SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 27


__ADS_3

Hari-hari berikutnya tetap menjadi semangat tersendiri bagi Rena , rutinitas yang dijalani terasa sangat menyenangkan . Mereka selalu bersama hampir seharian penuh .


Berangkat kantor bersama dan pulang ke apartemen pun juga bareng ,hanya terkadang mereka ada keperluan masing-masing untuk dikerjakan .


Saat di apartemen ,Rena juga sering berada di tempat Aska , walaupun tak lebih hanya masalah pekerjaan yang mereka bahas .


Setidaknya mereka sekarang menjadi sangat dekat satu sama lain .Walau ia mulai terbiasa dengan sikap Aska yang cenderung dingin dan hanya berbicara seperlunya saja .Itulah satu hal yang baru saja dipahami .


Dulu , sebelum menikah pun ia tak pernah tahu seperti apa sifat Aska ,atau memang dirinya tak berusaha untuk mau tahu soal itu semua .Semua karena penolakan dalam hati yang tidak mampu ia utarakan pada Bapaknya , karena takut .


Alhasil ,ia nekat melakukan itu semua . Lari saat pernikahannya yang kini menjadi hal yang paling disesali seumur hidup .Terlebih karena ulahnya Bapak sampai harus terlihat tak berdaya di atas kursi roda . Sementara dirinya malah hidup enak ditempat Nico saat itu .


Kalau saja Aska marah ..bisa jadi dia juga tak akan memperdulikan apa yang terjadi dengan Bapaknya . Tetapi yang terjadi justru sebaliknya .


Ia sudah begitu menyakiti dan mempermalukan suaminya itu , tapi dia juga yang sudah merawat Bapaknya .


Disaat itu keyakinannya tumbuh .Meski bersikap dingin ,sebenarnya Aska sangat berhati baik .Yang akan membuat rasa bersalahnya semakin besar .


Pada akhirnya ,ia ingin berjanji pada diri sendiri . Menebus semua yang telah hilang , mengembalikan senyuman yang pernah dilihatnya saat mereka selesai melakukan ijab qobul kala itu ,yang sekarang tak pernah lagi ditemuinya .


" Kita pulang ,ini sudah cukup malam ." Dengan sedikit terkejut Rena menatapnya , sedari tadi ia sibuk memeriksa berkas ,lalu ia merapikannya dan menjadikan satu ke dalam map besar .


Waktu sudah hampir pukul 21.00


Aska sendiri baru mematikan laptop ,lalu merapikan dokumen di mejanya .Wajahnya tak bisa menyembunyikan rasa capeknya .


" Jangan lupa bawa berkas itu ." Perintah Aska , Rena mengangguk .


Setelah bersiap , mereka berjalan keluar . Hanya berdua karena kantor sudah sepi , beberapa ruangan bahkan lampunya sudah dimatikan .Hanya menyisakan cleaning servis yang masih membersihkan beberapa ruang di lantai bawah .


Tak ada percakapan berarti dari keduanya , begitu sampai di mobil .


Aska langsung menjalankan mobil .Rena menatapnya sekilas ,matanya terlihat lelah ,begitu juga raut wajahnya .


Ini hari ke tujuh , mereka selalu berangkat pagi dan pulang di jam segini .


Di hari Minggu kemarin ,ia memang libur .Sementara Aska masih harus mengurus pekerjaan ke Bandung sampai malam ,keesokan harinya ..rutinitas masih sama seperti hari ini .Pasti akan sangat melelahkan .


Dilihatnya beberapa kali sambil menyetir ,Aska mengusap tengkuknya dengan telapak tangan .


Melihatnya seperti ini , membuatnya semakin tak enak .Seharusnya ia yang merawatnya , bagaimanapun mereka masih berstatus suami istri secara hukum . Disaat seperti ini ,pasti Aska sangat membutuhkan banyak perhatian .

__ADS_1


Sesampainya di apartemen , mereka bergegas ke lift .Sampai di lantai 4 .


" Berkas nya tadi mana ?" Pinta Aska .


