
" Maaf telat ." Sarah menarik kursi di depannya , lalu duduk .
Nico menatapnya lekat ,sambil tersenyum ." Nggak papa ,aku juga baru selesai meetingnya ."
Nico memang mengajaknya kesini , sekalian ia ada janji juga dengan klien nya .
" Ada sedikit masalah di cafe , jadi nggak bisa ditinggal tadi ."
Setelah itu mereka memesan makanan dan menikmati makan siang yang memang terlewatkan tadi .
" Gimana hasilnya ?" Sarah menanyakan hasil meetingnya tadi ,ia tahu Nico sedang ada bisnis baru dengan salah satu teman kuliahnya dulu , mereka akan membuka sebuah restoran .
" Sudah deal ." Ucapnya antusias .
Sarah membelalakkan matanya ." Oh ya ." Lalu ia mengulurkan tangannya ." Selamat ya ."
Nico membalas uluran tangannya ." Thank you baby ."
" Jadi ini aku ditraktir kan ?" Tanya Sarah lagi .
" Setiap hari juga nggak papa ,asal bisa terus menemani aku ." Goda Nico .
Sarah terbahak mendengarnya .
Nico tengah menenggak lemon tea , ketika matanya menangkap sesosok laki-laki yang tengah berjalan mendekat ke arahnya .
" Kak ."
Nico mendongak ,begitu tahu siapa yang ada di depannya langsung membuatnya berdiri .
" Apa kabar ?"
Belum ada jawaban Nico ,ia hanya terpaku menatapnya .
Sampai seorang wanita berambut pirang berlari ke arah mereka dan langsung menggandeng mesra tangan laki-laki itu .
" Sayang ,aku cariin tadi ternyata disini ." Ucapnya manja .
Laki-laki itu dengan segera melepaskan tangan wanita di sebelahnya .
" Sayang kenapa ?" Wanita itu nampak bingung dengan sikapnya .
Nico beralih menatap wanita itu ." Kalian ada hubungan apa ?" Tanyanya tiba-tiba ,membuat laki-laki itu panik ,berusaha untuk mencegah wanita di sebelahnya berbicara ,tapi rupanya sudah terlambat , wanita itu dengan gamblang menceritakannya .
" Kita sudah bertunangan ,kalau boleh tahu anda siapa ya ?" Tanyanya balik .
BUGGG !!!!Dalam satu pukulan di pipi kirinya ,laki-laki itu jatuh tersungkur .
" Sayaaang ." Jerit panik wanita di sebelahnya ." Kamu siapa ,kenapa melakukan ini ?!" Ia mulai menangis , sementara laki-laki itu mulai bangun dan tak terlihat sedikitpun ingin membalas .
Nico mencengkeram kerah bajunya ." BRENGSEEEK ...!!!" Makinya dan BUGGG , satu pukulan mendarat lagi kali di perutnya .
" Nico cukup , apa-apaan ini ." Sarah berusaha melerai .
Tetapi Nico yang sudah kalap tak menghiraukannya dan semakin menggila ...BUGG..BUGG..BUGG .
Darah mengucur deras di sudut bibirnya .
Beberapa pengunjung cafe nampak hanya melihat ,tanpa berani mendekat atau melerai .
" Tolooooong ..." Wanita itu menjerit histeris .
BUGGG ...Nico masih melemparkan bogem mentahnya sampai dua satpam berlari masuk menghampiri .
__ADS_1
" Cukup Pak ,jangan membuat keributan ." Dua satpam itu memegangi lengan Nico ,meski ia masih berusaha lepas .
Seorang waiters mendekati laki-laki itu dan membantunya bangun .
" Tolong jangan main hakim sendiri begini ,sekarang Bapak ikut saya ke pos ." Ucap salah satu satpam kepada Nico , yang sama sekali tidak di gubris .
" Nggak usah Pak ." Laki-laki itu menimpali , berbicara dengan nada bergetar menahan sakit di tubuhnya ." Ini hanya kesalahpahaman saja ."
" Bapak yakin ?"
Laki-laki itu mengangguk , lalu menatap waiters yang tadi membantunya ." Bantu saya keluar ."
" Baik Pak ."
Nico masih mengepalkan tangannya di meja ,pandangannya tertuju pada sepasang pengkhianat itu .
" Nico ,apaan sih ..memang siapa dia ?" Tanya Sarah , lalu memberikan minum ke Nico agar sedikit tenang .
" William ." Jawabnya singkat .
" William .." Sarah nampak bingung ." Siapa dia ?"
