
Hari ini mereka tidak harus lembur , pukul 17.00 sudah bersiap pulang .
Diluar nampak Dian masih sibuk di mejanya menyelesaikan laporan .
" Dian saya duluan ya ." Pamitnya .
Dian menatapnya sebentar . " Oh iya Pak ."
Beberapa karyawan juga masih ada yang masih menyelesaikan pekerjaan masing-masing .
Mereka menunggu di lobi sementara satpam mengambilkan mobil di parkiran .
Saat dalam perjalanan , Aska membelokkan mobil ke sebuah restorant .
" Ngapain kesini ?" Tanya Rena .
" Take away aja buat makan malam ." Jawab Aska .
Rena mengangguk ." Biar aku aja yang turun , kamu mau apa ?"
" Terserah ." Rena sudah berniat keluar mobil .Aska dengan cepat mencegahnya .
" Kenapa ?" Tanya Rena .
Aska merogoh saku celana dan mengambil dompetnya , memberikannya ke Rena .
" Aku ada uang kok ."
" Siapa bilang kemarin nggak punya uang ?" Sindir Aska .
Rena malah tersenyum lebar , lalu keluar mobil .
Membuat Aska sedikit kesal , tapi tetap saja tak bisa membuatnya marah pada wanita itu .
15 menit kemudian ...Rena kembali .
Aska menatapnya heran ." Itu banyak banget ,emang habis segitu ?"
" Sama beliin Sarah juga ."
" Ya okelah ."
Setelah itu mereka memutuskan langsung pulang .
*****
Di kantor .
Dian yang selesai menyelesaikan laporannya , nampak bersiap pulang .
Sebelum nya ia menata berkas yang berserakan di mejanya .Ketika tiba-tiba matanya tertuju pada map merah yang ada di bagian bawah .
Ia terbelalak saat mengingat kalau ia sudah melupakan satu hal . Berkas ini harus ditanda tangani Pak Aska harusnya ,karena besok pagi ia harus menyerahkan ke klien .
Segera dicek jadwal Aska di laptopnya . Besok pagi , Aska harus meeting diluar ,jadi baru agak siangan ke kantor .
Ia mengusap keningnya . Kenapa bisa sampai teledor begini .
__ADS_1
Buru-buru diambilnya ponsel dan segera menelpon bos nya itu .
" Sore Pak maaf menganggu ,ada berkas yang harus ditanda tangani cuma tadi saya yang lupa Pak ."
" Oh iya terus ..." Jawab Aska disana .
" Nanti pulang kantor saya mampir ke rumah Bapak sebentar apa bisa ,masalahnya ini buat besok pagi . Sementara besok pagi Bapak ada meeting diluar ."
" Ya sudah nggak papa kamu kesini ."
" Oke baik ,terima kasih Pak ."
" Tunggu .." Potong Aska .
" Tapi saya sekarang tidak tinggal di rumah ."
" Lalu ...saya harus menemui Bapak dimana ?"
" Saya tinggal di apartemen , alamat saya chat ya ."
" Baik Pak ,terima kasih ."
Selesai menelpon , ia membereskan berkas lagi dan mengambil tas nya . Tak lupa membawa map tadi .
Ia segera turun , ternyata kantor juga sudah sepi .
Baru saja mau berbelok ke parkiran .Seseorang menyapanya .
" Dian ,mau pulang ?"
Ia menengok . Fika berjalan menghampirinya .
" Iya tadi masih ada sedikit kerjaan , kamu langsung pulang kan ...aku nebeng ya ." Ucap Fika kemudian . Mereka berdua memang tinggal di apartemen yang sama .
" Oke ,tapi aku mampir ke tempat Pak Aska dulu , mau ikut ?"
Fika nampak terkejut ." Kamu mau kerumahnya ?"
Dian menggeleng . " Pak Aska sekarang tinggal di apartemen ."
" Oh ya , dimana ?"
" Di Green Park ."
Fika mengangguk ." Iya aku ikut ." Ia tersenyum senang . Sebentar lagi akan bertemu dengan bos tampannya itu .
Sepanjang perjalanan , Fika sibuk berkaca dan touch up .
Dian yang sedang menyetir menatapnya heran .
" Kenapa kamu , mau pulang kayak mau ketemu pacar aja ." Sindirnya .
Fika meringis ." Udah fokus nyetir aja , nggak usah kepo ."
Sesampainya di tempat tujuan .Dian memarkir mobilnya di parkiran luar ,karena ia cuma sebentar juga kesini .
" Kamu mau tunggu disini aja ?" Tanya Dian saat mengambil tas dan map nya .
__ADS_1
" Ikutlah ."
Tanpa menunggu persetujuan , Fika sudah keluar mobil terlebih dulu .
Dian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya .
Mereka masuk lobi dan langsung ke lift menuju lantai 4 .
Sampai di depan unit , ia memencet bel yang ada disamping .
Terdengar langkah kaki di dalam , tak lama pintu terbuka .
Aska sendiri yang membukakan pintu .
" Masuk ." Ucapnya , mempersilahkan mereka berdua .
Fika yang duduk di sebelah Dian terus menatap ke Aska , yang hanya memakai baju rumah biasa , tapi terlihat sangat macho , apalagi rambutnya yang dibiarkan basah .
Ia tersenyum sendiri , meski hal itu tak mengganggu Aska yang sedang sibuk bicara dengan Dian .
" Oh ya , laporan yang kamu kirim tadi siang , ada beberapa yang masih salah sudah saya tandai juga ..udah terkirim ke email kamu ."
" Baik Pak nanti saya cek ." Jawab Dian lalu memberikan amplop di tangannya kepada Aska .
" Siapa Mas ?" Sebuah suara muncul dari dalam .
Dian dan Fika menatap ke arah datangnya suara .
Alangkah terkejutnya mereka , melihat Rena keluar , sambil membetulkan tali kimono yang dikenakannya .
Rena berjalan ke ruang tamu dan mendekat ke Aska .
" Oh kalian ."
" Mbak ..." Sapa Dian .
Aska beralih menatapnya ." Ambilin pulpen ." Pintanya .
" Sebentar ." Rena berbalik dan berjalan masuk , tak lama ia kembali membawakan pulpen untuk Aska .
Setelah itu ia beralih ke dapur .
Dian memang terkejut dengan apa yang dilihatnya tapi ia cukup bisa menguasai keadaan .
Sementara Fika nampak masih terkesima . Ia benar-benar tidak menyangka mereka bisa tinggal bersama .
Bahkan sampai Rena muncul membawakan minum untuk mereka . Fika masih nampak melamun .
Setelah selesai Dian segera berpamitan ,tak enak juga lama-lama disini .
Sepanjang perjalanan keluar , Fika nampak masih diam . Bahkan sampai mereka masuk mobil .
" Nggak nyangka mereka tinggal bersama ternyata ." Ucap Fika tiba-tiba ,setelah dari tadi bungkam .
" Ya ...aku juga nggak tahu ." Jawab Dian , berusaha menghindari pertanyaan Fika lagi yang mungkin lebih mendetail , karena toh ia memang tidak tahu soal kehidupan pribadi Aska meski ia adalah sekretarisnya .
" Kelihatannya memang perempuan nggak bener itu si Rena ." Celoteh Fika dengan kesal .
__ADS_1
Dian menatapnya ." Jangan berasumsi macem-macem dulu nanti jadi gosip , kita kan nggak tahu yang sebenarnya seperti apa ."
Fika melengos , menatap keluar jendela . Merasa geram juga temannya ini tidak mendukungnya sama sekali .