SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 44


__ADS_3

Hari ini mereka tidak harus lembur , pukul 17.00 sudah bersiap pulang .


Diluar nampak Dian masih sibuk di mejanya menyelesaikan laporan .


" Dian saya duluan ya ." Pamitnya .


Dian menatapnya sebentar . " Oh iya Pak ."


Beberapa karyawan juga masih ada yang masih menyelesaikan pekerjaan masing-masing .


Mereka menunggu di lobi sementara satpam mengambilkan mobil di parkiran .


Saat dalam perjalanan , Aska membelokkan mobil ke sebuah restorant .


" Ngapain kesini ?" Tanya Rena .


" Take away aja buat makan malam ." Jawab Aska .


Rena mengangguk ." Biar aku aja yang turun , kamu mau apa ?"


" Terserah ." Rena sudah berniat keluar mobil .Aska dengan cepat mencegahnya .


" Kenapa ?" Tanya Rena .


Aska merogoh saku celana dan mengambil dompetnya , memberikannya ke Rena .


" Aku ada uang kok ."


" Siapa bilang kemarin nggak punya uang ?" Sindir Aska .


Rena malah tersenyum lebar , lalu keluar mobil .


Membuat Aska sedikit kesal , tapi tetap saja tak bisa membuatnya marah pada wanita itu .


15 menit kemudian ...Rena kembali .


Aska menatapnya heran ." Itu banyak banget ,emang habis segitu ?"


" Sama beliin Sarah juga ."


" Ya okelah ."


Setelah itu mereka memutuskan langsung pulang .


*****


Di kantor .


Dian yang selesai menyelesaikan laporannya , nampak bersiap pulang .


Sebelum nya ia menata berkas yang berserakan di mejanya .Ketika tiba-tiba matanya tertuju pada map merah yang ada di bagian bawah .


Ia terbelalak saat mengingat kalau ia sudah melupakan satu hal . Berkas ini harus ditanda tangani Pak Aska harusnya ,karena besok pagi ia harus menyerahkan ke klien .


Segera dicek jadwal Aska di laptopnya . Besok pagi , Aska harus meeting diluar ,jadi baru agak siangan ke kantor .


Ia mengusap keningnya . Kenapa bisa sampai teledor begini .

__ADS_1


Buru-buru diambilnya ponsel dan segera menelpon bos nya itu .


" Sore Pak maaf menganggu ,ada berkas yang harus ditanda tangani cuma tadi saya yang lupa Pak ."


" Oh iya terus ..." Jawab Aska disana .


" Nanti pulang kantor saya mampir ke rumah Bapak sebentar apa bisa ,masalahnya ini buat besok pagi . Sementara besok pagi Bapak ada meeting diluar ."


" Ya sudah nggak papa kamu kesini ."


" Oke baik ,terima kasih Pak ."


" Tunggu .." Potong Aska .


" Tapi saya sekarang tidak tinggal di rumah ."


" Lalu ...saya harus menemui Bapak dimana ?"


" Saya tinggal di apartemen , alamat saya chat ya ."


" Baik Pak ,terima kasih ."


Selesai menelpon , ia membereskan berkas lagi dan mengambil tas nya . Tak lupa membawa map tadi .


Ia segera turun , ternyata kantor juga sudah sepi .


Baru saja mau berbelok ke parkiran .Seseorang menyapanya .


" Dian ,mau pulang ?"


Ia menengok . Fika berjalan menghampirinya .


" Iya tadi masih ada sedikit kerjaan , kamu langsung pulang kan ...aku nebeng ya ." Ucap Fika kemudian . Mereka berdua memang tinggal di apartemen yang sama .


" Oke ,tapi aku mampir ke tempat Pak Aska dulu , mau ikut ?"


Fika nampak terkejut ." Kamu mau kerumahnya ?"


Dian menggeleng . " Pak Aska sekarang tinggal di apartemen ."


" Oh ya , dimana ?"


" Di Green Park ."


Fika mengangguk ." Iya aku ikut ." Ia tersenyum senang . Sebentar lagi akan bertemu dengan bos tampannya itu .


Sepanjang perjalanan , Fika sibuk berkaca dan touch up .


Dian yang sedang menyetir menatapnya heran .


" Kenapa kamu , mau pulang kayak mau ketemu pacar aja ." Sindirnya .


Fika meringis ." Udah fokus nyetir aja , nggak usah kepo ."


Sesampainya di tempat tujuan .Dian memarkir mobilnya di parkiran luar ,karena ia cuma sebentar juga kesini .


" Kamu mau tunggu disini aja ?" Tanya Dian saat mengambil tas dan map nya .

__ADS_1


" Ikutlah ."


Tanpa menunggu persetujuan , Fika sudah keluar mobil terlebih dulu .


Dian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya .


Mereka masuk lobi dan langsung ke lift menuju lantai 4 .


Sampai di depan unit , ia memencet bel yang ada disamping .


Terdengar langkah kaki di dalam , tak lama pintu terbuka .


Aska sendiri yang membukakan pintu .


" Masuk ." Ucapnya , mempersilahkan mereka berdua .


Fika yang duduk di sebelah Dian terus menatap ke Aska , yang hanya memakai baju rumah biasa , tapi terlihat sangat macho , apalagi rambutnya yang dibiarkan basah .


Ia tersenyum sendiri , meski hal itu tak mengganggu Aska yang sedang sibuk bicara dengan Dian .


" Oh ya , laporan yang kamu kirim tadi siang , ada beberapa yang masih salah sudah saya tandai juga ..udah terkirim ke email kamu ."


" Baik Pak nanti saya cek ." Jawab Dian lalu memberikan amplop di tangannya kepada Aska .


" Siapa Mas ?" Sebuah suara muncul dari dalam .


Dian dan Fika menatap ke arah datangnya suara .


Alangkah terkejutnya mereka , melihat Rena keluar , sambil membetulkan tali kimono yang dikenakannya .


Rena berjalan ke ruang tamu dan mendekat ke Aska .


" Oh kalian ."


" Mbak ..." Sapa Dian .


Aska beralih menatapnya ." Ambilin pulpen ." Pintanya .


" Sebentar ." Rena berbalik dan berjalan masuk , tak lama ia kembali membawakan pulpen untuk Aska .


Setelah itu ia beralih ke dapur .


Dian memang terkejut dengan apa yang dilihatnya tapi ia cukup bisa menguasai keadaan .


Sementara Fika nampak masih terkesima . Ia benar-benar tidak menyangka mereka bisa tinggal bersama .


Bahkan sampai Rena muncul membawakan minum untuk mereka . Fika masih nampak melamun .


Setelah selesai Dian segera berpamitan ,tak enak juga lama-lama disini .


Sepanjang perjalanan keluar , Fika nampak masih diam . Bahkan sampai mereka masuk mobil .


" Nggak nyangka mereka tinggal bersama ternyata ." Ucap Fika tiba-tiba ,setelah dari tadi bungkam .


" Ya ...aku juga nggak tahu ." Jawab Dian , berusaha menghindari pertanyaan Fika lagi yang mungkin lebih mendetail , karena toh ia memang tidak tahu soal kehidupan pribadi Aska meski ia adalah sekretarisnya .


" Kelihatannya memang perempuan nggak bener itu si Rena ." Celoteh Fika dengan kesal .

__ADS_1


Dian menatapnya ." Jangan berasumsi macem-macem dulu nanti jadi gosip , kita kan nggak tahu yang sebenarnya seperti apa ."


Fika melengos , menatap keluar jendela . Merasa geram juga temannya ini tidak mendukungnya sama sekali .


__ADS_2