
Fika keluar dari ruang meeting dan langsung kembali ke mejanya . Sementara pikirannya masih berkelana entah kemana .
Ia masih tak percaya dengan apa yang didengarnya langsung dari mulut Aska .
Rena itu ternyata istrinya .
Setelah ini apa sanggup ia sanggup bertemu Rena .Apa yang harus dikatakannya .
" Fika ,kamu dipanggil Pak Iwan ."
Dewi muncul di depan .
" Iya sebentar ."
Dan sekarang ,kariernya disini benar-benar berakhir .
Sementara di tempat lain ...
Aska kembali ke ruangannya setelah berbicara dengan Fika .
Saat masuk ,dilihatnya Rena sudah duduk di sofa .
Ia bergegas menghampiri .
" Kenapa bangun ?"
Rena menatapnya ." Udah nggak papa ." Jawabnya pelan .
" Kita pulang sekarang ."
Rena nampak terkejut ." Tapi bukannya kamu ada tamu ."
" Udah cancel ."
Aska beralih ke mejanya , merapikan lalu mengambil tas .
Setelah itu beralih ke meja Rena dan mengambil tas nya yang tergeletak di atas meja .
" Masih pusing ?" Tanya Aska , sambil membantu Rena berdiri .
" Sedikit ."
" Ya udah ayok ."
Kali ini Aska membawa tas nya dan juga Rena di tangan kiri , sementara tangan kanan menuntun Rena keluar .
Sampai di depan , Dian berdiri di samping mejanya .
" Mbak Rena udah enakan ?" Tanya Dian .
Rena mengangguk .
" Oh ya Dian , nanti kamu hubungi sekretaris Pak Alex , meeting hari ini jadi cuma perubahan jam nya aja ,nanti saya hubungi langsung Pak Alex nya ."
" Baik Pak ."
" Oke saya pulang dulu ,laporan tadi kamu kirim ke email aja ."
Setelah berpamitan mereka langsung menuju lift .
Dari belakang Dian melihat , kali ini Aska bersikap lebih mesra dari biasanya ke Rena .
__ADS_1
Tangan satunya membawakan tas , sementara tangan lainnya melingkar di pinggang Rena .
Sepertinya memang ada yang spesial di antara mereka .
Tak lama ia beralih ke ponselnya yang berdering .
Fika .
" Ada apa ?"
" Iya kesini aja , Pak Aska sudah pulang ."
" Iya ."
Dari nada suaranya terdengar kalau sedang ada masalah .
Ia semakin penasaran , sebenarnya apa yang membuat Aska memanggil Fika tadi , sepertinya masalah yang serius .
Tak sampai 10 menit ,Fika sudah muncul disana . Wajahnya nampak murung .
" Ada apa ?" Tanya Dian cemas .
Fika menarik kursi dan duduk di sebelah Dian .
" Kamu ada masalah sama Pak Aska ?"
Fika mengangguk ,lalu ia mulai menceritakan kejadian di kantin tadi , saat ia berusaha mencelakai Rena .
" Apa ?" Dian nampak terkejut sambil membungkam mulutnya ." Kenapa kamu bisa lakukan hal itu ?"
" Aku cuma kesal aja ." Jawab Fika datar .
" Terus ,tadi kamu dimarahi Pak Aska ?"
Dian mendelik ." Kamu sampai dipecat karena masalah ini ?" Tanyanya ulang .
Fika mengangguk .
" Ya untunglah kondisinya nggak sampai parah ,lagian kamu kenapa bisa nekat gitu ,bahaya loh itu ."
" Iya aku menyesal ." Fika menundukkan kepalanya ." Kalau yang aku kerjain karyawan biasa mungkin Pak Aska nggak mungkin sampai bertindak begini ."
" Maksud kamu ?" Tanya Dian bingung .
" Kamu juga pasti nggak akan percaya yang aku dengar ini ."
" Apa ?"
" Rena itu ternyata istrinya Pak Aska ."
" Haaaaah ?!"
" Iya ,Pak Aska sendiri yang bilang ."
" Ya ampun ." Ucap Dian masih tak mempercayai apa yang baru saja di dengarnya .
*****
Mereka sampai setengah perjalanan .Ketika Aska berhenti disebuah restorant .
" Tunggu disini ,aku beli makanan dulu ."
__ADS_1
Rena menatapnya ." Aku aja yang turun ."
Aska mengacuhkannya dan langsung keluar dari mobil .
Rena menatapnya kesal .
Tak berapa lama ,Aska kembali membawa kantong besar ditangannya .
Begitu masuk mobil ,Rena mencium aroma sop ayam kesukaannya dari dalam kantong yang dibawa Aska , membuatnya langsung sumringah .
" Mampir apotik dulu ,nebus resep tadi ."
Rena mengangguk .
Sesampainya di apartemen , Rena masuk kamar duluan dan ganti baju . Begitu selesai tak dilihatnya Aska disana ,ia pun keluar .
Ternyata Aska sudah di meja makan dan sudah menata sop ayam yang tadi dibelinya ke dalam mangkok .
" Pinter juga kamu nyiapin makanan ." Puji Rena .
" Emang dari dulu aku pinter ." Jawab Aska , lalu berjalan masuk ke kamar .
Pede amat , gumam Rena .
Setelah Aska keluar dari kamar . Mereka makan siang bersama ,yang sempat tertunda setelah insiden tadi .
" Nanti sorean aku keluar bentar meeting sama Pak Alex ." Ucap Aska ditengah-tengah makan .
" Iya ."
" Nggak papa kan sendirian ?"
" Nggak papa ."
" Habis makan diminum obatnya terus tidur ."
Rena menatapnya ." Masak jam segini disuruh tidur ."
" Nggak usah ngebantah ." Sentak Aska .
Rena manyun ,lalu melanjutkan makannya .
Dan benar saja setelah selesai makan dan minum obat , Aska memaksanya untuk tidur .
Rena kembali duduk .
" Aku nggak ngantuk ,udah ah mau di depan aja ."
Aska memegangi tangannya saat ia mau turun dari tempat tidur .
" Nggak mau ." Tolak Rena lagi .
Aska menarik tubuhnya dan merebahkannya di kasur ,lalu mengerubuti tubuhnya dengan selimut .
" Ponsel aku mana ?" Tanya Rena dari balik selimut .
" Nggak usah main ponsel ,nanti pusing ."
Rena cemberut . Apa yang harus dilakukannya sekarang .Ini masih siang tapi harus dipaksa tidur juga .
Aska masih duduk disampingnya dan pasti nggak akan membiarkannya turun dari tempat tidur .
__ADS_1
Rena merubah posisi tidurnya menghadap jendela .
Masih sedikit kesal , ia mencoba untuk memejamkan mata .Perlahan dirasakan tangan Aska mengusap keningnya .