
Mereka pulang bersama ke apartemen . Setelah berkeluh kesah dengan Sarah tadi membuat hatinya sedikit lega .
Meskipun saat Sarah menceritakan apa yang terjadi pada Aska setelah kepergiannya kala itu membuat perasaan bersalah semakin besar menggelayutinya .
Harus dengan apa dia menebus semuanya , apa bisa ia menyembuhkan luka yang pernah digoreskan di hati terdalam laki-laki itu .
Sikap Aska yang sekarang memang dirasakannya sangat dingin ,berbeda saat dulu pertama mengenalnya , meski rasa itu tak lebih hanya sebatas bos dari Bapaknya , tak lebih .
Tetapi sekarang , saat bersamanya terasa berbeda . Apalagi setelah apa yang mereka lakukan kemarin .
Disaat Aska mendekapnya begitu erat , disaat itu pula jantungnya berdegup kencang .
Ada perasaan asing yang timbul dalam dirinya dan itu semakin dalam dirasanya .
" Rena ayok ."
Suara Sarah membuyarkan lamunannya .
Mereka sudah sampai di parkiran .
Rena keluar mobil , lalu berjalan menjajari Sarah menuju lobi .
Mereka berbelok menuju lift , ketika sebuah suara menyapa .
" Kalian dari mana ?"
Mereka berbalik . Aska sudah berdiri disana .
" Oh cuma ngopi aja kok ." Jawab Sarah .
Aska melirik ke Rena yang diam , matanya nampak sembab .
Mereka berbarengan masuk lift dan Sarah keluar lebih dulu di lantai 3 .
Saat tinggal mereka berdua di dalam lift ,Rena pun masih diam .
Aska hanya menatapnya , tanpa berani bertanya lebih jauh .
__ADS_1
Pintu lift terbuka , mereka berjalan di lorong . Ketika sampai di depan unitnya , Rena menoleh .
" Aku duluan ya ." Pamitnya , lalu membuka kunci pintu .
Aska hanya mengangguk dan hanya menyaksikan sampai Rena benar-benar masuk .
Apa ini ada kaitannya dengan kejadian waktu di Bali dan apa sekarang Rena menyesali nya .
Berbagai pikiran membuatnya merasa tak enak . Begitu masuk ia langsung duduk di sofa . Apa yang harus dilakukannya sekarang .
Permintaan maaf pun tak akan bisa mengembalikan keadaan lagi .
Memang bukan dosa yang mereka lakukan , tapi ini lebih kepada perasaan .
Seandainya mereka sama-sama punya perasaan yang serupa , saat itu akan menjadi malam terindah bagi keduanya , tapi kenyataan nya berbeda .
Ia menyandarkan kepalanya di bantalan sofa .
Huft ...sekarang apa yang akan terjadi soal hubungan mereka ke depannya .
Ia mengambil ponsel nya yang berdering .
" Iya , kenapa ?"
Mendengarkan sebentar yang disampaikan Ayu disana .
" Ya sudah , makasih ."
Ia memang meminta Ayu menginfokan soal Pak Aji yang hari ini ada jadwal fisioterapi .
Meski sekarang mereka jarang bertemu , ia bersyukur kondisi Pak Aji semakin menunjukkan perkembangan yang signifikan . Seandainya ia bisa membawa Alia ke hadapan Pak Aji pasti akan membuat mertuanya itu senang , tapi ia sendiri ragu kapan hal itu di wujudkannya . Meski kini Alia sudah ada di dekatnya .
Ia berdiri dan berjalan ke kamarnya .
Pukul 22.00
Di kamarnya ...
__ADS_1
Rena pun masih terjaga . Sama sekali tak bisa tertidur meski matanya terasa berat .
Pikirannya melayang entah kemana .
Mengingat ucapan Sarah tentang perasaan Aska , sedikit membuatnya terhibur . Meski ia masih sedikit meragukannya .
Seandainya itu benar pasti akan sangat membahagiakan .
Setelah malam pertama yang mereka lewati bersama , membuat hatinya berbunga-bunga .
Seandainya dulu ia mau bersabar dan menerima kehadiran Aska . Pasti hari-hari bahagia sudah mereka lewati bersama saat ini .
Sekali lagi ,ia hanya bisa berkata seandainya , tapi waktu tak bisa diputar kembali .
Ia hanya mau memastikan soal perasaannya untuk Aska , begitu juga sebaliknya .
Melihat sikap Aska yang dingin ,rasanya memang ia harus bertindak .
Ia berdiri , mengaca sebentar dan menyisir rambut dengan jari-jari tangannya , lalu berjalan keluar .
Ayunan kaki membawanya ke unit sebelah . Ia menekan bel di sudut pintu ,setelah tadi hanya mengetuknya pelan tapi tak ada sahutan .
Tak lama terdengar langkah kaki mendekat dan pintu terbuka .
Tampak keterkejutan disana , melihat siapa yang bertamu malam-malam .
" Ada apa ?" Tanya Aska heran .
" Aku nggak bisa tidur ." Ucapnya .
Aska hanya menatapnya heran .Belum lepas keterkejutannya , Rena menerobos masuk sebelum dipersilahkan .
Ia berjalan cepat menuju kamar Aska , yang langsung disusulnya .
" Mau ngapain ?" Tanya Aska bingung sambil menjajari langkahnya yang sudah sampai di dalam kamar .
" Numpang tidur ."
__ADS_1
" Apa ?!" Sentaknya .
Tanpa memperdulikannya , Rena langsung menjatuhkan badannya di atas kasur .