
Rena nampak berdiri di depan wastafel .
Aska berjalan mendekat , melihat Rena menjajarkan testpack di wastafel .
Rena menoleh ." Mas , lihat garis dua semua ." Ucapnya antusias .
Aska menatap satu persatu testpack di sana dan benar saja , semua menunjukkan dua garis merah dan nampak sangat jelas .Senyuman tersungging di wajahnya , yang selama ini tak pernah terlukis di sana .
" Mas ,kasih selamat dong , kan aku mau punya bayi ."
Aska menatap nya heran ." Kan bayi aku juga ."
" Oh iya ." Rena tertawa .
Aska langsung mendekap dan memeluknya erat .
Cukup lama mereka berpelukan di sana , sampai tiba-tiba Aska menggendongnya keluar dan mendudukkannya di atas kasur .
" Sebentar ." Ucap Aska kemudian berniat mengambilkan minum .
" Tunggu ." Rena memegangi tangannya ." Aku mau bicara ."
Aska kembali duduk di sebelahnya .
Rena menarik nafas panjang ,ini waktunya mereka menyelesaikan masalah di masa lalu ,seperti yang di bilang Bapak kemarin .
" Kenapa ?" Tanya Aska penasaran sambil menatapnya .
Rena memegangi kedua tangan Aska ." Aku minta maaf ." Ucapnya tiba-tiba , air matanya mulai menetes .
" Kenapa lagi ?" Tanya Aska heran .
" Disini aku akan bicara sebagai Alia bukan Rena ."
Kali ini Aska menatapnya serius .
" Aku minta maaf untuk semua yang aku lakukan di masa lalu ." Ia mulai sesenggukan .
Aska mengangkat tangan dan mengusap air mata di pipinya .
" Mungkin kesalahan aku di masa lalu tidak akan pernah termaafkan dan benar kata Bapak , aku tidak bisa tiba-tiba hadir lagi di hidup kamu dengan seolah-olah tidak pernah ada apa-apa di antara kita ."
Aska hanya diam mendengarkan .
" Dan kamu mungkin mengesampingkan perasaan kamu sendiri hanya gara-gara kasihan sama aku ataupun Bapak , apalagi dalam kondisi aku sekarang ."
__ADS_1
" Udah ...udah nggak usah bahas itu lagi ."
" Bukannya Bapak sudah pernah nyuruh kamu untuk melepaskan pernikahan ini ?"
Aska mengangguk .
Rena menatapnya lekat ." Sekarang kamu harus mengambil keputusan dari hati ,kalau memang kamu punya kebahagiaan sendiri bersama orang lain , aku nggak papa ." Ucapnya pelan , sambil tersenyum ." Kamu berhak mendapatkan setelah apa yang terjadi ..."
Rena diam sebentar , lalu melanjutkan .
" Lagipula ada yang bilang kamu nggak pernah lagi tersenyum setelah kejadian itu dan aku sangat ingin melihat senyum itu lagi di wajah kamu ,jadi kalau ada orang yang bisa mengembalikan senyum kamu lagi , aku ikhlas untuk mundur ."
Rena berdiri dan berniat keluar .Tiba-tiba saja langkahnya terhenti ,saat merasakan pelukan Aska di perutnya .
Rena berusaha melepaskan ,tapi Aska malah mempererat pelukannya .
Aska memutar tubuhnya dan mereka berhadapan sekarang .
Ia menatapnya tajam ." Dengar , kamu sudah pernah melakukan kesalahan sekali ,jadi jangan pernah mengulanginya lagi ." Tegasnya .
Rena menundukkan kepalanya .
Aska memegangi dagunya ,membuat kepalanya kembali terangkat .
Mereka saling bertatapan .
" Iya ,aku mau melakukan apapun ." Ucap Rena sedikit takut melihat tatapan mata Aska .
" Cukup lakukan dua hal ."
" Apa ?"
" Pertama , jaga bayi aku baik-baik di sini ." Ucap Aska , sambil mengusap perutnya .
Rena mengangguk .
" Kedua , jangan pernah coba kabur lagi !"
Rena mendelik kaget mendengarnya , belum lepas rasa terkejutnya , Aska sudah mencakup bibirnya tanpa bisa di tolak .
Saat sarapan Pak Aji sudah menunggu di meja makan saat Rena berlari menghampiri .
" Pak ,aku punya hadiah buat Bapak ."
" Ini apa ?" Pak Aji nampak bingung saat testpack ada di tangannya .
__ADS_1
Sumi yang melihat itu terlihat senang dan langsung menghampiri Rena .
" Selamat ya Bu ." Sumi langsung memeluknya .
" Alia , jelaskan ke Bapak maksudnya apa ini ?" Tanya Pak Aji lagi .
" Artinya Pak Aji sebentar lagi punya cucu ." Sahut Sumi .
Pak Aji membelalakkan matanya ." Benar itu ?"
Rena mengangguk .
" Sini ." Pak Aji membuka tangannya lebar-lebar , Rena langsung menghambur ke pelukan Bapaknya .
Sampai Aska datang dan bergabung bersama mereka di sana .
" Aska sini ." Panggil Pak Aji .
" Iya Pak ." Aska mendekat dan Pak Aji langsung memeluknya .
" Selamat , sebentar lagi kamu menjadi ayah ." Ucapnya , sambil menepuk-nepuk pipi Aska .
" Makasih Pak ." Jawab Aska sambil tersenyum .
" Tapi kalian harus pastikan dulu ke dokter ." Ucap Pak Aji lagi .
Aska mengangguk ." Iya Pak ini sebelum ke kantor , kita ke rumah sakit dulu ."
Pak Aji mengangguk ." Semoga hasilnya semua baik ."
Selesai sarapan mereka berangkat , mereka menemui dokter kandungan yang di rekomendasikan Oma Cristin .Meski sudah lama tidak tinggal disini ,tapi masih cukup banyak orang yang dikenalnya .Kabar kehamilan Rena disambut sangat antusias oleh Oma dan langsung membuatkan janji dengan Dr Sisca di jam 8 pagi ini .
Mereka sampai di sana tepat waktu dan melakukan pemeriksaan serta konsultasi kurang lebih 30 menitan . Aska menjadi lebih aktif bertanya soal makanan yang bagus dikonsumsi dan yang tak layak dimakan dan hal lain-lain yang lebih mendetail . Rena menatapnya heran , melihatnya jauh lebih antusias seperti itu .
Saat pulang dari rumah sakit .Sementara tangan kanannya mengapit pinggang Rena , tangan kirinya terus menatap hasil salinan USG bayi mereka tadi . Kandungannya sudah berjalan 8 minggu dan Aska terus menatap foto itu seolah-olah sudah menemukan bentuk rupa bayi nya di sana .
" Mas aku lihat ."
" Nggak boleh ."
Rena cemberut ,tapi Aska mengacuhkannya .
Sampai di mobil pun Aska tetap memegang salinan foto USG nya meski sedang menyetir .
Rena menatapnya kesal lalu melengos .
__ADS_1