
Hari ini ...jadwal masih sangat padat .Ada 3 meeting yang harus dihadirinya dalam sehari .
Diambilnya obat di nakas , lalu menenggaknya dengan segelas air putih .
Kondisi tubuhnya sungguh tidak bisa diajak kompromi .
Dari semalam badannya sudah tak enak dan paginya kepalanya terus nyut-nyutan . Tetapi tak ada pilihan lain , ia tak bisa menunda ataupun mewakilkan orang lain dalam meeting kali ini .
Mudah-mudahan saja semua berjalan cepat ,sehingga tak harus lembur sampai larut juga .
Setelah memakai jas dan mengambil kunci mobil , ia berjalan keluar .
Diluar ...Rena sudah bersiap menunggunya .
" Mas ,kamu nggak papa ?" Tanyanya khawatir .
Aska menggeleng ." Kita berangkat sekarang ." Lalu berjalan mendahului .
Rena masih menatapnya ,ada kecemasan di rasakan . Wajah Aska terlihat pucat , kemarin ia memang sampai malam harus lembur dan itu cukup menguras tenaganya .
Ia berjalan cepat menjajari langkah Aska yang nampak terburu-buru .
Mereka harus sudah sampai kantor tepat jam 7 .
Di mobil pun ,Aska lebih banyak diam sambil sesekali mengusap keningnya .
Rena berkali-kali menatapnya ,ia tahu kondisinya sedang tidak baik pagi ini .
Sesampainya di kantor ,waktu tepat menunjukkan pukul 7 .Setengah berlari mereka menuju lift ,langsung ke lantai atas ke ruang meeting dan benar saja semua sudah menunggu disana .
Rena menyiapkan berkas di atas meja , meeting yang dihadiri sekitar 10 orang itu pun dimulai .
Dua jam berlalu ...
Selesai meeting , Aska langsung ke ruangannya sambil membawa beberapa map di tangannya . Sementara Rena berbelok menuju pantry .
Begitu masuk ruangan , Aska merebahkan tubuhnya di sofa .Sedari tadi ia susah berkonsentrasi juga karena kondisi fisiknya tidak mendukung .
Kepalanya terasa semakin pusing .Ia memejamkan mata ,mungkin dengan beristirahat sebentar kondisinya akan membaik .
Diluar , Rena datang sambil membawa secangkir jahe hangat ..lalu ia mampir sebentar ke meja Dian .
" Mbak Dian ." Panggilnya .
" Kenapa Mbak ?" Tanya Dian yang langsung menatapnya .
" Nanti kalau ada tamu buat Pak Aska jangan diterima dulu ya ,kondisinya lagi nggak fit sepertinya ."
" Baik Mbak , tapi nanti ada meeting lagi jam 2 siang ."
Rena mengangguk , lalu berjalan masuk .
Dilihatnya Aska duduk di sofa , Rena mendekat dan duduk di sebelahnya .
" Mas ." Panggilnya .
__ADS_1
Aska membuka mata .
" Minum dulu , biar enakan ."
Aska mengambil cangkir di tangan Rena dan meminumnya sedikit , lalu menaruhnya di meja .
" Kamu udah minum obat ?"
Aska mengangguk ." Udah tadi ."
Rena menyentuh keningnya dan memang agak demam .
" Buat tiduran dulu aja ,meetingnya kan masih nanti siang ."
" Nggak papa kok ." Elaknya .
" Aku udah bilang Mbak Dian untuk tidak terima tamu dulu sampai nanti siang ...biar kamu bisa istirahat ya ." Bujuknya .
Aska melepas jas dan dasinya .
" Tiduran disini aja ." Rena mengambilkan bantal dan menaruhnya di sofa panjang yang di dudukinya .
Aska akhirnya menurut , karena memang badannya serasa sakit semua .
Semoga setelah tidur , kondisinya lebih baik untuk nanti siang .
" Mau apa ?" Tanya Aska bingung ,melihat Rena duduk di pinggiran sofa dan membuka kancing atas kemejanya , lalu ia mengeluarkan minyak kayu putih dari dalam tasnya .
Membalurkannya di leher Aska .
Aska sendiri sambil menyilangkan tangan di dada mulai memejamkan mata . Merasa tak nyaman ...ia memposisikan tidurnya miring ke kiri , menghadap bantalan sofa dan tak lama ia mulai sedikit terlelap .Merasakan pijatan di bahu dan juga punggungnya .
Kondisinya mulai membaik dan bisa menyelesaikan meetingnya .
