SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 68


__ADS_3

Rena sampai di kantor polisi dan langsung mencari keberadaan Pak Hasan .


" Bu Rena ."


Ia berbalik .Pak Hasan berjalan menghampirinya .


Sendirian .


Lalu Aska dimana ?"


Pak Hasan adalah pengacara keluarga mereka .Kali ini Laki-laki setengah baya itu memperlihatkan raut wajah yang terlihat tenang , semoga semua baik-baik saja .


" Mas Aska dimana Pak ?" Tanya Rena khawatir .


" Masih di dalam ,ada beberapa surat yang harus di tanda tangani .


Mereka duduk sebentar di ruang tunggu depan .


" Pak , memang apa yang terjadi ?"


" Pak Aska menyerang Pak William yang sedang berada di hotel ."


" Astaga ." Rena mengusap wajahnya , menyesali apa yang sudah dilakukan Aska ." Terus William keadaannya bagaimana ?"


" Sewaktu di bawa ke rumah sakit dia dalam kondisi tidak sadarkan diri .."


Rena membelalakkan matanya .


" Dan sampai sekarang ,kita belum menerima kabar keadaannya seperti apa." Lanjutnya .


" Apa itu artinya Mas Aska akan ditahan disini ?" Memikirkan nya saja sudah membuat takut , bagaimana kalau keluarga tidak terima dan menuntutnya .


Saat melihat gelengan kepala Pak Hasan membuatnya bisa sedikit bernafas lega .


" Tadi saya sudah berbicara dengan Ibu dari Pak William ,beliau memang belum menjelaskan kondisi putranya ,tapi dari pihak keluarga mereka menegaskan untuk mencabut laporan atas kasus ini dan menganggap hanya urusan keluarga saja ."


" Mereka bilang seperti itu ?" Tanya Rena lagi merasa tak yakin .


" Iya Bu ." Jawab Pak Hasan .


" Syukurlah ." Ucapnya lega ." Sekarang saya bisa bertemu Mas Aska ."


" Mari saya antar ,mungkin juga sudah selesai di dalam ."


Mereka berdiri dan memasuki sebuah ruangan paling pojok .


Aska hanya diam melihatnya .Tak ada kata yang terlontar dari mulutnya .


Kondisi William tadi katanya agak parah ,tapi yang dilihat Aska terlihat baik-baik saja .


Pak Hasan terlihat berbicara sebentar dengan satu polisi disana .


" Mas kamu nggak papa ?" Tanya Rena yang sekarang berdiri di sampingnya .


Aska menggeleng pelan .


Setelah selesai Pak Hasan menghampiri mereka .


" Pak Aska semua sudah selesai ,kita bisa pergi sekarang ."


Aska mengangguk , lalu berdiri .

__ADS_1


Berbicara sebentar dengan dua polisi di sana , lalu mereka bertiga keluar dari ruangan itu .


Di depan Pak Hasan menawari mengantar mereka karena mobil Aska masih ada di hotel tadi .


" Nggak usah Pak ,tadi saya diantar orang kantor ." Jawab Rena , tadi ia memang diantar Iwan kesini .


" Oh baiklah kalau begitu saya permisi ."


" Makasih Pak ." Ucap Aska


Lalu mereka berpisah di parkiran .


Sepanjang jalan mereka lebih banyak diam .


Rena mau menanyakan sesuatu juga sungkan karena ada Iwan disana .


Sampai di kantor , Aska meminta Iwan mengambil mobilnya di hotel dan mereka masuk ke ruangannya .


Aska lalu duduk di sofa ,tak lama Rena masuk membawakan teh hangat untuknya .


Sebenarnya banyak pertanyaan yang ingin sekali diucapkan ,tapi sekali lagi ia menahannya .Memang apa yang dilakukan Aska salah ,tapi bagaimanapun juga ia seorang kakak yang pastinya tidak bisa terima begitu saja adik perempuannya disakiti orang lain . Meski mungkin cara yang dilakukannya salah .


Sekarang semua sudah terjadi , semoga saja kondisi William tidak sampai parah .


Aska mengambil ponsel di sakunya .


" Ya Dian ." Jawabnya .


" Maaf Pak ,Pak Sasongko ingin bertemu anda hari ini apa bisa ?"