Rena memberikan berkas yang dipegangnya .


" Ya sudah kamu masuk aja ."


Aska berjalan melewatinya .Segera membuka pintu dan masuk .


Selesai mandi dan sedikit makan malam , Rena duduk di sofa depan .


Mengambil ponsel dan membalas beberapa chat yang masuk .


Salah satunya dari Aska .


Meeting dengan Pak Haris dimajukan pagi hari ,dari yang seharusnya setelah jam makan siang .


Itu berarti sudah harus siap materi buat besok . Sementara berkas yang tadi dibawanya itu belum selesai diperiksanya .


Ia segera berdiri dan berjalan keluar , menuju tempat Aska .


" Iya masuk ."


Rena membuka pintu dan dilihatnya Aska masih berkutat dengan pekerjaan disana .


" Kenapa tadi nggak minta aku kesini ?"


Aska mendongak ." Udah mau selesai kok ." Lalu kembali sibuk di depan laptopnya .


Dilihatnya di meja samping kiri Aska sudah ada secangkir minuman , baru saja ia mau menawarinya tadi .


Kemudian ia menatap ke layar laptop dan memang laporan yang dikerjakannya sudah selesai .Tak lama ia pun mematikan laptopnya .Ketika tangannya hendak merapikan berkas yang berserakan di mejanya , Rena menahannya .


" Biar aku aja ."


Aska mengangguk .


Rena mulai menata berkas , mengurutkannya dengan benar , agar besok tidak perlu menatanya lagi .


Selesai .

__ADS_1


Ditaruhnya map itu di pojok meja dan menaruh laptop Aska tadi diatasnya .


Ia menoleh , dilihatnya Aska menyandarkan tubuhnya di sofa , matanya terpejam .


Apa ia ketiduran karena kelelahan ?


Rena mendekatkan posisi duduknya .Mengulurkan tangan kiri dan langsung meraih tengkuk Aska .


Tak ubahnya yang dirasakan Aska sendiri , ia tadi hanya memejamkan mata , karena sangat lelah seharian tadi harus menatap layar laptop .Seketika dibukanya mata lebar-lebar ,merasakan kehangatan sentuhan di tengkuknya .


Ia menoleh dan menyadari tangan Rena yang tengah menyentuhnya . Ia berusaha menjauhkan tangan itu , tapi Rena tetap mempertahankannya .


" Kamu balik ke kamar aja ,ini udah malam ...istirahat , besok kita harus berangkat pagi ." Ucapnya pelan .


" Iya sebentar ." Rena mulai menekan jari-jarinya disana .


Tanpa bisa menolak , Aska merasakan juga pijatan itu ,memang ia sangat membutuhkannya sekarang .Tubuh dan pikirannya sangat capek seharian ini .


Aska kembali memejamkan mata , pijatan itu cukup mengurangi lelah yang dirasakan , ia pun mulai terbuai .


Selang beberapa menit , ia membuka mata dan menoleh .


Rena masih tak menghentikan pijatannya .


" Udah cukup ,kamu pulang aja ."


" Sebentar ." Rena mengambil bantal sofa di sebelahnya , lalu menaruhnya di bantalan sofa yang diduduki Aska ,menyandarkan kepalanya lebih nyaman di sana .


" Capek banget ya hari ini ?"


Tanya Rena .


Aska hanya menatapnya ,saat Rena membetulkan posisi kepalanya yang bersandar di sofa .


Begitu pula saat kedua telapak tangan Rena menyentuh wajahnya .Disaat jari-jari tangan itu memberikan pijatan lembut di pelipisnya , satu hal yang tak bisa ditolaknya ,ia juga menjadi sangat menikmatinya .


Sampai matanya terasa berat dan tak butuh waktu lama membuatnya benar-benar terlelap .


Menyadari kalau Aska sudah tertidur .Rena pelan-pelan keluar dan kembali ke kamarnya , sambil meregangkan kedua tangannya .


Hari ini memang melelahkan , ia mulai menguap dan langsung berjalan masuk ke kamarnya .

__ADS_1


__ADS_2