SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 35


__ADS_3

Rena masih terisak , entah apa yang sedang dirasakannya saat itu .Perasaannya seperti campur aduk dan yang bisa dilakukannya hanya menangis .


Kehadiran Aska didekatnya memberikan warna tersendiri , ada rasa bahagia yang membuncah , ada juga perasaan bersalah yang semakin terasa nyata .


Ia seperti tak kuasa menahan dirinya sendiri .


Perlahan Aska melepaskan pelukannya lalu menuntunnya dan mereka duduk di tepi ranjang , seperti tadi .


" Kamu kenapa ..ada masalah ?"


Aska menatapnya , lebih mendekatkan wajahnya .Membuat Rena semakin gusar .


Disaat Aska mengusap wajah untuk menghapus air matanya , Rena memegangi tangannya .Ia pun mendekatkan wajahnya membuat Aska sendiri nampak kaget .


Hanya berjarak beberapa centi meter saja ...Rena menarik nafas panjang . Bahkan hembusan nafas Aska yang begitu hangat sangat dirasakan menyapu wajahnya . Sehingga menimbulkan desiran aneh dalam tubuhnya .


Tak bisa lagi menguasai tubuh dan juga pikirannya , Rena memegang pipi Aska yang terasa begitu hangat ditangannya .


Tanpa sanggup melawan hawa nafsunya , Rena mendekat dan langsung menyentuh bibir merah Aska dengan bibirnya .


Aska yang terkejut hanya mengatupkan bibirnya saat Rena mencoba menjelajah masuk kedalamnya , tetapi tak bertahan lama .Hanya beberapa detik , Aska membuka mulutnya , memberi celah untuk mereka sama-sama masuk dan menikmatinya disana .


Sementara bibir mereka menyatu .Rena melingkarkan tangan dengan erat di leher Aska .


Cukup lama berlalu ,tanpa disadari mereka sudah sama-sama terjatuh di atas ranjang .


Kalau pada awalnya Rena yang berinisiatif untuk membungkam mulutnya dengan bibir hangatnya . Kini Aska mengambil alih peran .


Dengan masih menancapkan bibir mereka , tangan nya meraba membuka tali kimono yang tengah dikenakan Rena .Cukup satu tarikan , kain yang menutup tubuhnya langsung terbuka , menampilkan sesuatu yang sangat indah disana .


Aska melepas ciumannya dan mulai menjelajah menyusuri leher jenjang itu , terus menurun akhirnya sampai pada dadanya yang semakin membuatnya memanas .


Saat ia fokus pada dua buah dada yang terasa mengencang itu , Rena mendesah dan mulai menggeliat .


Ia mencengkeram rambut Aska , kemudian menekankan kepalanya untuk tetap disana .

__ADS_1


Selesai bermain-main disana , ia kembali menaikkan wajahnya , menatap wajah Rena yang sudah dipenuhi keringat . Tubuhnya masih menggeliat dengan menggigit bibir bawahnya .


Saat bibirnya menyentuh , Rena yang meski tengah dalam kondisi memejamkan mata , dengan cepat menangkap bibir itu . Seperti sedang kelaparan , ia sangat ingin melahap habis bibir Aska yang terasa sangat panas .


Tubuhnya sudah mulai tak bisa dikendalikan lagi . Bibir mereka masih menyatu , sementara sudut mata Rena nampak basah . Air mata menetes pelan .


Kebahagiaannya mencapai puncak ,saat tubuh Aska mendekapnya erat . Perasaannya pun tak bisa lagi dibendung .


Saat tangan Aska mulai meraba bagian sensitif nya semakin membuatnya melayang .


Kedua tangannya meremas selimut di sampingnya .


Berkali-kali ia mencoba memasukinya .


Keringat mulai mengucur deras di dahinya .


Dan pada akhirnya saat Aska berhasil memasuki tubuhnya ...


" Aaahhhhh...!!!" Ia menjerit , merasakan sakit di bagian sensitifnya .


Mereka dalam luapan perasaan yang memang sama-sama dirasakan .Aska semakin tak bisa menahan dirinya ,ia bermain semakin memanas . Sesekali ia kembali meraih bibir itu .


Rena yang mulai menggeliat , semakin membuat tubuhnya memanas .


Ia memacu tubuhnya lebih cepat dan cepat sampai menyelesaikannya ...


Rena nampak sudah tak berdaya , ia memalingkan wajahnya ke samping , nafasnya turun naik .


Aska yang dalam kondisi yang sama menjatuhkan tubuhnya di samping Rena , sambil membetulkan bajunya .


Matanya terbelalak tak percaya , saat menatap ke bawah .


Percikan darah menghiasi paha mulus Rena yang terbuka lebar .


Menatapnya nanar saat menyaksikan itu .Seperti ada hantaman keras di dadanya .

__ADS_1


Kemudian ia coba duduk dan menatap Rena yang masih nampak lemah .


Melihatnya bangun , Rena pun melakukan hal yang sama .


Sedikit menahan sakit dengan menggigit bibirnya .


" Aku minta maaf .." Ucap Aska pelan , sambil mengusap pipinya .


Tanpa menjawab Rena mendekat dan memeluknya .


Di tengah sakit yang dirasakannya , ia teramat sangat bahagia malam ini .


Setidaknya ia hanya memberikan kehormatannya pada laki-laki yang memang berhak memiliki tubuh dan juga cintanya .


Sementara apa yang dirasakan Aska terasa berbeda .Apa yang dilakukannya sekarang pasti sangat melukai Rena .Sebagai seorang wanita ia pasti akan sangat menjaga kesuciannya , bahkan mungkin ia hanya akan menyerahkan itu semua hanya kepada orang yang dicintainya dan sekarang apa yang harus dilakukannya setelah berhasil merampas semua itu .


Hujan tak kunjung reda diluar . Seolah menjadi saksi bersatunya sepasang suami istri yang terpisah cukup lama .


Setelah sama-sama membersihkan tubuh di kamar mandi .


Rena naik ke tempat tidur .Tubuhnya terasa lemas tak berdaya .


Aska berdiri di pinggir ranjang , masih dengan perasaan bersalah yang menyelimuti hatinya .


" Aku tidur di kamar sebelah ,biar kamu bisa istirahat , besok kita berangkat pagi ."


Saat akan beranjak , Rena memegangi pergelangan tangannya .


Aska menatap wanitanya itu , sorot matanya seolah ingin menahan tetap disana .


Pada akhirnya Aska pun menyerah , lalu membaringkan tubuhnya yang juga lelah di ranjang .


Rena mendekat dan menempelkan wajahnya ke dada bidang Aska , tak ada penolakan ternyata .


Hari ini ia benar-benar bahagia .Terasa nyaman baginya tidur dalam dekapan Aska seperti ini .

__ADS_1


Perlahan ia menutup mata , saat Aska melingkarkan tangan memeluknya .


__ADS_2