
Sarah memesan hot capuccino juga , lalu duduk di depan Rena yang hanya dari melihatnya saja sudah nampak jelas kegusaran hatinya .
" Ada apa ?" Tanya Sarah kemudian , menyesap sedikit kopinya .
Rena menatapnya nanar ." Kamu ..kamu sudah lama kan kenal Aska ?"
" Aska ?" Ulang Sarah ." Ya tentu saja ,aku pernah cerita sebelumnya kan ."
" Apa ...apa kamu juga pernah atau mengenal wanita yang .." Ia berhenti sebentar , masih menimbang apa ini keputusan yang benar . Bagaimana kalau setelah ini Sarah akan membencinya dan yang paling ditakutkan ia akan menceritakan semua ke Aska ." Wanita yang menikah dengan Aska ." Akhirnya terlontar juga ucapan itu , tak ada pilihan lain . Ia pasrah kalau setelah ini Sarah akan sangat membencinya karena perbuatan yang sudah dilakukan .
Sarah sedikit terkejut mendengar , apa ini semua berhubungan dengan itu semua , atau mungkin Rena mengakui semua siapa jati dirinya .
" Ya ,aku cuma tahu tapi kita nggak kenal juga ." Jawabnya singkat .
Rena menarik nafas panjang ,mengetuk-ngetukkan jari di meja . Ia masih mencari kata-kata yang tepat untuk mengakui semuanya kepada Sarah .
" Memangnya ada apa kamu tiba-tiba tanya soal itu ?" Tanya Sarah kemudian .
Rena hanya menggelengkan kepalanya .
Setelah itu ,mereka sama-sama terdiam .Rena masih ragu untuk bicara atau tidak . Sementara Sarah terlihat terus memperhatikan wajahnya .
" Apa kamu mau menceritakan suatu rahasia ?"
Pertanyaan Sarah membuat Rena terlonjak .Apa mungkin Sarah tahu apa yang ingin dikatakannya .
" Iya ." Ucap Rena akhirnya , berusaha untuk yakin ." Aku ingin mengakui siapa aku sebenarnya ke kamu ."
Sarah menatapnya ,tak ada keterkejutan di wajah itu .
" Ya , ngomong aja ." Jawab Sarah .
" Sebenarnya ...sebenarnya aku adalah ..." Lagi-lagi keraguan muncul , apa ini keputusan yang tepat .
" Alia ." Sambung Sarah .
Rena melotot ." Kamu tahu itu ?" Tanyanya kaget .
Sarah mengangguk .
" Kamu tahu dari mana ?"
" Aska ."
" Apa ?!" Sekali lagi Rena terlonjak . Aska ternyata tahu dirinya siapa , tapi kenapa selama ini tak pernah menanyakan atau membahas masalah ini .
Sarah mengangguk ." Aska sudah tahu semua tentang kamu , siapa kamu sebenarnya dan perubahan identitas kamu menjadi seorang Renata , Aska tahu itu semua ."
Rena membekap mulutnya sendiri . Merasa malu dan juga bingung . Kalau Aska tahu siapa dirinya kenapa sikapnya biasa saja . Harusnya ia marah karena dosa yang telah dilakukannya di masa lalu .
Sarah mendekatkan wajahnya ke Rena ." Aska juga tahu kedekatan kamu dan Nico ." Bisiknya .
Lagi-lagi Rena yang dibuat tak percaya ." Dan ...soal rencana kalian berdua ."
__ADS_1
Rena membuka mulutnya ." Rencana apa ?"
" Rencana yang kalian susun untuk bisa membuat Aska jatuh cinta sama kamu ."
Rena menyandarkan punggungnya di kursi ,badannya terasa lemas tak berdaya .
" Kenapa kamu bisa tega melakukan ini ?" Tanya Sarah tegas .
Rena menatapnya dengan mata berkaca-kaca ." Aku nggak punya pilihan lain ..." Ucapnya lirih .
" Maksud kamu ?"
" Kalau aku tidak mau mengikuti rencana Nico untuk bisa membuat Aska jatuh cinta , dia akan pakai cara lain dan aku takut dia melakukan sesuatu yang berbahaya untuk Aska ."
Sarah menyandarkan punggungnya di kursi , mencoba mencerna semua yang tadi didengarnya .
" Jadi kamu tahu hubungan Aska dan Nico tidak baik dan soal dendamnya di masa lalu kan ?"
" Iya aku tahu semuanya ."
" Kenapa kamu harus takut Nico mencelakai Aska , bukannya kamu nggak ada perasaan sama dia ?" Pancing Sarah .
Rena menundukkan wajahnya ." Aku tahu mungkin kesalahan itu tidak akan bisa termaafkan ." Ucapnya pelan ,air matanya mulai menetes ." Tapi aku menyesali semuanya dan ingin menebus kesalahan yang sudah aku lakukan dulu ."
" Kalau memang kamu menyesal ,kenapa waktu itu kamu malah memilih tinggal bersama Nico ,bukannya langsung menemui Aska ."
