
Setelah pertemuannya dengan Nico kemarin , sedikit membuatnya tak nyaman .
Apa rencana Nico selanjutnya , rasanya nggak mungkin hanya sebatas ia menginginkan kontrak kerja dengan PT Perwira . Memang sangat menguntungkan kontrak itu ,tapi kalaupun tidak juga mungkin tidak terlalu berpengaruh bagi perusahaan Aska .
Tetapi lain ceritanya , hal itu sangat berpengaruh besar bagi perusahaan Nico .
Harus diakui dalam hal mengelola perusahaan . Aska lebih handal dalam hal ini , mungkin itu juga yang semakin menumbuhkan sifat iri dalam diri Nico . Merasa selalu kalah dengan adiknya itu .
Padahal dulu perusahaan yang dipegang Aska tidak sebesar ini saat Papanya sendiri yang memegangnya ,tapi kini perusahaan semakin maju pesat berkat kerja keras nya .
Kemarin malam Aska memutuskan menceritakan semua ,soal dirinya dan juga Astrid ,meski ia sama sekali tidak menyebut nama Nico di dalamnya .
Ia hanya menceritakan soal perusahaannya yang kini diberikan untuknya oleh Papanya .
Sementara untuk Astrid Papanya memberikan sebuah hotel yang saat ini diurus oleh orang kepercayaan Papanya . Astrid sendiri sepertinya kurang berminat untuk mengurus harta warisannya , ia hanya menginginkan hidupnya yang biasa saja . Setelah menikah lebih memilih untuk hidup bersama keluarga suaminya dan hanya mengandalkan uang dari suaminya . Sampai saat ini memang masih Aska yang bertanggung jawab untuk hotel milik Astrid karena adik nya itu selalu menolak untuk coba belajar mengurus nya sendiri .
PERMANA GREEN HOTEL .
Ia juga baru sekali ketempat itu menemani Aska ketika ada sedikit masalah disana .
Hotel berbintang 5 yang cukup megah . Selain itu Astrid juga mendapatkan rumah sama seperti kedua kakaknya , yang sampai saat ini belum pernah ditempatinya .
Sekali lagi ia hanya mau hidup bersama harta suaminya ,itu saja .
Kembali ke masalah Nico , sebenarnya ingin sekali ia menceritakan semua ke Aska ,soal kontrak kerja yang diinginkan dan yang paling tidak masuk akal , soal Nico yang akan menikahinya . Akan tetapi semua itu membuatnya takut . Sifat Nico dan Aska hampir sama . Bisa jadi kalau Aska mengetahui semua ,akan semakin menumbuhkan permusuhan yang makin menjadi . Ia tak mau itu terjadi ,tetapi juga membuatnya dilema sekarang .
Kalaupun ia bisa menolak permintaan Nico ,bisa saja dia melakukan hal yang lebih pada Aska diluar sepengetahuannya ,akan lebih membahayakan Aska tentunya .
Sekarang apa yang harus dilakukannya ?
Nico orangnya sangat nekat ,sementara Aska tak pernah bisa mengendalikan dirinya saat emosi . Kedua nya sama-sama keras kepala . Ia hanya tak mau kalau sampai Aska celaka .
Ia menutup wajah dengan telapak tangan , tak tahu harus bagaimana lagi .Untuk sekarang ia masih bisa mengikuti alur skenario dari Nico ,tapi setelah ini Nico akan meminta mereka berpisah . Apa yang harus dilakukan saat itu terjadi .
Ia menarik nafas panjang ,kemudian perlahan menurunkan telapak tangan dan membuka matanya lebar -lebar .
" HAAAAAAAAAAA !!!" Ia berteriak , melihat wajah Aska sudah ada didepannya .
__ADS_1
" Apa sih nggak usah lebay !" Sentak Aska .
Mereka duduk berhadapan di kasur .
" Kamu kenapa suka muncul tiba-tiba ?"
" Emang setan muncul tiba-tiba ." Jawab Aska asal .
Rena terbahak .
" Geser aku mau tidur ." Usir Aska .
Rena melihat ponselnya ,ternyata ini sudah jam 11 malam . Dari tadi Aska memang diluar ada pekerjaan yang harus diselesaikan .
" Yakin mau tidur ?" Goda Rena sambil mengedipkan sebelah matanya . Tangannya dengan cekatan melingkar di leher Aska .
" Ya ." Jawab Aska tegas .
Aska menarik nafas panjang ,berusaha menahan godaan , saat Rena mendekat dan semakin dekat .
Bukan menuju ke bibirnya seperti biasa , Rena sedikit menunduk dan dengan cepat menjelajahi lehernya .
Ia memejamkan mata , menikmati setiap sentuhan di lehernya , begitu pula saat tangan Rena menjelajah dadanya .Membuatnya semakin memanas .Jantungnya berdebar tak karuan .
Ia berusaha mengendalikan tubuhnya dan mendorong Rena menjauh .
" Aku mau tidur capek ." Ucapnya .
" Mau tidur ?" Tanya Rena memastikan .
" Ya ."
Rena menundukkan kepalanya ,melihat sesuatu yang menonjol dari balik celana yang dikenakan Aska .
Rena menunjuknya dengan jari telunjuk ." Tapi anaconda kamu bangun ." Bisiknya .
Sontak membuat wajah Aska merah merona .
__ADS_1
Kepalang basah ,terlanjur malu . Aska segera mendorong tubuh Rena ke kasur dan dengan cepat menindihnya .
*****
Di unit apartemen nya .
Astrid tengah menangis ,dengan masih menempelkan ponsel di telinganya .
Pembicaraannya dengan William yang dikiranya bisa menghapus semua kerinduan setelah berpisah beberapa hari ini ,nyatanya hanya berujung sebuah pertengkaran .
" Maaf sayang ,aku masih sibuk akhir-akhir ini ,kantor sedikit bermasalah ." Jawaban yang tak pernah bisa diterimanya dari dulu .
" Kamu dimana ?" Tanya Astrid langsung .
" Aku di ..."
" Di tempat wanita itu ." Potong Astrid cepat .
" Sayang ,jangan seperti itu aku cuma ..."
TUT...TUT...TUT
Astrid menutup sambungan telponnya dan melempar ponselnya di kasur .
Kembali ia menangis tersedu , sambil mengusap perutnya .
Sekian lama mereka menantikan kehadiran bayi dalam pernikahannya , tetapi disaat semua kebahagian terasa sempurna dalam pernikahannya , semua itu datang .
Di hari dimana ia memberitahukan kabar kehamilannya , di hari itu pula ia tahu kalau ada wanita lain di hati William . Yang ternyata hubungan mereka sudah jalan lebih dari setahun lamanya .
Semua seperti belati yang menusuk dadanya .Orang yang begitu dicintai dan ia sangat bergantung hidup padanya ,ternyata tega mengkhianatinya . Meski sikap William tak pernah berubah padanya .
Sifat suaminya yang cenderung diam tak terlihat seperti seorang palyboy ,pada kenyataannya mempunyai sisi lain yang tidak diketahuinya . Sekarang ia tak tahu harus berbuat apa ,sudah ada bayi di dalam kandungannya .
Ia mengambil air putih di atas nakas dan meminumnya , agar membuatnya sedikit tenang .
Kepulangannya ke Indonesia sebenarnya hanya ingin menghindari ini semua .
__ADS_1
Entahlah ,untuk saat ini ia tak punya keputusan untuk hidupnya . Mungkin nanti setelah anaknya lahir .
Ia bisa menata lagi hidupnya yang telah hancur tak berbekas .