SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 45


__ADS_3

" Mas ." Panggil Rena , mereka sedang duduk di atas tempat tidur malam ini .


" Ya ."


" Kamu memangnya pernah dekat sama Fika ?"


Aska menatapnya heran ." Fika ?" Tanyanya balik .


Rena mengangguk .


" Dekat gimana ?"


" Ya ...mungkin kalian pernah saling suka atau gimana gitu ."


" Kenapa tiba-tiba mikir gitu ?" Tanya Aska sewot .


" Soalnya aku lihat tatapan matanya itu berbeda ."


" Sok tahu ..."


Rena meringis kesal ." Emang gitu kok ."


" Nggak ada ,aku aja baru tahu namanya tadi ."


" Oh ya ?" Rena mendelik .


" Nggak penting juga bahas beginian ."


Aska merebahkan tubuhnya , lalu menarik selimut sampai batas perutnya .


" Kamu mau ngapain ?" Tanya Rena .


" Tidur ."


" Jangan .."


" Kenapa ?"


" Aku belum ngantuk ."


" Terus ,kalau kamu nggak ngantuk , aku juga nggak boleh tidur gitu ." Aska menarik selimut sampai menutupi kepalanya .


Dengan kesal Rena menarik lagi selimutnya .


" Apa sih ?!" Sentak Aska .


Rena menarik tangannya untuk duduk , tapi Aska tetap bersikukuh menolak .


Karena tenaganya yang pasti lebih kuat . Rena yang berniat menarik tangan Aska malah dirinya yang terbawa dan jatuh menimpa tubuh Aska . Dalam waktu sekejap ia sudah menindih tubuh Aska dan wajah mereka berhadapan , hanya berjarak beberapa centimeter .


Beberapa saat mereka hanya terdiam , saling menatap satu sama lain .


Ketika tersadar dalam lamunannya sendiri . Rena berniat bangun .


Saat itu juga tangan Aska meraih leher bagian belakangnya dan menekannya , sehingga wajah mereka semakin dekat .

__ADS_1


Hanya hitungan detik , bibir mereka menyatu disana .Saling memasuki satu sama lain dan semakin intens .


Tak ada penolakan karena mereka sama-sama menginginkannya .


Cukup lama ,ia berada di atas tubuh Aska .Sampai kedua tangan Aska memindahkan tubuhnya ke atas kasur dengan bibir mereka yang masih tak saling melepaskan .


Dengan lihai tangan Aska mulai menyingkirkan pakaiannya dan bergerilya dengan keindahan di dalamnya .


Malam semakin larut , tetapi justru semakin menambah gairah mereka .


Kali ini Aska terlihat lebih menggila dibandingkan saat mereka melakukan pertama kali di Bali .


Dengan durasi yang lebih lama membuat Rena tak berdaya .Tubuhnya terasa lemah dan hanya menatap Aska yang masih melanjutkan aksinya .


Saat selesai ...


" Mas ." Panggil Rena parau , matanya sudah hampir terpejam , dengan sisa tenaga yang dimilikinya , ia melingkarkan tangan di leher Aska .Dengan sigap Aska menciumi bibirnya .


Rena nampak sangat lemah sampai akhirnya tertidur . Keringat membanjiri wajahnya .


Saat benar-benar terlelap , pegangan tangannya di leher Aska pun terlepas .


Aska menatap wanitanya itu ,mengusap keringat di wajahnya dan sekali lagi mencium bibir yang masih terasa panas itu .


Perlahan ia berdiri dan menyelimuti tubuh Rena , lalu berjalan ke kamar mandi .


*****


Paginya ...


Aska sudah bangun dan bahkan sudah mandi , sementara Rena malah masih meringkuk di atas kasur .


" Ya ." Jawab Aska masih di depan kamar mandi mengeringkan rambutnya dengan handuk .


" Sini ..."


Aska berjalan mendekat ." Kenapa ?"


Lalu membuka selimut Rena ." Bangun udah subuh ."


" Kamu harus tanggung jawab ." Jawabnya lemah , masih dengan mata setengah terbuka .


Aska melotot ." Tanggung jawab apa ?"


" Apa yang kamu lakukan semalam ,badan aku jadi sakit semua ." Protes Rena .


Aska mendelik .Lantas hanya bisa diam , tak tahu harus berbuat apa .


Perkataan Rena membuatnya salah tingkah .


" Buruan mandi ." Ucapnya akhirnya .


" Nggak bisa ." Jawabnya pelan .


" Kenapa ?"

__ADS_1


" Nggak kuat bangun ."


Aska duduk di pinggiran kasur .Apa dia sakit , gumamnya . Merasa bersalah kalau sampai dirinya yang menyebabkan itu semua .


Ia coba memegang keningnya , nggak demam .


" Bangun ." Aska menarik tangan Rena agar duduk .


" Nggak mau ."


" Mandi dulu pakai air hangat ,nanti badannya pasti enakan ."


Rena akhirnya duduk berhadapan dengan Aska .Kedua tangannya memegang bahu Aska .


" Mau ngapain ?"


" Gendong ."


" Apa ?!" Aska melotot .


" Sampai kamar mandi ."


" Masak aku ikut mandi ." Protes Aska .


" Cuma anterin ."


Aska menarik nafas panjang .Tak mau berdebat lagi , ia membopong tubuh Rena dan membawanya masuk kamar mandi dan menurunkannya di bathtub .


" Udah ya , mandi sekarang ."


Rena mengangguk dan Aska berjalan keluar .


Pukul 07.00 mereka berangkat , menuju Hotel Cempaka . Ada meeting yang harus dihadirinya disana .


Berlangsung selama 2 jam . Setelah itu mereka langsung menuju ke kantor .


Aska memarkir mobilnya di depan lobi , lalu memberikan kunci pada satpam setelah ia dan Rena keluar .


Saat masuk lobi , bahkan sampai di lift . Beberapa karyawan kantor yang keluar masuk ruangan . Menyapa Aska , tapi tak bisa menyembunyikan tatapan mata mereka . Menatap Aska dan Rena secara bergantian .


Membuat Rena sedikit risih .


" Mas ,kamu merasa ada yang aneh ?" Tanya Rena begitu mereka sampai di ruangannya .


" Apa ?"


" Waktu kita masuk kantor tadi ,orang-orang melihat kita dengan tatapan aneh ."


Aska menatapnya ." Oh ya ?"


Rena mengangguk ." Memang kamu nggak merasa ?"


" Nggak ." Jawab Aska pendek .Sebenarnya ia juga merasakan itu .Pasti ini karena kemarin saat kedatangan Dian dan Fika ke apartemennya .


Kalau Dian ia yakin tak akan melakukan ini , mereka sudah lama bekerja sama dan ia cukup tahu seperti apa sifatnya .

__ADS_1


Tetapi kalau Fika ...


Ia tak tahu pasti , sepertinya harus mencari tahu soal wanita ini .Pasti sikap karyawannya tadi ada hubungannya dengan Fika .


__ADS_2