Rena menggeleng . " Aku nggak ingat apapun , yang aku kenal hanya Nico karena dia satu-satunya yang ada saat aku membuka mata setelah kecelakaan itu ."
" Iya ."
" Oh My God .."
" Dan Nico selalu melarang aku mencari tahu soal keluarga aku ,karena dia bilang itu nggak penting ."
" Terus gimana ceritanya kamu bisa ingat semua ?"
" Yang waktu jatuh dari tangga apartemen waktu itu ."
Sarah menatapnya kaget ." Apa Nico tahu kamu sudah mengingat semua nya ?"
Rena menggeleng .
" Mungkin lebih begitu ." Gumamnya ." Kenapa kamu nggak cerita ke Aska juga ?" Tanya Sarah lagi .
" Aku nggak berani ." Jawabnya lirih ." Aska pasti akan sangat membenci Alia ."
" Kalau Aska benci kamu ,sikapnya nggak akan seperti ini sekarang ." Cetus Sarah ." Mungkin yang dirasakannya hanya kekecewaan , tapi aku tahu pasti kalau Aska masih sangat mencintai Alia ."
" Kenapa kamu seyakin itu ?"
" Pak Aji ."
Rena membelalakkan matanya ." Bapak ."
__ADS_1
Sarah mengangguk ." Pak Aji sendiri yang minta Aska untuk melepaskan kamu agar dia bisa memulai hidup yang baru ."
" Bapak juga pasti sangat membenci aku sekarang ." Ucapnya gamang .
" Itu semua dilakukan hanya karena rasa bersalahnya pada Aska , putrinya sudah membuat hidupnya hancur ,tapi ia malah mau merawatnya dengan sepenuh hati , itu saja ."
Rena sesenggukan ,lalu Sarah memegang tangannya ,coba memberi kekuatan .
" Apapun kesalahan kamu ,pasti yang namanya orang tua akan selalu memaafkan anaknya ."
Rena menganggukkan kepalanya berkali-kali .
" Aku boleh tanya satu hal lagi ?"
Rena menatapnya ." Ya ."
" Kalau perasaan kamu ke Nico bagaimana ?"
Rena diam sebentar ." Aku juga nggak tahu , dulu karena hanya Nico yang aku kenal dan sangat baik sampai mengijinkan aku tinggal di rumahnya , dia juga mengajari banyak hal soal pekerjaan . Pada dasarnya dia orang yang sangat baik , hanya saja dendamnya terlalu besar merasuki hatinya .Tetapi nggak tahu kenapa , saat mengingat semua , perasaan itu menguap begitu saja , karena aku merasa sikapnya sekarang berbeda mungkin karena dendam yang membuat hatinya tak lagi seperti dulu ."
" Kalau ke Aska ?" Tanya Sarah kemudian .
Rena hanya menatapnya tanpa menjawab .
" Ya oke ,aku sudah tahu meskipun kamu nggak bilang ."
" Aku hanya bingung sekarang harus berbuat apa ,aku cuma nggak mau Nico sampai berbuat sesuatu yang membahayakan Aska ."
" Karena Nico tahu titik terlemah Aska hanya ada sama kamu ."
" Maksud kamu ?"
" Kamu nggak tahu betapa hancurnya Aska saat itu . Setelah kamu menghilang ...dia lebih sering mengurung diri dan sikapnya yang menjadi lebih tertutup dan dingin .Itu juga yang terjadi sampai sekarang . Dia nggak pernah dekat dengan wanita manapun .Hidupnya lebih dihabiskan untuk kerja dan kerja ."
" Aku sangat menyesal dengan itu semua ." Rena menutup wajahnya dengan telapak tangan , dari guncangan bahunya , semua tahu ia sedang menangis . Menyesali semua dan akibat dari perbuatannya .
Sarah berpindah duduk ke sampingnya dan langsung merengkuhnya ke dalam pelukan .
Setelah Rena nampak mulai tenang mereka melanjutkan pembicaraan .
" Sekarang aku harus apa ?" Tanya Rena kemudian ,otaknya sudah buntu untuk memikirkan apalagi yang harus dilakukannya .
" Kalau menurut aku ,untuk sekarang sebaiknya kamu ikuti permainan Nico ,asalkan itu tidak terlalu beresiko buat kalian ."
" Bagaimana dengan Aska ?"
" Kalau memang kamu mencintainya kamu harus bisa yakinkan itu karena selama ini Aska menganggap kamu dan Nico ada perasaan ."
" Masalah jadi tambah rumit karena aku ." Ucap Rena merasa bersalah .
" Semua akan baik-baik saja ." Sarah melingkarkan tangannya di bahu Rena ." Yang dibutuhkan Aska cuma cinta kamu ."
Rena menatapnya ." Kalau itu dia dapatkan , apapun yang dilakukan Nico padanya ,tidak akan pernah bisa menghancurkannya ."
__ADS_1