SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 6


__ADS_3

Garden Cafe ...


Nico memarkirkan mobilnya di dalam , cukup ramai karena ada grand opening juga sepertinya dan ia terpaksa kesini karena sudah janji juga dengan Rena .


" Katanya disana cheese cake nya enak banget ."


Kata Rena di telpon tadi dan nampak antusias ingin cepat menikmati dessert kesukaannya .


Jadilah mereka janjian disini dan berangkat terpisah karena dari kantor jaraknya tak terlalu jauh , sementara Rena masih di rumah .


Setelah mendapat tempat parkir ,ia bergegas masuk , sepertinya untuk mendapatkan meja pun pasti sulit , melihat begitu banyak antrian di parkiran tadi .


Setelah berputar-putar , akhirnya mendapat meja juga di lantai 2 .


Cafe ini cukup luas dengan 3 lantai ...


Di bawah sudah full meja .


Ia baru saja mau menarik satu kursi , ketika tiba-tiba ...


BRAKKK !!!!


Seorang waiters dengan membawa nampan berisi minuman menabraknya .


Otomatis segelas orange juice tumpah mengenai jas nya .


" Maaf Pak saya tidak sengaja ." Rupanya dia tersandung kaki kursi yang baru ditariknya tadi . Wajahnya terlihat ketakutan , dengan tangan bergetar , ia buru-buru mengambil beberapa lembar tissue di meja dan berniat membersihkan jas nya yang sudah basah .


" Nggak usah nggak papa , biar saya sendiri ." Ucap Nico , lalu mengambil tissue dari tangannya .


" Ada apa ini ...?" Seorang wanita muncul di belakang mereka .


Waiters tadi berbalik dan nampak ketakutan di wajahnya .


" Maaf Bu ,tadi saya nggak sengaja menumpahkan gelas karena kaki saya tersandung ." Ucapnya terbata .


Wanita itu memberikan tanda kepada karyawan nya , untuk pergi dari sana .


" Pak , saya mohon maaf atas kelalaian karyawan saya tadi ."


Nico menatap wanita muda di depannya , rambut panjangnya yang berwarna kecoklatan di kuncir kuda dan hanya mengenakan pakaian santai , padahal ia pemilik tempat ini .


Cantik , pikirnya .


" Oh iya nggak papa , santai aja ."


" Sebagai gantinya , saya akan menyajikan menu paling recomended disini ...ditunggu sebentar ya ." Ia berbalik dan berjalan menuju dapur ,yang ada di pojok ruangan .


Tak sampai lima menit , ia kembali dengan membawa nampan di tangannya , lalu meletakkan nampak di meja Nico .


" Silahkan ...ini cheese cake yang paling diminati disini ."


Nico menatap piring di depannya , di meja lain mungkin masih menunggu lama untuk bisa menikmatinya karena antrian lumayan panjang , tapi tak begitu dengannya ...apalagi ownernya sendiri yang melayani .


Nico berdiri dan mengulurkan tangannya .

__ADS_1


" Nico ."


Wanita itu menyambut uluran tangannya .


" Sarah ."


" Jangan panggil Pak , kelihatannya kita seumuran bukan .."


Sarah tertawa ." Okelah ...Nico ."


Nico menaril kursi di depannya .


" Bisa menemani saya makan dulu disini sebentar ..."


" Oke .." Sarah sedikit ragu , tapi akhirnya duduk juga .


Nico mengambil sendok kecil dan menyuapkan sedikit cheese cake ke mulutnya .


" Perfect ..." ia mengunyahnya pelan ." Ini cheese cake terenak yang pernah saya coba ."


" Terima kasih ..." Sarah tersenyum ,merasa senang mendapatkan pujian .


Setelah itu mereka terlihat langsung akrab , karena Nico memang cukup supel dan gampang dekat dengan siapapun .


Obrolan mereka terhenti karena suara ponsel .


Nico menatap layar ponselnya sebentar .


" Iya ..."


" Langsung ke lantai 2 aja ."


" Oke ."


Sambungan terputus .


" Maaf kamu sudah janji dengan seseorang ya ..." Sarah berdiri ." Kalau begitu aku permisi dulu ..."


" Tunggu ..."


Sarah menghentikan langkahnya .


" Ya ..." Sarah menoleh .


Nico menyerahkan ponsel padanya .


Sarah diam sebentar , lalu mengambil ponsel dan mengetikkan nomor ponselnya disana .


" Thank you ..." Ucap Nico saat Sarah mengembalikan ponsel ke tangannya .


" Aku permisi dulu ..." Pamitnya .


Saat Sarah berjalan menjauh dan menaiki tangga ke lantai 3 , Rena sampai di meja Nico .


" Hai sayaaaang ..." Sapanya .

__ADS_1


Rena menarik kursi dan duduk ." Loh kamu sudah pesan duluan ..." Gerutunya .


Nico menyendokkan sedikit cheese cake di piringnya dan menyuapkannya ke Rena .


" Enak kan ?"


Rena mengangguk senang .


**


Sementara di lantai 3 , Sarah menuju ke satu meja paling pojok .


" Hai ...udah lama ?"


Aska mengangguk , menikmati strawberry cake di depannya .


" Sorry , tadi ada sedikit masalah di bawah ."


" Its oke ...baru juga satu jam menunggu ..." Sindir Aska .


Sarah terbahak ." Nanti pulangnya aku bawain banyak cake sebagai gantinya ." Bujuknya .


" Tapi jangan yang ini , kan udah coba , yang belum dicoba aja ." Ucap Aska lagi .


" Hei ...kamu dikasih gratis malah ngelunjak ya ..."


Aska hanya menyeringai lebar dan sibuk menghabiskan cake nya .


**


Rena menatap ke jendela tak jauh dari mejanya .


" Kayaknya kita pindah ke lantai 3 aja deh ...viewnya lebih bagus ." Serunya .


" Sayaaaang ...kamu nggak lihat itu ,semua meja full ...ini aja untung aku bisa dapat ."


Rena memonyongkan bibirnya .


" Jangan ngambek ...nanti cheese cake buat take away juga mau ...?" Tanyanya .


Rena mengangguk .


Nico mengangkat tangannya dan memanggil waiters .


Tak lama mereka memutuskan untuk pulang , karena rasanya kurang tepat kedatangan mereka kesini , cafe sangat ramai dan itu tidak membuatnya terlalu nyaman .


Begitu sampai mobil , Nico mengambil ponsel dan mengetikkan pesan .


~ thank you , next time aku mampir lagi ...~


Mengirimkannya ke nomor Sarah .


" Ayo jalan ." Seru Rena yang duduk di sebelahnya .


" Iya sayaaaang ..." Nico menatapnya sebentar , lalu menyalakan mobil .

__ADS_1


__ADS_2