
" Mas ." Panggil Rena , mereka sedang duduk di atas tempat tidur malam ini .
" Ya ."
" Kamu memangnya pernah dekat sama Fika ?"
Aska menatapnya heran ." Fika ?" Tanyanya balik .
Rena mengangguk .
" Dekat gimana ?"
" Ya ...mungkin kalian pernah saling suka atau gimana gitu ."
" Kenapa tiba-tiba mikir gitu ?" Tanya Aska sewot .
" Soalnya aku lihat tatapan matanya itu berbeda ."
" Sok tahu ..."
Rena meringis kesal ." Emang gitu kok ."
" Nggak ada ,aku aja baru tahu namanya tadi ."
" Oh ya ?" Rena mendelik .
" Nggak penting juga bahas beginian ."
Aska merebahkan tubuhnya , lalu menarik selimut sampai batas perutnya .
" Kamu mau ngapain ?" Tanya Rena .
" Tidur ."
" Jangan .."
" Kenapa ?"
" Aku belum ngantuk ."
" Terus ,kalau kamu nggak ngantuk , aku juga nggak boleh tidur gitu ." Aska menarik selimut sampai menutupi kepalanya .
Dengan kesal Rena menarik lagi selimutnya .
" Apa sih ?!" Sentak Aska .
Rena menarik tangannya untuk duduk , tapi Aska tetap bersikukuh menolak .
Karena tenaganya yang pasti lebih kuat . Rena yang berniat menarik tangan Aska malah dirinya yang terbawa dan jatuh menimpa tubuh Aska . Dalam waktu sekejap ia sudah menindih tubuh Aska dan wajah mereka berhadapan , hanya berjarak beberapa centimeter .
Beberapa saat mereka hanya terdiam , saling menatap satu sama lain .
Ketika tersadar dalam lamunannya sendiri . Rena berniat bangun .
Saat itu juga tangan Aska meraih leher bagian belakangnya dan menekannya , sehingga wajah mereka semakin dekat .
__ADS_1
Hanya hitungan detik , bibir mereka menyatu disana .Saling memasuki satu sama lain dan semakin intens .
Tak ada penolakan karena mereka sama-sama menginginkannya .
Cukup lama ,ia berada di atas tubuh Aska .Sampai kedua tangan Aska memindahkan tubuhnya ke atas kasur dengan bibir mereka yang masih tak saling melepaskan .
Dengan lihai tangan Aska mulai menyingkirkan pakaiannya dan bergerilya dengan keindahan di dalamnya .
Malam semakin larut , tetapi justru semakin menambah gairah mereka .
Kali ini Aska terlihat lebih menggila dibandingkan saat mereka melakukan pertama kali di Bali .
Dengan durasi yang lebih lama membuat Rena tak berdaya .Tubuhnya terasa lemah dan hanya menatap Aska yang masih melanjutkan aksinya .
Saat selesai ...
" Mas ." Panggil Rena parau , matanya sudah hampir terpejam , dengan sisa tenaga yang dimilikinya , ia melingkarkan tangan di leher Aska .Dengan sigap Aska menciumi bibirnya .
Rena nampak sangat lemah sampai akhirnya tertidur . Keringat membanjiri wajahnya .
Saat benar-benar terlelap , pegangan tangannya di leher Aska pun terlepas .
Aska menatap wanitanya itu ,mengusap keringat di wajahnya dan sekali lagi mencium bibir yang masih terasa panas itu .
Perlahan ia berdiri dan menyelimuti tubuh Rena , lalu berjalan ke kamar mandi .
*****
Paginya ...
Aska sudah bangun dan bahkan sudah mandi , sementara Rena malah masih meringkuk di atas kasur .
" Ya ." Jawab Aska masih di depan kamar mandi mengeringkan rambutnya dengan handuk .
" Sini ..."
Aska berjalan mendekat ." Kenapa ?"
Lalu membuka selimut Rena ." Bangun udah subuh ."
" Kamu harus tanggung jawab ." Jawabnya lemah , masih dengan mata setengah terbuka .
Aska melotot ." Tanggung jawab apa ?"
" Apa yang kamu lakukan semalam ,badan aku jadi sakit semua ." Protes Rena .
Aska mendelik .Lantas hanya bisa diam , tak tahu harus berbuat apa .
Perkataan Rena membuatnya salah tingkah .
" Buruan mandi ." Ucapnya akhirnya .
" Nggak bisa ." Jawabnya pelan .
" Kenapa ?"
__ADS_1
" Nggak kuat bangun ."
Aska duduk di pinggiran kasur .Apa dia sakit , gumamnya . Merasa bersalah kalau sampai dirinya yang menyebabkan itu semua .
Ia coba memegang keningnya , nggak demam .
" Bangun ." Aska menarik tangan Rena agar duduk .
" Nggak mau ."
" Mandi dulu pakai air hangat ,nanti badannya pasti enakan ."
Rena akhirnya duduk berhadapan dengan Aska .Kedua tangannya memegang bahu Aska .
" Mau ngapain ?"
" Gendong ."
" Apa ?!" Aska melotot .
" Sampai kamar mandi ."
" Masak aku ikut mandi ." Protes Aska .
" Cuma anterin ."
Aska menarik nafas panjang .Tak mau berdebat lagi , ia membopong tubuh Rena dan membawanya masuk kamar mandi dan menurunkannya di bathtub .
" Udah ya , mandi sekarang ."
Rena mengangguk dan Aska berjalan keluar .
Pukul 07.00 mereka berangkat , menuju Hotel Cempaka . Ada meeting yang harus dihadirinya disana .
Berlangsung selama 2 jam . Setelah itu mereka langsung menuju ke kantor .
Aska memarkir mobilnya di depan lobi , lalu memberikan kunci pada satpam setelah ia dan Rena keluar .
Saat masuk lobi , bahkan sampai di lift . Beberapa karyawan kantor yang keluar masuk ruangan . Menyapa Aska , tapi tak bisa menyembunyikan tatapan mata mereka . Menatap Aska dan Rena secara bergantian .
Membuat Rena sedikit risih .
" Mas ,kamu merasa ada yang aneh ?" Tanya Rena begitu mereka sampai di ruangannya .
" Apa ?"
" Waktu kita masuk kantor tadi ,orang-orang melihat kita dengan tatapan aneh ."
Aska menatapnya ." Oh ya ?"
Rena mengangguk ." Memang kamu nggak merasa ?"
" Nggak ." Jawab Aska pendek .Sebenarnya ia juga merasakan itu .Pasti ini karena kemarin saat kedatangan Dian dan Fika ke apartemennya .
Kalau Dian ia yakin tak akan melakukan ini , mereka sudah lama bekerja sama dan ia cukup tahu seperti apa sifatnya .
__ADS_1
Tetapi kalau Fika ...
Ia tak tahu pasti , sepertinya harus mencari tahu soal wanita ini .Pasti sikap karyawannya tadi ada hubungannya dengan Fika .