SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 54


__ADS_3

Ayam kecap buatannya matang dan Rena menatanya di piring saji , sengaja membuat dua macam , satu pedas seperti pesanan Astrid ,satunya sedang untuk Aska yang kurang menyukai makanan pedas .


" Sini kak ,biar aku yang bawa ke depan ."


Sementara Astrid membawa masakan ke depan . Rena mengambil nasi .


Aska melihat ayam kecap kesukaannya langsung mengambil piring .


" Kakak kayak orang kelaparan aja ." Sindir Astrid .


" Emang iya ,ini semua gara-gara kamu !" Semprot Aska .


Astrid manyun .


Rena muncul membawa nasi dan menyendokkannya untuk Aska dan Astrid .


" Ini yang nggak pedas ." Rena menunjuk ke piring putih .


Aska langsung mengambil dua potong ayam dan setelah itu memakannya dengan lahap .


" Enak kak ." Puji Astrid dengan mulut masih penuh makanan , sesekali ia mengipasi mulutnya yang kepedesan ." Pantesan doyan banget ." Sindirnya sambil melirik Aska yang sama sekali tak menggubris , sibuk dengan makanannya , tak lama ia menyendok nasi lagi .


Sepuluh menit kemudian ,mereka sudah selesai dengan makan malamnya .


Aska menghabiskan air putihnya lalu mengusap mulutnya dengan tissue .


Ia melihat jam ditangannya .


" Kita pulang sekarang ." Ucapnya ke Rena .


Astrid langsung menatapnya ." Eh nggak bisa orang kak Rena mau nginap disini ."


Aska melotot ." Nggak bisa besok pagi harus kerja ."


" Kak Rena nya udah mau kok , kalau kakak mau pulang ... pulang sendiri aja ,besok pagi biar aku yang antar pulang ." Sela Astrid .


Aska menatap Rena yang hanya menganggukkan kepalanya .


" Lagian hujan deras tuh lihat ." Astrid menunjuk ke arah balkon yang ada dibelakang mereka .


Hujan memang cukup lebat ,terlihat jelas di balkon yang terbuka .


" Disini kamarnya ada dua tenang aja ." Lanjut Astrid . " Tapi kakak tidur sendiri aja , kak Rena tidur sama aku , oke ."


Rena berdiri , menata piring kotor dan membawanya ke dapur .


Astrid menyusul membawa piring lain .


Setelah itu mereka mengobrol di dapur sambil cuci piring , sementara Aska duduk di sofa ruang tengah sambil menonton tv .


Selesai dan mereka menyusul Aska lalu mengobrol bertiga disana .


Pukul 22.00 Astrid mengajak Rena ke kamar .

__ADS_1


" Ke kamar aja kak ,ganti baju terus istirahat ."


Rena mengangguk , sementara Aska memilih tetap di ruang tengah .


" Aku minta maaf soal kejadian di kantor tadi ,jadi nggak enak ." Ucap Rena ,mereka sudah diatas kasur berdua .


" Yang mana ?"


" Tadi waktu kamu masuk ruangan Mas Aska itu . " Jawab Rena sedikit malu juga mengatakannya ,tapi ia tetap harus mengungkapkannya .


" Oh , biasa aja sih ..." Jawab Astrid santai ." Melihat itu malah seperti aku sedang berkaca ." Ia malah terbahak , membuat Rena heran .


" Maksud kamu ?"


" Suami aku itu tipenya sama persis kayak kak Aska , dingin dan sok jual mahal , jadi apapun itu tetap aku yang harus maju duluan ." Ia masih terkikik sendiri dengan ceritanya .


" Oh ya ,suami kamu begitu ?"


Astrid mengangguk . " Sama persis ."


" Kok bisa gitu ya ." Ucap Rena ,lebih kepada dirinya sendiri .


" Kalau kitanya nggak aktif , yang ada sama-sama kayak patung hidup ."