Aska mengusap wajahnya , rupanya Gunawan sudah menjalankan tugasnya dengan cepat dan sekarang laki-laki itu pasti sangat cemas .


" Saya nggak mau terima tamu hari ini ." Ucapnya tegas .


Aska mematikan ponselnya .


Rena melingkarkan tangannya di bahu Aska , yang membuat laki-laki itu langsung menatapnya .


Saat Rena menariknya ke dalam pelukan , Aska tak menolak .


" Mas ." Panggilnya .


" Hmm ..."


" Badan kamu sakit yang mana ?" Tanya nya sambil mengusap punggung Aska .


" Nggak ada ." Jawabnya pendek .


" Kita pulang ya ,nanti aku pijitin di rumah ."


Aska hanya diam tak merubah posisinya .


Rena pun membiarkannya , mungkin ia butuh sedikit waktu untuk menenangkan diri .


Aska menyandarkan kepalanya di dada Rena .


Rena memeluknya erat dan Aska masih juga diam .


******


Di salah satu rumah sakit .

__ADS_1


Kondisi William cukup parah , wajahnya babak belur penuh lebam dan bengkak .Tak ubahnya seluruh badan nya ,banyak luka disana .


Sesekali ia meringis kesakitan .


Sementara Claudia tak henti-hentinya menangis melihat keadaannya .


William sedikit terkejut melihat siapa yang datang .


" Mom ." Panggilnya pelan ,melihat ibunya sudah masuk ke dalam ruangan . Ia menatap sinis ke arah Claudia .


" Aku minta maaf ." Ucapnya lirih .


Lidya hanya diam , menatap putranya itu .


" Semua sudah berakhir ." Ucapnya pelan .


" Maksud mommy apa ?"


" Aska menghentikan semua bantuan dana di perusahaan Daddy ."


William membelalakkan matanya yang sedikit bengkak ." Tapi bukankah selama ini dana dari aset pribadi Astrid ."


Lidya menggeleng ." Apa kamu lupa memang itu aset milik Astrid ,tapi sampai saat ini masih resmi dipegang Aska dan ini sudah final , Astrid akan selalu menurut kepada kakaknya ."


" Oh my God ." William menarik nafas panjang .


Keluarganya hancur sekarang . Selama ini selalu ada peran keluarga Astrid yang menopang perusahaan mereka .


Tanpa sepengatahuan Astrid memang Aska selalu membantu perusahaan yang juga menjadi tempat William bekerja .Semua itu untuk memastikan kesejahteraan hidup Astrid meski yang dia tahu itu semua dari kerja keras suaminya .


Nyatanya Aska yang telah menjamin kehidupan mereka semua .


Sekarang , ia tak memiliki apa-apa lagi .


Mereka benar-benar membalasnya dengan tuntas apa yang dilakukannya kepada Astrid .


Sementara Claudia yang dari tadi duduk di sofa dan hanya melihat percakapan ibu dan anak itu , sama sekali tak berkomentar , sampai ponsel di tasnya berbunyi .


Papa .


" Apa yang sudah kamu lakukan ?!" Sebuah teriakan yang cukup membuatnya kaget .


" Ada apa Pa ?" Tanyanya bingung .


" Kamu buat masalah apa dengan keluarga Permana ?" Tanyanya garang .


" Maksud Papa apa aku nggak ngerti ,aku nggak kenal sama mereka ."


Claudia tahu kalau Permana Group menjadi satu-satunya yang masih bisa menyelamatkan perusahaan Papanya yang mungkin sudah diambang kebangkrutan .


" Papa tahu kamu menjalin hubungan dengan suami adik perempuannya , sudah gila kamu !"


Claudia membekap mulutnya , ia sama sekali tak tahu kalau Astrid itu dari keluarga Permana .


Dan dua orang yang menyerang William saat di cafe dan juga yang di hotel ,apa mereka pemilik Permana Group , ia pernah mendengar dari cerita Papanya kalau mereka 3 bersaudara .


" Kamu tahu apa akibatnya .."


Suara Papanya disana membuyarkan lamunannya .


" Perusahaan bangkrut , Aska sudah memutuskan kerjasama secara sepihak ."

__ADS_1


Claudia melongo , lalu menutup ponselnya .


Semua hancur sekarang .


__ADS_2