" Suaminya Astrid ." Jawab Nico ,lalu beranjak pergi keluar cafe . Hari ini moodnya benar-benar buruk karena laki-laki brengsek itu .
Sarah mengikuti di belakangnya ,masih dengan ekspresi tak percaya .
*****
Astrid sedang tiduran di kamar saat Rena masuk membawakan pudding coklat .
" Wah ,kakak bikin pudding ." Serunya antusias seperti biasa .
" Iya ,kamu makan deh ..biar cepet sehat ."
Terdengar suara panggilan di ponselnya berkali-kali .
" Ada telpon itu ." Ucap Rena .
" Iya kak ."
Rena menatapnya sekilas dan terbaca di layar siapa yang menelpon .
" Kenapa nggak diangkat ?" Tanya Rena lagi .
" Nggak papa nanti aja ." Astrid malah sibuk menikmati puddingnya .
Rena menarik nafas panjang ,lalu berdiri .
" Kakak mau kemana ?" Tanya Astrid .
" Mau siapin makanan dulu , sebentar lagi kakak kamu pulang ."
" Oh iya deh ."
" Nggak papa di tinggal ?"
Astrid menggeleng ." Nggak papa ,udah sana ."
Rena berjalan keluar kamar .Sebelum benar-benar pergi ia menatap ke Astrid .
Mungkin dugaannya benar ,tapi ia tak enak kalau harus menanyakan lebih detail ke Astrid , bagaimanapun ini urusan rumah tangga mereka .
Rena tengah di dapur memanasi sayur ketika ponsel di sakunya berdering .
__ADS_1
Sarah .
" Kenapa Sar ?"
" Kamu lagi di kantor ?" Tanya Sarah balik .
" Aku nggak ke kantor ,Astrid sedikit nggak enak badan jadi nggak mungkin di tinggal sendirian ."
Terdengar tarikan nafas disana ,selama beberapa menit terdiam .
" Sarah kenapa ?" Tanya Rena heran .
" Kamu nggak lagi sama Astrid kan ini ?"
" Nggak , aku lagi di dapur sendirian ,ada apa?"
" Apa benar William itu suami nya Astrid ?"
" Iya ."
" Tadi Nico memukulinya di cafe ."
" Apa ?!" Sentak Rena tapi kemudian ia membekap mulutnya sendiri ,jangan sampai Astrid mendengarnya ." Tapi ..kenapa ?"
" Tadi dia bersama seorang wanita disana dan ...saat Nico menanyakan hubungan mereka , wanita itu mengatakan kalau mereka sudah bertunangan ."
" Ya ampun ." Rena duduk di kursi ,tiba-tiba merasa lemas mendengar semuanya .Apa ini kekhawatiran yang selalu dirasakannya .
Ada wanita lain dalam rumah tangga Astrid . Memikirkan itu membuat dadanya sesak .Selama ini apa mungkin Astrid sudah tahu dan menyembunyikan semuanya .
" Rena ." Panggil Sarah disana .
" Ya ." Jawabnya pelan .
" Tolong jangan katakan langsung ke Aska ,kamu tahu kan Nico dan Aska punya sifat yang sama ,bisa-bisa dia juga langsung menghabisinya ."
" Iya ,iya aku tahu itu ."
" Kamu coba cari tahu dulu ke Astrid soal kebenarannya ."
" Iya , iya nanti aku coba pelan-pelan tanya ke Astrid ,makasih ya ."
" Oke ,udah dulu ya , nanti kalau ada apa-apa kabari aku ."
Sambungan terputus .
Rena masih seperti orang linglung ,bahkan ia tak tahu harus apa . Kalau tiba-tiba bertanya sama Astrid apakah itu pantas .
Ia buru-buru berdiri menyadari tadi sedang memanasi sayur ,lalu mematikan kompor . Setelah itu menyajikannya di meja makan .
Dan benar saja ,tak lama Aska pulang .
" Kenapa kamu ,pucet gitu ?" Tanya Aska , sambil memegangi keningnya .
Rena menggeleng ." Udah mandi sana ,habis itu makan ."
Aska masuk ke kamar , sementara Rena ke kamar sebelah yang memang tadi tidak ditutup pintunya .
Ia menengok ke dalam .Astrid nampak sudah menghabiskan puddingnya dan tertidur pulas .
Rena kedalam mengambil piring kosongnya ,lalu keluar .
Mungkin besok kalau keadaan Astrid membaik ,ia bisa menanyakan hal ini .
__ADS_1