Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 80


__ADS_3

Sementara itu kediaman Johannes.



Elenoa sudah selesai bersiap-siap, saat ini dia tengah berjalan-jalan di dalam ruangan. Saat itu Elenoa hanya di temani oleh satu pelayan.


" Jadi, di mana Grand Duke? " Tanya Elenoa penasaran.


Pelayan yang bernama Ruby itu menjawab pertanyaan Elenoa.


" Saya akan mengantar anda nyonya. Grand Duke ada di sebuah taman. Beliau bilang, dia ingin memberikan sesuatu untuk anda. " Jawab Ruby patuh.


" Benarkah?.." Tanya Elenoa dengan mata sedikit menurun.


" Benar, Nyonya. " Jawab Ruby sopan.


Elenoa mengangguk, dan menjawab.


" Hmmm..Baiklah, tunjukkan jalannya. " Perintah Elenoa.


Ruby si pelayan menunjukkan jalannya, dia berjalan di depan Elenoa.


|Ikuti aku dan kau akan masuk ke dalam perangkap yang telah aku buat. Aku harus membunuhmu, karena ini adalah perintah. | Pikir Ruby jahat.


Jika Ruby sudah berpikir seperti itu, dia pasti adalah orang yang Veronica maksud. Pelayan yang di tugaskan untuk menculik Elenoa dan membunuh Elenoa.


Elenoa saat itu hanya mengikuti Ruby dari belakang, dia tidak tahu bahwa Ruby adalah suruhan Veronica.


Jika dia tahu, mungkin dia akan langsung menangkap Ruby.


" Tunggu! " Tiba-tiba Elenoa berhenti dan melirik ke arah kediaman khusus pelayan.


" Ada apa nyonya? " Tanya Ruby.


| Apa lagi sekarang? jika aku terus menunda waktu, Lady pasti akan marah. | Pikir Ruby tidak sabar.


" Aku ingin bertemu dengan Rakian. " Tiba-tiba Elenoa ingin bertemu dengan Rakian.


Ruby saat itu sangat kesal, dia ingin secepatnya membawa Elenoa pergi. Tapi dia tidak bisa menolak permintaan Elenoa, jika dia menolak, Elenoa pasti akan curiga.


" Tapi, Grand Duke sudah menunggu anda. " Sebagai gantinya Ruby mencari alasan.


" Ini akan sebentar, jadi aku ingin melihat Rakian. " Ucap Elenoa kekeh.


Ruby pum mau tidak mau mengangguk, jika dia terus memberikan alasan, Elenoa pasti akan curiga dengannya.


" Baik, Nyonya. Saya akan mengantar anda. " Ucap Ruby.


Elenoa pun berjalan masuk ke dalam kediaman khusus pelayan. Sementara itu, Ruby yang resah dan gelisah, karena dia harus segera membawa Elenoa.


|Merepotkan, jika bukan karena Lady Veronica, aku tidak mau melakukan ini. | Pikir Ruby.

__ADS_1


Ruangan Khusus yang digunakan oleh Rakian.


Saat itu, pintu ruangan Rakian di jaga oleh beberapa penjaga. Elenoa yang datang ke sana, dia meminta agar ruangan itu di buka, karena dia ingin bertemu dengan Rakian.


" Buka pintunya, aku ingin bertemu dengan Rakian. " Perintah Elenoa.


Penjaga itu awalnya menolak karena mereka di perintahkan untuk tidak membuka ruangan Rakian. Tapi Elenoa tetap memaksa, dia mengatakan bahwa dia akan bertanggung jawab jika ada sesuatu.


Karena Elenoa memaksa, para penjaga akhirnya membuka ruangan tersebut.


Ruby si pelayan, menunggu di depan pintu masuk. Karena Elenoa tidak mau siapa pun mengikuti dirinya.


...----------------...


Ruangan Khusus, di mana Rakian berada.



" Siapa? " Suara serak bergema di dalam ruangan tersebut.


Elenoa yang masuk dan menutup pintu ruangan tersebut, dia berbicara menanggapi suara tadi.


" Ini aku Elenoa. " Jawab Elenoa.


Pemilik suara itu muncul, dan berbicara dengan nada serak yang lelah.


" ....Duchess, pemilik kedua setelah Grand Duke. " Ucap Rakian si pemilik suara.


Matanya tidak mencerminkan adanya keinginan untuk hidup. Itu redup dan kosong, seolah dia bosan untuk melanjutkan hidup.


" Apa benar kau adalah penghianat itu? " Tanya Elenoa tiba-tiba.


Mendengar hal itu, Rakian tersenyum pahit, dia pun menjawab tanpa adanya kebohongan.


" Ya, aku penghianat. Saat di hutan Goblin pun aku orang yang berusaha untuk membunuh Johannes. " Jawab itu keluar begitu saja dari mulut Rakian.