Mereka terbahak bersama .Rupanya tawa mereka terdengar sampai ke telinga Aska . Sedikit heran , mereka berdua baru pertama bertemu , kenapa bisa langsung akrab .


Ia menyilangkan tangan di dada .


Kembali ke kamar , Astrid mulai menceritakan masa lalu Aska yang ternyata banyak juga yang suka .


" Kenapa ?" Tanya Rena heran .


" Nggak ada satupun yang digubris , sikapnya ya seperti itu ...kakak tahu sendiri lah ."


Rena diam sambil berpikir , ternyata memang sifat asli Aska dari dulu seperti ini .


" Sampai aku berpikir kalau kakak itu sedikit tidak normal ."


Rena menatapnya kaget ." Kenapa bisa sampai mikir gitu ?"


" Ya aneh aja lah kak ,masak cowok ngelihat cewek cantik nggak bereaksi sama sekali ."


Rena tertawa keras ,lalu buru-buru membekap mulutnya takut Aska sampai dengar .


" Tapi melihat kejadian tadi aku bersyukur banget ,ternyata kakak aku masih normal ."


Kali ini Rena tak bisa menahan tawanya .


" Siapa yang nggak normal ?"


Sebuah suara yang membuat keduanya langsung bungkam .


Berbarengan menatap ke arah sumber suara .

__ADS_1


Aska berdiri di samping kasur ,sambil memasukkan tangannya ke saku celana .


" Apa sih nguping aja ." Sela Astrid .


" Nggak nguping emang suara kalian terdengar sampai keluar ." Jawab Aska .


Rena langsung merosot ke balik selimut dan menyembunyikan tubuhnya disana sebelum melihat kemarahan Aska nanti .


Aska lantas mematikan lampu kamar .


" Tidur , awas besok sampai kesiangan ."


" Iya ." Jawab Astrid ." Udah kakak keluar sana ." Usirnya .


Aska berbalik dan berjalan keluar . Dari balik selimut , Rena bernafas lega ternyata Aska tak sampai marah .


Setelah itu keduanya sama-sama tertidur .


Sampai saat tengah malam , Astrid terbangun karena haus .


Ia mengambil ponsel dan melihat jam , sudah lewat tengah malam .


Lantas berdiri dan berjalan keluar ke dapur .


Keluar dari dapur , ia baru menyadari kalau balkon terbuka .


Mungkin lupa menutupnya tadi .Ia mendekat dan ternyata dugaannya salah , dilihatnya Aska berdiri di balkon sambil menatap keluar .


" Kakak kenapa nggak tidur ?"


Aska menoleh ." Belum ngantuk aja ."


" Bilang aja nggak bisa tidur soalnya sendirian ." Sindirnya .


Aska memelototinya ." Nggak usah mulai ..."


Astrid tertawa .


" Tidur sana ." Usir Aska .


Astrid menarik tangan Aska masuk ." Ayok ." Lalu menutup pintu balkon .


Astrid menuntun Aska masuk ke kamar yang ditempatinya tadi .


" Ngapain kesini ?" Tanya Aska heran .


" Kakak tidur sini aja ,daripada nggak bisa tidur sampai pagi ." Astrid mendorong tubuhnya masuk ,lalu menutup pintu kamar .


Aska berjalan ke kasur , melihat Rena sudah meringkuk disana terbungkus selimut ,hanya memperlihatkan sedikit wajahnya saja .


Pelan-pelan ia naik ke tempat tidur dan masuk ke dalam selimut .


Tiba-tiba Rena menggeliat , mungkin sedikit terganggu dengan suara disebelahnya tadi .

__ADS_1


Ia membuka matanya sedikit dan ...


" HAAAAAAAAAAAA !!!" Ia menjerit saat matanya terbuka lebar , wajah Aska sudah terpampang nyata di depannya persis , sangat dekat bahkan hidung mereka bersentuhan .


__ADS_2