
Astrid sedang bersantai nonton tv saat terdengar bel di depan .
Siapa , nggak mungkin kak Aska pulang jam segini ,pikirnya .
" Iya ." Sahutnya , lalu bergegas ke depan .
" SURPRISE !!!!"
Ia melongo melihat siapa yang datang .
" Omaaaaaaa...." Jeritnya ,lalu menghambur ke pelukan wanita tua itu , yang masih menggunakan satu tongkat untuk membantunya berjalan .
" Sayang , biarkan Oma masuk dulu ."
Astrid langsung melepaskan pelukannya dan menuntun Oma nya masuk ,membantunya duduk di sofa .
Setelah mereka duduk bersama , Oma langsung mencakup wajah Astrid dan mencium pipi dan keningnya berkali-kali , dari dulu kebiasaannya tak pernah berubah sejak mereka kecil .
" Oma udah ."
" Apa kamu merindukan Oma ?" Tanyanya kemudian .
" Tentu saja ." Astrid bergelayut manja di tubuh Oma nya .
" Dimana kakak kamu ?"
" Masih di kantor ."
" Sayang , apa kamu sudah bertemu William ?"
Astrid mengangguk ,selama ini cuma Oma yang tahu kondisi rumah tangganya seperti apa .
" Aku sudah membuat keputusan ." Ucapnya kemudian .
Oma menatapnya serius ." Oh ya ?"
" Kita akan bercerai setelah bayi ini lahir ."
" Are you sure ?"
" Ya ."
Oma kembali menenggelamkannya ke pelukan ." Semua akan baik-baik saja , ada Oma disini ."
Astrid mengangguk .
" Kamu tinggal di rumah Oma ya ." Tawarnya .
" Tapi Oma ..."
" Tidak ada tapi-tapi ,kamu akan membiarkan Oma sendirian , lagipula jarak rumah Oma kesini nggak jauh ."
" Okelah ."
" Anak pintar ...oh ya kenapa Aska memutuskan tinggal disini ,rumahnya kenapa ?" Selidiknya .
" Aku nggak tahu Oma , Kak Aska baru bertemu istrinya mungkin mereka ingin menghabiskan waktu berdua saja disini ."
" Hmmm ..."
" Oma ."
" Ya ."
" Apa Oma tahu apa yang terjadi pada William ?"
Oma menatapnya kaget ." Memang apa yang terjadi ?"
" Beberapa hari lalu mereka bertemu dengan Kak Nico di cafe dan mereka berantem ,Kak Nico memukulinya sampai babak belur ."
__ADS_1
" Serius ?"
" Ya ."
" Baguslah itu memang pantas buat dia ."
" Dan kemarin saat aku bertemu untuk menjelaskan keputusan aku ini ,Kak Rena yang gantian menamparnya ."
" Ya ampun ." Oma menutup mulut dengan telapak tangannya ." Ternyata kalian semua sama saja ."
Astrid terbahak mendengarnya .
" Sayang , lalu apa yang Aska lakukan pada William ?"
Astrid menatap Omanya ." Nggak ada Oma ."
" Yakin ?"
Astrid mengangguk .
" Tapi Oma nggak yakin , Aska dan Nico itu sifatnya sama , nggak mungkin dia tidak melakukan sesuatu ."
" Semoga saja nggak ."
Saat Astrid masih meringkuk di pelukan Oma nya , terdengar suara bel .
" Mungkin itu kakak pulang ."
Astrid langsung berdiri dan membukakan pintu .
Benar saja Aska dan Rena pulang .
" Oma ." Sentak Aska , tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ,bukankah Oma bilang baru bulan depan pulang .
" Hai gantengnya Oma ." Oma merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan Aska langsung mendekat .
Seperti yang dilakukannya pada Astrid , Oma mencakup wajahnya dan menciuminya berkali-kali .
Astrid tertawa melihatnya , begitu juga Rena .
Saat melepas ciumannya ,Oma menatapnya . " Kamu makin ganteng sekarang ." Pujinya , sambil menepuk-nepuk pipinya .
Aska nyengir .
Lalu Oma menatap ke arah Rena .
" Kamu Rena ?" Tanyanya .
" Iya Oma ."
" Kemari sayang ."
Oma mengulurkan tangannya , Rena mendekat dan melakukan hal yang sama ,tapi tak ada penolakan disana .
" Oma ." Panggil Aska .
" Jangan berisik !" Sentak Oma kemudian ,yang membuat Aska manyun .
" Kamu cantik sekali ." Pujinya ,Rena hanya tersenyum ." Oma dulu sempat cemas memikirkan cucu oma yang ganteng ini ." Ucapnya sambil menepuk bahu Aska .
" Kenapa Oma ?" Tanya Rena heran .
" Oma pikir dia ada kelainan tidak suka perempuan ."
" Oma ." Ucap Aska yang disambut tawa Rena dan Astrid bersamaan .
" Its oke ,dia ternyata pintar memilih istri ." Oma kembali memeluk Rena .
Mau tidak mau membuat Aska sedikit tersipu .
__ADS_1
" Oh ya ,Astrid biar tinggal sama Oma ya ." Ucapnya kemudian .
Aska menatapnya ." Terserah Astrid aja ."
" Malam ini Oma ajak pulang ,untuk baju-bajunya biar besok aja diambil sopir ,baju nya Astrid masih banyak di rumah ."
Aska mengangguk .
" Oma makam malam disini ya , aku masakin ." Ucap Rena .
Oma menatapnya ." Kamu bisa masak ?"
Rena mengangguk .
" Oma jangan salah ,masakannya kak Rena enak-enak loh ." Puji Astrid .
" Oh bagus itu ."
" Oma mau dimasakin apa ?" Tanya Rena kemudian .
" Hmm ...apa ya ?" Oma diam sebentar ,berpikir .
" Ayam balado aja kak ." Cetus Astrid .
" Itu kamu yang pingin ." Sindir Aska .
" Biarin ."
" Okelah ,terserah kalian ."
Rena berdiri ." Oma tunggu disini ,aku ganti baju dulu ." Rena berjalan ke kamar ,Aska mengikuti di belakangnya .
Setelah berganti baju ,Rena bergegas ke dapur ,Astrid dengan semangat membantu meski hanya memotong-motong bumbu nya saja .
Sementara Aska nampak mengobrol dengan Oma nya di depan .
Satu jam kemudian ...
Ayam balado nya sudah siap disajikan di meja makan .Aromanya sudah menggoda perut mereka yang mulai keroncongan .
Tak lama ,mereka sudah duduk manis menikmati makan malam .
" Perfect ." Puji Oma saat menikmati suapan pertamanya ." Masakan kamu benar-benar enak sayang ."
Rena tersenyum menanggapinya .
" Bener kan Oma ." Seru Astrid kemudian .
" Ya ,pantes Aska sekarang agak gemukan ,doyan makan kamu ya ." Goda Oma .
Aska hanya diam , sibuk menikmati makanannya .
Selesai makan ,Oma menelpon sopir meminta untuk menjemput mereka .
Begitu sopir mengabari sudah ada di depan loby .
Aska dan Rena mengantar mereka sampai di loby .
" Ingat kalau weekend main ke tempat Oma ." Ucapnya pada Aska .
" Iya Oma ."
Setelah mencium pipi Aska , ia beralih ke Rena .
" Sayang ,Oma titip cucu ganteng Oma ini ya , memang dia sangat bandel tapi sepertinya cuma kamu yang bisa mengendalikannya ."
" Oma ." Aska melotot .
Rena tertawa .
__ADS_1
Setelah berpamitan , Oma dan Astrid masuk ke mobil .