
" Sebentar ." Ucap Aska pada Rena .
Setelah merapikan baju nya ia bergegas jalan keluar .
Wanita muda berambut pendek di depannya tadi mulai membuka telapak tangan yang menutupi wajahnya , ia lalu menarik nafas lega sambil mengusap perutnya yang makin membuncit .
Aska mendekat .
" Apa yang kakak lakukan dengan ..."
Aska membekap mulutnya , sementara tangan lainnya merangkulnya dan membawanya keluar ruangan .
" Dian aku keluar dulu ." Pamit Aska .
" Bye Dian ..." Pamit Astrid yang menampel telapak tangan yang membekap mulutnya .
Dian hanya tersenyum menanggapinya .
Sesampainya di dalam lift .
" Kakak siapa dia ...simpanan baru ?" Selidik Astrid .
" Diam ." Sentak Aska .
Astrid langsung cemberut mendengarnya .
Sesampainya di lantai dasar , Aska membawanya keluar lobi .
Membuatnya bingung karena Aska mengajaknya keluar hanya berjalan kaki .
" Kakak , ini aku dibawa kemana ..masak ibu hamil disuruh jalan kaki ." Gerutunya , sambil melangkahkan kakinya keluar gedung .
Aska menggandeng tangannya tanpa berkomentar .
Mereka ternyata ke cafe yang tepat bersebelahan dengan gedung kantornya .
Astrid nampak ngos-ngosan saat duduk , tak lama ,waiters membawakan mereka orange juice .
Ia langsung menenggaknya dan hanya menyisakan setengah .
" Siapa dia ?" Tanya Astrid lagi , rasa penasarannya sudah mulai memuncak sekarang .
" Alia ." Jawab Aska pendek .
" WHAATTTTTT !!!" Astrid membelalakkan matanya .Ia memang tidak tahu seperti apa sosok istri kakaknya itu karena ia tidak hadir juga saat pernikahan mereka kala itu .
" Kenapa dia bisa dikantor kakak ...dia kerja disini ?" Tanyanya terus .
Aska menarik nafas dalam-dalam ." Ceritanya panjang ."
" Aku mau dengar ." Tuntut Astrid lagi .
Aska meminum orange juice nya , ia mulai menceritakan semua setelah Alia pergi dari pernikahannya waktu itu dan soal keterlibatan Nico juga di dalamnya .
" Jadi Kak Nico merubah identitasnya menjadi Rena dan mereka tinggal bersama selama ini ?"
Aska mengangguk .
" Kalian sekarang sudah tinggal bersama ?"
" Ya ."
" Tadi aku ke rumah ,cuma ada mertua kakak disana ." Ucap Astrid kemudian .
" Aku memang belum mempertemukan mereka ."
" Kenapa ?"
" Kondisi Pak Aji belum memungkinkan ,jadi biarkan dulu seperti ini ."
__ADS_1
" Kak Nico sudah tahu kalau dia sudah mengingat semuanya ?"
" Ya nggaklah ,selama ini Nico yang mengirim dia kesini ."
" Tapi bagaimana kalau dalam hal ini ternyata Rena mendukung Kak Nico untuk balas dendamnya itu ?" Pancing Astrid .
Aska hanya diam .
" Its oke ,cinta memang bisa membutakan siapapun ." Jawab Astrid atas pertanyaannya sendiri tadi .
" Ngapain kamu disini ,sudah dibilang jangan pulang ." Ucap Aska mengalihkan pembicaraan , sebenarnya ia memang melarang Astrid kembali ke Indonesia . Menghindari agar jangan sampai Nico juga mengusiknya nanti .Apalagi dengan kondisinya sekarang yang juga sedang hamil besar .
" Ada sedikit urusan ." Jawab Astrid .
" William nggak ikut ?"
Astrid menggeleng ." Pekerjaannya tidak bisa ditinggal .
William suaminya adalah laki-laki berkewarganegaraan Amerika tetapi mempunyai darah jawa dari ibunya yang asli Surabaya .
Astrid dan William menikah setahun sebelum pernikahannya dengan Alia .Mereka kini tengah menanti kehadiran buah hati pertama .
" Kamu tinggal di rumah aja ." Pinta Aska kemudian .
" Nggak mau ,aku tinggal di apartemen Mommy yang nggak ditempati ." Tolak Astrid , ia sekarang tinggal di salah satu apartemen milik mertuanya .
