SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 71


__ADS_3

Rena sudah selesai bersiap lalu keluar kamar , menerima telpon dari Sarah .


" Kenapa Sar ?"


" Iya belum berangkat ."


" Oke aku mampir kesana ."


Setelah menutup telpon ,ia ke kamar melihat Aska masih bersiap di depan kaca .


" Mas ,aku turun duluan ya ,mau mampir ke tempat Sarah dulu ,nanti aku tunggu di loby ."


" Ya ."


Rena bergegas turun dan ke unit Sarah .


5 menit kemudian , ia sudah turun ke loby .Ternyata Aska belum ada .


Akhirnya ia duduk di sofa panjang loby , sambil mengirim chat ke Aska .


" Hai cantik ."


Rena mendongak dan langsung berdiri melihat siapa yang ada di depannya .


" Mau apa kamu ?" Untuk pertama kalinya ia menanggapi .


" Judes banget ." Jawabnya sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya ." Tapi tambah cantik kok ."


" Jangan kurang ajar kamu !" Rena mengangkat tangannya tetapi ..


Happp ...


Tangan Haikal berhasil mencengkeram pergelangan tangannya .


" Lepas !"


Rena berusaha melepaskan tangannya , tapi rupanya Haikal jauh lebih kuat memegangnya .


Apalagi loby nampak lengang pagi ini .


Ia masih berusaha menarik tangannya , tapi Haikal malah menanggapinya sambil tersenyum .


" Lepas !!!" Tiba-tiba ada suara teriakan disana , sambil menampel tangan Haikal dan otomatis langsung terlepas .


Mereka menoleh bersamaan .


Haikal menatapnya bingung ." Bro kenapa ?" Aska tak menjawab hanya menatapnya tajam , dengan raut penuh emosi ." Apa dia ini ..."


Belum selesai Haikal bertanya ,Aska sudah menarik tangan Rena dan membawanya menjauh .

__ADS_1


Sepanjang jalan Aska hanya diam ,tak melepas tangan Rena .


Begitu pula saat di dalam mobil .


Ketika sampai setengah perjalanan Aska baru bertanya .


" Kamu kenal dia ?"


Rena menoleh ." Nggak ."


" Pernah ketemu sebelumnya ?" Selidiknya lagi .


" Ya ."


Jawaban Rena yang cukup membuat kaget , Aska menatapnya sebentar .


" Waktu itu pas di kantor ,trus kemarin di depan loby apartemen ." Lanjut Rena .


Aska mencengkeramkan jari-jari tangannya di kemudi .Jadi rupanya yang diceritakan Haikal itu , tidak lain tidak bukan memang Rena .


Rena hanya menatapnya cemas ,Aska terlihat sangat marah . Ia tak berani untuk bersuara sekarang dan memutuskan diam sampai mereka tiba di kantor .


Begitu keluar dari parkiran , Aska mendekat dan menggenggam tangannya saat mereka berjalan , membuat Rena heran .


Suasana loby kantor yang cukup ramai ,membuat pandangan semua mata disana tertuju kearah mereka .


" Mas ,jangan gini aku malu ." Rena berusaha melepaskan ,tapi Aska malah makin mengeratkan genggamannya .


Dan kali ini Rena tak berani membantah . Banyak mata menatap ke arah mereka .


" Pak Aska bisa mesra juga ." Ucap salah satu dari mereka .


Rena menundukkan kepala menghindari tatapan mereka , begitu juga saat mereka sampai di atas .


Dian yang berdiri di mejanya juga menatapnya heran .


" Pagi Pak ,Bu ." Sapanya .


" Pagi ." Jawab Rena ,karena Aska hanya membungkam dan berjalan cepat ke ruangannya .


Baru sampai di dalam ia melepaskan genggamannya .


Rena menarik nafas lega .


Sepanjang hari di kantor mereka lebih banyak diam .Hanya makan siang bersama ,setelah itu sibuk dengan kegiatan masing-masing .


Sampai menjelang malam , saat pulang kantor . Hanya ada pembicaraan seperlunya dan saat mereka pulang Aska melakukan hal yang sama , menggandeng tangannya saat keluar kantor sampai di mobil .


Begitu pun saat di apartemen , sampai mereka tiba di unitnya .

__ADS_1


Mereka makan malam bersama dan suasana hati Aska masih juga tidak baik .


Rena hanya diam dan tidak bertanya juga ,mungkin lebih baik begitu . Besok juga baik sendiri .


Malamnya , Rena baru ganti baju dan keluar dari kamar mandi saat tiba-tiba Aska menyergapnya .


" Kenapa ?" Tanyanya bingung .


Aska mendorongnya mendekat ke kasur lalu dengan cekatan melepaskan kancing baju tidurnya .


Ya ampun kenapa dia , pikirnya .


Setelah bajunya terbuka , Aska langsung menindihnya .


" Kamu tahu siapa nama laki-laki itu ?" Tanya Aska .


Rena menarik nafas panjang ,masih pembahasan yang sama juga ternyata .


" Nggak tahu ,nggak penting juga ." Jawab Rena .


" Beneran ?" Tuntutnya lagi .


" Iya , terserah kalau nggak percaya ." Jawab Rena .


Melihatnya merasa kesal ,membuat Aska sedikit bersalah . Sepanjang hari ia lebih banyak diam karena moodnya sedang buruk .


Ia menarik nafas panjang ,mencoba menenangkan gemuruh di hatinya .


Perlahan ia menyentuh bibir nya , tak ada penolakan ,mereka bermain halus , suasana hatinya sedikit lebih baik sekarang .


Setelah itu ia hanya mendekapnya tanpa melakukan apapun , disaat kulit tubuh mereka menyatu , ia merasa kan ada ketenangan disana .Semakin mengeratkan pelukannya , membuatnya semakin merasa tenang .


" Mas ,engap aku kalau kayak gini ." Protes Rena .


Aska menjadi tersadar dan segera melonggarkan pelukannya .


Ia mulai bermain-main di leher Rena , membuat wanita itu sedikit menggeliat .


Semakin malam ,mereka semakin memanas ,Aska tak ubahnya membuang semua kekesalan di hatinya .Mereka sangat menikmatinya .Permainan yang cukup lama sampai membuat Rena terengah-engah , sampai selesai dan sudah tak berdaya . Ia membiarkan Aska bermain-main di tubuhnya , setidaknya itu membuatnya puas .


Berhenti sebentar ,hanya sekedar mengatur nafas . Rena menatapnya , Aska masih menyangga kepalanya dengan telapak tangan .


" Masih marah ?" Tanya Rena parau ,tubuhnya sudah terasa capek .


Aska hanya menatapnya , lalu mengangkat wajah Rena mendekat , kembali menyatukan bibir mereka .


Aska memulai ronde keduanya , membuat Rena semakin terengah-engah .Ia hanya pasrah merasakan Aska mencicipi setiap jengkal tubuhnya .


Permainannya memang tak cukup lama ,tapi saat selesai ia sudah benar-benar tak bisa membuka mata nya yang terasa berat .

__ADS_1


Sebelum terlelap masih dirasakannya Aska kembali mendekap tubuhnya erat-erat .


__ADS_2