SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 66


__ADS_3

Rena sampai di kantor hampir setengah 2 siang , ia berlari masuk dan langsung menuju lift .


Sampai di depan ruangan Aska dilihatnya Dian langsung berdiri saat melihatnya .


" Siang Bu ." Sapanya .


" Siang ..oh ya Mbak Dian ,setelah ini Mas Aska apa ada meeting atau janji bertemu klien ?" Tanyanya memastikan .


Dian menggeleng ." Jadwal kosong Bu sampai sore ."


" Oke baiklah ,kalau ada tamu tolong di cancel ,soalnya ada yang mau saya bicarakan serius ."


" Baik Bu ."


" Terima kasih ya ."


Rena berjalan masuk dan begitu sampai di dalam langsung menutup pintu dan menguncinya .


" Ngapain di kunci segala ?" Tanya Aska heran ,ia sedang di meja kerja ,menata beberapa berkasnya .


Rena langsung masuk dan seperti biasa langsung membuka bekal yang dibawanya , ini sudah lewat makan siang .


Menu hari ini ada gurame bakar ditambah sambal terasi .


Rena berjalan ke wastafel belakang ,nggak mungkin juga pakai sendok kalau makan ikan .


Begitu Rena kembali , Aska menarik kursi nya mendekat , sementara Rena duduk di meja .


" Enak ?" Tanya Rena setelah memberinya suapan pertama .


Aska mengangguk , sambil mengunyah makanannya .


" Jangan banyak-banyak sambelnya ." Protes Aska kemudian ." Tadi kemana ,kenapa telpon nggak diangkat ?"


Iya ,memang tadi saat bersama Astrid ...Aska menghubunginya berkali-kali , tapi sengaja tidak di angkat .


" Anterin Astrid ." Jawabnya pendek .


" Kemana ?" Tanyanya terus .


" Nanti diceritain ,habisin dulu makannya ."


" Sekarang aja ."


" Habisin dulu ,bawel !"


Aska langsung manyun .


Setelah itu tak ada percakapan sampai makanan di box tak bersisa .


Selesai makan , mereka tetap dalam posisi duduk yang sama .


" Kalian kemana ?" Tanya Aska ,sepertinya ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan .


" Janji ,jangan marah dulu . " Pinta Rena .


Aska mendelik ." Kenapa sih ?!"


" Udahlah janji dulu ..."


" Iya janji ."


Rena menarik nafas panjang memulai ceritanya .


" Tadi kita menemui William ."


" William ,dia di sini ?"


Rena mengangguk .


" Terus ?"


Rena diam sebentar ." Astrid sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka ."


Aska terlonjak ." Cerai ?"


" Ya ."


" Tapi selama ini hubungan mereka baik-baik saja ."

__ADS_1


Rena menggeleng ." Ada wanita lain diantara mereka ."


" Apa ?!" Aska sudah hampir berdiri dan raut wajahnya juga berubah seketika , dengan cepat Rena menahannnya .


" Tadi janji nggak marah kan ?" Tuntutnya .


Akhirnya Aska kembali duduk .


" Dengerin dulu belum selesai ..."


" Iya ." Jawab Aska kesal .


" Kepulangan Astrid kesini sebenarnya untuk menghindari mereka ."


" Memang sudah berapa lama ?"


" Jauh sebelum Astrid hamil ."


" BRENGSEK !!!!" Umpatnya , sambil menggebrak meja .


" Tapi tolong kamu jangan berbuat macam-macam ,untuk sekarang Astrid sudah bisa menerima semuanya , jadi jangan menambah masalah lagi ."


" Kalian tadi bicara apa ?"


" Astrid cuma menegaskan ,setelah bayinya lahir akan segera di urus perceraian .


Aska tiba-tiba berdiri dan mengambil jas nya yang disampirkan di kursi .


" Mau kemana , jangan berbuat macem-macem ."


" Pulang ." Rena segera mengambil tas dan menyusul Aska yang sudah berjalan duluan .


" Dian saya pulang dulu ."


" Baik Pak ."


Rena hanya tersenyum , lalu dengan cepat menyusul Aska .


20 menit kemudian ...


Mereka sampai di apartemen .


Aska hanya mengangguk , raut wajahnya tak berubah dari tadi .


Begitu sampai unitnya , Aska segera menuju kamar Astrid .


" Kenapa Kak ?" Tanya Astrid heran melihatnya sudah pulang .


