SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 69


__ADS_3

Astrid sedang bersantai nonton tv saat terdengar bel di depan .


Siapa , nggak mungkin kak Aska pulang jam segini ,pikirnya .


" Iya ." Sahutnya , lalu bergegas ke depan .


" SURPRISE !!!!"


Ia melongo melihat siapa yang datang .


" Omaaaaaaa...." Jeritnya ,lalu menghambur ke pelukan wanita tua itu , yang masih menggunakan satu tongkat untuk membantunya berjalan .


" Sayang , biarkan Oma masuk dulu ."


Astrid langsung melepaskan pelukannya dan menuntun Oma nya masuk ,membantunya duduk di sofa .


Setelah mereka duduk bersama , Oma langsung mencakup wajah Astrid dan mencium pipi dan keningnya berkali-kali , dari dulu kebiasaannya tak pernah berubah sejak mereka kecil .


" Oma udah ."


" Apa kamu merindukan Oma ?" Tanyanya kemudian .


" Tentu saja ." Astrid bergelayut manja di tubuh Oma nya .


" Dimana kakak kamu ?"


" Masih di kantor ."


" Sayang , apa kamu sudah bertemu William ?"


Astrid mengangguk ,selama ini cuma Oma yang tahu kondisi rumah tangganya seperti apa .


" Aku sudah membuat keputusan ." Ucapnya kemudian .


Oma menatapnya serius ." Oh ya ?"


" Kita akan bercerai setelah bayi ini lahir ."


" Are you sure ?"


" Ya ."


Oma kembali menenggelamkannya ke pelukan ." Semua akan baik-baik saja , ada Oma disini ."


Astrid mengangguk .


" Kamu tinggal di rumah Oma ya ." Tawarnya .


" Tapi Oma ..."


" Tidak ada tapi-tapi ,kamu akan membiarkan Oma sendirian , lagipula jarak rumah Oma kesini nggak jauh ."


" Okelah ."


" Anak pintar ...oh ya kenapa Aska memutuskan tinggal disini ,rumahnya kenapa ?" Selidiknya .


" Aku nggak tahu Oma , Kak Aska baru bertemu istrinya mungkin mereka ingin menghabiskan waktu berdua saja disini ."


" Hmmm ..."


" Oma ."


" Ya ."


" Apa Oma tahu apa yang terjadi pada William ?"


Oma menatapnya kaget ." Memang apa yang terjadi ?"


" Beberapa hari lalu mereka bertemu dengan Kak Nico di cafe dan mereka berantem ,Kak Nico memukulinya sampai babak belur ."

__ADS_1


" Serius ?"


" Ya ."


" Baguslah itu memang pantas buat dia ."


" Dan kemarin saat aku bertemu untuk menjelaskan keputusan aku ini ,Kak Rena yang gantian menamparnya ."


" Ya ampun ." Oma menutup mulut dengan telapak tangannya ." Ternyata kalian semua sama saja ."


Astrid terbahak mendengarnya .


" Sayang , lalu apa yang Aska lakukan pada William ?"


Astrid menatap Omanya ." Nggak ada Oma ."


" Yakin ?"


Astrid mengangguk .


" Tapi Oma nggak yakin , Aska dan Nico itu sifatnya sama , nggak mungkin dia tidak melakukan sesuatu ."


" Semoga saja nggak ."


Saat Astrid masih meringkuk di pelukan Oma nya , terdengar suara bel .


" Mungkin itu kakak pulang ."


Astrid langsung berdiri dan membukakan pintu .


Benar saja Aska dan Rena pulang .


" Oma ." Sentak Aska , tak bisa menyembunyikan keterkejutannya ,bukankah Oma bilang baru bulan depan pulang .


" Hai gantengnya Oma ." Oma merentangkan kedua tangannya lebar-lebar dan Aska langsung mendekat .


Seperti yang dilakukannya pada Astrid , Oma mencakup wajahnya dan menciuminya berkali-kali .


