
Pukul 23.00
Mereka sampai di apartemen , kondisi Astrid sendiri sudah terlihat lebih membaik ,hanya harus banyak beristirahat tentunya .
Aska memaksanya untuk bermalam di unitnya , nggak mungkin juga membiarkan nya sendiri meski tempat mereka bersebelahan .
Astrid awalnya menolak ,tapi akhirnya luluh juga .
Rena ke unit sebelah , mengambilkan baju tidur Astrid .
Aska memapahnya ke kamar dan menyuruhnya duduk di kasur .
Rena muncul dengan membawa baju ganti di tangannya , lalu memberikannya ke Astrid .
" Mau ditemenin ?" Tanya Rena , saat mengantar Astrid ke kamar mandi .
" Nggak usah Kak ,aku bisa sendiri ."
Selesai , Astrid keluar lalu berjalan ke tempat tidur .
" Kamu mau dibikinin sesuatu ?" Tanya Rena .
Astrid menggeleng ." Kakak istirahat aja ini sudah malam ,aku cuma mau tidur ."
" Ya oke ." Rena membantu menyelimutinya .
Aska mematikan lampu kamar dan mereka keluar kamar .
*****
Rena merebahkan tubuhnya ke kasur ,tapi tak tahu kenapa perasaannya masih tak enak .Kenapa ia merasa kalau ada sesuatu dengan Astrid ,apa memang dia menyembunyikan masalah dibalik keceriaan yang selalu ditampilkannya .
" Kenapa ?" Tanya Aska yang ternyata sudah berbaring di sebelahnya .
Rena menggeleng ." Besok aku nggak ke kantor ya ,kasihan Astrid kalau ditinggal sendirian ."
" Iya ,nggak usah ." Jawab Aska .
" Kamu kenapa ,ngelamun gitu ?" Tanya Aska lagi .
Rena menggeleng ,lalu mengubah posisi tidurnya , memunggungi Aska .
Aska menoleh , menatapnya heran . Biasanya dia selalu nempel-nempel kalau mau tidur . Ini kenapa berbeda .
Ia mengusap keningnya , kenapa hal seperti ini saja bisa mengganggu pikirannya .
Aska turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi .
Kembali dari kamar mandi , dilihatnya Rena masih dalam posisi yang sama .
Dilihatnya sekilas saat naik ke tempat tidur .
Rena belum tertidur , hanya diam . Menatap ke jendela sambil memeluk gulingnya .
" Kenapa ,sakit ?" Pada akhirnya Aska menanyakan juga daripada penasaran ,sambil memegang bahu Rena .
Rena menoleh ." Nggak ." Jawabnya heran ." Kenapa sih ?"
" Tumben aja diam , biasanya ngoceh terus ."
Rena melotot ,lalu duduk .Menatap ke Aska yang juga tengah menatapnya .
" Kamu kangen diomelin ya ." Goda Rena sambil menarik baju Aska ,sampai mereka berdekatan .
" Nggak ." Jawab Aska cepat .
" Kangen yang lain ?" Bisik Rena .
__ADS_1
" Nggak ."
" Masak ?" Rena semakin mendekat , hidung mereka bersentuhan .
" Ya ." Jawab Aska pendek .
" Ya udah deh ." Rena melepaskan tangannya .Ia berniat tidur lagi .
Tanpa terduga Aska melingkarkan tangannya di pinggang Rena .
" Mas mau ngapain ?"
Aska menarik tubuhnya mendekat , lalu merebahkan tubuh di kasur ,menarik selimut sampai batas lehernya .
Rena menatapnya heran , ia masih terbaring di atas tubuh Aska , tangan kekar itu memeluknya sangat erat .
Aska sendiri tak memperdulikan reaksi Rena , ia lantas memejamkan mata , dirasakannya Rena menyusupkan wajah di dadanya .
Ia semakin mempererat pelukan , tak tahu kenapa seharian ini ia begitu merindukannya .
Tanpa disadari sampai keduanya benar-benar terlelap .
Paginya...
Saat sedang di dapur , Astrid menghampirinya .
" Loh udah bangun ?" Tanya Rena .
Astrid mengangguk ." Mau aku bantuin ?" Tanyanya .
" Nggak usah , udah mau matang ini ."
Rena hanya membuat nasi goreng untuk sarapan mereka pagi ini .
