
William sangat terkejut mendengarnya .
" Sayang ,jangan seperti itu bagaimana dengan baby kita ."
Astrid menatapnya serius ." Kalau kamu menyayangi bayi ini ,mana mungkin kamu tega melakukan itu ." Balasnya , yang membuat William terdiam menyadari kesalahannya .
Beberapa menit mereka nampak terdiam , sampai William meraih dan menggenggam tangan Astrid .
Kali ini Astrid mendiamkannya .
" Aku janji tidak akan berubah dan selalu ada waktu buat kalian ." Ucap William kemudian ,seperti menegaskan tidak ada yang dipilih dari mereka berdua dan pada akhirnya ia akan mempertahankan keduanya .
" Aku masih bisa mempertahankan pernikahan kita ,asal dengan satu syarat ." Ucap Astrid , membuat Rena menatapnya .
Apa Astrid akan mengalah dan memaafkan suaminya , pikirnya .
" Apa itu ?" Tanya William penasaran .
" Tinggalkan dia ." Cetusnya .
William menatapnya , sedetik kemudian ia menundukkan kepalanya .
Perlahan Astrid melepaskan genggaman tangan William dan tidak ada penahanan disana . Sepertinya ia pun sudah pasrah dengan keputusan ini .
" Oke dan lebih baik kalau ini menjadi pertemuan terakhir kita ." William menatapnya kaget ." Setelah anak ini lahir , biar pengacara aku yang urus semua ."
William kembali menundukkan kepala , ia sudah tidak punya muka lagi di depan Astrid .
Sepertinya pernikahan mereka akan berakhir seperti ini .
Astrid berdiri ." Kakak ayok ." Ajaknya pada Rena .
Saat Astrid akan melangkahkan kakinya , terdengar ucapan dari mulut William .
" Apa aku bisa melihat bayi kita saat lahir nanti ?"
Astrid hanya menatapnya , tanpa menjawab lalu melangkahkan kakinya keluar .
Rena berjalan di belakang Astrid , lalu William memanggil .
" Kak ."
Rena menoleh .
" Tolong bantu bujuk Astrid untuk mengubah keputusannya , aku mohon ." William mengiba .
Rena menatapnya marah dan memang tidak terlihat penyesalan sedikitpun di wajahnya ,menyebalkan .
__ADS_1
Tak ada jawaban , William kembali memanggil .
" Kak ." Ucapnya lagi .
Rena mengangkat tangannya dan ...
PLAAAKKKKK !!!!!
Sebuah tamparan keras dilayangkan ,Astrid hanya melirik sekilas lalu bergegas keluar .
Sedikit berlari Rena menyusulnya .
Menyisakan William yang terdiam disana dengan mengelus pipinya yang terasa panas .
Di depan cafe , taksi online yang mengantar mereka tadi masih menunggu di sana . Astrid memang meminta untuk menunggu karena ia tahu pertemuan mereka tidak akan lama .
Di depan pintu ,mereka berpapasan dengan wanita itu .
Astrid hanya menatapnya , mereka saling menatap tanpa berbicara , tak mau menambah masalah ia memilih berjalan dulu dan langsung masuk ke mobil .
Giliran Rena yang berdiri di hadapan wanita yang dia juga tidak tahu siapa namanya .
" Hai ." Sapa Rena terlihat ramah .
Ia nampak terkejut .
" Claudia ." Jawabnya
" Oh nama yang bagus dan kamu juga sangat cantik ." Ucap Rena kemudian , membuat wanita itu menarik nafas panjang ,ini bukan suatu pujian untuknya .
" Sekarang kamu bisa memiliki William seutuhnya ."
" Maksud kamu apa ,hah ?!" Teriaknya .
" Bukankah itu yang kamu mau , menjadi wanita satu-satunya di hati William ."
Claudia nampak geram , ia meremas jari-jari tangannya .
" Tapi perlu kamu tahu , segala sesuatu yang kamu dapatkan secara tidak baik , tidak akan juga berakhir dengan baik ."
" Jangan kurang ajar kamu !!" Sentak Claudia , kali ini tak bisa menyembunyikan emosinya , dengan cepat mengangkat tangannya dan ..
HAPP !!
Rena berhasil menangkis telapak tangan itu yang hampir sampai menyentuh wajahnya .
" Jangan sampai saya bicara siapa kamu sebenarnya di depan semua orang yang ada di sini ." Bisik Rena ,lalu menurunkan tangannya .
__ADS_1
Claudia menahan marah , dengan wajahnya yang terlihat langsung pucat .
" Sebaiknya kamu masuk , nikmati waktu kalian berdua ."
Rena tersenyum ,lalu berjalan keluar dan masuk ke mobil .
Claudia berlari masuk , sambil menangis .
" Kakak ternyata galak juga ." Ucap Astrid saat mereka di mobil .
" Sebenarnya aku pingin menjambak rambut perempuan itu ." Rena nampak gemas saat menceritakannya ." Tapi .."
" Kenapa kak ?" Tanya Astrid penasaran .
" Kamu tahu kakak kamu seperti apa ...kalau tahu aku berantem di depan umum , bisa-bisa langsung ditelan hidup-hidup ."
Astrid terbahak mendengarnya ." Ya aku tahu kak Aska memang galak , tapi tadi kakak juga udah ketularan kayaknya ."
Rena menatapnya ." Apa kamu sudah puas dengan keputusan tadi ?"
Astrid tersenyum ." Iya kak , makasih ya ini semua karena kakak ." Lalu melingkarkan tangan di lengan Rena .
" Semua akan baik-baik saja ." Rena menoleh dan mengusap pipi Astrid .
*****
Siangnya , Rena pergi ke kantor sesuai janjinya tadi pagi . Ia buru-buru keluar karena ini sudah lewat jam makan siang .
Ia menatap layar ponsel dan memastikan taksi online pesanannya sudah menunggu di depan loby .
Pintu lift terbuka , ia berlari keluar .
Sampai di depan loby ia menghentikan langkah ,menatap seseorang yang berdiri di depannya .
" Hai cantik , kita bertemu lagi di sini ."
Laki-laki ini lagi , kenapa dia juga bisa ada di sini .
" Boleh aku tahu nama kamu siapa ?" Tanyanya sambil mengulur kan tangan .
Rena menatap ke depan , taksi online pesanannya sudah menunggu di sana .
Tanpa membalas uluran tangannya , Rena berlari menuju mobil .
" Hei tunggu ." Panggilnya .
Rena segera menutup pintu mobil ." Jalan Pak ." Ucapnya sedikit takut .
__ADS_1
Siapa sebenarnya laki-laki itu ?