
" Ini salinannya kamu kirim ke Pak Alex ya ." Begitu sampai kantor , Aska langsung menuju meja Dian , menyerahkan beberapa berkas yang di bawanya dari kantor cabang tadi ,lalu memberi tahu Dian untuk membuat beberapa laporan .
" Yang ini tolong kamu cek ulang ." Aska menunjuk sebuah map warna hijau .
" Baik Pak ."
" Rena di dalam kan ?" Tanyanya lagi .
" Iya Pak dari siang nggak keluar Bu Rena ."
" Oh iya mulai besok Rena sudah tidak kerja lagi di sini , jadi semua pekerjaannya kembali kamu handle semua ."
Dian menatapnya heran ." Bu Rena berhenti bekerja Pak ?" Tanyanya pelan .
Aska mengangguk ." Iya kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk kerja lagi sekarang ."
" Memangnya Bu Rena sakit apa Pak ?" Tanyanya cemas , beberapa hari ini memang dilihatnya agak pucat .
" Nggak papa cuma sedang hamil aja ."
" Oh ya ." Dian mengulurkan tangannya ." Selamat ya Pak .
" Iya makasih ." Aska menyambut uluran tangannya .
Setelah itu ia masuk ke ruangannya dan mendapati Rena menelungkupkan wajahnya di atas meja . Ia bergegas menghampiri .
" Kenapa kamu ?" Tanya Aska cemas sambil mengusap rambutnya .
Rena mengangkat wajahnya ." Pusing ."
Mengangkat badan Rena agar berdiri ,saat berdiri tiba-tiba ia berlari ke belakang .
" Hoeeeeekk ..." Ia sudah memuntahkan semua isi perutnya di wastafel , Aska menghampirinya .
" Udah ."
Rena mengangguk lalu diajaknya duduk di sofa .
Aska menelpon office boy minta membawakan teh hangat .
Rena membaringkan kepalanya di bantalan sofa saat office boy masuk .
" Ini minum dulu ." Aska mendekatkan cangkir dan Rena langsung meminum setengah isinya .
" Habisin ."
Rena menggeleng .
" Sini ." Aska menarik tangannya mendekat dan Rena langsung jatuh di pelukannya .
" Masih mual ?" Aska mengusap perutnya .
" Nggak ." Jawabnya pelan .
" Ya udah buat tiduran sebentar ,habis ini pulang ."
Aska mengusap keningnya dan tak lama Rena nampak terlelap .
Setengah jam kemudian , Rena terbangun dan sedikit lebih segar daripada tadi .
" Kita pulang sekarang ." Ajak Aska sambil merapikan baju Rena dan juga rambutnya ." Tunggu di sini ."
Aska berdiri mengambil tas nya dan tas Rena ,lalu kembali ke sofa .
" Ayok ." Menarik tangannya agar berdiri .
__ADS_1
" Masih pusing ?"
Rena mengangguk .
" Kuat jalan sampai depan , nanti pingsan lagi ."
" Kuat kok ."
" Beneran ?"
" Iya ."
" Ya udah ."
Aska melingkarkan tangannya di lengan Rena dan mereka berjalan keluar .
" Dian kita pulang dulu ya ."
" Bu Rena selamat ya ." Ucap Dian kemudian .
Rena menatapnya kaget ." Oh iya makasih ."
Berjalan sampai depan loby saja rasanya seperti sangat jauh .Begitu masuk mobil , ia bisa bernafas lega ,lalu mengambil permen dan memakannya .
" Mau beli minuman jeruk dulu biar ga mual ?" Tanya Aska .
" Nggak usah , pulang aja ."
Tak sampai setengah jam mereka sampai rumah .Saat akan turun dari mobil duluan ,Aska melarangnya .
" Aku bisa sendiri ."
Aska tetap menggendongnya masuk .
" Kenapa dia ?" Tanya Pak Aji cemas .
" Oh ya sudah ."