Berlanjut sampai malam hari , akhirnya selesai jam 8 malam .
Selesai .
Ia mematikan laptop ,merapikan berkas di meja dan bersiap pulang .
Rena baru mau memasukkan ponselnya ke tas , sebelum dering telpon masuk .
Nico .
Cukup terkejut menatap layar ponselnya , ada apa menelpon jam segini .
" Halo ." Sapanya
Setelah itu ia hanya diam mendengarkan apa yang disampaikan Nico disana .Wajahnya langsung menunjukkan raut wajah tak suka ,tapi tak ada pilihan lain .
" Iya sebentar lagi aku keluar ."
Menutup ponsel lalu menaruhnya di tas .
" Mas ,maaf aku pulang nggak bareng kamu ya , ada janji sama teman ."
__ADS_1
Aska menatapnya . " Oh iya nggak papa ."
" Aku turun duluan ya ." Pamitnya .
Aska mengangguk .
Rena bergegas ke turun . Sebaiknya segera ia menemui Nico .Lagipula ini sudah malam juga . Ada rasa penasaran juga dengan hal penting yang akan dibicarakan katanya .
Berselang lima menit setelah Rena turun , Aska pun keluar ruangannya .
Di luar kantor , Rena sudah ada di dalam mobil Nico .
" Ada apa ?" Tanyanya langsung .
" Hei sayang ,kenapa sih serius gitu ngomongnya , kita udah lama nggak ketemu masak nggak kangen sama aku ." Rayunya .
Rena menarik nafas panjang . Kalau dulu saat Nico membujuknya seperti ini pasti ia langsung luluh . Sekarang semua seperti tak berarti apa-apa baginya . Semudah itu hatinya berubah ,atau dulu memang karena cuma Nico satu-satunya orang yang dimiliki .Kini saat ingatannya kembali ,perasaannya mulai berubah .Rasa yang dulu menggebu saat mereka berdekatan ,kini menguap begitu saja .
Entahlah ...
Ia juga bingung dengan perasaannya saat ini .
" Sayang ."
Ia cukup terkejut ,saat Nico mengusap pipinya .Buru-buru dihempaskannya tangan itu .
Nico cukup terkejut juga ,Rena sedikit berubah padanya semenjak jatuh dari tangga waktu itu .Padahal mereka juga tidak sedang bertengkar .
" Kita bicara sebentar ya di cafe ."
" Bicara apa ?"
" Nanti juga tahu ."
Nico baru saja mau menjalankan mobil , tapi tanpa sengaja matanya menatap di kejauhan dari arah parkiran .
Ia hafal betul , itu mobil Aska .Seketika muncul ide dalam benaknya .
Saat mobil Aska semakin mendekat dan akan berbelok ke kiri , dilihatnya sekilas ...Aska menatap ke arah mereka yang berada tak jauh dari tempatnya sekarang .Tatapan tajamnya tertuju pada Rena yang ada di dalam mobil Nico sekarang .
Nico tersenyum sinis , ia yakin betul Aska tahu sedang bersama siapa Rena saat ini .Tiba-tiba ia mendekati Rena dan sengaja mencium bibirnya .Dengan sangat yakin kalau Aska sedang melihat mereka .
Rena yang mendapat serangan tiba-tiba cukup terkejut dan langsung mendorong tubuh Nico menjauh .
" Apaan sih !" Sentaknya .Matanya menatap penuh kemarahan .
" Maaf ...maaf sayang ,aku tadi khilaf ,aku cuma kangen aja kita lama tidak menghabiskan waktu bersama ." Ucapnya menampilkan wajah penuh penyesalan . Harus diakui juga ,mereka memang lama tinggal bersama dan hubungan mereka cukup dekat layaknya sepasang kekasih , tetapi Rena cukup bisa menahan diri , tidak pernah membiarkan Nico menyentuh tubuhnya lebih intim .Meski sikapnya selalu manja saat sedang berduaan .
Rena hampir saja membuka pintu mobil ,Nico buru-buru mencegahnya .
" Kita bicara sebentar ya ."
Rena menatapnya .
" Aku janji nggak akan melakukan itu lagi ." Ucap Nico sambil mengangkat dua jari nya .
__ADS_1
" Oke ...cuma sebentar ,aku capek mau istirahat ."
" Oke ." Jawab Nico ,lalu kembali menatap lurus ke depan .Dilihatnya mobil Aska sudah berlalu .Ia pun menjalankan mobilnya .