SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 34


__ADS_3

Untuk beberapa saat mereka sama-sama terdiam , tak tahu harus berbuat apa dan bicara apa .


Sesekali mereka saling bertatapan dan hanya mata yang saling berbicara .


Ia menarik nafas panjang , sembari mengusap keningnya .


" Aku minta maaf ,mungkin mereka salah mengartikan hubungan kita dan tujuan kita datang kesini ." Ucap Aska pelan .


Entah apa yang ada dipikiran Rena sekarang .


Rena hanya menatapnya tak berkedip .


" Sekarang sebaiknya kamu mandi dulu , nanti kita bicara lagi ." Lanjut Aska . Sebaiknya itu yang mereka lakukan sekarang ,bajunya sudah sama-sama basah karena hujan tadi .


Rena mengangguk , lalu berjalan ke kopernya yang tergeletak di samping koper Aska . Mengambil perlengkapan mandi dan juga baju ganti lalu masuk ke kamar mandi .


Setelah selesai ,bergantian Aska yang melakukannya .Belum ada percakapan yang tercipta .


Sampai mereka berdua sudah dalam kondisi selesai mandi dan berganti baju .


Aska mengambil minuman rempah yang disiapkan untuk mereka .


Saat selesai , dilihatnya ada gelas lain disana . Isinya berwarna kecoklatan .


Ia mengambil dan mencium baunya .


Hoeeek !!!


" Kenapa Mas ?" Tanya Rena cemas .


" Baunya aneh ." Jawab Aska sambil menutup hidung dengan jari tangannya .


Sementara itu ,Rena mengambil kertas dilipat kecil yang ada di samping gelas .


Ini apa ,pikirnya .


Matanya terbelalak lebar saat membacanya , kontan membuat Aska penasaran .


" Apa itu ?"


Rena menoleh dan memberikan kertas ditangannya .


Tak ubahnya seperti Rena tadi ternyata raut wajah yang ditunjukkan Aska .



Jamu ini khusus buat Mas Aska .


Semoga bulan madunya menyenangkan dan berbuah manis .



" Ya ampun ." Lagi-lagi Aska mengusap keningnya .

__ADS_1


Kenapa jadi seperti ini ?Apa yang sudah dipikirkan Pak Hasan dan istrinya soal keberadaan mereka di villa ini .


Dan sungguh ini membuatnya pusing tujuh keliling .


Ia menoleh saat mendengar suara tawa ringan dari Rena .


" Kenapa ?"


Rena cuma menggelengkan kepala dan langsung bungkam , melihat wajah Aska yang nampak datar dan menatapnya serius .


" Minum itu nanti keburu dingin ." Tunjuknya pada minuman rempah yang tadi juga sudah diminumnya .


Rena segera menghabiskannya dan memang langsung membuat tubuhnya terasa hangat setelahnya .


Hujan turun semakin deras diluar , begitupun angin semakin kencang masuk melalui balkon yang terbuka lebar .Membuat hampir sepenuhnya lilin-lilin yang menyala tadi perlahan padam .


Suasana temaram di dalam kamar .Angin yang masuk memporak porandakan kelopak mawar yang bertebaran di atas ranjang . Jatuh mengotori lantai .


Rena duduk di sudut ranjang .


Aska menyusul dan menyandingnya .


Tak bisa dipungkiri dalam keadaan seperti ini membuat jantungnya berdesir tak karuan .


Sepoian angin yang meniupkan rambut Rena yang masih dalam kondisi basah .Menusuk hidungnya dengan aroma shampo yang dipakainya .


Lagi-lagi mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing .


Rena sesekali melirik laki-laki di sampingnya itu . Tak menyangka akan ada di posisi seperti ini . Kala itu mereka ada dalam posisi berdekatan seperti ini saat akad nikah dan setelah itu ...ia menghilang begitu saja .


Hanya perasaannya saja yang mungkin tak lagi sama .