Aska membawanya langsung ke kamar .Sampai di sana merebahkannya di atas kasur .
Rena bangun ." Aku ganti baju dulu ."
" Nanti aja kalau udah enakan ."
Rena manyun saat Aska memaksanya untuk kembali tidur , lalu melepaskan sepatunya .
" Mau minum ?"
Rena menggeleng .
" Ya udah istirahat dulu aku mandi sebentar ."
Saat Aska masuk ke kamar mandi ,Rena coba memejamkan matanya sebentar , tapi nggak bisa .Bagaimana bisa tidur kalau belum mandi , badannya terasa gatal-gatal semua .
Sepuluh menit kemudian ,Aska keluar dari kamar mandi dan mendekat .
" Ganti baju di sini aja , aku bantuin ."
" Aku mau mandi ."
Aska mendelik ." Nggak !"
" Tapi aku nggak bisa tidur kalau nggak mandi , badan aku gatel semua ." Rengeknya .
Aska menarik nafas panjang ,memang mana mungkin dia bisa tidur tanpa mandi setelah seharian di kantor ,tapi membiarkannya sendirian di kamar mandi juga cukup berbahaya .
__ADS_1
" Ya udah boleh mandi , tapi sama aku ."
Rena membelalakkan mata ." Kan kamu udah mandi ."
" Iya , kan cuma nemenin aja ."
Rena menggeleng ." Nggak mau ."
" Ga usah mandi kalau gitu ." Putus Aska .
Rena manyun .
" Udah ayok ."
Aska menarik tangannya , akhirnya ia mau juga , tapi kali ini ia berjalan sendiri ke kamar mandi .
Saat berada di dalam , Aska mulai melepas kemeja yang dikenakannya .
" Mas ,kamu diluar aja deh , aku malu ."
Rena menutup tubuhnya dengan kedua tangan .
" Malu kenapa ?" Aska menyibakkan tangannya .
Aska sudah selesai melepas kemeja dan tersisa bra nya saja .
" Jangan ."
Lagi-lagi Rena menolak .
" Kenapa sih ?" Tanya Aska sedikit kesal .
" Masa kamu lihat aku nggak pakai baju ."
" Emang kenapa ?"
" Aku malu ." Jawabnya pelan .
" Udah sering juga ." Jawab Aska santai .
Rena memonyongkon bibirnya , lama-lama membiarkan saat Aska juga melepaskan celananya . Alhasil ia tanpa busana selembar pun di depan Aska .
Setelah itu menghidupkan shower air hangat .
" Mau keramas juga ?"
Rena mengangguk .Saat air mulai mengguyur dari ujung rambut sampai kaki tubuhnya terasa segar , hanya beberapa menit , Aska mematikan air ,lalu membantunya memakai sabun .Sama sekali tak memperbolehkannya bergerak , Aska mengusap ujung kaki sampai tubuh atas nya , lalu juga memakaikan shampo .
Lalu shower kembali dinyalakan , tapi sedikit pelan , Aska dengan sigap menggosok seluruh badannya .
Terakhir ia beralih ke rambutnya yang masih banyak shampo .Aska mengusapnya pelan dengan kedua telapak tangannya , lalu memijat kepalanya pelan .
" Enak ?" Tanya Aska .
Rena mengangguk sambil memejamkan matanya , ternyata cukup meredakan sakit kepalanya .
Hampir sepuluh menit ia tak menyadari kalau air sudah mati dan mandinya selesai .
" Jangan tidur disini , nanti masuk angin ." Sela Aska .
Saat membuka mata Aska sudah mengeringkan badannya dengan handuk dan membantunya memakai baju , lalu membungkus rambutnya dengan handuk .
Aska mendudukkannya di depan meja rias , lalu membantu mengeringkan rambutnya .
Selesai , Aska mengangkat tubuh Rena dan membaringkannya di kasur .
__ADS_1
" Tunggu di sini , aku bikinin susu ."
Rena mengangguk .