SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 53


__ADS_3

Rena mondar-mandir di dalam ruangan ,pikirannya tak tenang .Apa yang sebenarnya terjadi , ini sudah satu jam berlalu dan Aska belum juga kembali .


Atau mungkin adiknya itu tidak bisa menerima kehadirannya disini dan sekarang mereka terlibat pertengkaran .


Ia mengusap wajahnya , mencoba menghilangkan pikiran buruk itu ,semoga tidak pernah terjadi .


Bagaimana kalau benar ?


Apa setelah ini Aska akan menyingkirkannya karena keluarganya tak mau menerima keberadaannya disini .


Ia coba duduk di sofa .Meremas jari-jari tangannya .


Pintu ruangan terbuka ,ia langsung berdiri .


Aska berjalan masuk dan kali ini hanya sendirian .


" Mas ."


Aska mendekat dan memintanya duduk .


" Yang tadi itu adik kamu kan ?"


Aska mengangguk ." Iya ,itu Astrid ."


" Kapan datang ?"


" Tadi pagi ."


" Apa ...apa dia marah melihat kejadian tadi ?" Tanya Rena gugup .


Aska menatapnya ." Kenapa harus marah ?" Tanyanya balik .


Rena diam .


" Nggak ." Jawab Aska .


Rena menarik nafas lega .


Aska memberikan kotak perhiasan yang sedari tadi dipegangnya .


" Punya siapa ?" Tanya Rena bingung .


" Ya punya kamu ."


Dengan wajah bingung , Rena membukanya dan terkejut .


Sebuah kalung berlian yang pastinya sangat mahal .


" Ini dari siapa Mas ?"


" Hadiah dari Oma ."


" Oma ?"


Aska mengangguk .


" Kamu masih punya Oma ?"


" Ya ,sekarang tinggal bersama Astrid di Amerika ."


Mungkin sebaiknya ia tidak menceritakan siapa Oma Cristin kepada Rena ,suatu saat dia akan tahu semua dengan sendirinya .


" Tapi kasih kado dalam rangka apa ,kan nggak ulang tahun juga ." Cecar Rena .


Aska menatapnya lekat ." Nggak usah banyak nanya bisa ...udah diterima aja ."


Rena manyun ,lalu memberikan kotak perhiasan ke Aska .


" Kenapa dikasih aku ?" Tanyanya bingung .


" Pakein ." Serunya manja .


" Emang nggak bisa sendiri ?"


" Nggak ."


Aska meringis kesal , tetapi pada akhirnya ia memasangkan kalung itu di leher Rena . Harus diakui terlihat sangat cantik sekali saat kalung berlian itu melingkar dengan indah di leher Rena .


" Bagus nggak ?" Tanya Rena .


" Hmm..."


" Pinjam ponselnya ."

__ADS_1


" Buat apa ?" Selidik Aska .


Rena langsung merogoh sendiri ponsel di saku dalam jas nya .


Ia langsung membuka kamera .


" Kita selfie dulu ."


" Nggak mau ." Tolak Aska .


" Ayolah Mas ." Paksa Rena mendekat , sampai pipi mereka bersentuhan . " Senyumlah Mas ."


1 ...2 ...3 cekrek


Dan berlangsung berulang-ulang .


" Heii udah ." Sentak Aska .


" Sebentar ." Rena membuka galeri dan mulai memilih dan menghapus yang sekiranya jelek .


Dari semua foto kenapa tidak ada satupun yang senyum ,gumamnya kesal .


Aska meliriknya .


" Kirim ke Oma kamu , bilang terima kasih ."


" Nggak ."


" Ayolah Mas ." Rena melingkarkan tangannya di lengan Aska .


Tak ada tanggapan dari Aska , sepertinya ada cara yang bagus untuk membuatnya menurutinya .


Rena segera saja meraih baju Aska .


" Mau ngapain lagi ,jangan macam-macam ."


" Makanya kirim ,kalau nggak aku buka ini ." Rena mulai membuka satu kancing atasnya .


" Iya ...iya ." Ucap Aska akhirnya .


Mengambil ponselnya dan mengirimkan foto tadi ke Oma nya .


Tak butuh waktu lama , langsung ada chat balasan dari Omanya .


~ Oh My God ,cantik sekali cucu Oma ~


Setelah itu mereka bersiap pulang karena sudah tidak ada pekerjaan lagi di kantor .


" Nanti diajak makan malam di tempat Astrid ." Ucap Aska saat mereka di mobil dalam perjalanan pulang .


" Sama aku juga ?" Tanya Rena .


" Iya lah ."


Rena diam sebentar ,itu berarti Astrid benar-benar tidak marah padanya . Apa mungkin Aska sudah menceritakan semuanya .


