SUAMIKU RIVALKU

SUAMIKU RIVALKU
BAB 14


__ADS_3

GREEN PARK APARTMENTS


Mereka sampai di lantai 4 .Nico menyeret koper besar dan segera masuk ke ruangan B-400 .


Ia menaruh koper di sofa panjang , lalu duduk .


Rena berjalan mendekat dan duduk di sebelahnya .


" Memangnya kenapa aku harus tinggal disini ?"


Nico mendekat dan merangkul bahunya .


" Sayang ...udah ya nggak usah banyak tanya , ada pekerjaan baru buat kamu setelah ini ."


Rena menatapnya lekat ." Pekerjaan apa ?"


" Nanti ya ,ini belum waktu nya ." Seru Nico sambil memainkan rambutnya .


Rena hanya menatapnya kesal .


Setelah itu ...Nico berpamitan pulang , dengan alasan masih banyak pekerjaan di kantor .Rena sendiri memilih berbenah di tempat tinggal barunya ini . Ia harus memulai hidup sendiri sekarang , selama ini selalu ada Nico bersamanya setiap hari .


Selesai menata semua baju di lemari , ia merebahkan tubuhnya di kasur . Kamar yang memang lebih kecil dari tempatnya yang lama di rumah Nico .


Setidaknya ia bersyukur masih ada tempat tinggal . Nico lah yang selama ini menjamin hidupnya .


Entah apa yang terjadi kalau sampai bukan Nico yang menemukannya kala itu .


" Alia ..."


Tiba-tiba panggilan itu terngiang lagi di telinganya .


Dulu sebenarnya juga ada yang memanggilnya seperti itu , tetapi dengan cepat di acuhkannya , tidak penting juga ia memikirkan itu ...seperti yang selalu diucapkan Nico padanya .


Tapi ...kali ini yang memanggilnya dengan sebutan itu adalah Aska Permana .


Disamping itu , ia juga bilang kalau Alia itu adalah istrinya .


Apa mungkin wajah mereka memang sangat mirip sampai seorang Aska tak bisa membedakan dirinya atau istrinya .


Rena tiba-tiba bangun dan terduduk di pinggiran kasur .


Apa mungkin juga kalau dirinya ini sebenarnya Alia ...?


Selama ini ia tak pernah tahu jati diri yang sebenarnya .


Iya ...kecelakaan itu telah memusnahkan semua ingatannya . Saat membuka mata tak ada yang dikenal dan diingatnya . Hanya Nico yang ada di depan matanya , sampai sekarang .

__ADS_1


Bagaimana kalau ternyata Alia itu memang dirinya , itu berarti ...


Ia membekap mulutnya sendiri dengan telapak tangan , sesuatu yang takut diucapkan , hanya menyuarakan di dalam hatinya saja .


Lalu bagaimana caranya untuk mencari tahu semua ...Nico akan marah kalau tahu ia sudah bertemu dengan Aska di pesta tadi .


*****


Sepulang acara tadi , Aska memilih ke kantor sebentar , menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda kemarin .


Nampak sepi karena memang tidak ada kegiatan di kantor hari ini .


Ia masuk ke ruangan dan duduk di kursi , sambil menatap lembaran berkas yang berserakan di mejanya .


Huft ...ia harus menyelesaikan ini sampai malam nampaknya .Lagipula tak ada lagi kegiatan yang akan dilakukannya hari ini .


Saat memeriksa beberapa berkas , ponsel nya berdering .


Sarah .


" Ya ." Jawabnya pendek .


" Lagi dimana ?"Tanya Sarah .


" Kantor ."


" Ya ampun masih kerja juga ..." Celoteh Sarah dan selanjutnya entah apa yang dibicarakan , karena Aska sendiri sedikit menjauhkan ponselnya mendengar omelan disana ." Cepetan kesini deh .." Ucapnya akhirnya .


" Apartemen ."


" Apartemen siapa ...memang kamu tinggal di apartemen sekarang ?"


" Udah nggak usah banyak nanya , nanti aku ceritain , aku di Green Park Apartments ."


" Besok ajalah ,aku lagi banyak kerjaan ." Tolaknya .


" Ini penting ...cepat kesini .." Sentak Sarak dengan memperbesar volume suaranya .


" Ada apa ?"


" Aku baru aja ketemu penghuni baru pindahan juga , wajahnya mirip banget sama Alia ."


Mendengar itu , Aska menghentikan kegiatannya dengan berkas di meja , lalu berdiri .


" Serius ...?"


" Ya , kita ngobrol banyak juga tadi dan memang mereka sangat mirip ."

__ADS_1


Aska diam sebentar . Apa mungkin orang yang bertemu dengan Sarah adalah orang sama yang ditemuinya di hotel tadi .


" Namanya siapa ?" Tanyanya kemudian .


" Renata ."


" Ok aku kesana sekarang ."


Mengambil jasnya yang tergeletak di sofa , ia berlari keluar kantor .


Setengah jam kemudian ..


Ia sampai di lobi apartemen , mengeluarkan ponsel dan menghubungi Sarah .Berbicara sebentar lalu mengantongi lagi ponselnya dan bergegas memasuki lift , naik ke lantai 3 .


Sampai disana , ternyata Sarah sudah menunggunya di depan pintu dan langsung menyuruhnya masuk .


" Kamu tinggal disini sekarang ?" Tanya Aska sambil berjalan dan duduk di sofa tamu yang masih nampak berantakan , beberapa barang berserakan disana .


Sarah mengangguk ." Sorry , masih berantakan ...baru kemarin malam aku pindahan , tadi juga ke acara kamu ...jadi belum sempat beres-beres ." Ucapnya lalu duduk di depan Aska , setelah sebelumnya mengambil minuman dingin di kulkas .


" Kenapa tiba-tiba pindah kesini ?" Tanya Aska lagi .


" Udahlah , nanti aja di bahas .."


Aska mengambil minuman kaleng di depannya , membuka dan meminumnya sedikit .


" Jadi gimana ?"


" Tadi aku ketemu di lobi ...saat aku panggil dengan nama Alia , tak ada sahutan ...lalu kita berada dalam 1 lift , yah wajahnya memang mirip , tapi dia mengaku bernama Renata ."


Aska mengangguk ,sementara Sarah nampak heran melihat wajah di depannya itu tetap tenang tak menunjukkan keterkejutan sedikitpun .


" Memangnya kamu nggak pingin tahu gitu ...siapa tahu memang benar Alia ?" Tanya Sarah lagi .


Aska menatapnya ." Tadi aku sudah bertemu sama dia , di hotel ."


" Jadi dia datang ke acara kamu tadi ?"


" Ya ..."


" Berarti dia kenal kamu dong ?"


" Maybe ..."


Sarah menatapnya lekat ." Apa kamu nggak ingin tahu , bagaimana kalau dia memang Alia ?"


Aska menundukkan wajah ." Kamu sudah dengar sendiri kan , namanya Renata bukan Alia ."

__ADS_1


" Tapi kalau dia benar-benar Alia ..?" Tanya Sarah terus .


Aska diam sebentar ,menghabiskan minumannya tadi ." Itu berarti dia benar-benar mau menghapus masa lalunya ." Jawabnya getir .


__ADS_2