
Saat Johannes selesai meminum air itu, dia tiba-tiba merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.
Detak jantungnya mulai tidak karuan, tenggorokannya seakan di cekik.
" Kenapa.....tenggorokanku rasanya seperti tercekik.....
Air itu sudah mulau bereaksi, Johannes merasa tercekik.
" Haaahhh.......apa.....kenapa....Ugghhhkkkkk....
" Perutku.....
| Kenapa perutku sakit sekali.........Arggghhhhhh....rasanya panas dan aku merasa sakit di seluruh badan....| Johannes dalam batinnya.
Johannes memegang leher dan perutnya dengan masing-masing tangan. Dia merosot ke tanah tanpa tenaga.
Badannya penuh dengan keringat dingin, dia terus meronta dan meringis di tengah hutan yang gelap.
" Arrrgghhhhh........huufttt......
" Sialan......apa yang.....salah....
Johannes meringkuk di tanah dengan kondisi yang menghawatirkan, dia terus merasakan sakit di seluruh tubuhnya.
" Arrrghhhhhhhhh....
" Haaaaaaaa.........
" Aku.....aku kesulitan....bernafas.......
" Ughhhh....
" Aku....mual.....
Di tengah rintihan, raungan, dan rasa sakit yang dia rasakan. Johannes tiba-tiba merasakan perasaan Dejavu.
" Gejala ini......apa...apa aku meminum air itu lagi.....
| Perasaan sakit, mual dan menjijikan ini.....air itu....pasti adalah air yang sama dengan waktu itu. | Pikir Johannes.
" Air.....sialan!!!....air itu....
" Arrgghh...
" Memuakkan...........
Johannes mengepal tangannya erat, hingga dia tidak sadar bahwa kukunya telah menembus dagingnya.
Darah mengalir dari tangannya, Johannes terus meringkuk di tanah dengan rintihan yang menyakitkan.
" Aku....aku harus bangun dan berdiri—
" Aku—
" Aku harus mencari.....wanita itu....
Johannes dalam kondisinya yang seperti itu, dia masih memikirkan Elenoa, dia bahkan mencoba untuk berdiri dengan keadaannya yang seperti ini.
" Ayo bangun......Ayo!!! " Johannes berusaha bangun dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Tapi sayangnya, Johannes ambruk lagi ke tanah dengan posisi terbaring.
Rasa sakitnya tidak bisa di sangkal, dia tidak kuat menahan rasa sakit itu, dia terlalu lemah untuk berdiri.
Saat Johannes tengah kesakitan, tiba-tiba dia merasa ada seseorang yang mendekat, dia tahu bahwa itu langkah kaki seorang laki-laki.
" Sia—pa?....
" Elenoa....
| Pembunuh bayaran...atau...siapa..| Johannes bertanya-tanya.
" Jika itu kamu....
" Jawab.....
" Jawab aku....
Johannes terus memanggil Elenoa.
" Aku bukan orang yang kau sebut, Johannes. " Tiba-tiba suara laki-laki terdengar, dia sekarang tepat berdiri di hadapan Johannes.
" Siapa—
" Kau? " Tanya Johannes lemah.
Johannes tidak bisa melihat pria itu dengan jelas, matanya buram.....
Pria itu adalah laki-laki misterius yang memakai topeng dan jubah hitam.
Pria itu membuka topengnya....
" Sayang sekali, kau harus melalui ini lagi, John. " Ucapnya.
Rakian mengangkat kakinya dan menginjak dada Johannes, kemudian dia menekannya dengan kuat.
" Arrghhhhh......Arrrghhhh....
" Ughhh......
" Kau.....singkirkan kakimu....dari tubuhku!!!....
Johannes merintih dan memperingati Rakian.
Rakian tidak mendengar, dia dengan tatapan penuh dendam menginjak dada Johannes dengan kuat.
" Aarrghhh......
Johannes terus merintih di bawah kaki Rakian.
| Aku sudah lama membencimu, kakak.....|
| Kau merebut segalanya dariku......Orang tua, rumah, kekayaan dan yang lainnya. | Rakian berpikir.
Saat Rakian sedang menikmati kesengsaraan Johannes, tiba-tiba terdengar suara geraman.
__ADS_1
' Gggrrrrrrrtttttt.......' Suara itu sangat familiar.
" Apa itu? " Rakian bertanya-tanya, dia terua menatap sekeliling.
" Lepaskan......" Johannes menyingkirkan kaki Rakian, dan dia memaksa untuk berdiri dengan sisa kekuatannya.
Rakian terjatuh, Johannes yang berdiri, dia mulai melangkah kan kakinya perlahan.
' Bughhhh... ' Suara tendangan.
Tapi sayangnya, Rakian lebih dulu menendang punggung Johannes, hingga Johannes terpental ke pohon.
" Ughhh....
Johannes meringis lagi...kini lebih sakit, seluruh tubuhnya terasa remuk.
Rakian menatap tubuh Johannes dengan penuh kebencian, dia terlihat seperti hewan yang haus akan daging.
" Ini buang-buang waktu, sebaiknya aku tidak membawamu ke hadapannya, dan langsung saja membunuh mu di sini. " Gumam Rakian, dia sesekali mengibaskan rambutnya secara kasar.
Rakian mengeluarkan pedang dari sarungnya.
' Srinnggg.....' Suara pedang.
" Lebih baik aku membunuh mu di sini sekarang. " Rakian mengambil ancang-ancang, dia mengangkat pedangnya dengan menyeramkan.
" Mati kau!!!!!!!....." Pedang itu di arahkan ke arah tubuh Johannes.
Di saat bersamaan.
' Ggggrrrttttttttraaaauuuu.....' Tiba-tiba Jon si Black Panther datang, dan menerjang Rakian.
' Gubrak......' Rakian terjatuh dan pedang yang dia arahkan terpental.
' Gggrauuuuggggggrrrrrrrrttt.....' Jon meraung dengan mengeri.
" Binatang sialan!!! " Rakian marah, dia terus memberontak.
Jon terus menerjang Rakian hingga sebagian tubuhnya terluka, karena gigitan dan cakaran Jon.
" Jon apa kau sudah menemukannya?!!! " Suara lain terdengar, itu suara Elenoa.
" Sial!!! aku akan ketahun jika seperti ini. " Ucap Rakian.
Rakian yang mendengar suara derap kuda dan Elenoa, dia pun dengan cepat menyingkirkan Jon dengan melemparkannya ke samping.
" Aku harus pergi!!! " Rakian bersiap pergi, tapi Jon, terus menghalanginya.
" Binatang sialan ini!!! " Rakian mengambil pedangnya dan dia mengarahkan nya ke arah Jon.
Jon tidak gentar, dia terus menahan Rakian. Hingga akhinya Rakian mengarahkan pedang kepadanya.
...----------------...
__ADS_1