SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 40


__ADS_3

Garden cafe ...


" Untuk roti stok masih aman ?" Tanya Sarah kepada Nita ,salah satu karyawan cafe nya .


" Aman Bu ." Jawabnya , seraya membuka kardus berisi bahan makanan yang tadi dibawa Sarah ." Tapi untuk kopi kayaknya mulai menipis ."


Sarah menatapnya ." Untuk seminggu ke depan masih ada kan , masalahnya barang PO nggak bisa langsung kirim ."


Nita mengangguk ."Bisa Bu ."


" Baiklah ." Sarah mengambil ponsel menghubungi Pak Rudi ,distributor yang biasa mengirimkan stok kopi kesini .


" Bu Sarah maaf ..."


Sarah membalikkan badan ,sambil menutup ponsel selesai menelpon Pak Rudi .


" Ada apa ?"


" Ada tamu yang mencari Ibu ."


" Siapa ?"


" Laki-laki Bu ,sedang di meja 15 ."


Sarah mengangguk , lalu berjalan keluar .


Sambil bertanya dalam hati siapa yang menemuinya . Padahal hari tak punya janji dengan siapapun .


Di meja 15 , seorang laki-laki memakai kemeja dongker , duduk membelakanginya .


Sepertinya ia tahu siapa .


" Permisi ."


Laki-laki itu membalikkan badan .Tepat seperti dugaannya .


" Apa kabar kamu ?" Tanya Nico , dengan senyuman ramahnya .


*****


Mereka sampai di kantor hampir jam 08.00 .


Memang tidak ada meeting pagi ini .Begitu sampai Dian langsung menghampiri Aska , mereka terlibat pembicaraan berdua dan Rena memilih untuk masuk ke ruangan terlebih dulu .


Ia meremas perutnya yang masih melilit .Di mobil tadi ia berusaha menahannya , kalau sampai Aska tahu pasti malah disuruh pulang .

__ADS_1


Inilah hasilnya , setelah menambahkan 5 sendok full cabe ke mangkok buburnya tadi .Alhasil perutnya seperti terbakar dan sampai sekarang melilit tak kunjung hilang . Mungkin obat yang diminumnya belum memiliki efek berarti .


" Kenapa ?"


Rena mendongak dan mendapati Aska sudah berdiri disana .Ia buru- buru menegakkan duduknya .


" Nggak papa ." Jawabnya lantang .


" Nggak usah bohong ." Cetus Aska ,masih dengan wajah datarnya .


" Siapa juga yang bohong ." Sanggahnya .


" Pulang aja ayok , biar diantar sopir kantor ." Aska menarik lengannya meminta untuk berdiri .


" Nggak mau ." Tolaknya .


Aska menarik nafas panjang ." Terus mau ngapain disini , kalau sakit juga nggak bisa kerja ."


" Bentar lagi juga sembuh ." Balas Rena tak mau kalah ." Kan tadi udah minum obat ."


Huft ...susah juga berdebat dengan wanita satu ini .Ujung-ujungnya tetap ia yang kalah .


" Ya sudah duduk di sofa aja ,biar lebih nyaman ." Ucapnya akhirnya .Menarik lengan Rena dan akhirnya membuatnya berdiri lalu berjalan ke sofa .


Aska berdiri mengambil minyak kayu putih di lacinya .


" Olesi ini biar perutnya hangat ."


" Nggak mau ." Tolak Rena , sambil menyilangkan tangan di perutnya .


Kenapa wanita ini sangat keras kepala ,gumamnya .


" Sini ." Aska menyingkirkan tangan Rena dan langsung membuka kancing kemeja bagian bawah ,kemudian mengolesi perutnya dengan minyak kayu putih .


Rena menatapnya ,lalu ia menyandarkan tubuhnya di badan Aska .


" Jangan begini , nanti ada yang masuk ." Tolak Aska sambil tangannya masih mengusap perut Rena .


" Biarin ." Rena malah mempererat pelukannya sambil melingkarkan tangan di pinggang Aska .


" Dasar keras kepala !" Umpatnya .


Rena sebenarnya mendengar itu ,tapi memilih tak berkomentar . Ia malah memejamkan mata .Perutnya terasa lebih enak saat jari-jari tangan Aska mengusapnya .


*****

__ADS_1


" Beberapa hari lalu waktu di sebuah cafe ,aku kayak lihat kamu lagi sama Rena ?" Pancing Sarah . Setelah tadi mereka mengobrol cukup lama .Ia mulai penasaran untuk menanyakan soal Rena ke Nico .


" Rena ...kamu kenal ?" Tak bisa menyembunyikan rasa terkejut di wajah Nico ,mendengar pertanyaan soal Rena terlontar dari bibir Sarah .


" Ya ." Jawab Sarah ." Kita tinggal di apartemen yang sama ."


" Oh ya ?!" Nico menatapnya lekat ." Kalian kenal dekat ."


" Lumayanlah ,aku juga nggak punya teman disana ."


Nico menganggukkan kepalanya .


" Apa kalian berpacaran ?" Cecar Sarah ,ia hanya mau Nico mengakui hubungan nya dengan Rena . Apa mereka ,terutama Nico memang punya perasaan khusus ke Rena atau semua itu hanya untuk keuntungannya semata demi membalaskan dendamnya ke Aska .


Nico menggeleng ." Kita hanya berteman ,tak lebih ."


" Oh ...kelihatannya kalian sangat dekat ."


" Nggaklah ,dia bukan selera aku ."


Sarah menatapnya


" Begitu ?"


Nico balas menatapnya ." Ya ." Ucapnya yakin ." Karena selera aku ada disini ." Lanjutnya .


Sarah diam . Berusaha tak meladeni gombalan Nico .


Meski tak bisa dipungkiri , Nico sosok laki-laki yang menyenangkan dan suka bercanda . Seandainya ia tak tahu apa yang ada di benaknya untuk berbuat jahat karena dendam yang merasukinya .


Benar kata Rena , dia sebenarnya sosok yang menyenangkan , tapi ...


Ah sudahlah ,sebaiknya ia tidak terlalu berlebihan terhadap seseorang yang juga tak begitu lama dikenalnya .


" Nanti malam ada acara ?" Tanya Nico lagi , sedikit membuyarkan lamunan Sarah tadi .


" Kenapa ?" Tanya Sarah balik .


" Kita dinner ."


Sarah terdiam .Apa yang harus dikatakannya sekarang .


Apa ia memang harus menerima ajakan Nico dan lebih mendekatkan hubungan mereka , untuk lebih mengetahui seperti apa sebenarnya laki-laki di depannya ini .


" Boleh ." Ucap Sarah akhirnya .

__ADS_1


Nico tersenyum senang .


__ADS_2