Kalau dulu ia merasa ini ada sebuah petaka ,tak ada cinta untuk laki-laki yang baru dikenalnya .Hanya saja ia tak kuasa menolak lamarannya .Apalagi dia sangat berjasa besar untuk kesembuhan Bapak saat itu .Tanpa bisa berpikir jauh tentang apa yang bisa menjadi resikonya , ia nekad melakukan hal gila itu . Yang kini terasa sangat disesalinya .


Bapak benar , Aska memang laki-laki terbaik untuknya . Harusnya ia bersyukur bisa mendapatkannya .


Tetapi toh ia tak bisa memutar waktu .Apa yang terjadi tak bisa lagi diubahnya , yang ada hanya bisa diperbaiki .Meski ia sedikit menyangsikan apa perasaan Aska masih tetap sama seperti dulu ,atau rasa itu telah berubah menjadi benci , entahlah .


Aska tiba-tiba menatapnya lekat ,membuat sedikit salah tingkah .


" Kamu udah ngantuk ?" Pertanyaan yang sungguh diluar perkiraannya .


Rena menggelengkan kepalanya berkali-kali , seperti tak kuasa menahan dirinya sendiri ,jantungnya serasa mau copot melihat sorot mata itu .


Kenapa perasaannya menjadi seperti ini ?


Dulu ,saat pernikahan terjadi .Tak ada perasaan itu , yang ada hanya kehampaan semata .


Sekarang ,mereka cuma bersama dalam waktu singkat . Tak tahu kenapa perasaannya berkecamuk tak karuan . Saat mereka bersama hanya kenyamanan yang dirasakannya dan ia selalu merindukan saat mereka berjauhan .


Apa cinta itu telah tumbuh dihatinya ?


Disaat hatinya mulai terbuka , apa masih ada tempat itu di hati Aska atau telah tertutup rapat untuknya .

__ADS_1


Mengingat itu semua terasa sangatlah menyakitkan .


" Tunggu bentar lagi , Pak Hasan dan istrinya pasti pulang ." Ucap Aska kemudian sambil melihat jam di ponselnya .


Rena mengangguk .


" Kamu bisa tidur disini ."


" Kamu ?" Tanya Rena balik .


" Nanti aku di kamar sebelah ."


Ada kekecewaan tersirat di wajah Rena , meski ia berusaha menyembunyikannya ." Memangnya Pak Hasan tidak tinggal disini ?" Tanyanya kemudian .


" Biasanya tinggal disini ,tapi kalau pas aku kesini mereka lebih memilih pulang ."


" Rumahnya di mana ...jauh ?"


Aska menggeleng ." Di perkampungan belakang villa ."


" Oh ..." Jawabnya pendek .


Hujan semakin deras .Aska berdiri dan menutup pintu balkon .Udara menjadi semakin dingin .


Sampai ponsel yang diletakkan dikasur berbunyi .


Satu chat masuk .Ternyata dari Pak Hasan .


" Siapa ?" Tanya Rena .


" Pak Hasan ,cuma mau pamitan pulang ." Jawab Aska sambil masih sibuk membalas chatnya tadi .


Selesai .


Aska kembali menatapnya ." Sekarang kamu tidur disini , aku ke kamar sebelah ."


Belum sempat Rena menjawab , Aska sudah berdiri .


Baru beberapa langkah menuju pintu . Aska menghentikan langkahnya saat merasakan pelukan .


Ia menunduk , tangan Rena nampak erat merengkuh perutnya .


Punggungnya terasa hangat saat dirasakan wajah dan tubuh Rena menempel disana .


Ia menarik nafas panjang , mencoba mengontrol tubuhnya . Ini tak boleh terjadi .


Perlahan ia melepas tangan Rena . Diam sebentar , terdengar isakan tangis disana . Membuat hatinya kembali bergejolak .Tubuh dan hatinya mulai tak sinkron .


Entah dorongan darimana , bukannya berjalan keluar ...ia malah membalikkan badan .


Rena menatapnya dengan air mata di pipinya .


Ia mendekat dan mengusap air mata itu dengan jari tangannya .

__ADS_1


Rena mendekat dan memeluknya semakin erat .Seolah takut terlepas lagi .


" Jangan pergi ." Ucapnya lirih .


__ADS_2