SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 17


__ADS_3

Rena sedikit tersentak ,saat Nico melemparkan amplop coklat ke meja di depannya .


" Ini apa ?" Tanyanya heran .


" Cv kamu ."


" Cv ?" Rena bertambah bingung , untuk apa ini semua dan sangat tiba-tiba . Apa mungkin Nico sudah mengijinkannya bekerja sekarang , tapi kalau untuk bekerja di kantor Nico ...tak perlu harus membuat cv segala bukan , pikirnya . Yang hanya mampu diucapkan dalam hati saja . Nico yang sekarang menjadi sangat asing baginya .


Nico mengangguk ." Kamu kirim itu ke PT Permana Group ."


Rena membelalakkan matanya ." Maksud nya apa ?" Tanyanya memperjelas .


" Sudah jelas kan ..kirim lamaran kerja itu , berarti aku minta kamu kerja disana ." Sentaknya .


Rena sedikit terkejut dengan nada bicara Nico yang sekali lagi terlihat lebih tegas , bahkan lebih pada sebuah sentakan .Memang apa salahnya ...kenapa tiba-tiba semua jadi seperti ini ...?


" Aku nggak mau ." Tolaknya tegas .


Nico melotot ." Rena , ini perintah ...bukan suatu pilihan !" Sentaknya lagi ,membuat Rena menciut .


" Kenapa kamu sekarang berubah ?" Tanya Rena getir , matanya mulai berkaca-kaca .


Hal ini menjadi sangat menyakitkan , mengingat Nico satu-satunya orang terdekat dalam hidupnya kini dan yang membuatnya sangat bergantung padanya .Sekarang ...tidak ada yang terjadi ,maupun kesalahan yang dibuat ...tiba-tiba saja semua berubah .Nico tak ubahnya sosok yang sangat menyeramkan baginya .


Nico menatapnya ,kali ini lebih melunak , lalu mendekat dan duduk di samping Rena yang sudah sesenggukan .


Nico melingkarkan tangan di bahunya ." Sayang ..." Ucapnya lebih lembut ." Aku minta maaf ...akhir-akhir ini banyak kerjaan dan kondisi perusahaan sedang tidak bagus ." Ucapnya pelan , sambil menatap Rena yang juga tengah memalingkan wajah padanya .


" Terus ...?"

__ADS_1


" Kamu harus membantu aku sekarang ."


Rena mengernyitkan alisnya . " Apa hubungannya membantu kamu , dengan aku harus bekerja di tempat Aska ?" Tanyanya menyelidik .


" Sangat ada hubungannya ..."


" Maksudnya ?"


" Sudahlah ...kamu nggak akan mengerti soal ini , tugas kamu hanya harus bekerja di tempat Aska dan ingat ...kalian harus menjadi sangat dekat , kalau bisa lebih dari sekedar bos dan karyawannya ."


" Maksudnya aku harus menjadi perempuan penggoda begitu ?!" Sentaknya marah .


" Sayang ..." jari-jari tangan Nico membelai rambutnya ." Ini hanya sementara saja ,nggak akan lama ."


" Terus setelah itu apalagi ?" Selidik Rena .


" Nanti aku beritahu lagi apa yang harus dilakukan ,satu hal yang paling penting ...buat Aska percaya sepenuhnya sama kamu ,cuma itu ..." Ucapnya serius .


Aska , ia memang baru mengenalnya .Tak tahu kenapa ,ia merasa aman saat berada didekatnya . Tidak seperti sekarang , perasaan yang dulu membuatnya sangat nyaman , hilang entah kemana . Berganti rasa takut ,tak percaya dan seperti ada sesuatu yang sengaja di sembunyikan darinya .


" Aku nggak mau ." Ucapnya tiba-tiba , membuat Nico terlonjak .Gadis yang biasanya selalu penurut , tiba-tiba menjadi sangat pemberontak , ia sangat tak menyukainya .


" Rena ...!" Sentaknya .Membuat Rena terkesiap , lalu berdiri .


" Aku tidak butuh kata penolakan itu ." Ucapnya ,mata itu menatap tajam .


Rena memundurkan langkahnya .


" Ingat , aku sudah memberikan semua selama ini buat kamu ." Saat ia mengatakan itu , air mata Rena menetes pelan di pipi . Sekarang ...bahkan Nico mengungkit semua kebaikan yang telah diberikan padanya .Kalau sudah begini ...apa sanggup ia menolak . Nico mungkin lebih berhak menentukan jalan hidupnya .

__ADS_1


Rena membalikkan badan dan berlari keluar .


" Rena ..." Panggil Nico dengan suara cukup keras .


Lorong apartemen lantai 4 sangat sepi siang itu . Rena berlari tanpa memperdulikan suara Nico yang masih memanggilnya .


Ia sampai di depan lift dan memencet tombol berkali-kali , sesaat ia membaca tulisan di atas . Lift sedang rusak .


" Rena ....!"


Sempat menengok sebentar dan melihat Nico sudah mendekat . Ia berbelok ke kanan ,menuju tangga darurat .


Baru saja turun 1 lantai ,sudah membuatnya terengah-engah .Ia berhenti sebentar , coba mengambil nafas .


Belum selesai ..tapi dilihat nya di ujung tangga , Nico berjalan ke arahnya .


Dengan sedikit tenaga yang dimiliki , ia kembali berlari ...nafasnya turun naik , dengan jantung yang berdegup semakin kencang .


Sampai di lantai 2 ...dan ternyata derap langkah Nico lebih cepat , ia sudah sampai setengah anak tangga lagi dan jarak mereka semakin dekat .


Rena yang ketakutan , berjalan sambil sesekali menatap ke atas ...melihat Nico yang semakin dekat ke arahnya .


Jantungnya semakin memburu ,tangan dan kakinya mulai gemetaran , sampai membuatnya tak fokus saat menginjakkan kaki di anak tangga .


Sambil menatap ke atas melihat Nico yang makin dekat , ia melangkahkan kakinya untuk menuruni anak tangga , tapi rupanya ..belum sampai anak tangga yang dituju , ia sudah menginjakkan kaki dan membuatnya hilang keseimbangan sampai akhirnya ...


" Ahhhhhhhh !!" Jeritnya , saat tubuhnya limbung , menggelinding ke bawah .Kepalanya membentur anak tangga berkali-kali .


" Renaaaa ...."

__ADS_1


Samar masih didengarnya suara Nico yang semakin dekat ke arahnya . Ia merasakan tubuhnya terpental ke lantai .


Saat merasakan benturan di kepalanya , ia masih sempat melihat sekeliling ..rasanya semakin samar , gelap ...setelah itu ia tak mengingatnya lagi .


__ADS_2