
Pagi nya Rena merasakan tubuh nya sangat lemas dan sakit semua .Ia memang terlelap duluan , tapi tak tahu apa yang dilakukan Aska padanya .
Ternyata mood nya yang memburuk membuatnya semakin beringas seperti singa .
" Maaf ." Ucapnya pelan .Saat bangun tidur dan melihatnya tak berdaya .
Rena hanya manyun , untuk menebus rasa bersalahnya Aska memijatnya sebentar , lalu menggendongnya saat ke kamar mandi .
Setelah mandi baru terasa lebih segar dan mereka sarapan hanya dengan roti saja .
Ternyata sikap Aska masih sama ,saat keluar unit langsung menggandeng tangannya .
" Mau nyebrang ya Pak ." Goda Rena , tapi Aska tak memperdulikan sedikitpun .
Dan keputusannya memang tak salah , ternyata saat keluar dari lift mereka berpapasan dengan Haikal .
Aska langsung memelototinya .
" Hai bro ,jadi dia istri kamu ?" Tanyanya .
Aska mengacuhkannya .
Tetapi Haikal sama sekali tak punya malu , ia malah menatap lekat ke Rena , membuat Aska kembali emosi .Tangan kirinya masih terus menggenggam tangan Rena .
Wajahnya sudah mulai memerah ,apalagi saat Haikal mendekat dan membisikkan sesuatu .
" Kalau sudah bosan ,kasih aku ya ."
BUGG !!!
Satu pukulan tepat mendarat di wajah Haikal .
" Mas !!" Jerit Rena .Cepat-cepat mengajaknya keluar ,sebelum mereka terlibat perkelahian yang lebih sengit .
" Kenapa sih suka banget berantem ?!" Rena sangat kesal melihatnya , mereka sudah di dalam mobil sekarang .
" Dia yang mulai ."
" Nggak usah diladenin lah ."
" Biar aja , biar tahu rasa dia ."
Rena menarik nafas panjang ,sampai kapan ini akan berakhir .
Sampai di kantor , Aska langsung ke ruang meeting dan Rena ke ruangannya .
Mereka baru bertemu saat jam makan siang .Tak membawa bekal , akhirnya memilih untuk membeli makanan online .
" Mas , lihat deh udah sampai mana kok lama ?" Rena mulai merengek , perutnya sudah keroncongan dari tadi .
Aska melihat ponselnya ." 15 menit lagi ."
" Ya ampun lama ,keburu pingsan ." Rena menjatuhkan badannya di dada Aska .Mereka sedang duduk di sofa .
" Nggak usah lebay , telat makan 15 menit nggak akan bikin pingsan juga ."
__ADS_1
Rena manyun ,tapi tak lama kemudian malah tertidur .
" Baru kali ini ada orang lapar malah tidur ." Seru Aska ,tapi membiarkan Rena terlelap disana .
Sampai ada suara ketukan di pintu ,itu pasti datang makanannya , tapi bagaimana ia bisa berdiri kalau Rena tidur disini .
" Masuk ."
Pintu terbuka , Dian masuk membawa box makanan di tangannya , sedikit terkejut melihat Rena tidur dipelukan Aska , membuat nya merasa tak enak .
" Ini makanan pesanannya Pak ."
" Taruh situ aja ."
Setelah menaruh di meja , Dian bergegas keluar .
" Ayo bangun , itu udah datang ." Aska menepuk-nepuk pipinya , tak ada sahutan .Cara kedua dengan memencet hidungnya , yang langsung membuatnya terbangun .
" Apa sih Mas !"
" Tuh lihat ." Aska menunjuk ke meja .
Rena langsung membuka matanya lebar-lebar dan menegakkan duduknya .
Dengan secepat kilat meraih box makanan di meja .
" Kayak nggak makan seminggu aja ." Ejek Aska .
" Biarin ."
" Mau nambah ?" Tanya Aska .
" Nggak , nanti gendut ."
" Ya bagus biar nggak ada yang suka ." Jawab Aska pelan .
Rena menoleh ." Ngomong apa ?"
" Nggak ."
Sepulang kantor ,masih dengan situasi yang sama . Berjalan sambil memegangi tangan Rena sampai mereka di apartemen .
Di loby apartemen , mereka bertemu dengan Haikal meski posisinya agak jauh , untuk menghindari perkelahian .Rena memilih jalan memutar agak jauh untuk sampai di lift asal tidak sampai bertemu laki-laki itu .
Selesai makan malam , Rena masuk ke kamar dan memakai jaket .
" Mau kemana ?" Tanya Aska yang ikut masuk .
" Ke minimarket sebentar ."
" Biar aku aja ."
" Nggak ." Tolak Rena .
" Biar aku aja ,nggak usah ngebantah ." Balas Aska tak mau kalah .
__ADS_1
" Tapi aku mau beli pembalut , emang nggak malu ?"
Aska mendelik ." Nggak ngapain malu ,kan beli nggak minta ." Lalu ia mengambil jaket dan ponsel ." Nanti aku telpon pas udah disana ."
Rena akhirnya mengangguk juga ." Mas ,sama beliin coklat ."
" Hmmm ..."
Hanya beberapa menit ,Rena mengambil ponsel .Video call dari Aska .
" Yang mana ?" Tanya Aska , lalu memutar kamera belakang .Terpampang rak berbagai macam jenis pembalut .
" Yang merah ."
" Ini ." Tunjuk Aska , membuat ibu-ibu yang berbelanja di sebelahnya menoleh dan tersenyum ,tapi ia tak peduli .
" Iya , cari yang 30 cm yang wings , jangan sampai salah ."
" Iya ."
" Jangan lupa coklatnya ."
" Iya ,bawel ." Aska menutup ponselnya . Di satu rak ada pembalut yang sesuai dengan yang dicarinya , tapi ia lupa juga tanya beli berapa ,akhirnya daripada salah diambil semua pembalut disana ,yang membuat keranjang belanjaannya langsung penuh .
" Wah , Mas nya udah ganteng sayang istri lagi ." Puji ibu yang tadi .
Aska cuma tersenyum menimpalinya .
Saat di kasir pun ia menjadi pusat perhatian beberapa perempuan yang sedang mengantri , bagaimana tidak jadi perhatian orang kalau keranjang belanjaannya di penuhi dengan pembalut .Ia tak peduli , saat gilirannya , diambilnya beberapa coklat dan menaruhnya di meja kasir .
Saat berjalan pulang , ia mulai memikirkan lagi soal keberadaannya disini , kalau mereka tetap tinggal di apartemen ini akan semakin sering juga mempertemukan mereka dengan Haikal .Ia tahu sifat laki-laki itu ,tidak akan menyerah sampai apa yang diinginkan tercapai .
Untuk itu ia harus berbuat sesuatu .
" Mas kamu beli apa banyak gitu ?" Rena terkejut melihat Aska membawa dua kantong besar .
Tanpa menjawab Aska memberikan kresek padanya .
Rena melongo melihat isi belanjaannya .Coklat dan pembalut .
" Mas kenapa beli pembalut sebanyak ini ?" Tanyanya heran .
" Ya udahlah kan bisa buat stok , lagian kamu nggak bilang mau beli berapa ."
" Kamu mau jualan pembalut disini ." Ejeknya .
" Nggak usah bawel ." Sentak Aska ." Habis ini kamu packing ."
Rena menatapnya kaget ." Packing , emang mau kemana ?"
" Nggak usah banyak tanya , besok pagi kita pindah ."
Rena turun dari tempat tidur ." Pindah kemana ?"
" Bawel ."
__ADS_1
Aska berjalan ke sisi lemari dan mengambil dua koper disana .