
Aska tengah mengemasi kopernya , ketika Pak Aji datang .
" Jadi berangkat sekarang juga ?" Tanyanya .
Aska mengangguk .
Terpaksa ia harus mengarang cerita akan pindah dulu ke Bandung karena urusan kantornya disana .
Tak mungkin ia tetap tinggal disini , sementara Rena sebentar lagi akan kerja padanya dan otomatis mereka akan lebih sering bersama .Kalau ia tetap tinggal di rumah ini , sama sekali tak bisa dibayangkan kalau Rena tiba-tiba datang dan bertemu dengan Pak Aji . Ia hanya mengkhawatirkan keadaannya tentu saja .
" Lama disana ?" Tanyanya lagi .
" Belum tahu Pak ,tapi nanti aku juga sering pulang kok ."
Pak Aji mengangguk , ia akan merasa sangat kehilangan karena selama ini mereka tinggal bersama tak pernah berjauhan .Tetapi mau bagaimana lagi , menantunya itu juga punya pekerjaan lain .
Ia akan sangat kesepian setelah ini .
" Apa kamu sudah memikirkan tentang permintaan Bapak waktu itu ?"
Pertanyaan kali ini membuat Aska menghentikan sejenak kegiatannya ." Apa ?" Tanyanya balik .
" Soal Alia ."
Ia menarik nafas panjang .
Nanti ...dia akan minta surat cerai itu sendiri padanya ,kalau ia ingin menyatukan cintanya dengan Nico , batinnya .
" Belum Pak , pekerjaan aku masih banyak akhir-akhir ini ."
" Semoga proyek kamu cepat selesai , setidaknya ada waktu untuk memikirkan diri kamu sendiri ,jangan terlalu disibukkan kerja terus ."
Aska menatap mertuanya itu , yang juga menatapnya dengan sorot lain .
Pak Aji mendorong kursi rodanya ,lebih dekat ke Aska .
Tangannya yang sudah bisa bergerak sebagaimana mestinya , meraih bahu Aska dan mengusapnya pelan .
" Buka hati kamu untuk wanita lain , jangan menutup diri seperti ini terus ..." Nasehatnya .
Aska hanya tersenyum menanggapinya .
" Lupakan Alia , mungkin memang kalian tidak berjodoh ."
Setelah itu Aska mendekat dan memeluk laki-laki tua itu .
" Bapak jaga kesehatan ya di rumah ." Bisiknya .
Setelah itu , Pak Aji juga mengantarnya sampai halaman .
Saat sudah di mobil ,ia hanya menatap laki-laki tua itu yang nampak sendu .
__ADS_1
Mungkin sebentar lagi , Pak Aji bisa bertemu dengan putrinya itu . Saat Rena sudah mengakui siapa dirinya yang sebenarnya .
Walaupun nanti mereka tidak bersama lagi , setidaknya Rena tidak akan mungkin menyia-nyiakan ayahnya sendiri .
Sambil menjalankan mobil , ia masih mengingat ucapan Pak Aji tadi .
" Buka hati kamu untuk wanita lain , jangan menutup diri seperti ini terus ..."
Ia tersenyum hambar , entah bagaimana perasaan dan hatinya sekarang .Sangat sulit untuk percaya dengan apa itu cinta ,setelah apa yang pernah dirasakannya .
Kali ini pun , ia akan melakukan hal itu .Berdekatan dengan wanita ,yang tidak lain statusnya adalah istrinya sendiri .
Tak tahu apa yang sedang direnacanakan Rena dan juga Nico untuknya , tetapi ia tak mau ambil pusing soal itu .Dari dulu ia sudah siap dengan semua yang akan diterima berkaitan dengan kebencian kakaknya itu .
Ia sudah mempersiapkan diri seandainya mereka berdua mau menghancurkan hidupnya seperti apapun .
Yah , asal itu hanya dirinya .Setidaknya Nico tak pernah mengusik Astrid , itu sudah cukup baginya .
Kalau dengan menghancurkan hidupnya bisa membuat balas dendam Nico selama ini terpuaskan tak mengapa baginya .
Bagaimanapun ia mengakui kesalahan yang sudah dilakukan mamanya dulu dan sekarang ...ia yang harus bertanggung jawab untuk semuanya .
Kata maaf pun tak akan cukup mengembalikan waktu yang telah hilang .
Ia membelokkan mobil memasuki area parkir apartemen .
