
Rena sampai di kantor hampir setengah 2 siang , ia berlari masuk dan langsung menuju lift .
Sampai di depan ruangan Aska dilihatnya Dian langsung berdiri saat melihatnya .
" Siang Bu ." Sapanya .
" Siang ..oh ya Mbak Dian ,setelah ini Mas Aska apa ada meeting atau janji bertemu klien ?" Tanyanya memastikan .
Dian menggeleng ." Jadwal kosong Bu sampai sore ."
" Oke baiklah ,kalau ada tamu tolong di cancel ,soalnya ada yang mau saya bicarakan serius ."
" Baik Bu ."
" Terima kasih ya ."
Rena berjalan masuk dan begitu sampai di dalam langsung menutup pintu dan menguncinya .
" Ngapain di kunci segala ?" Tanya Aska heran ,ia sedang di meja kerja ,menata beberapa berkasnya .
Rena langsung masuk dan seperti biasa langsung membuka bekal yang dibawanya , ini sudah lewat makan siang .
Menu hari ini ada gurame bakar ditambah sambal terasi .
Rena berjalan ke wastafel belakang ,nggak mungkin juga pakai sendok kalau makan ikan .
Begitu Rena kembali , Aska menarik kursi nya mendekat , sementara Rena duduk di meja .
" Enak ?" Tanya Rena setelah memberinya suapan pertama .
Aska mengangguk , sambil mengunyah makanannya .
" Jangan banyak-banyak sambelnya ." Protes Aska kemudian ." Tadi kemana ,kenapa telpon nggak diangkat ?"
Iya ,memang tadi saat bersama Astrid ...Aska menghubunginya berkali-kali , tapi sengaja tidak di angkat .
" Anterin Astrid ." Jawabnya pendek .
" Kemana ?" Tanyanya terus .
" Nanti diceritain ,habisin dulu makannya ."
" Sekarang aja ."
" Habisin dulu ,bawel !"
Aska langsung manyun .
Setelah itu tak ada percakapan sampai makanan di box tak bersisa .
Selesai makan , mereka tetap dalam posisi duduk yang sama .
" Kalian kemana ?" Tanya Aska ,sepertinya ia merasa ada sesuatu yang di sembunyikan .
" Janji ,jangan marah dulu . " Pinta Rena .
Aska mendelik ." Kenapa sih ?!"
" Udahlah janji dulu ..."
" Iya janji ."
Rena menarik nafas panjang memulai ceritanya .
" Tadi kita menemui William ."
" William ,dia di sini ?"
Rena mengangguk .
" Terus ?"
Rena diam sebentar ." Astrid sudah memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka ."
Aska terlonjak ." Cerai ?"
" Ya ."
" Tapi selama ini hubungan mereka baik-baik saja ."
__ADS_1
Rena menggeleng ." Ada wanita lain diantara mereka ."
" Apa ?!" Aska sudah hampir berdiri dan raut wajahnya juga berubah seketika , dengan cepat Rena menahannnya .
" Tadi janji nggak marah kan ?" Tuntutnya .
Akhirnya Aska kembali duduk .
" Dengerin dulu belum selesai ..."
" Iya ." Jawab Aska kesal .
" Kepulangan Astrid kesini sebenarnya untuk menghindari mereka ."
" Memang sudah berapa lama ?"
" Jauh sebelum Astrid hamil ."
" BRENGSEK !!!!" Umpatnya , sambil menggebrak meja .
" Tapi tolong kamu jangan berbuat macam-macam ,untuk sekarang Astrid sudah bisa menerima semuanya , jadi jangan menambah masalah lagi ."
" Kalian tadi bicara apa ?"
" Astrid cuma menegaskan ,setelah bayinya lahir akan segera di urus perceraian .
Aska tiba-tiba berdiri dan mengambil jas nya yang disampirkan di kursi .
" Mau kemana , jangan berbuat macem-macem ."
" Pulang ." Rena segera mengambil tas dan menyusul Aska yang sudah berjalan duluan .
" Dian saya pulang dulu ."
" Baik Pak ."
Rena hanya tersenyum , lalu dengan cepat menyusul Aska .
20 menit kemudian ...
Mereka sampai di apartemen .
Aska hanya mengangguk , raut wajahnya tak berubah dari tadi .
Begitu sampai unitnya , Aska segera menuju kamar Astrid .
" Kenapa Kak ?" Tanya Astrid heran melihatnya sudah pulang .
