SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 41


__ADS_3

Hari Sabtu ...


Rena sedang berada di unit nya bersama Sarah .


Kebetulan Aska sedang menemui kliennya dan untung tidak meminta Rena untuk ikut bersama nya .Sehingga ia bisa menjalankan rencana yang sudah disusun bersama Sarah dari kemarin .


" Apa Aska akan marah dengan rencana ini ? Tanya Rena yang tiba-tiba ragu , sambil mengeluarkan baju dari lemari lalu menatanya di koper besar .


" Jangan takut dulu sebelum mencoba , memang cukup beresiko ,tapi tetap harus dicoba kan ."


Rena mengangguk ragu ." Sebenarnya aku ingin cepat semua tahu , aku cuma mau cepat ketemu Bapak ." Ucapnya menjadi sedikit melow .


Sarah mendekat dan menepuk bahunya ." Jangan terburu-buru ,takutnya malah akan memperkeruh suasana . Sabar aja sebentar , lagipula Aska menjamin kehidupan Bapak kamu ,nggak mungkin dia menelantarkannya . "


" Iya kamu benar ."


" Kamu sudah bilang ke Nico untuk keluar dari unit ini ?"


Rena mengangguk .


Ia memang bilang ke Nico kepindahannya dari unit ini untuk membuatnya lebih dekat dengan Aska ,padahal di sisi lain ...ia hanya tak mau terlalu banyak berhutang budi pada laki-laki itu dengan menempatkannya disini . Semakin banyak yang diberikan ,nantinya akan semakin sulit juga ia melepaskan diri dari Nico .Mungkin ini sedikit cara untuk menghindar dari Nico secara perlahan .


Bukan cuma itu . Sarah juga mengakui kepada Rena kalau ia pun mengenal Nico dan bilang kalau mereka berteman karena tinggal di apartemen yang sama ,agar tidak menimbulkan kesalahpahaman nantinya .Ia juga menceritakan acara dinner nya kemarin .


Rena mencium ada sesuatu yang berbeda dengan Sarah ,tapi ia mencoba mengacuhkannya , mungkin ini bukan waktu yang tepat .


Apa mungkin ada sesuatu antara Nico dan Sarah ?


Seandainya tidak ada niatan buruk dalam diri Nico , ia akan sangat mendukung hubungan mereka ,tapi semoga saja kedekatannya dengan Sarah bisa membawanya menjadi manusia yang lebih baik .


" Tapi please , rahasiakan soal kedekatan kita dan juga rencana ini ke Nico ."


" Ya , tentu saja ."


" Aku cuma bilang kalau kita hanya berteman biasa , tidak terlalu dekat ."


" Its oke ..."


Rena menutup kopernya yang sudah terisi penuh barang .


Dua koper sudah bisa memuat semua barang yang dibawanya kesini .


Setelah selesai berkemas .Ada yang membunyikan bel di pintu . Rupanya makanan yang mereka pesan .


Dengan cepat mereka menata makanan di meja makan dan mulai menyantapnya .


Setelah tadi mereka berbenah , rupanya perutnya mulai memberontak untuk minta diisi .


Akhirnya mereka menyelesaikan makan tanpa banyak berbicara .

__ADS_1


Selesai makan dan mengobrol sebentar , Sarah berpamitan mau ke unitnya .


" Aku balik dulu deh ,takutnya nanti tiba-tiba Aska datang , bisa curiga ." Celotehnya .


Rena mengangguk ." Makasih ya udah mau bantu beres-beres ."


" Iya santai aja ." Sarah membuka pintu dan melongokkan kepalanya ke lorong , ternyata sepi ." Aku turun dulu ,bye ." Pamitnya sambil melambaikan tangan , lalu sedikit berlari menuju lift .


Rena merebahkan tubuhnya di sofa .Capek juga ternyata , tapi hal ini membuatnya senang .


Ia mengambil ponsel dan melihat chat masuk dari Aska . Tadi mereka memang membahas soal pekerjaan .


Aska meminta berkas yang dibawa Rena dan bilang sebentar lagi pulang .


Menutup ponselnya lalu mencoba memejamkan mata sebentar , sambil menunggu Aska pulang .


Ia menggeliat malas sambil mengerjapkan matanya yang masih sangat mengantuk .Sambil menguap ia mengambil ponsel di sebelahnya .


Jam 21.00


Ia langsung menegakkan duduknya ,itu berarti sudah berapa jam dirinya ketiduran tadi .


Dibukanya beberapa chat masuk dari Aska ,ternyata sudah sampai dari tadi .


Setelah membalas beberapa chat yang masuk lainnya ,ia berdiri dan berjalan ke kamarnya , masuk kamar mandi sebentar sekedar mencuci muka agar wajahnya lebih segar .


Sarah .


" Belum ,aku tadi ketiduran ."


Sarah cuma menanyakan apa ia sudah keluar dari unitnya , karena tadi sempat bertemu Aska di lobi .


" Iya ini udah siap kok ."


Tak lama ia menutup ponselnya .


Ditatapnya dua koper besar yang ada di sudut kamar .


Meski masih sedikit ragu ,tapi kali ini ia harus yakin . Tak ada cara lain lagi yang harus dilakukannya .


Ia berdiri dan berjalan keluar sambil mendorong dua koper besarnya .


Tak lama ,ia sudah sampai di unit sebelah dan memencet bel nya .


Dengan cepat pintu terbuka .Aska menatapnya heran ,melihat dua koper besar disampingnya .


" Kamu mau kemana ?"


Tanpa menjawab , Rena menerobos masuk , menyeret dua kopernya , lalu duduk di sofa .

__ADS_1


Aska juga duduk di sebelahnya .


" Aku sudah keluar dari unit sebelah ." Ucap Rena kemudian .


Aska menatapnya ." Kenapa ?"


" Sewanya terlalu mahal ." Jawab Rena yang membuat dahi Aska berkerut .


Mungkin Rena punya masalah keuangan ,apa Nico sudah tidak menjamin kehidupannya lagi sekarang .


" Bukannya kamu udah kerja sekarang ?" Tanya Aska balik .


" Iya sih ,cuma ..."


" Ya udah kamu balik aja ke unit , biar aku yang urus pembayarannya ." Potong Aska .


Rena melotot tak percaya dengan apa yang didengarnya , kenapa malah sekarang Aska menawarinya untuk membayarkan unit apartemennya .


" Nggak usah deh ." Tolak Rena langsung .


" Kenapa ?"


" Sayang juga uangnya ,disini sewanya kan mahal ."


" Terus ..kamu mau tinggal dimana ?" Tanya Aska lagi .


" Disini ." Jawabnya santai .


" Apa ?!!!!"


Rena mengangguk ." Sayang juga kan kalau sewa 2 unit sementara tinggalnya sendiri-sendiri , mending 1 unit aja untuk berdua kan ."


Aska masih diam , tak habis pikir apa yang dibilang Rena tadi .


" Jangan ngaco kamu !"


" Kan aku asisten pribadi kamu ."


" Rena , asisten pribadi juga nggak harus 24 jam bersama ."


" Ya terserah , tapi aku maunya begitu ."


Aska menarik nafas panjang , lalu dilihatnya Rena berdiri .


" Tapi aku nggak setuju ." Sergah Aska .


" Terserah ." Jawab Rena santai ." Tapi aku mau tinggal disini." Lalu berjalan melewati Aska sambil menarik kopernya , membawanya masuk ke kamar .


Aska hanya melongo menatapnya .

__ADS_1


__ADS_2