" Kenapa dia berteriak? "
" Dia hanya pelayan, kenapa dia memanggil Grand Duke dengan namanya? "
Para bangsawan yang ada di sana menggunjingkan Elenoa, yang sebagai Teo.
Elenoa tidak peduli dengan perkataan mereka, dia terus melihat ke arah Johannes yang perlahan mulai menghilang.
" Sial!! aku harus segera mengejar dengan kuda. " Elenoa menggertakan giginya.
Elenoa pun segera mengambil kuda, untuk mengejar Johannes.
" Pinjami aku kuda. " Elenoa dengan napas tersengah, datang ke kanda kuda dan minta izin kepada penjaga kuda.
" Tidak bisa, kuda ini milik bangsawan, kau tidak boleh meminjamnya. " Ucap penjaga itu.
__ADS_1
Semua kuda yang ada di perkemahan milik bangsawan, pelayan seperti Teo tidak di perbolehkan untuk meminjam kuda milik bangsawan.
Elenoa berdebat hebat dengan penjaga kuda cukup lama, penjaga kuda tidak memberi izin kepada Teo selaku Elenoa.
Elenoa pun dengan paksa mengambil kuda tersebut, dan mendorong penjaga kuda dengan kasar.
Dia mengambil kuda dan menunggangi kuda tersebut dengan cepat ke arah hutan, karena waktu yang dia buang untuk berdebat dengan penjaga itu cukup lama.
" Jika terjadi sesuatu, itu semua salahku, karena dia masuk ke dalam hutan untuk mencari ku......
Elenoa dengan cemas dan panik, dia terus bergumam.
...----------------...
Sementara itu, Johannes terus mencari Elenoa, dia memanggil nama Elenoa, dia sangat khawatir dengan istrinya.
" Elenoa?!!....
" Di mana kau?....
Johannes terus menunggang kuda di tengah gelapnya malam dan hutan. Hanya untuk mencari Elenoa. Padahal Elenoa sedari tadi ada bersamanya.
" Di mana wanita itu? " Johannes bertanya-tanya.
Dia terus menunggang kuda dan mencari di sekeliling, dia semakin masuk ke dalam hutan.
" Ini sudah ditengah hutan, dia membuatku khawatir saja. Sebenarnya dia mau apa masuk ke dalam hutan? " Johannes bertanya.
" Aku sudah berteriak memanggil namanya, sampai tenggorokanku kering, tapi tidak ada tanda-tanda apapun. " Gumam Johannes.
Johannes tidak pernah melonggarkan ketahanannya, dia selalu waspada, tapi karena kecemasannya terhadap Elenoa, Johannes sedikit melonggarkan ketahanannya.
Dia bahkan tidak tahu bahwa dia sudah masuk jebakan.
Johannes merasa haus karena terus memanggil Elenoa di tengah hutan yang gelap.
" Eden selalu mengerti, untung saja dia membawakan aku air minum, jika tidak, tenggorokan ku mungkin akan sakit. " Gumam Johannes.
Johannes turun dari kuda, lalu dia mengambil botol tersebut.
" Ini cukup satu tegukkan. " Gumam Johannes yang menatap botol di tangannya.
Johannes terus menatap botol itu, dia tidak tahu bahwa air itu akan menjadi malapetaka untuknya.
Masa lalunya yang dulu mungkin saja akan terulang lagi, dan membuatnya trauma.
Tanpa adanya kecemasan....
Johannes membuka botol itu, dan dia meminumnya dengan satu tegukan, sampai air itu tidak tersisa.
...----------------...
BERSAMBUNG...............
" Kulitnya yang lembut, dan putih, dia menyembunyikan semuanya.....
" Aku....tidak percaya bahwa dia adalah orang yang sama.....
__ADS_1