Sekarang permainan ini baru dimulai .Ia hanya mengikuti saja seperti apa arahan Nico mengendalikan hidupnya nanti .
Begitu keluar dari mobil ,Sarah ternyata sudah ada disana . Ia tadi sempat mengirim pesan sebelum berangkat .
Ia cuma membawa 2 koper saja kesini .
Mereka berjalan masuk dan langsung ke lift ke lantai 4 .
Keluar dari lift ,saat berjalan di lorong ..Rena baru saja mau keluar dan sedang menutup pintu .
Ia cukup terkejut melihat Aska bersama Sarah dengan membawa 2 koper besar .
" Hai Ren ." Sapa Sarah .
" Kalian ...mau kemana ?" Tanyanya bingung .
" ini barang Aska , dia mau pindah kesini ...disebelah kamu persis itu ." Tunjuk Sarah .
Rena cukup terkejut mendengarnya ." Oh ya ?!" kemudian ia beralih menatap Aska yang berdiri di samping Sarah , hanya diam .
Sarah mengangguk ." Kamu mau kemana ?"
" Ke minimarket bawah ."
" Oh ya udah , aku bantuin Aska dulu kalau gitu ."
__ADS_1
Sarah berjalan lebih dulu dan membuka kunci , Aska yang berjalan di belakang nampak menatap lurus ke depan ,tak menghiraukan tatapan Rena yang sedari tadi tertuju padanya .
Bahkan sampai mereka berdua masuk , Rena masih terdiam ditempatnya berdiri tadi .
Aska akan tinggal disini dan mereka tinggal dalam gedung yang sama dan bersebelahan .
Ia menarik nafas panjang .Akan seperti apa hubungan mereka nanti .Untuk kedepannya mereka akan sering bertemu pastinya .
Saat pintu tertutup , ia berjalan mendekat .Dari balik pintu terdengar suara mereka saling bicara , tak jarang juga gelak tawa Sarah terdengar sampai keluar .
Ia masih mematung di depan pintu .Mereka memang sangat dekat , meski Sarah bilang hanya sebatas sahabat ...tetapi tidak menutup kemungkinan kalau ada perasaan lain di antara mereka .
Tanpa terasa air matanya menetes , lalu ia memutuskan pergi dari sana .Tak tahu kenapa ada sakit yang dirasakan jauh di lubuk hati terdalamnya .
Sambil mengusap air mata di pipinya ,ia masuk lift .
Sementara di tempat Aska ...Sarah masih membantunya disana .
" Oh ya , ini soal Rena ..." Ucap Aska tiba-tiba .
" Kenapa ?"
" Kemarin aku bawa cv nya ,kebetulan dia bilang sedang butuh pekerjaan ."
" Oh ya ?"
Aska mengangguk .
" Terus di tempat kamu ada lowongan ?"
" Untuk staf kayaknya belum ada , tapi aku punya pekerjaan lain ..."
" Apa ?"
" Sepertinya aku butuh asisten pribadi untuk sekarang ."
Sarah menatapnya kaget ." Serius ?!"
" Ya ...kamu juga pernah menyarankan itu juga kan dulu ."
Sarah terdiam ,iya memang ia pernah mengatakannya ...tapi saat itu Aska sama sekali tak menganggap serius usulnya .
" Jadi Rena akan jadi asisten pribadi kamu ?" Tanyanya memastikan .
Aska mengangguk ." Itupun kalau dia bersedia , karena aku belum bicara juga ."
Sarah menatapnya serius ." Apa ini karena kemiripannya dengan Alia ..jadi kamu mau menjadikan dia asisten pribadi yang otomatis hampir seharian pastinya kalian akan terus bersama ." Tuduh Sarah .
Bukan mirip ,mereka memang orang yang sama , ucapnya dalam hati .
" Nggaklah ...ini hanya urusan pekerjaan , nggak lebih ...kalaupun Rena menolak , aku bisa cari orang lain ." Jawabnya setenang mungkin .
__ADS_1
" Okelah ...terserah kamu ." Sarah masih sibuk mengeluarkan barang dari dalam koper ." Tapi aku heran aja , kenapa mereka berdua bisa mempunyai wajah yang sangat mirip ...?" Tanyanya pelan .
Aska berdiri , membawa setumpuk pakaiannya dan berjalan ke kamar .Sebelum Sarah bertanya terus soal Rena maupun Alia .