SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 51


__ADS_3

Setelah makan siang , Aska menemui tamunya di lobi bawah . Sementara Rena menyelesaikan pekerjaan di ruangannya .


Sampai menjelang pukul 15.00 Aska pun tak kunjung kembali .


Rena meregangkan tangannya , sedari tadi di depan laptop ternyata cukup melelahkan .


Ia mengambil ponsel dan membaca beberapa pesan yang masuk .


Sampai dering panggilan berbunyi .


Dian .


" Iya ." Jawabnya langsung .


" Bu ,maaf ada Fika mau bertemu ." Jawab Dian .


Fika .


Mungkin ia ingin meminta maaf sekaligus berpamitan . Berarti Aska tidak akan lagi merubah keputusannya yang sudah final .


Walaupun mereka tidak terlalu mengenal ,tapi kasihan juga melihatnya sampai harus kehilangan pekerjaan yang dengan susah payah didapatkan . Siapapun tahu tak sembarang orang bisa masuk perusahaan ini ,kecuali dirinya sendiri yang bisa masuk lewat jalur dalam tentu saja .


Apalagi setelah itu ,pasti kesulitan yang didapatkan untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain ,tapi mau bagaimana lagi . Ia sudah coba membujuk Aska , nampaknya tidak berhasil juga .


" Iya suruh masuk saja ."


" Baik Bu ."


Tak lama terdengar ketukan di pintu .


" Iya masuk ."


Pintu terbuka . Fika berdiri disana , dengan tatapan yang sayu , tidak seperti saat mereka bertemu di kantin waktu itu .


" Duduk ."


Rena mempersilahkan duduk di sofa .


Fika mengangguk , lalu berjalan ke sofa dan duduk di depan Rena .


Ia sedikit menundukkan wajah ,mungkin bingung harus mulai obrolan .Setelah menarik nafas panjang , ia memberanikan diri menatap Rena .


" Ibu nggak papa kan soal yang kemarin ?" Tanyanya memastikan , ia memang masih melihat ada perban kecil menempel di kening Rena .


" Nggak papa ." Jawab Rena pendek .


" Saya ...saya minta maaf karena sudah berusaha mencelakai Ibu kemarin ." Ucapnya terbata .


" Iya , sudah lupakan ...asal jangan diulangi lagi ke siapapun ."


Fika mengangguk .

__ADS_1


" Saya juga minta maaf karena sudah lancang mengatakan sesuatu yang buruk soal Ibu ." Lanjutnya .


Rena hanya diam .


" Terima kasih karena Ibu sudah membantu saya sehingga tidak sampai kehilangan pekerjaan disini ."


Rena menatapnya kaget .


" Maksud kamu ?"


" Pak Iwan sudah bicara sama saya tadi ,kalau Ibu meminta untuk merubah keputusan soal saya . Memang saya mendapatkan SP1 , tapi setidaknya saya sangat bersyukur masih diijinkan bekerja disini ."


Rena menarik nafas lega , syukurlah .


" Setelah ini tolong gunakan kesempatan yang diberikan dengan baik ,kamu disini lebih senior dari saya , jadi pasti lebih paham soal itu ."


" Iya Bu , terima kasih banyak ."


Rena cuma tersenyum .


Fika lantas berdiri . " Kalau begitu saya permisi dulu ."


Rena ikut berdiri ." Iya ,silahkan ."


Setelah Fika keluar , tak berselang lama Aska muncul .


" Ada siapa ?" Tanya Aska melihat pintu ruangannya tadi sedikit terbuka .


" Mau ngapain ?" Tanyanya lagi dengan wajah menyelidik .


" Nggak usah curiga gitu muka nya ." Goda Rena ." Dia cuma minta maaf kok ."


" Ya udah ." Aska berjalan masuk dan duduk di kursinya .


Rena mendekat dan menyandarkan tubuhnya di meja . Mereka berhadapan .


" Kenapa ?" Tanya Aska .


" Terima kasih ya ." Ucap Rena sambil tersenyum .


" Untuk apa ?"


" Karena kamu nggak jadi pecat Fika ." Serunya antusias .


" Biasa aja ,nggak usah lebay ." Jawabnya datar .


Rena meringis kesal . Laki-laki di depannya ini sungguh seperti es . Mulutnya susah sekali untuk sekedar tersenyum .


Rena berdiri dan beralih duduk di pangkuan Aska .


" Heii , ngapain disini ?!" Sentaknya .

__ADS_1


" Memang kenapa ?" Tanya Rena balik .


" Nanti kalau ada yang masuk gimana ?"


" Nggak mungkin ada yang berani nyelonong masuk ruangan bos ." Jawab Rena santai .


" Udah sana ,berat kamu ." Usir Aska .


Rena manyun .Bukannya berdiri ia malah sibuk melepaskan dasi Aska dan dengan cepat membuka kancing-kancing bajunya .


" Heiii ...jangan berbuat mesum ini kantor !" Sentak Aska , lantas ia menghentikan Rena yang hampir saja melepas semua kancing bajunya .


Rena terbahak melihat tingkah Aska .


Setelah itu ia hanya meringkuk di sana , melingkarkan tangan di pinggang Aska dan menempelkan wajah nya di dada bidang Aska yang terbuka tanpa tertutup pakaian .


Aska menarik nafas panjang .Lega karena perkiraannya tak terbukti .


" Yang pikirannya mesum siapa ?" Tanya Rena ,masih tak merubah posisinya .


" Kamu ."


Rena mengangkat kepalanya ,posisi mereka sangat dekat sekarang .


" Oh ya ."


" Kembali ke meja kamu ,jangan kurang ajar sama bos ."


" Nggak mau ."


" Saya bisa pecat kamu ,menggantikan Fika ." Ancam Aska .


" Nggak takut ."


Aska melotot .


Rena langsung membungkam mulutnya dengan sebuah ciuman disana yang membuat seorang Aska Permana kembali tak berkutik .Dengan mudahnya ia tergoda wanita mesum ini .


Mereka semakin terbawa suasana , setelah puas menikmati bibir mungil itu ,Aska beralih menikmati leher jenjang yang terpampang nyata di depan matanya .


Sementara tangan Rena malah sibuk bermain-main dengan bulu dada Aska .


Selesai membuat hiasan di leher , Aska kembali menangkup bibir itu dan memasukinya semakin dalam .


Rena sedikit terengah-engah dan melepas ciumannya , tapi dengan cepat Aska meraihnya lagi dan langsung bermain di dalamnya .Dengan durasi yang lama sampai membuat bibir mereka kebas .


Disaat seperti ini ,serasa dunia hanya milik mereka . Sampai tak menyadari kalau pintu ruangan terbuka lebar dan ...


" OH MY GOD , KAKAAAAAAKKKK !!!" Wanita muda yang baru saja masuk spontan berteriak sambil menutup wajahnya dengan telapak tangan .


Karena kaget Rena langsung loncat dari pangkuan Aska sampai membuatnya hampir terjerembab di lantai , sementara Aska dengan cekatan mengancingkan kemejanya .

__ADS_1


Ia berdiri dan sangat terkejut melihat siapa yang berdiri di depannya .


__ADS_2