" Memang kamu lama disini ?"
" Paling sebulanan ."
" Ingat ,sebisa mungkin jangan sampai Nico tahu keberadaan kamu disini ."
Astrid menatapnya ." Memangnya dia akan memakan aku hidup-hidup kalau bertemu ." Celotehnya .
Walaupun sudah mau menjadi ibu tetap saja sikapnya seperti itu .
" Terserahlah ."
" Kenapa ?"
" Dia terkena stroke ringan beberapa bulan lalu dan suster lama yang menjaganya risent ,sekarang ada suster baru di rumah ."
" Nico tahu ?"
Astrid menggeleng ." Sama Oma nya sendiri juga nggak peduli dia ." Sindirnya , lalu mengeluarkan sebuah kotak perhiasan disana dan memberikannya ke Aska .
" Apa ini ?"
" Kado pernikahan kakak dari Oma ,baru sekarang bisa dikasih ."
Aska membuka nya ,sebuah kalung berlian cantik melingkar disana .
" Sampaikan terima kasih ke Oma ." Ucap Aska kemudian .
" Bilang aja sendiri ,Oma juga mau balik ke Indonesia ."
" Oh ya ?"
Astrid mengangguk . " Dalam beberapa bulan ke depan tunggu kondisinya membaik ."
" Ya baguslah ..."
" Karena Oma punya feeling yang nggak bagus soal kalian ."
" Maksudnya ?" Tanya Aska heran .
" Oma merasa kalau Kakak sama Kak Nico hubungannya sedang memburuk ."
Aska menarik nafas panjang .Hubungan nya dengan Oma Cristin memang cukup dekat ,walaupun sebenarnya tak ada hubungan darah diantara mereka .Oma Cristin adalah Mamanya Tante Mayang , Mama nya Nico .
__ADS_1
Jadi sebenarnya Nico yang harusnya lebih dekat dengan Omanya itu ,tapi kenyataannya lain . Mereka sering terlihat tak akur dan terlibat permasalahan setiap bertemu .
Oma Cristin memang menjadi lebih dekat dengan Astrid karena mereka tinggal di negara yang sama juga .
Astrid mengambil ponselnya di tas .
Terkejut melihat nama yang tertera di layar ponselnya .
" Kak ."
" Ya ."
" Video call dari Oma ." Cetus Astrid .
" Ya udah terima aja ."
" Hai sayang , lagi dimana ?" Terdengar suara cukup lantang disana .
" Di cafe oma ."
" Sama siapa ?"
Astrid menatap ke Aska sebentar .
Aska menganggukkan kepala .
" Sama Kak Aska ."
" Berikan ponselnya ke kakakmu ."
Astrid menyerahkan ponselnya ke Aska .
" Hai Oma ." Sapa Aska , kali ini untuk pertama kalinya ia tersenyum lebar .
" Hai baby gantengnya oma ..."
Aska mengambil kotak perhiasannya tadi ." Makasih ya ,ini bagus banget ." Tunjuk nya .
" Mana cucu menantu Oma ?" Tanyanya lagi .
" Nggak ikut Oma ."
" Yah ..." Nampak kekecewaan di raut wajahnya ." Bulan depan Oma pastikan pulang ,Oma sudah merindukan kalian ."
" Iya , tapi tunggu kondisi Oma membaik dulu yah ." Bujuknya .
" Oma sudah sehat ." Elaknya .
" Ya okelah ."
" Baby ...kalian tidak sedang ada masalah kan disana ?" Tanyanya serius . Ia tahu yang dimaksud adalah dirinya dan Nico .
" Nggak ada Oma ."
" Oke , baguslah kalau begitu ."
Setelah itu sambungan berakhir dan ia tak mengira kalau Oma Cristin pun bisa sampai merasa kalau hubungannya dengan Nico bermasalah .
" Nanti malam kakak ke apartemen aku ya ." Ucap Astrid kemudian .
" Ngapain ?"
" Ajak istri kakak itu ,aku juga harus mengenalnya kan ."
Aska mengangguk ." Ingat jangan pernah membahas soal Alia dulu ."
" Kenapa ?" Tanya Astrid bingung .
" Untuk saat ini itu yang terbaik ,panggil Rena aja ."
__ADS_1
" Oke ."