SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 55


__ADS_3

Aska dengan cepat membekap mulutnya dengan telapak tangan .


" Apa sih teriak-teriak !"


Rena menampel tangannya ." Kamu kok bisa disini ?" Lalu duduk dengan kesadarannya yang masih belum sepenuhnya , ia menguap sambil mengucek matanya .


" Ya bisa ,emang kenapa ?"


Rena menatap sekeliling kamar ,lalu ia meloncat melewati tubuh Aska .


" Cari apa ?" Tanya Aska lagi .


" Astrid mana ?" Tanyanya bingung , sambil mengintip kamar mandi yang ternyata juga kosong , mendekat lagi ke kasur tiba-tiba ia berjongkok .


Aska menatapnya heran .Apalagi saat melihat Rena menyibakkan sprei dan mengintip ke bawah kasur .


" Cari apa kamu ?" Tanya Aska lagi .


Rena kali ini menatapnya ." Astrid mana kok ilang ?" Tanyanya polos .


" Ya ampun ." Aska menepuk keningnya ." Emang kamu pikir Astrid itu kucing bisa sembunyi di kolong gitu ."


Rena hanya melongo .


" Dia tidur di kamar sebelah ." Jawab Aska lagi ,lalu menarik tangan Rena memintanya naik ke tempat tidur .


Sambil menguap ,ia merebahkan tubuh lagi di kasur , kali ini membelakangi Aska .


Rasa kantuknya mendadak hilang , meski tubuhnya sedikit capek . Tiba-tiba tubuhnya terasa membeku ,entah karena AC yang terlalu dingin atau karena baju tidur milik Astrid yang dikenakannya ini terlalu terbuka ,apalagi selimut yang dikenakannya tadi kini terbuka , mau menariknya nggak enak karena mereka memakai satu selimut ,mungkin Aska memang tidak ingin memakainya .


Aska sendiri berpindah posisi tidur menghadap ke Rena , sedikit terkejut melihat baju tidur yang dikenakannya .Sedari tadi ia memang tak terlalu memperhatikan juga karena suasana gelap di dalam kamar .


Dengan bahan yang sangat tipis dan bagian punggung yang terbuka lebar ,hampir terlihat punggung sampai batas pinggangnya .


Ia menyentuhnya pelan di sisi pinggangnya , ada sedikit hentakan dari Rena .Kulitnya terasa sangat dingin .


Rena sedikit tersentak memang , merasakan sentuhan hangat di punggung bawahnya .


Ia mendesah pelan , tatkala sentuhan itu berubah menjadi pijatan lembut dan merambat naik sampai ke punggung atasnya .


Sekujur tubuhnya berubah menjadi panas .


Ia memejamkan mata , merasakan pijatan tangan Aska yang ternyata cukup me rileks kan badannya .


Sampai ketika tangan Aska mulai menyentuh bahunya .Semakin membuatnya terbawa suasana , matanya mulai terasa berat .


Disaat ia mulai terlena dengan perasaanya sendiri , sentuhan tangan Aska mendadak hilang dan seketika itu pula ia membuka mata . Apa mungkin Aska sudah tertidur ,pikirnya . Meski hal itu tak lantas membuatnya membalikkan badan , ada sedikit kekecewaan di wajahnya .


Ia menarik nafas panjang ,mencoba untuk kembali tidur .


Baru saja mau memejamkan mata .Sentuhan itu dirasakannya lagi . Kali ini tangan hangat Aska menyeruak masuk melewati baju tidur longgarnya .Tangan itu melingkar dengan cepat di perutnya .


Sementara kecupan hangat dirasakan di punggungnya .


Tubuhnya kembali memanas , ia mulai menggeliat tatkala bibir Aska merambat naik ke tengkuknya dan berbelok ke leher samping sampai bahunya .


Ia mulai tak tahan , tubuhnya menjadi gemetaran .


Segera ia menelentangkan tubuhnya .Dengan cepat Aska menyambutnya .


Bibirnya sudah lihai menelusuri setiap titik wajah di depannya , dari kening , kelopak mata , pipi dan berakhir di bibir mungil yang selalu bisa memporak-porandakan hatinya itu .


Sementara bibirnya bertaut , tangannya dengan sigap menghempaskan baju tidur seksi itu .Melihat tubuh itu sudah tidak tertutupi sehelai kain pun ,dengan cepat Aska menutupi dengan tubuhnya , menempelkan dengan erat di tubuhnya .


Malam yang dingin dan hujan yang turun semakin deras .Mereka kembali menyatukan cinta ,meski tak pernah terucapkan secara langsung .Cinta itu begitu terasa dalam setiap tatapan dan sentuhan .

__ADS_1


Meski kali ini tak berlangsung lama seperti biasa nya .


Saat selesai Aska sama sekali tak melepaskan pelukannya , sampai wanitanya itu benar-benar terlelap di dadanya .Menarik selimut , karena baju nya belum terpasang di tubuh ia sudah pulas .


Aska hanya memeluknya erat ,memberi kehangatan ditubuhnya .Disibakkannya rambut yang menutupi wajah cantik itu .Ia sedikit menundukkan kepala dan memberikan ciuman hangat dikeningnya , sebelum kantuk menyerang dan membuatnya terlelap .


Pukul 04.30


Alarm ponselnya berbunyi .


Dengan mata sedikit terbuka , tangannya meraba ke nakas di sampingnya dan mengambil ponsel .


Rena yang juga sudah terbangun , menggeliat malas sambil menguap ,ia masih dalam posisi di atas tubuh Aska .


Sesaat ia baru menyadari saat menyentuh tubuhnya sendiri yang dalam keadaan tidak memakai baju .


