SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 1


__ADS_3

PROLOG


" SAH..."


Para saksi mengucapkan dengan mantap .


Mereka sah sebagai suami istri sekarang .


Alia menatap laki-laki tampan disebelahnya ,yang kini resmi menjadi suaminya . Diciumnya tangan itu , sosok yang juga menjadi pemilik perusahaan tempat bapaknya bekerja , setelah itu Aska mendekat dan mencium keningnya .


" Alhamdulillah ..." Ucap Bapak yang duduk di belakangnya .


Setelah sungkem dengan bapak , mereka berdiri dan bersalaman dengan beberapa saudara dan kerabat yang menghadiri akad nikah di sebuah rumah mewah itu .


Alia berdiri dan menyalami beberapa tamu dengan mengenakan kebaya putih .


Dirinya resmi sebagai Nyonya Aska Permana .


Seorang laki-laki tampan dengan kekayaan berlimpah yang mungkin akan diidamkan wanita manapun , yang pasti akan menganggapnya sangat beruntung ...seorang anak satpam sepertinya bisa menjadi istri konglomerat . Meski pernikahan mereka di dasari balas budi atas kebaikan seorang Aska kepada bapaknya yang hanya seorang satpam di perusahaannya .


Harusnya ia bahagia , hidupnya akan tercukupi dengan suami yang katanya sudah menyukai dirinya sejak pertama bertemu , saat ia menemui bapak di kantor waktu itu .


Suatu hal yang mustahil , dia bisa suka saat pertama bertemu , pikirnya ...yang menganggap itu hanya gurauan semata .


" Pak Aska , jadi resepsi akan diadakan minggu depan ." Tanya seorang tamu , laki-laki setengah baya yang memakai jas hitam .


" Iya Pak ." Jawab Aska , sembari menunjukkan senyuman termanisnya .


Alia menatapnya sekilas . Memang suaminya itu sangatlah tampan , banyak wanita yang mungkin tergila-gila padanya . Tetapi harusnya sebuah pernikahan tidak hanya mempertimbangkan itu saja , harus ada cinta diantara keduanya .


Itulah masalahnya kini , dia sama sekali tidak mencintainya , bagaimana mungkin mereka bisa hidup bersama .


" Pak , aku ke kamar mandi sebentar ." Pamit Alia pada bapaknya yang tengah berbicara dengan seseorang . Aska sendiri tak memperhatikannya karena sibuk dengan temannya yang baru datang .


Alia masuk ke kamar tamu , mungkin bapaknya menganggap ia akan ke kamar mandi di dalam kamar itu , yang memang paling dekat . Sehingga hanya memperhatikannya sekilas .


Ia menutup pintu dan berjalan ke jendela , yang langsung menghubungkan dengan halaman depan rumah Aska yang sangat luas .

__ADS_1


Dari kejauhan dilihatnya 2 satpam berjaga di gerbang .


Sementara mobil berjejer rapi di halaman .


Ia mengamati sekeliling yang nampak lengang , semua tamu berkumpul di ruang tamu .


Ia membuka jendela yang memang tidak berteralis disana dan bersyukur ini akan sangat memudahkan jalannya .


Sambil menarik nafas panjang , dicobanya untuk menenangkan diri , semua akan baik-baik saja .


Diambilnya tas berisi baju-baju yang dibawanya dari rumah .


Secepat kilat ia mengganti pakaiannya , hanya mengenakan celana jeans dan kaos putih , lalu meletakkan kebaya yang dikenakannya tadi di atas kasur .


Selesai ...dilihatnya lagi dari jendela dan suasana masih sama .


Ia melompat jendela yang hanya setinggi pinggangnya .


Beruntungnya banyak mobil berjejer disana , sehingga saat melewati ruang tamu , tak ada satupun yang melihatnya .


Lagipula tak ada yang memperhatikan keluar , mereka sibuk bercengkerama . Dari kejauhan dilihat Aska tengah tertawa bersama teman-temannya sambil menikmati makanan ringan yang disajikan .


Setelah itu ia mengendap-endap keluar .


Hanya saja 2 satpam di depan masih berjaga disana dan pintu gerbang terbuka lebar .


Huft ....sekarang bagaimana caranya bisa mengalihkan perhatian kedua satpam itu , sementara tidak ada jalan lain di rumah ini , selain pintu gerbang depan .


Kedua satpam yang berdiri membelakanginya tampak saling berbicara dan sepertinya tak ada lagi tamu yang hadir .


Alia berjongkok di hamparan taman luas di samping gerbang , ketika kakinya menginjak beberapa bebatuan disana , membuatnya terselip ide cemerlang .


Diambilnya batu yang agak besar , lalu melemparkan ke arah jendela ruang tengah dan gagal ....


Tidak sampai ..


Dicobanya berulang-ulang , sampai akhirnya ia menemukan batu yang sedikit lebih besar dari sebelumnya , dengan melempar sekuat tenaga dan ..

__ADS_1


PYAR.....!!!


Mengenai kaca jendela , yang sontak membuat kedua satpam menoleh ke arah timbulnya suara , dengan cekatan mereka langsung berlari masuk , tanpa memperdulikan pintu gerbang yang masih terbuka lebar .


Alia tersenyum puas , setelah dua satpam itu menjauh , ia berlari secepat mungkin dan bernafas lega usahanya berhasil .


Ia terus berlali menjauh , jangan sampai orang-orang di dalam rumah menyadari kepergiannya dan mereka tidak akan tinggal diam .


Terus berlari selama lebih dari 15 menit , membuat nya cukup lelah . Ia sudah sampai di jalan besar dan lumayan cukup jauh dari rumah Aska .


Sekarang ia harus kemana , tidak ada tujuan .


Setelah beristirahat beberapa menit , ia kembali melangkahkan kaki .


Berniat menyebrangi jalan karena dilihatnya ada pangkalan ojek disana .


Tanpa memperhatikan jalan ia menerobos , tanpa menyadari ada mobil berkecepatan tinggi menuju ke arahnya dan ..


BRAKKK !!!!


Tubuhnya terpental ...masih diingatnya ketika beberapa orang berkerumun mengelilinginya , setelah itu semua gelap ...ia tak ingat apa-apa lagi .


Ia membuka matanya perlahan , kepalanya terasa sakit sekali . Diamatinya sekeliling ruangan yang berwarna putih .


Diangkatnya tangan dan jarum infus tertancap disana .


Ini rumah sakit ...


Ditatapnya lagi ruangan yang berisi dirinya sendiri , tak ada seorang pun disana .


Tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka , ia menoleh .


Seorang laki-laki mengenakan kemeja cream dan memakai kaca mata hitam mendekat ke arahnya .


" Kamu sudah bangun ?" Ucapnya dengan suara berat .


Ia masih menatapnya lama .

__ADS_1


" Kamu siapa ?" Tanyanya pelan .


" Nicolas ."


__ADS_2