
Garden cafe ...
" Untuk roti stok masih aman ?" Tanya Sarah kepada Nita ,salah satu karyawan cafe nya .
" Aman Bu ." Jawabnya , seraya membuka kardus berisi bahan makanan yang tadi dibawa Sarah ." Tapi untuk kopi kayaknya mulai menipis ."
Sarah menatapnya ." Untuk seminggu ke depan masih ada kan , masalahnya barang PO nggak bisa langsung kirim ."
Nita mengangguk ."Bisa Bu ."
" Baiklah ." Sarah mengambil ponsel menghubungi Pak Rudi ,distributor yang biasa mengirimkan stok kopi kesini .
" Bu Sarah maaf ..."
Sarah membalikkan badan ,sambil menutup ponsel selesai menelpon Pak Rudi .
" Ada apa ?"
" Ada tamu yang mencari Ibu ."
" Siapa ?"
" Laki-laki Bu ,sedang di meja 15 ."
Sarah mengangguk , lalu berjalan keluar .
Sambil bertanya dalam hati siapa yang menemuinya . Padahal hari tak punya janji dengan siapapun .
Di meja 15 , seorang laki-laki memakai kemeja dongker , duduk membelakanginya .
Sepertinya ia tahu siapa .
" Permisi ."
Laki-laki itu membalikkan badan .Tepat seperti dugaannya .
" Apa kabar kamu ?" Tanya Nico , dengan senyuman ramahnya .
*****
Mereka sampai di kantor hampir jam 08.00 .
Memang tidak ada meeting pagi ini .Begitu sampai Dian langsung menghampiri Aska , mereka terlibat pembicaraan berdua dan Rena memilih untuk masuk ke ruangan terlebih dulu .
Ia meremas perutnya yang masih melilit .Di mobil tadi ia berusaha menahannya , kalau sampai Aska tahu pasti malah disuruh pulang .
__ADS_1
Inilah hasilnya , setelah menambahkan 5 sendok full cabe ke mangkok buburnya tadi .Alhasil perutnya seperti terbakar dan sampai sekarang melilit tak kunjung hilang . Mungkin obat yang diminumnya belum memiliki efek berarti .
" Kenapa ?"
Rena mendongak dan mendapati Aska sudah berdiri disana .Ia buru- buru menegakkan duduknya .
" Nggak papa ." Jawabnya lantang .
" Nggak usah bohong ." Cetus Aska ,masih dengan wajah datarnya .
" Siapa juga yang bohong ." Sanggahnya .
" Pulang aja ayok , biar diantar sopir kantor ." Aska menarik lengannya meminta untuk berdiri .
" Nggak mau ." Tolaknya .
Aska menarik nafas panjang ." Terus mau ngapain disini , kalau sakit juga nggak bisa kerja ."
" Bentar lagi juga sembuh ." Balas Rena tak mau kalah ." Kan tadi udah minum obat ."
Huft ...susah juga berdebat dengan wanita satu ini .Ujung-ujungnya tetap ia yang kalah .
" Ya sudah duduk di sofa aja ,biar lebih nyaman ." Ucapnya akhirnya .Menarik lengan Rena dan akhirnya membuatnya berdiri lalu berjalan ke sofa .
Aska berdiri mengambil minyak kayu putih di lacinya .
" Olesi ini biar perutnya hangat ."
" Nggak mau ." Tolak Rena , sambil menyilangkan tangan di perutnya .
Kenapa wanita ini sangat keras kepala ,gumamnya .
" Sini ." Aska menyingkirkan tangan Rena dan langsung membuka kancing kemeja bagian bawah ,kemudian mengolesi perutnya dengan minyak kayu putih .
Rena menatapnya ,lalu ia menyandarkan tubuhnya di badan Aska .
" Jangan begini , nanti ada yang masuk ." Tolak Aska sambil tangannya masih mengusap perut Rena .
" Biarin ." Rena malah mempererat pelukannya sambil melingkarkan tangan di pinggang Aska .
" Dasar keras kepala !" Umpatnya .
Rena sebenarnya mendengar itu ,tapi memilih tak berkomentar . Ia malah memejamkan mata .Perutnya terasa lebih enak saat jari-jari tangan Aska mengusapnya .
*****
__ADS_1
" Beberapa hari lalu waktu di sebuah cafe ,aku kayak lihat kamu lagi sama Rena ?" Pancing Sarah . Setelah tadi mereka mengobrol cukup lama .Ia mulai penasaran untuk menanyakan soal Rena ke Nico .
" Rena ...kamu kenal ?" Tak bisa menyembunyikan rasa terkejut di wajah Nico ,mendengar pertanyaan soal Rena terlontar dari bibir Sarah .
" Ya ." Jawab Sarah ." Kita tinggal di apartemen yang sama ."
" Oh ya ?!" Nico menatapnya lekat ." Kalian kenal dekat ."
" Lumayanlah ,aku juga nggak punya teman disana ."
Nico menganggukkan kepalanya .
" Apa kalian berpacaran ?" Cecar Sarah ,ia hanya mau Nico mengakui hubungan nya dengan Rena . Apa mereka ,terutama Nico memang punya perasaan khusus ke Rena atau semua itu hanya untuk keuntungannya semata demi membalaskan dendamnya ke Aska .
Nico menggeleng ." Kita hanya berteman ,tak lebih ."
" Oh ...kelihatannya kalian sangat dekat ."
" Nggaklah ,dia bukan selera aku ."
Sarah menatapnya
" Begitu ?"
Nico balas menatapnya ." Ya ." Ucapnya yakin ." Karena selera aku ada disini ." Lanjutnya .
Sarah diam . Berusaha tak meladeni gombalan Nico .
Meski tak bisa dipungkiri , Nico sosok laki-laki yang menyenangkan dan suka bercanda . Seandainya ia tak tahu apa yang ada di benaknya untuk berbuat jahat karena dendam yang merasukinya .
Benar kata Rena , dia sebenarnya sosok yang menyenangkan , tapi ...
Ah sudahlah ,sebaiknya ia tidak terlalu berlebihan terhadap seseorang yang juga tak begitu lama dikenalnya .
" Nanti malam ada acara ?" Tanya Nico lagi , sedikit membuyarkan lamunan Sarah tadi .
" Kenapa ?" Tanya Sarah balik .
" Kita dinner ."
Sarah terdiam .Apa yang harus dikatakannya sekarang .
Apa ia memang harus menerima ajakan Nico dan lebih mendekatkan hubungan mereka , untuk lebih mengetahui seperti apa sebenarnya laki-laki di depannya ini .
" Boleh ." Ucap Sarah akhirnya .
__ADS_1
Nico tersenyum senang .