" Kakak kok belum siap-siap , emang nggak ke kantor ?" Tanya Astrid , mengambilkan piring besar untuk nasi gorengnya .
Rena menggeleng .
Rena menatapnya ." Nggak papa ,diijinin kok sama Pak Bos ."
Selorohnya .
Astrid tertawa mendengarnya .
Setelah sarapan bersama , Aska berangkat ke kantor dengan sedikit manyun .Mood nya sedang tidak enak karena sekali lagi ia hanya sendirian ke kantor .
*****
Siangnya menjelang makan siang ...
Rena sudah berada di loby kantor . Astrid sedang tidur siang saat ditinggalnya kesini .Tadi pagi ia tak sempat memasak untuk makan siang ,jadinya sekarang ia mengantar makan siang untuk Aska ,tanpa memberitahu sebelumnya , karena ia yakin kalau tidak ada makanan ,Aska pasti melupakan makan siangnya daripada harus pergi keluar untuk membeli makanan .
" Siang Bu Rena ." Sapa satpam di depan .
" Siang Pak ."
Rena berjalan masuk ,resepsionis di depan juga menyapanya ,ia langsung menuju lift yang ada di sudut .
Baru berhenti di depan lift ,pintu lift terbuka dan seorang laki-laki disana menerobos keluar .
Entah apa yang ada di dalam pikirannya .Padahal Rena sudah berusaha minggir , dia malah jalan seenaknya dan ...
" Ahhhh .." Jerit Rena ,saat laki-laki itu menubruknya .Lengan mereka bersentuhan .
" Maaf ...maaf ." Ucapnya sambil menatap lekat ke Rena .
" Bisa hati-hati kalau jalan ." Sentak Rena .
__ADS_1
" Maaf cantik ..aku nggak sengaja ."
Rena jadi risih mendengarnya .Apalagi dia sambil cengengesan nggak jelas .
Rena bergegas masuk lift ,percuma juga meladeni orang seperti itu .
Sesampainya di ruangan Aska , ia langsung menerobos masuk karena Dian juga sedang tidak ada di mejanya .
Aska sedikit terkejut melihatnya .
" Loh kok kesini ?"
" Iya , Astrid lagi tidur siang makanya aku tinggal kesini ."
Rena menatap ke meja , ada dua cangkir disana .
" Habis ada tamu ?"
Aska mengangguk ." Ya ,ada teman kuliah tadi kesini ."
" Oh ..."
Aska masih sibuk di depan laptop nya , Rena mendekat dan menaruh kotak makannya di atas meja .
Begitu dibuka aroma nya sudah membuat perut keroncongan .
Hari ini ia membuat udang saos padang .
Sambil membawa kotak makan di tangannya , Rena menyandarkan tubuhnya di meja dan mereka dalam posisi berhadapan sekarang .
Aska hanya sedikit menoleh ,lalu ia mematikan laptopnya .
Rena mengambil sendok dan mulai menyuapi Aska .
" Pedas ya ?" Tanya Rena .
Aska menggeleng .
Hanya dalam beberapa menit saja , kotak makannya sudah kosong tak bersisa .
Setelah selesai , Rena berpamitan pulang .Takutnya kalau Astrid mencarinya .
" Biar diantar Iwan pulangnya ." Ucap Aska .
" Nggak usah aku naik taksi online aja ."
Tapi Aska sudah bicara di telpon dengan karyawan nya itu .
" Ditunggu di depan loby ."
" Ya udah aku pulang dulu ."
Aska hanya mengantarnya sampai lift .
Sampai di lantai dasar , ia bergegas keluar loby dan benar mobil Aska sudah terparkir disana .
Rena baru saja mau membuka pintu mobil , ketika sebuah suara menyapanya .
" Hai cantik ...ketemu lagi kita ."
Rena menoleh ,laki-laki itu lagi . Kenapa dia masih berkeliaran disini .
Cepat-cepat ia masuk mobil .
" Cepetan jalan ."
" Baik Bu ." Jawab Iwan .
__ADS_1
Saat mobil berjalan pelan , masih sempat dilihatnya laki-laki itu melambaikan tangan ke arahnya .
Ia menatap lurus ke depan .Berusaha mengacuhkan laki-laki yang tak dikenalnya itu .