Aska menerobos masuk dan menutup pintu .


Rena membiarkan mereka bicara berdua , semoga saja Aska tidak sampai emosi dan membuat Astrid sedih lagi .


" Kenapa kamu nggak cerita soal William ?" Tanya Aska pelan .


Mereka duduk berhadapan di kasur .


Astrid menundukkan wajahnya .


" Ya udahlah kak , semua juga udah selesai ." Ucapnya kemudian .


Aska menarik nafas panjang , sebaiknya ia tidak bertanya lagi karena itu hanya akan mengingatkan dengan masalahnya .


" Kamu yakin mau berpisah ?"


Astrid mengangguk ." Benar kata kak Rena , kalau aku harus mencari kebahagiaan sendiri , buat apa ada suami kalau cuma bikin sedih ." Ucapnya terbata .


Aska merengkuhnya ke dalam pelukan dan Astrid menangis sesenggukan di sana .


Cukup lama ,sampai ketika Astrid terlihat mulai tenang ,ia melepaskan pelukannya .


" Kakak tahu ,kemarin William bertemu dengan Kak Nico ."


" Nico ?" Aska nampak kaget ." Kalian sudah bertemu ?"


Astrid mengangguk ." Kak Nico bertemu saat William sedang bersama perempuan itu ." Mengucapkannya sedikit menumbuhkan rasa perih di hatinya .


" Terus ?"


" Kak Nico menghajarnya sampai babak belur ."

__ADS_1


Aska mendelik ." Baguslah ,untuk sekarang apa yang dilakukannya benar ." Ucapnya pelan .


Astrid tiba-tiba tertawa sambil mengusap air mata di pipinya .


" Tadi kak Rena juga menampar William ." Ceritanya lagi .


" Oh ya ?"


Astrid mengangguk ." Bahkan hampir berantem sama perempuan itu ."


" Sampai segitunya ?"


" Iya ,tapi pada akhirnya kak Rena tidak meladeninya ,karena takut kakak pasti marah besar kalau kak Rena berantem di depan umum ."


Aska diam sebentar , kemudian mengusap kening adik perempuannya itu ." Biar Pak Hasan yang urus semua nanti ,nggak usah khawatir ."


Astrid mengangguk .


" Ya udah kamu istirahat aja ." Aska mencium keningnya lalu berdiri dan keluar kamar .


Saat masuk kamarnya , Rena sudah menunggunya dengan cemas .


" Mas ." Ia menarik tangan Aska duduk di kasur ." Kamu nggak ngomong macem-macem kan ?" Selidiknya .


" Nggak ,emang ngomong apa ?" Tanya nya balik .


" Syukurlah ."


" Bukannya kamu sendiri yang berbuat kekerasan ." Sindirnya .


" Haaah ?"


" Nggak usah pura-pura nggak tahu ."


" Emang nggak tahu ."


" Kata Astrid kamu menampar William ."


" Iya wajahnya nyebelin , nggak ada rasa bersalahnya ." Ucapnya kesal .


" Terus katanya mau berantem sama perempuan itu ."


" Iya sih , pingin rasanya menjambak rambut panjangnya itu , biar tahu rasa dia ."


" Lakuin aja ."


" Emang boleh ?" Tanya Rena sambil menatap wajah Aska .


" Jangan ngawur ."


Rena manyun , lalu berdiri .


" Mau kemana ?" Tanya Aska .


" Bersih-bersih dapur ."


" Nggak usah , nggak penting ." Aska menarik tangannya kembali memintanya duduk .


" Terus ngapain di sini ?" Tanya Rena heran .


" Nggak ngapa-ngapain ."


Rena meringis kesal ." Nggak jelas !" Gumamnya , lalu kembali berdiri .


Aska kembali menariknya mendekat , pada akhirnya Rena jatuh di pangkuannya , membuat Rena melotot menatapnya ." Jangan macem-macem masih siang !" Sentaknya ,lalu cepat-cepat berdiri dan berlari keluar sebelum Aska menangkapnya .


Aska masih duduk di sana ,mengambil ponsel lalu mencari satu nama .


" Siang Pak Aska ." Sapanya .


" Sahrul ,sore ini kita bertemu ,saya ada tugas penting ."


" Baik bisa Pak , dimana ?"


" Di tempat biasa aja ,habis maghrib ya ."


" Baik Pak ."


" Oke makasih ."

__ADS_1


__ADS_2