Astrid tertawa melihatnya , begitu juga Rena .


Saat melepas ciumannya ,Oma menatapnya . " Kamu makin ganteng sekarang ." Pujinya , sambil menepuk-nepuk pipinya .


Aska nyengir .


Lalu Oma menatap ke arah Rena .


" Kamu Rena ?" Tanyanya .


" Iya Oma ."


" Kemari sayang ."


Oma mengulurkan tangannya , Rena mendekat dan melakukan hal yang sama ,tapi tak ada penolakan disana .


" Oma ." Panggil Aska .


" Jangan berisik !" Sentak Oma kemudian ,yang membuat Aska manyun .


" Kamu cantik sekali ." Pujinya ,Rena hanya tersenyum ." Oma dulu sempat cemas memikirkan cucu oma yang ganteng ini ." Ucapnya sambil menepuk bahu Aska .


" Kenapa Oma ?" Tanya Rena heran .


" Oma pikir dia ada kelainan tidak suka perempuan ."


" Oma ." Ucap Aska yang disambut tawa Rena dan Astrid bersamaan .


" Its oke ,dia ternyata pintar memilih istri ." Oma kembali memeluk Rena .


Mau tidak mau membuat Aska sedikit tersipu .

__ADS_1


" Oh ya ,Astrid biar tinggal sama Oma ya ." Ucapnya kemudian .


Aska menatapnya ." Terserah Astrid aja ."


" Malam ini Oma ajak pulang ,untuk baju-bajunya biar besok aja diambil sopir ,baju nya Astrid masih banyak di rumah ."


Aska mengangguk .


" Oma makam malam disini ya , aku masakin ." Ucap Rena .


Oma menatapnya ." Kamu bisa masak ?"


Rena mengangguk .


" Oma jangan salah ,masakannya kak Rena enak-enak loh ." Puji Astrid .


" Oh bagus itu ."


" Oma mau dimasakin apa ?" Tanya Rena kemudian .


" Hmm ...apa ya ?" Oma diam sebentar ,berpikir .


" Ayam balado aja kak ." Cetus Astrid .


" Itu kamu yang pingin ." Sindir Aska .


" Biarin ."


" Okelah ,terserah kalian ."


Rena berdiri ." Oma tunggu disini ,aku ganti baju dulu ." Rena berjalan ke kamar ,Aska mengikuti di belakangnya .


Setelah berganti baju ,Rena bergegas ke dapur ,Astrid dengan semangat membantu meski hanya memotong-motong bumbu nya saja .


Sementara Aska nampak mengobrol dengan Oma nya di depan .


Satu jam kemudian ...


Ayam balado nya sudah siap disajikan di meja makan .Aromanya sudah menggoda perut mereka yang mulai keroncongan .


Tak lama ,mereka sudah duduk manis menikmati makan malam .


" Perfect ." Puji Oma saat menikmati suapan pertamanya ." Masakan kamu benar-benar enak sayang ."


Rena tersenyum menanggapinya .


" Bener kan Oma ." Seru Astrid kemudian .


" Ya ,pantes Aska sekarang agak gemukan ,doyan makan kamu ya ." Goda Oma .


Aska hanya diam , sibuk menikmati makanannya .


Selesai makan ,Oma menelpon sopir meminta untuk menjemput mereka .


Begitu sopir mengabari sudah ada di depan loby .


Aska dan Rena mengantar mereka sampai di loby .


" Ingat kalau weekend main ke tempat Oma ." Ucapnya pada Aska .


" Iya Oma ."


Setelah mencium pipi Aska , ia beralih ke Rena .


" Sayang ,Oma titip cucu ganteng Oma ini ya , memang dia sangat bandel tapi sepertinya cuma kamu yang bisa mengendalikannya ."


" Oma ." Aska melotot .


Rena tertawa .

__ADS_1


Setelah berpamitan , Oma dan Astrid masuk ke mobil .


__ADS_2