Suamiku, Tidak Tahu Aku.

Suamiku, Tidak Tahu Aku.
CHAPTER 6


__ADS_3

Ruang makan mansion Johannes.



Ruang makan itu tertata mewah. Di atas meja, beragam makanan tertata rapih, di ujung kursi utama Johannes duduk.



Sementara itu, Eden si kepala pelayan, berdiri di samping Johannes. Dia menyiapkan segala kebutuhan Johannes.


" Eden, apa jadwalku kali ini? " Tanya Johannes seraya memotong daging.


" Pelatihan ksatria. " Ucap Eden singkat.


" Ksatriaku tidak perlu di latih lagi, mereka sudah cukup kuat. " Ucap Johannes seraya memasukkan daging yang telah di potong ke dalam mulutnya.


" Baiklah yang mulia. " Ucap Eden mengerti.


| Syukurlah, karena para ksatria memang tidak mengharapkan pelatihan dari anda. Karena anda sangat keras dalam melatih. Sampai-sampai, para ksatria di buat masuk ruang pengobatan.| Pikir Eden.


" Lalu, bagaimana dengan jadwal selanjutnya? " Tanya Johannes dengan tangan di dagunya.


" Besok anda akan melakukan pertemuan. Pertemuan itu di lakukan untuk mendiskusikan tentang bisnis makanan. " Ucap Eden.


" Pertemuan. Aku paling tidak suka pertemuan para bangsawan." Ucap Johannes.


" Selain itu, pertemuan ini di lakukan di Restoracio. " Ucap Eden.


Restoracio, adalah sebuah restoran bagi para bangsawan untuk melakukan bisnis. Para bangsawan tinggi akan menyewa tempat itu, untuk berdiskusi dengan rekan bisnis mereka.


" Siapa yang menyewa Restoracio? " Tanya Johannes.

__ADS_1


" Yang mulia putra mahkota. " Ucap Eden.


" Aku sudah menduga itu. Eden, kirim 5 peti emas batang ke istana putra mahkota. " Johannes memberi perintah, untuk memberikan 5 peti yang berisikan emas batangan.


Johannes tidak mau berhutang kepada siapapun, dia benci gratis. Karena itu merusak harga dirinya sebagai seorang lelaki.


" Baik yang mulia, saya akan menyiapkannya. " Ucap Eden patuh.


" Maaf yang mulia, apakah surat kontrak sudah anda tanda tangani? " Tanya Eden yang merujuk kepada dokumen/surat kontrak pernikahan Johannes dan Elenoa.


Johannes berdiri dari duduknya, dia sudah selesai dengan makanannya.


" Aku sudah tanda tangan, jadi berikan salinan surat tersebut kepada wanita itu. " Ucap Johannes seraya meninggalkan ruangan.


" Baik yang mulia. " Eden membungkuk dengan patuh.


...----------------...


Malam hari...



" Ternyata aku adalah wanita kuat. " Ucap Elenoa seraya berjalan ke arah teras.


Elenoa pergi ke teras dan melihat indahnya bulan dan bintang. Tidak lupa, Elenoa pun membawa secangkir teh untuk melengkapi istirahatnya.


" Aku sudah lama tidak melihat bintang dan bulan. Karena aku hanya melihat bulan dan bintang saat ibuku masih hidup. Aku bahkan menyembunyikan sosok ceriaku di depan orang itu (ayahnya), aku selalu bersikap tegas dan datar ketika berhadapan dengan orang itu. " Elenoa bergumam kepada dirinya sendiri.


Ibu Elenoa telah meninggal karena sakit yang di deritanya, ketika ibunya Elenoa masih sakit Marquees malah menikah dengan ibunya Bara. Dan membawanya ke Kediaman Marquess, bersamaan dengan kematian ibunya Elenoa.


Maka dari itu, Elenoa sangat membenci ayahnya. Karena dia berpikir bahwa ayahnya sudah menduakan ibunya dan membuat ibunya meninggal.

__ADS_1


" Aku benci dirinya, meskipun darahnya mengalir di tubuhku. " Ucap Elenoa dengan mata yang menatap bintang.


Elenoa tidak mau terhanyut dengan pikiran yang merajuk pada ayahnya. Dia menyingkirkan pikiran itu, dan beralih memikirkan bagaimana dia bisa mengumpulkan uang untuk dirinya yang suatu saat akan melakukan petualangan setelah masa kontrak berakhir.


" Yang pasti aku akan bekerja, aku tidak mau bergantung kepada seseorang. Terutama aku bosan dengan kehidupan yang itu-itu saja. " Gumam Elenoa.


Saat Elenoa sedang menikmati secangkir teh, serta indahnya bulan dan bintang. Tiba-tiba, terdengar suara......


' Cit,cit,cit......'


" ? " Elenoa mendengar suara tersebut.


" Jangan bilang itu si mungil abu-abu. " Ucap Elenoa seraya mencari di mana sumber suara tersebut.


Saat Elenoa mencari, ternyata si mungil abu-abu yang di maksud adalah seekor tikus, tikus itu berada tepat, di depan kakinya Elenoa.


Elenoa yang menyadari dan melihatnya, dia repleks berteriak dan menendang tikus tersebut.


" Gah?!!! tikus!!!......tikus!!! " Teriaknya seraya menendang tikus tersebut.



Hewan kecil itu hilang entah kemana, saking kagetnya kaki Elenoa pun berulah.


" Tikus sialan!!! Kenapa banyak sekali tikus. Padahal aku sudah membersihkan rumah ini dengan penuh semangat dan ke gigihan. " Ucap Elenoa seraya masuk dan mengunci pintu.


...----------------...


BERSAMBUNG......


JANGAN LUPA LIKE DAN COMMEN YAH😉

__ADS_1




__ADS_2