
Ayam kecap buatannya matang dan Rena menatanya di piring saji , sengaja membuat dua macam , satu pedas seperti pesanan Astrid ,satunya sedang untuk Aska yang kurang menyukai makanan pedas .
" Sini kak ,biar aku yang bawa ke depan ."
Sementara Astrid membawa masakan ke depan . Rena mengambil nasi .
Aska melihat ayam kecap kesukaannya langsung mengambil piring .
" Kakak kayak orang kelaparan aja ." Sindir Astrid .
" Emang iya ,ini semua gara-gara kamu !" Semprot Aska .
Astrid manyun .
Rena muncul membawa nasi dan menyendokkannya untuk Aska dan Astrid .
" Ini yang nggak pedas ." Rena menunjuk ke piring putih .
Aska langsung mengambil dua potong ayam dan setelah itu memakannya dengan lahap .
" Enak kak ." Puji Astrid dengan mulut masih penuh makanan , sesekali ia mengipasi mulutnya yang kepedesan ." Pantesan doyan banget ." Sindirnya sambil melirik Aska yang sama sekali tak menggubris , sibuk dengan makanannya , tak lama ia menyendok nasi lagi .
Sepuluh menit kemudian ,mereka sudah selesai dengan makan malamnya .
Aska menghabiskan air putihnya lalu mengusap mulutnya dengan tissue .
Ia melihat jam ditangannya .
" Kita pulang sekarang ." Ucapnya ke Rena .
Astrid langsung menatapnya ." Eh nggak bisa orang kak Rena mau nginap disini ."
Aska melotot ." Nggak bisa besok pagi harus kerja ."
" Kak Rena nya udah mau kok , kalau kakak mau pulang ... pulang sendiri aja ,besok pagi biar aku yang antar pulang ." Sela Astrid .
Aska menatap Rena yang hanya menganggukkan kepalanya .
" Lagian hujan deras tuh lihat ." Astrid menunjuk ke arah balkon yang ada dibelakang mereka .
Hujan memang cukup lebat ,terlihat jelas di balkon yang terbuka .
" Disini kamarnya ada dua tenang aja ." Lanjut Astrid . " Tapi kakak tidur sendiri aja , kak Rena tidur sama aku , oke ."
Rena berdiri , menata piring kotor dan membawanya ke dapur .
Astrid menyusul membawa piring lain .
Setelah itu mereka mengobrol di dapur sambil cuci piring , sementara Aska duduk di sofa ruang tengah sambil menonton tv .
Selesai dan mereka menyusul Aska lalu mengobrol bertiga disana .
Pukul 22.00 Astrid mengajak Rena ke kamar .
__ADS_1
" Ke kamar aja kak ,ganti baju terus istirahat ."
Rena mengangguk , sementara Aska memilih tetap di ruang tengah .
" Aku minta maaf soal kejadian di kantor tadi ,jadi nggak enak ." Ucap Rena ,mereka sudah diatas kasur berdua .
" Yang mana ?"
" Tadi waktu kamu masuk ruangan Mas Aska itu . " Jawab Rena sedikit malu juga mengatakannya ,tapi ia tetap harus mengungkapkannya .
" Oh , biasa aja sih ..." Jawab Astrid santai ." Melihat itu malah seperti aku sedang berkaca ." Ia malah terbahak , membuat Rena heran .
" Maksud kamu ?"
" Suami aku itu tipenya sama persis kayak kak Aska , dingin dan sok jual mahal , jadi apapun itu tetap aku yang harus maju duluan ." Ia masih terkikik sendiri dengan ceritanya .
" Oh ya ,suami kamu begitu ?"
Astrid mengangguk . " Sama persis ."
" Kok bisa gitu ya ." Ucap Rena ,lebih kepada dirinya sendiri .
" Kalau kitanya nggak aktif , yang ada sama-sama kayak patung hidup ."
Mereka terbahak bersama .Rupanya tawa mereka terdengar sampai ke telinga Aska . Sedikit heran , mereka berdua baru pertama bertemu , kenapa bisa langsung akrab .
Ia menyilangkan tangan di dada .
Kembali ke kamar , Astrid mulai menceritakan masa lalu Aska yang ternyata banyak juga yang suka .
" Kenapa ?" Tanya Rena heran .
" Nggak ada satupun yang digubris , sikapnya ya seperti itu ...kakak tahu sendiri lah ."
Rena diam sambil berpikir , ternyata memang sifat asli Aska dari dulu seperti ini .
" Sampai aku berpikir kalau kakak itu sedikit tidak normal ."
Rena menatapnya kaget ." Kenapa bisa sampai mikir gitu ?"
" Ya aneh aja lah kak ,masak cowok ngelihat cewek cantik nggak bereaksi sama sekali ."
Rena tertawa keras ,lalu buru-buru membekap mulutnya takut Aska sampai dengar .
" Tapi melihat kejadian tadi aku bersyukur banget ,ternyata kakak aku masih normal ."
Kali ini Rena tak bisa menahan tawanya .
" Siapa yang nggak normal ?"
Sebuah suara yang membuat keduanya langsung bungkam .
Berbarengan menatap ke arah sumber suara .
__ADS_1
Aska berdiri di samping kasur ,sambil memasukkan tangannya ke saku celana .
" Apa sih nguping aja ." Sela Astrid .
" Nggak nguping emang suara kalian terdengar sampai keluar ." Jawab Aska .
Rena langsung merosot ke balik selimut dan menyembunyikan tubuhnya disana sebelum melihat kemarahan Aska nanti .
Aska lantas mematikan lampu kamar .
" Tidur , awas besok sampai kesiangan ."
" Iya ." Jawab Astrid ." Udah kakak keluar sana ." Usirnya .
Aska berbalik dan berjalan keluar . Dari balik selimut , Rena bernafas lega ternyata Aska tak sampai marah .
Setelah itu keduanya sama-sama tertidur .
Sampai saat tengah malam , Astrid terbangun karena haus .
Ia mengambil ponsel dan melihat jam , sudah lewat tengah malam .
Lantas berdiri dan berjalan keluar ke dapur .
Keluar dari dapur , ia baru menyadari kalau balkon terbuka .
Mungkin lupa menutupnya tadi .Ia mendekat dan ternyata dugaannya salah , dilihatnya Aska berdiri di balkon sambil menatap keluar .
" Kakak kenapa nggak tidur ?"
Aska menoleh ." Belum ngantuk aja ."
" Bilang aja nggak bisa tidur soalnya sendirian ." Sindirnya .
Aska memelototinya ." Nggak usah mulai ..."
Astrid tertawa .
" Tidur sana ." Usir Aska .
Astrid menarik tangan Aska masuk ." Ayok ." Lalu menutup pintu balkon .
Astrid menuntun Aska masuk ke kamar yang ditempatinya tadi .
" Ngapain kesini ?" Tanya Aska heran .
" Kakak tidur sini aja ,daripada nggak bisa tidur sampai pagi ." Astrid mendorong tubuhnya masuk ,lalu menutup pintu kamar .
Aska berjalan ke kasur , melihat Rena sudah meringkuk disana terbungkus selimut ,hanya memperlihatkan sedikit wajahnya saja .
Pelan-pelan ia naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut .
Tiba-tiba Rena menggeliat , mungkin sedikit terganggu dengan suara disebelahnya tadi .
__ADS_1
Ia membuka matanya sedikit dan ...
" HAAAAAAAAAAAA !!!" Ia menjerit saat matanya terbuka lebar , wajah Aska sudah terpampang nyata di depannya persis , sangat dekat bahkan hidung mereka bersentuhan .