" Kenapa bengong ?" Tanya Aska lagi sambil menatapnya .


Rena menggeleng .


" Kita beli pudding coklat aja untuk dibawa kesana ."


" Astrid suka pudding coklat ?" Tanya Rena .


" Iya ."


" Nggak usah beli masih keburu kok buat sendiri ,bahannya juga ada di rumah ."


" Beneran ?" Tanya Aska memastikan .


" Iya ,sekarang cepetan pulang ."


Sesampainya di apartemen , setelah berganti baju ia langsung ke dapur sementara Aska sedang mandi .


Setelah mandi Aska menyusul ke dapur .


" Kok buat banyak ?" Tanya nya melihat dua loyang pudding coklat di meja dapur .


Rena menatapnya ." Memang kamu nggak mau ?"


" Mau ."


Rena menatapnya kesal .

__ADS_1


" Ya udah biar dingin dulu ,baru taruh kulkas , aku mandi dulu ." Rena berjalan masuk kamar .


Tepat pukul 19.00 mereka berangkat ke apartemen Astrid yang ternyata tak cukup jauh juga dari tempat tinggalnya . Karena sedikit macet mereka sampai setelah 30 menitan lebih di jalan .


Mereka naik ke lantai 2 ke unit 200 .


Saat memencet bel terdengar sahutan dari dalam , tak lama pintu terbuka .


" Hai kak ." Astrid langsung menghambur ke dalam pelukan Aska , sambil masih bergelayut mesra di bahu kakaknya , Astrid menatap Rena dan tersenyum .


" Hai Kak , senang bisa ketemu lagi ." Sapanya ramah .


" Ini buat kamu ." Rena menyerahkan kotak di tangannya .


" Ini apa ?"


" Pudding coklat ."


Astrid nampak berbinar mendengarnya ." Wah ...kakak buat sendiri ?"


" Iya dong ."


" Sini , aku masukin kulkas ." Lalu melirik Aska ." Nanti dia minta ." Sindirnya .


Aska menatapnya kesal , lalu masuk terlebih dulu ke dalam .Rena mengikuti di belakangnya .


Aska langsung menuju meja makan yang berada tak jauh dari ruang tamu tadi . Nampak bingung karena disana hanya ada camilan di dalam toples , tidak ada satupun masakan disana .


" Astrid ." Panggilnya .


" Ya ." Astrid menghampirinya setelah menaruh puddingnya di kulkas .


" Bukannya kamu tadi ngundang kita makan malam disini ya ,tapi kenapa nggak ada satu makanan pun disini ?"


Astrid malah cengengesan ." Bibi tadi nggak dateng ,aku pesenin online aja ya , kakak mau makan apa ?" Rayunya .


" Memangnya kamu masih juga belum bisa masak ?" Tanya Aska heran .


" Bisa masak air sama mie instan ." Belanya . " Mau aku buatin mie instan ?"


" Ogah ." Jawab Aska kesal ,padahal perutnya sudah lapar .


" Memangnya kamu nggak ada bahan makanan di kulkas ?" Tanya Rena menimpali .


" Ada kak penuh ,ayam , daging , ikan dll ."


" Ya udah ." Rena menaruh tasnya di kursi , lalu berjalan ke dapur .


Astrid mengekor di belakangnya .


" Kakak mau masak apa ?" Tanya Astrid melihat Rena membuka kulkas .


" Ayam kecap aja biar cepat , kakak kamu juga suka , kamu mau juga atau yang lain ?" Tanya Rena .


" Mau dong , tapi yang pedas ya ."


Rena mengangguk .


Astrid sedikit membantu mengiris bumbu yang untuk ditumis .


" Sudah berapa bulan kandungannya ?" Tanya Rena ,mereka berdiri bersebelahan di meja dapur .


" Jalan 5 bulan kak ."


" Suami kamu kenapa nggak ikut kesini ?"


" Nggak bisa kak ,kerjaannya banyak disana ,lagian ada Oma juga nggak mungkin ditinggal sendiri ."


Astrid menatap kakak iparnya itu yang tengah sibuk menumis bumbu .


" Kakak nanti tidur disini ya ." Ajaknya tiba-tiba .


Rena menatapnya .


" Ayolah kak , aku sendirian disini . Nanti kita tidur bareng sambil cerita-cerita ya ." Rayunya terus .


Rena diam . Tawaran yang cukup menarik juga . Mungkin ia bisa mengenal lebih dekat dengan adik iparnya .


" Tapi aku nggak bawa baju ."


" Pakai baju aku nggak papa ."


" Yah oke ." Astrid bersorak seperti anak kecil mendapat teman baru .

__ADS_1


" Kalau Kak Aska nggak mau biar dia pulang sendiri ." Lanjutnya .


Rena terbahak mendengarnya .


__ADS_2