
Rena sudah selesai bersiap lalu keluar kamar , menerima telpon dari Sarah .
" Kenapa Sar ?"
" Iya belum berangkat ."
" Oke aku mampir kesana ."
Setelah menutup telpon ,ia ke kamar melihat Aska masih bersiap di depan kaca .
" Mas ,aku turun duluan ya ,mau mampir ke tempat Sarah dulu ,nanti aku tunggu di loby ."
" Ya ."
Rena bergegas turun dan ke unit Sarah .
5 menit kemudian , ia sudah turun ke loby .Ternyata Aska belum ada .
Akhirnya ia duduk di sofa panjang loby , sambil mengirim chat ke Aska .
" Hai cantik ."
Rena mendongak dan langsung berdiri melihat siapa yang ada di depannya .
" Mau apa kamu ?" Untuk pertama kalinya ia menanggapi .
" Judes banget ." Jawabnya sambil tersenyum dan mendekatkan wajahnya ." Tapi tambah cantik kok ."
" Jangan kurang ajar kamu !" Rena mengangkat tangannya tetapi ..
Happp ...
Tangan Haikal berhasil mencengkeram pergelangan tangannya .
" Lepas !"
Rena berusaha melepaskan tangannya , tapi rupanya Haikal jauh lebih kuat memegangnya .
Apalagi loby nampak lengang pagi ini .
Ia masih berusaha menarik tangannya , tapi Haikal malah menanggapinya sambil tersenyum .
" Lepas !!!" Tiba-tiba ada suara teriakan disana , sambil menampel tangan Haikal dan otomatis langsung terlepas .
Mereka menoleh bersamaan .
Haikal menatapnya bingung ." Bro kenapa ?" Aska tak menjawab hanya menatapnya tajam , dengan raut penuh emosi ." Apa dia ini ..."
Belum selesai Haikal bertanya ,Aska sudah menarik tangan Rena dan membawanya menjauh .
__ADS_1
Sepanjang jalan Aska hanya diam ,tak melepas tangan Rena .
Begitu pula saat di dalam mobil .
Ketika sampai setengah perjalanan Aska baru bertanya .
" Kamu kenal dia ?"
Rena menoleh ." Nggak ."
" Pernah ketemu sebelumnya ?" Selidiknya lagi .
" Ya ."
Jawaban Rena yang cukup membuat kaget , Aska menatapnya sebentar .
" Waktu itu pas di kantor ,trus kemarin di depan loby apartemen ." Lanjut Rena .
Aska mencengkeramkan jari-jari tangannya di kemudi .Jadi rupanya yang diceritakan Haikal itu , tidak lain tidak bukan memang Rena .
Rena hanya menatapnya cemas ,Aska terlihat sangat marah . Ia tak berani untuk bersuara sekarang dan memutuskan diam sampai mereka tiba di kantor .
Begitu keluar dari parkiran , Aska mendekat dan menggenggam tangannya saat mereka berjalan , membuat Rena heran .
Suasana loby kantor yang cukup ramai ,membuat pandangan semua mata disana tertuju kearah mereka .
" Mas ,jangan gini aku malu ." Rena berusaha melepaskan ,tapi Aska malah makin mengeratkan genggamannya .
Dan kali ini Rena tak berani membantah . Banyak mata menatap ke arah mereka .
" Pak Aska bisa mesra juga ." Ucap salah satu dari mereka .
Rena menundukkan kepala menghindari tatapan mereka , begitu juga saat mereka sampai di atas .
Dian yang berdiri di mejanya juga menatapnya heran .
" Pagi Pak ,Bu ." Sapanya .
" Pagi ." Jawab Rena ,karena Aska hanya membungkam dan berjalan cepat ke ruangannya .
Baru sampai di dalam ia melepaskan genggamannya .
Rena menarik nafas lega .
Sepanjang hari di kantor mereka lebih banyak diam .Hanya makan siang bersama ,setelah itu sibuk dengan kegiatan masing-masing .
Sampai menjelang malam , saat pulang kantor . Hanya ada pembicaraan seperlunya dan saat mereka pulang Aska melakukan hal yang sama , menggandeng tangannya saat keluar kantor sampai di mobil .
Begitu pun saat di apartemen , sampai mereka tiba di unitnya .
__ADS_1
Mereka makan malam bersama dan suasana hati Aska masih juga tidak baik .
Rena hanya diam dan tidak bertanya juga ,mungkin lebih baik begitu . Besok juga baik sendiri .
Malamnya , Rena baru ganti baju dan keluar dari kamar mandi saat tiba-tiba Aska menyergapnya .
" Kenapa ?" Tanyanya bingung .
Aska mendorongnya mendekat ke kasur lalu dengan cekatan melepaskan kancing baju tidurnya .
Ya ampun kenapa dia , pikirnya .
Setelah bajunya terbuka , Aska langsung menindihnya .
" Kamu tahu siapa nama laki-laki itu ?" Tanya Aska .
Rena menarik nafas panjang ,masih pembahasan yang sama juga ternyata .
" Nggak tahu ,nggak penting juga ." Jawab Rena .
" Beneran ?" Tuntutnya lagi .
" Iya , terserah kalau nggak percaya ." Jawab Rena .
Melihatnya merasa kesal ,membuat Aska sedikit bersalah . Sepanjang hari ia lebih banyak diam karena moodnya sedang buruk .
Ia menarik nafas panjang ,mencoba menenangkan gemuruh di hatinya .
Perlahan ia menyentuh bibir nya , tak ada penolakan ,mereka bermain halus , suasana hatinya sedikit lebih baik sekarang .
Setelah itu ia hanya mendekapnya tanpa melakukan apapun , disaat kulit tubuh mereka menyatu , ia merasa kan ada ketenangan disana .Semakin mengeratkan pelukannya , membuatnya semakin merasa tenang .
" Mas ,engap aku kalau kayak gini ." Protes Rena .
Aska menjadi tersadar dan segera melonggarkan pelukannya .
Ia mulai bermain-main di leher Rena , membuat wanita itu sedikit menggeliat .
Semakin malam ,mereka semakin memanas ,Aska tak ubahnya membuang semua kekesalan di hatinya .Mereka sangat menikmatinya .Permainan yang cukup lama sampai membuat Rena terengah-engah , sampai selesai dan sudah tak berdaya . Ia membiarkan Aska bermain-main di tubuhnya , setidaknya itu membuatnya puas .
Berhenti sebentar ,hanya sekedar mengatur nafas . Rena menatapnya , Aska masih menyangga kepalanya dengan telapak tangan .
" Masih marah ?" Tanya Rena parau ,tubuhnya sudah terasa capek .
Aska hanya menatapnya , lalu mengangkat wajah Rena mendekat , kembali menyatukan bibir mereka .
Aska memulai ronde keduanya , membuat Rena semakin terengah-engah .Ia hanya pasrah merasakan Aska mencicipi setiap jengkal tubuhnya .
Permainannya memang tak cukup lama ,tapi saat selesai ia sudah benar-benar tak bisa membuka mata nya yang terasa berat .
__ADS_1
Sebelum terlelap masih dirasakannya Aska kembali mendekap tubuhnya erat-erat .