Aska menerobos masuk dan menutup pintu .
Rena membiarkan mereka bicara berdua , semoga saja Aska tidak sampai emosi dan membuat Astrid sedih lagi .
" Kenapa kamu nggak cerita soal William ?" Tanya Aska pelan .
Mereka duduk berhadapan di kasur .
Astrid menundukkan wajahnya .
" Ya udahlah kak , semua juga udah selesai ." Ucapnya kemudian .
Aska menarik nafas panjang , sebaiknya ia tidak bertanya lagi karena itu hanya akan mengingatkan dengan masalahnya .
" Kamu yakin mau berpisah ?"
Astrid mengangguk ." Benar kata kak Rena , kalau aku harus mencari kebahagiaan sendiri , buat apa ada suami kalau cuma bikin sedih ." Ucapnya terbata .
Aska merengkuhnya ke dalam pelukan dan Astrid menangis sesenggukan di sana .
Cukup lama ,sampai ketika Astrid terlihat mulai tenang ,ia melepaskan pelukannya .
" Kakak tahu ,kemarin William bertemu dengan Kak Nico ."
" Nico ?" Aska nampak kaget ." Kalian sudah bertemu ?"
Astrid mengangguk ." Kak Nico bertemu saat William sedang bersama perempuan itu ." Mengucapkannya sedikit menumbuhkan rasa perih di hatinya .
" Terus ?"
" Kak Nico menghajarnya sampai babak belur ."
__ADS_1
Aska mendelik ." Baguslah ,untuk sekarang apa yang dilakukannya benar ." Ucapnya pelan .
Astrid tiba-tiba tertawa sambil mengusap air mata di pipinya .
" Tadi kak Rena juga menampar William ." Ceritanya lagi .
" Oh ya ?"
Astrid mengangguk ." Bahkan hampir berantem sama perempuan itu ."
" Sampai segitunya ?"
" Iya ,tapi pada akhirnya kak Rena tidak meladeninya ,karena takut kakak pasti marah besar kalau kak Rena berantem di depan umum ."
Aska diam sebentar , kemudian mengusap kening adik perempuannya itu ." Biar Pak Hasan yang urus semua nanti ,nggak usah khawatir ."
Astrid mengangguk .
" Ya udah kamu istirahat aja ." Aska mencium keningnya lalu berdiri dan keluar kamar .
Saat masuk kamarnya , Rena sudah menunggunya dengan cemas .
" Mas ." Ia menarik tangan Aska duduk di kasur ." Kamu nggak ngomong macem-macem kan ?" Selidiknya .
" Nggak ,emang ngomong apa ?" Tanya nya balik .
" Syukurlah ."
" Bukannya kamu sendiri yang berbuat kekerasan ." Sindirnya .
" Haaah ?"
" Nggak usah pura-pura nggak tahu ."
" Emang nggak tahu ."
" Kata Astrid kamu menampar William ."
" Iya wajahnya nyebelin , nggak ada rasa bersalahnya ." Ucapnya kesal .
" Terus katanya mau berantem sama perempuan itu ."
" Iya sih , pingin rasanya menjambak rambut panjangnya itu , biar tahu rasa dia ."
" Lakuin aja ."
" Emang boleh ?" Tanya Rena sambil menatap wajah Aska .
" Jangan ngawur ."
Rena manyun , lalu berdiri .
" Mau kemana ?" Tanya Aska .
" Bersih-bersih dapur ."
" Nggak usah , nggak penting ." Aska menarik tangannya kembali memintanya duduk .
" Terus ngapain di sini ?" Tanya Rena heran .
" Nggak ngapa-ngapain ."
Rena meringis kesal ." Nggak jelas !" Gumamnya , lalu kembali berdiri .
Aska kembali menariknya mendekat , pada akhirnya Rena jatuh di pangkuannya , membuat Rena melotot menatapnya ." Jangan macem-macem masih siang !" Sentaknya ,lalu cepat-cepat berdiri dan berlari keluar sebelum Aska menangkapnya .
Aska masih duduk di sana ,mengambil ponsel lalu mencari satu nama .
" Siang Pak Aska ." Sapanya .
" Sahrul ,sore ini kita bertemu ,saya ada tugas penting ."
" Baik bisa Pak , dimana ?"
" Di tempat biasa aja ,habis maghrib ya ."
" Baik Pak ."
" Oke makasih ."
__ADS_1