SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 38


__ADS_3

Mereka pulang bersama ke apartemen . Setelah berkeluh kesah dengan Sarah tadi membuat hatinya sedikit lega .


Meskipun saat Sarah menceritakan apa yang terjadi pada Aska setelah kepergiannya kala itu membuat perasaan bersalah semakin besar menggelayutinya .


Harus dengan apa dia menebus semuanya , apa bisa ia menyembuhkan luka yang pernah digoreskan di hati terdalam laki-laki itu .


Sikap Aska yang sekarang memang dirasakannya sangat dingin ,berbeda saat dulu pertama mengenalnya , meski rasa itu tak lebih hanya sebatas bos dari Bapaknya , tak lebih .


Tetapi sekarang , saat bersamanya terasa berbeda . Apalagi setelah apa yang mereka lakukan kemarin .


Disaat Aska mendekapnya begitu erat , disaat itu pula jantungnya berdegup kencang .


Ada perasaan asing yang timbul dalam dirinya dan itu semakin dalam dirasanya .


" Rena ayok ."


Suara Sarah membuyarkan lamunannya .


Mereka sudah sampai di parkiran .


Rena keluar mobil , lalu berjalan menjajari Sarah menuju lobi .


Mereka berbelok menuju lift , ketika sebuah suara menyapa .


" Kalian dari mana ?"


Mereka berbalik . Aska sudah berdiri disana .


" Oh cuma ngopi aja kok ." Jawab Sarah .


Aska melirik ke Rena yang diam , matanya nampak sembab .


Mereka berbarengan masuk lift dan Sarah keluar lebih dulu di lantai 3 .


Saat tinggal mereka berdua di dalam lift ,Rena pun masih diam .


Aska hanya menatapnya , tanpa berani bertanya lebih jauh .

__ADS_1


Pintu lift terbuka , mereka berjalan di lorong . Ketika sampai di depan unitnya , Rena menoleh .


" Aku duluan ya ." Pamitnya , lalu membuka kunci pintu .


Aska hanya mengangguk dan hanya menyaksikan sampai Rena benar-benar masuk .


Apa ini ada kaitannya dengan kejadian waktu di Bali dan apa sekarang Rena menyesali nya .


Berbagai pikiran membuatnya merasa tak enak . Begitu masuk ia langsung duduk di sofa . Apa yang harus dilakukannya sekarang .


Permintaan maaf pun tak akan bisa mengembalikan keadaan lagi .


Memang bukan dosa yang mereka lakukan , tapi ini lebih kepada perasaan .


Seandainya mereka sama-sama punya perasaan yang serupa , saat itu akan menjadi malam terindah bagi keduanya , tapi kenyataan nya berbeda .


Ia menyandarkan kepalanya di bantalan sofa .


Huft ...sekarang apa yang akan terjadi soal hubungan mereka ke depannya .


Ia mengambil ponsel nya yang berdering .


" Iya , kenapa ?"


Mendengarkan sebentar yang disampaikan Ayu disana .


" Ya sudah , makasih ."


Ia memang meminta Ayu menginfokan soal Pak Aji yang hari ini ada jadwal fisioterapi .


Meski sekarang mereka jarang bertemu , ia bersyukur kondisi Pak Aji semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan . Seandainya ia bisa membawa Alia ke hadapan Pak Aji pasti akan membuat mertuanya itu senang , tapi ia sendiri ragu kapan hal itu di wujudkannya . Meski kini Alia sudah ada di dekatnya .


Ia berdiri dan berjalan ke kamarnya .


Pukul 22.00


Di kamarnya ...

__ADS_1


Rena pun masih terjaga . Sama sekali tak bisa tertidur meski matanya terasa berat .


Pikirannya melayang entah kemana .


Mengingat ucapan Sarah tentang perasaan Aska , sedikit membuatnya terhibur . Meski ia masih sedikit meragukannya .


Seandainya itu benar pasti akan sangat membahagiakan .


Setelah malam pertama yang mereka lewati bersama , membuat hatinya berbunga-bunga .


Seandainya dulu ia mau bersabar dan menerima kehadiran Aska . Pasti hari-hari bahagia sudah mereka lewati bersama saat ini .


Sekali lagi ,ia hanya bisa berkata seandainya , tapi waktu tak bisa diputar kembali .


Ia hanya mau memastikan soal perasaannya untuk Aska , begitu juga sebaliknya .


Melihat sikap Aska yang dingin ,rasanya memang ia harus bertindak .


Ia berdiri , mengaca sebentar dan menyisir rambut dengan jari-jari tangannya , lalu berjalan keluar .


Ayunan kaki membawanya ke unit sebelah . Ia menekan bel di sudut pintu ,setelah tadi hanya mengetuknya pelan tapi tak ada sahutan .


Tak lama terdengar langkah kaki mendekat dan pintu terbuka .


Tampak keterkejutan disana , melihat siapa yang bertamu malam-malam .


" Ada apa ?" Tanya Aska heran .


" Aku nggak bisa tidur ." Ucapnya .


Aska hanya menatapnya heran .Belum lepas keterkejutannya , Rena menerobos masuk sebelum dipersilahkan .


Ia berjalan cepat menuju kamar Aska , yang langsung disusulnya .


" Mau ngapain ?" Tanya Aska bingung sambil menjajari langkahnya yang sudah sampai di dalam kamar .


" Numpang tidur ."

__ADS_1


" Apa ?!" Sentaknya .


Tanpa memperdulikannya , Rena langsung menjatuhkan badannya di atas kasur .


__ADS_2