Elenoa pada saat itu tidak terkejut sama sekali, karena dia sudah tahu dari Eden.


Alih-alih kaget, Elenoa malah bertanya kepada Rakian. Dia bertanya alasan apa yang membuat Rakian ingin membunuh Johannes, padahal Elenoa tahu, jika Rakian adalah pria yang baik.


" Kau pasti memiliki alasan? kenapa kau melakukan itu? " Tanya Elenoa.


Rakian mengatupkan bibirnya, dia sebenarnya tidak mau menjawab pertanyaan Elenoa. Mungkin jawabannya ini akan terdengar sepele bagi orang lain, tapi bagi dirinya tidak.


".....Mungkin bagi kalian semua para bangsawan yang sudah hidup mewah dan nyaman sejak kecil, menganggap ceritaku hanya hal sepele. Jadi aku tidak mau mengatakannya. " Ucap Rakian.


Elenoa mengangguk paham, dia tidak mau memaksa seseorang untuk berbicara.


" Aku mengerti. Aku tidak akan memaksamu untuk berbicara. " Ucap Elenoa.


" ....Tapi, aku ingin mengoreksi kata nyaman dan mewah dari perkataanmu. " Elenoa berbicara lagi.

__ADS_1


Rakian pada saat itu mengerutkan keningnya terlihat heran.


" Kami para bangsawan berbeda-beda. Hidup kami memang terlihat nyaman dan mewah jika di lihat sekilas.....


" Tapi di balik kenyamanan dan kemewahan itu, ada perjuangan dan rasa sakit yang terus menghantui. Jadi jangan menyimpulkan bahwa semua bangsawan hidup dengan nyaman dan mewah sejak kecil. " Ucap Elenoa dengan mata yang serius.


Rakian hanya diam, dia merasa bahwa dirinya harus mengatakan hal itu kepada Elenoa, karena dia yakin Elenoa berbeda dengan bangsawan lain.


" Alasan....." Rakian berbicara dengan tidak yakin.


" Alasan kenapa aku mau membunuh Johannes, adalah dia yang hidup nyaman dan aku di buang. " Tapi Akhirnya Rakian mengatakan yang sejujurnya.


" Aku adalah adik dari Johannes, tapi nasibku berbeda dengannya. Aku di buang dan Johannes di sayang. " Sekali lagi Rakian mengaku.


" Kau adiknya John? " Elenoa yang kaget bertanya.


" Ya, aku di buang sedangkan John tidak. " Ucap Rakian murung.


" Siapa yang memberitahu mu? " Tanya Elenoa tidak sabar.


" Veronica, dia juga yang menyiksaku hingga seperti ini. " Rakian tanpa ragu mengatakan kebenaran.


|Aku tidak percaya ini. Alasan Johannes terlihat tidak baik malam itu. Apa karena ini? | Elenoa bertanya-tanya dalam batinnya.


" Apa kau yakin? Veronica tidak berbohong kepadamu? " Tanya Elenoa.


" Aku tidak yakin, tapi dia bilang aku memang adiknya Johannes. Meski berbeda ayah. " Rakian terlihat tidak yakin.


" Bagaimana jika Veronica berbohong mengenai hal itu? " Elenoa bertanya.


Rakian terdiam, dia juga baru menyadari bahwa Veronica bisa saja membohongi dirinya.


".....Aku tidak tahu jika dia berbohong, aku.....aku harus apa....


" Jika dia berbohong dan ternyata aku bukan adiknya, aku akan sangat malu. Terlebih lagi aku berusaha untuk membunuhnya karena aku pikir dia yang merupakan kakakku hidup nyaman dan sedangkan aku menderita. " Rakian mengatakan itu dengan wajah yang cemas akan kebenaran yang suatu saat dia terima.


" Rakian, jika kau memang benar adiknya dan menyangka bahwa Johannes hidup dengan nyaman. Kau salah besar....


" Kau salah Rakian. Hidup John tidak pernah mulus, dia sama sepertimu. Sejak kecil dia tidak pernah melihat wajah ibunya secara langsung. Bahkan ayahnya pun. "


"Tidak ada kasih sayang yang dia dapatkan, sejak kecil kehidupannya hampa dan bahaya. " Elenoa mengatakan yang sejujurnya.


Ketika mendengar itu, Rakian terdiam. Perasaan nya campur aduk, entah dia harus percaya dengan perkataan Elenoa, atau tidak.


" .....Pergilah, aku tidak mau berbicara lagi. " Ucap Rakian.


|Apa dia juga sama seperti ku, atau Elenoa hanya berbohong. | Pikir Rakian kacau.


" Aku akan pergi. Tapi semua yang aku katakan adalah kebenaran. Tidak ada kebohongan. " Elenoa seraya berbalik pergi berbicara.


...----------------...

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2