" Kenapa ?" Tanya Aska bingung .


" Baju aku mana ?" Tanya Rena masih dalam posisi tidak berani bergerak .


" Itu ." Tunjuk Aska menunjuk ke bawah dan bajunya memang sudah tergeletak di lantai .


Rena melongo , sekarang bagaimana caranya mengambil baju yang cukup jauh dari jangkauannya itu


" Gimana ini ." Gumamnya .


Aska menatapnya dan melihat kecemasan di wajah itu .


Dengan cepat ia membaringkan tubuh Rena di kasur dan menutupinya dengan selimut ,lalu ia mengambil baju yang tergeletak di lantai .


Ia membantu Rena mengenakan bajunya . Setelah selesai , Rena turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi .


Pukul 06.00


Ternyata Astrid sudah menunggu di meja makan ,meski hanya menyiapkan roti bakar saja disana .


Astrid menatap Rena dengan kondisi rambutnya yang masih basah .


" Ya ampun ,dikasih kesempatan berdua beberapa jam aja ,kalian sudah beraksi rupanya ." Goda Astrid yang membuat wajah Rena langsung memerah .


Aska sendiri mengabaikan ucapan Astrid , langsung menarik kursi dan menikmati rotinya .


Setelah itu berpamitan pulang ,ke apartemen hanya untuk berganti baju ,langsung menuju kantor .


Pagi ini Aska ada meeting dengan beberapa pemegang saham perusahaan ,Rena menyelesaikan pekerjaan di ruangannya . Sampai satu chat masuk ke ponselnya .


Nico .


~ Hai sayang ,aku lagi di coffeshop samping kantor kamu ,buruan kesini , penting ~


Perasaannya mulai tak enak ,apa Nico sedang merencanakan sesuatu lagi sekarang .


Ia menatap jam di tangannya , sepertinya meeting Aska masih sampai satu jam lagi .


Ia mengambil tas dan bergegas jalan keluar .


" Hai ...kamu nggak kangen nih , lama kita nggak ketemu ." Ucap Nico saat ia sampai disana , dengan senyuman di bibirnya .


Rena hanya tersenyum kecil .


" Ada apa ,aku nggak bisa lama ."


" Gimana hubungan kalian ?" Tanya Nico langsung .


" Maksudnya ?" Tanya Rena pura-pura tidak mengerti .

__ADS_1


" Hubungan kamu sama Aska gimana ,selama ini aku sering melihat kalian sudah cukup dekat ."


Rena sedikit kaget ,apa selama ini Nico mengawasi gerak-geriknya .


" Yah ,lumayan ." Jawabnya pendek .


" Tapi yang aku lihat tidak seperti itu ." Nico mendekatkan wajahnya ke Rena , membuatnya sedikit takut ." Aku bisa melihat semua , kalau Aska sudah mulai tertarik sama kamu ."


Rena menarik nafas panjang ,tiba-tiba saja ia merasa gamang ." Sok tahu kamu ."


" Hei ,aku laki-laki jadi pasti tahu tatapan mata nya itu seperti apa ."


Rena hanya diam .


" Dan sepertinya tugas kamu sebentar lagi selesai ."


Rena membelalakkan matanya ." Maksudnya ?"


" Kamu hanya akan bekerja untuk Aska sampai aku mendapatkan kontrak dengan PT Perwira Nusantara dan kamu harus membantu aku agar bisa memenangkan kontrak itu ."


Rena masih terus menatapnya ,tak berkomentar .


" Setelah semua selesai ,kamu keluar dari perusahaan itu ." Nico tiba-tiba memegang kedua tangannya ." Dan kita akan menikah ."


Lagi-lagi Rena tak bisa menyembunyikan keterkejutannya , matanya menatap tajam ke Nico .


" Aska akan menjadi tamu spesial dalam pernikahan itu , ide yang bagus bukan ." Nico menatapnya lekat sambil tersenyum . Membuat Rena semakin tak nyaman . Ia menarik tangannya dalam genggaman Nico .


Nico melihat jam di tangannya ." Oke sayang ,aku pergi dulu ada meeting ." Ia berdiri dan melangkah keluar .


Senyuman yang dari tadi tersungging di bibirnya mendadak lenyap .Berubah menjadi wajah datar .


Menikah ...


Mendengar kata itu bukan wajah Rena yang terlintas di benaknya ,melainkan wajah lain . Wajah yang selalu menghiasi hatinya beberapa waktu ini .


Tak tahu kenapa ia bisa mencintai wanita yang bahkan juga belum lama dikenalnya .


Membayangkan wajah itu membuat senyum di wajahnya kembali hadir .


Saat memasuki mobil , ia menjadi sangat merindukannya .


Ia mengambil ponsel dan menghubungi Tisa .


" Iya Pak ." Jawab nya disana .


" Meeting kamu undur nanti siang ya ."


" Baik Pak ."


Nico melempar ponselnya ke jok samping .Ia menjalankan mobil nya , menemui seseorang yang tiba-tiba saja dirindukannya .


Sementara Rena kembali ke kantor . Begitu sampai ruangannya , ternyata Aska sudah ada disana .


" Darimana ?" Tanyanya , dengan masih sibuk menatap layar laptopnya .


Rena menunjukkan dua cup coffee di tangannya , ia berjalan mendekat dan memberikan satu cup ke Aska .


Aska meminum sedikit ice americano kesukaannya itu .


Rena mendekat dan mengusap keningnya perlahan .


" Kenapa ?" Tanya Aska heran .


Rena hanya menggelengkan kepalanya .

__ADS_1


__ADS_2